
"Grandma,tidak ada yang terjadi.Hanya saja..." ucapan Ars,langsung di sela oleh Grandma karena nada bicaranya Ars yang sangat lambat.
"Ars,apa kamu berniat untuk pensiun dari posisimu saat ini?" tanya Grandma,dengan wajah yang kesal,khawatir dan penasaran yang bercampur menjadi satu,sambil menatap wajah Ars yang semakin bingung,karena Grandma yang sedang menatap kesal ke arahnya.
"Tentu saja tidak,Grandma.Aku hanya ingin meminta Grandma,membantuku untuk melamar seorang wanita untukku" jawab Ars,dengan cepat,karena tidak mau membuat Grandma menjadi semakin kesal.
"Grandma,apa permintaanku terlalu berlebihan?" tanya Ars,sambil terus menatap wajah kesalnya Grandma,dengan wajah yang semakin bingung bercampur sedih,karena Grandma yang hanya terdiam saja.Ia pikir Grandma akan langsung mengatakan oke atau ĺangsung menjadi senang atau juga langsung bersorak gembira,saat mendengar apa yang telah di katakan olehnya tadi.
Tapi ternyata,Grandma hanya diam saja dengan wajah yang semakin kesal.Padahal seingatnya,waktu itu Grandma lah yang memaksanya untuk segera menikah.Ia juga tidak menyangka akan secepat ini mendapatkan calon istri untuk ia perkenalkan pada Grandma.Tapi sekarang,hancur sudah,harapannya untuk menikah dengan di dampingi oleh orang tua.
Sedangkan,yang lainnya hanya mampu tersenyum tanpa Ars sadari,saat melihat ekspresi wajah yang hancur di wajahnya Ars.Karena mereka tahu apa penyebabnya Grandma menjadi kesal,kecuali Daddy yang sedang terus menatap ke arah kakinya karena sedang sibuk menahan rasa kesalnya.
"Auchk" terdengar suara pekikan keras dari Daddy yang langsung berdiri,karena merasakan sakit di pucuk kepalanya.Ia segera mencari pelakunya,sambil mengelus pucuk kepalanya dengan gerakan cepat karena terasa sangat sakit dan berdenyut.
"Mom,apa yang telah Mom lakukan pada kepalaku?" tanya Daddy,dengan nada kesal dan wajah yang meringis sakit karena kepalanya masih terasa sangat sakit,sambil terus mengelus-elus pucuk kepalanya dan mencari benda apa yang di gunakan oleh Mommynya untuk memukul pucuk kepalanya.
"Ya Tuhan,Mom.Kenapa Mom tega sekali padaku?" tanya Daddy lagi,tanpa menghentikan elusan di pucuk kepalanya,sambil menatap sebuah pulpen yang di pegang oleh Mommynya.
Walaupun pulpen tersebut hanya terlihat benda kecil,tapi Grandma memukulnya dengan sepenuh tenaga,walaupun tidak sampai terluka tapi pulpen tersebut mampu membuat pucuk kepalanya menjadi berdenyut hebat.
Sedangkan yang lainnya sibuk menahan tawa mereka karena melihat Daddy yang sedang kesakitan,kecuali Ars yang terlihat masih bingung tapi juga ingin tertawa.Ia juga sempat kaget tadi,karena pulpennya yang berada di saku kemeja kerjanya,tiba-tiba di ambil oleh Grandma begitu saja.
"Kamu sendiri saja, juga tega sama putramu yang satu ini,kenapa juga aku harus tidak tega padamu.Kamu juga membuat aku menjadi khawatir tanpa sebab.Kenapa tadi kamu tidak bilang saja kalau putra kita yang satu ini mau menikah,jadi jantungku tidak perlu dag dig dug karena merasa khawatir.Lagi pula ini kan berita bahagia.Untung saja kamu itu putraku,coba kalau bukan.Mungkin saja,aku akan menyuruh Daddymu mengurungmu di bawah tanah,saat ini juga" jawab Grandma,dengan panjang lebar dan nafas yang sedikit lelah karena telah berbicara tanpa jeda.Ia mengira,pasti putranya telah memberi Ars kesulitan untuk menikah
Daddy hanya mampu mendengus kesal dan mendelik kesal ke arah Ars yang sudah mulai tersenyum bahagia,saat mendengar perkataan panjang lebarnya Grandma.Daddy yang melihat nada kesal Mommynya,
'Maafkan aku Dad,itu bukan salahku' batin Ars,saat ia melihat Daddy yang sedang mendelik kesal ke arahnya.
