
Ars yang sedang sibuk mencari keberadaan Mark pun langsung tersentak kaget saat mendengar ledakan kuat dari arah tempat yg Hery tuju tadi.Ia segera menyerah kan pria tadi ke anak buah nya yg sudah mendekat dan segera berlari ke arah suara ledakan barusan.
Wajah nya sudah menjadi semakin khawatir sekarang,saat melihat Tuan nya yg sedang berusaha bangkit dari duduk nya dengan sedikit kesulitan.
Ia segera menangkap tubuh Tuan nya yang ingin oleng ke samping,ia belum bisa mencerna semua ini karena terjadi begitu cepat tanpa sempat memberi nya kesempatan untuk berpikir.
(Kembali ke Ashley)
"Nona,cepat masuk ke dalam mobil,jika tidak ingin aku mengguna kan cara paksa" tegur pria itu dengan ketus saat melihat Ashley berdiri dengan wajah tercengang dan kepala yang sedikit mendongak ke atas sambil menatap dinding kamar Hotel milik nya bersama suami nya tadi,sudah menjadi sebuah lubang besar yg ternganga dan di penuhi dengan asap ledakan.
Untung saja mereka berhasil keluar tadi,jika tidak,mungkin saja mereka ber 3 akan meledak bersama para penjahat itu.Tepat ketika mereka berada di luar Hotel,kamar tadi yang sempat ia tempati bersama suami nya untuk beberapa jam saja itu langsung hancur tidak bersisa.
Sekarang mereka ber 3 sudah ada di tepi jalan,tidak jauh dari Hotel tersebut.Ashley berdiri sambil memikir kan, bagaimana kalau dirinya masih berada di dalam sana tadi,dengan eskpresi wajah yg bergidik ngeri dan ia juga memikir kan keadaan suami nya saat ini,