"Dan kamu,kenapa tidak bilang dari tadi? Apakah kamu tidak tahu,kalau Grandma sangat bahagia dengan kabar baik ini.Siapa wanita beruntung yang sudah berhasil menaklukkan hati kakumu ini nak?Kapan kita akan ke rumah wanita itu? Rasanya Grandma sudah tidak sabar untuk melamarnya" lanjut Grandma lagi,dengan wajah yang tersenyum bahagia,sambil memeluk Ars sebentar.
'Semua yang berkaitan dekat atau yang akrab dengan cucumu,semuanya juga kamu bilang cucumu Mom.Aku sendiri sampai bingung,ntah mana satu,putra kandungku.Untung saja aku tidak mempunyai putri,jika ada,cucumu pasti akan bertambah satu lagi Mom' batin Daddy,dengan panjang lebar,saat ia mengingat Willy, sahabat baiknya sekaligus tangan kanannya itu.Ia membatin sambil duduk di sofa kembali dan terus mengelus-elus pucuk kepalanya yang memang masih terasa sakit,hanya saja sudah tidak sesakit tadi lagi
"Kenapa rasanya, aku menjadi seperti cucu tiri saja.Waktu aku mau menikah kemaren,tingkah Grandma tidak sampai begitu juga" gumam Hery yang hanya di dengar oleh Ashley saja,dengan pelan dan wajah datarnya.
__ADS_1
"Honey,kamu ini terlalu berlebihan.Grandma hanya sedang bahagia saja.Aku juga turut bahagia untuk Agatha,karena sebentar lagi Agatha akan segera di lamar dan juga akan menikah" jawab Ashley,dengan wajah yang tersenyum bahagia,sambil mempererat pelukan mereka.Sedangkan Hery,ia hanya menanggapi perkataan istrinya dengan senyuman dan mengelus lengannya Ashley dengan pelan.
Grandpa yang masih berdiri tadi,segera berjalan menghampiri istrinya yang sudah melepaskan pelukannya pada Ars,sambil sedikit menggeleng-gelengkan kepalanya dengan pelan karena mendengar pertanyaan-pertanyaan dari istrinya yang bertubi-tubi.
"Sayang,kamu itu harus bertanya satu-persatu.Pertanyaanmu sangat banyak, bagaimana caranya Ars bisa menjawab semua pertanyaanmu,sayang" ucap Grandpa,sambil memeluk istrinya dari samping,setelah ia sudah berdiri di samping istrinya.
"Apa kamu tahu sayang,aku merasa sangat bahagia dengan kabar bahagia ini.Kita akan kembali mendapat cucu menantu lagi,dan pastinya cicit kita akan bertambah lagi" jawab Grandma,dengan nada bahagianya,sambil membalas pelukan dari sang suami.
Daddy dan Hery langsung memutar kedua mata mereka dengan malas,ternyata alasan utama Grandma bisa sebahagia ini,karena sedang memikirkan cicit.
Sedangkan Ashley dan Ars,terus tersenyum bahagia,ia juga bisa memaklumi keinginan Grandma yang usianya sudah tidak muda itu,baginya wajar-wajar saja.
Grandpa yang memang sudah tahu apa alasan utama istrinya itu,hanya bisa menghela nafas dengan pelan,sambil memeluk istrinya yang sedang di liputi rasa bahagia.
Walaupun,jujur ia juga merasa bahagia,tapi ia juga tidak akan sampai menjadi secerewet itu.Karena tipe keturunannya jarang,lebih tepatnya hampir tidak pernah mengungkapkan rasa bahagia mereka dengan kata-kata,mereka hanya menggunakan hati mereka saja.
Maka dari itu,Grandma dan Ashley selalu sulit untuk menebak dari wajah datar mereka,tapi Grandma dan Ashley tidak begitu mempermasalahkan itu semua.Karena bagi Grandma dan Ashley,yang terpenting adalah mereka tahu kalau cinta dari Grandpa dan Hery selalu utuh dan tulus untuk mereka.
"Iya iya,aku tahu.Tapi kamu tanyanya satu persatu,sayang.Lihat cucu kita,ia sampai menjadi bingung mau jawab yang mana dulu" jawab Grandpa,dengan nada lembutnya dan wajah yang tersenyum ke arah istrinya yang sedang bersandar di dada tuanya tapi masih terlihat kekar,karena dirinya memang selalu berolahraga bersama putranya.
Daddy yang melihat tubuh kedua orang tuanya yang terus menempel,lagi-lagi ia kembali memutar bola matanya dengan malas dan wajah yang kesal karena rasa sakit di pucuk kepalanya tadi.
Sedangkan Hery dan Ashley,langsung tersenyum geli,saat melihat kemesraan Grandma dan Grandpa.Tapi di dalam lubuk hati mereka yang paling dalam,mereka merasa sangat bahagia,saat melihat kemesraan Grandpa dan Grandma yang selalu awet itu.
"Kalau Grandma,Grandpa dan Daddy sempat,aku inginnya besok malam " jawab Ars,dengan wajah yang tersenyum bahagia,karena ia melihat Grandma yang begitu antusias atas pernikahannya.Ia merasa sangat bersyukur,karena bisa memiliki dan hidup bersama keluarga yang sangat baik dan juga mampu memberi kasih sayang dan cinta yang tulus pada dirinya dan juga Mark.
"Baik,besok kita akan ke rumah wanitamu.Tapi kau harus segera siapkan beberapa barang yang akan kami berikan sebagai hadiah dari kami untuk wanitamu dan keluarganya.Jangan lupa juga,tambahkan perhiasan.Benar begitukan,sayang?" ucap Grandma,dengan nada semangatnya,sambil menatap Ars yang sedang tersenyum bahagia.Sekalian bertanya pada suaminya yang langsung di tanggapi dengan anggukan pelan dari Grandpa,saat istrinya menatap sebentar ke arahnya barusan.
"Baik Grandma,aku akan segera menyiapkannya" jawab Ars,dengan nada semangat yang sama dengan Grandma.
"Tapi,sebelum kami melamar wanitamu.Kau harus berjanji 1 hal sama Grandma terlebih dahulu..." ucap Grandma,dengan wajah seriusnya,sambil terus menatap wajahnya Ars.
"Janji? Apa yang Grandma inginkan?Aku akan melakukan apapun sebisa mungkin,selagi aku mampu melakukannya,Grandma " jawab Ars,dengan ekspresi wajah yang yakin.
__ADS_1
Sedangkan Daddy,Grandpa dan Hery.Wajah mereka yang sudah kembali datar tadi,masih terus tetap datar,tapi mereka tersenyum puas di dalam hati.Apa lagi mereka ber 3 sudah bisa menebak apa isi janji yang ingin di ucapkan oleh Grandma,kecuali Ashley yang sedang sibuk menampilkan wajah penasarannya.
"Grandma ingin,setelah kalian sudah menikah nanti,kalian harus tinggal di sini bersama kami,sama seperti Hery.Kalian hanya boleh punya rumah sendiri,kalau anak-anak kalian sudah besar atau sudah berumur 10 tahun ke atas.Karena Grandma ingin menghabiskan sisa waktu kami berdua, bersama cicit-cicit kami.Bagaimana?" jawab Grandma,dengan jujur.Walaupun poin pertama dari rasa bahagianya karena cicit,tapi ia juga merasa sangat bahagia karena Ars yang sudah ia anggap sebagai cucunya,sebentar lagi juga akan menikah.
"Jika kau tidak mau,tidak apa-apa.Grandma tidak akan memaksamu.Hanya saja,nanti Mansion ini akan terasa sepi kalau penghuninya tidak terus bertambah" lanjut Grandma lagi,dengan wajah yang sedih,saat ia melihat Ars yang hanya diam saja dengan wajah bingungnya.Walaupun yang ia katakan memang benar adanya.Mansion milik putranya ini sangat besar dan juga luas,jika tidak di penuhi oleh cucu dan cicit mereka,lalu siapa yang harus memenuhi Mansion tersebut.Dan juga, mereka berdua pasti akan merasa kesepian di usia tua mereka nanti.
Lagi pula,mereka berdua sudah tua,Grandma hanya ingin menikmati masa-masa tuanya dengan hati yang bahagia, bersama dan selalu berada di sekitar orang-orang yang di sayangi dan di cintainya.
Kali ini,gantian Hery yang memutar bola matanya dengan malas.Karena melihat ekspresi wajah andalan yang di tampilkan dari wajahnya Grandma,sama seperti waktu Grandma membujuknya waktu itu,waktu ia kekeh ingin keluar dari dalam Mansion dan tinggal di rumah sendiri bersama Ashley.
"Tentu saja,aku mau Grandma.Aku akan mengajak calon istriku untuk tinggal bersama kalian nanti" jawab Ars,dengan cepat dan wajah pasrahnya,saat melihat wajah sedihnya Grandma,sambil terus tersenyum agar Grandma tidak mampu melihat wajah pasrahnya.
Padahal,ia sudah memiliki sebuah Mansion yang baru ia bangun dengan kerja kerasnya sendiri,beberapa hari yang lalu.Ia sudah langsung berencana untuk tinggal di Mansion sendiri bersama Agatha,saat ia baru jadian sama Agatha kemaren.Tapi ya sudahlah,demi sang Grandma,ia tidak akan mempermasalahkannya lagi.
"Bagus,kalau begitu jam 7 malam besok, kita semua harus sampai di rumah wanitamu itu.Jangan lupa siapkan barang-barang yang Grandma bilang tadi ya" ucap Grandma,dengan wajah yang tersenyum senang dan juga bahagia,karena Ars yang telah menyetujui permintaannya.
"Baik, Grandma tenang saja.Aku akan menyiapkan semuanya" ucap Ars,dengan wajah yang tersenyum bahagia juga,saat melihat ekspresi wajah bahagianya Grandma.
"Sudah,sekarang semuanya sudah selesai di atur.Besok,kita semua hanya perlu pergi ke rumah wanita itu saja .Apa kamu tidak mau melanjutkan tontonanmu lagi,sayang?" tanya Grandpa,dengan wajah nada yang lembut,sambil terus memeluk tubuh istrinya yang seperti tidak mau jauh dari dirinya.
"Oh iya,aku telah melupakan tontonan seruku.Semua ini,gara-gara putra nakalmu itu.Coba saja, kalau putramu tidak memperlambat obrolan bahagia kita tadi.Lihatlah akibat putramu itu,aku sudah melewati banyak adegan dan pembicaraan mereka" ucap Grandma,dengan nada kesalnya,sambil menatap putranya yang masih duduk di sofa dan sedang melindungi kepalanya dengan kedua tangannya.
"Sudah,maafkan saja putra nakalku itu.Kalau kamu ingin memarahi putraku lagi,nanti kamu akan melewati lebih banyak adegan lagi" ucap Grandpa,dengan nada malasnya.Tapi walaupun begitu,ia tetap tersenyum ke arah istrinya dengan penuh kesabaran.
Padahal pria paruh baya itu,putra mereka.Tapi begitulah istrinya,kalau sedang kesal,pasti jadi putramu,bukan putra kita lagi.
"Benar juga,apa yang kamu katakan sayang.Aku akan memarahi putra kita nanti saja.Ars,ini simpanlah kembali" ucap Grandma,dengan nada senang kembali,karena ingin melanjutkan tontonannya tadi.Ia juga baru menyadari kalau ada kesalahan di perkataannya tadi,saat ia mendengar kata putraku di ucapan suaminya.
Ia berbicara,sambil menyodorkan pulpen yang telah ia ambil secara paksa dari saku kemeja miliknya Ars tadi dan langsung di ambil sama Ars.Lalu Grandma cenges-ngesan sebentar ke arah suaminya.
"Dan kamu,jangan mempersulitkan Ars lagi.Ashley,ayo temani Grandma menonton lagi" peringat Grandma,dengan nada tegasnya,sambil menatap sekilas ke arah Daddy.Kemudian ia menjauh dari tubuh suaminya,lalu ia berbalik badan dan menatap Ashley.
"Ba..." ucapan Ashley,langsung di sela oleh Hery sebelum Ashley sempat menyetujui ajakan Grandma.
__ADS_1
"Besok saja ya, Grandma? Dari pulang tadi,aku dan istriku masih belum membersihkan diri.Nanti kami bisa kemalaman,kalau Ashley harus menemani Grandma" ucap Hery,dengan jujur dan cepat.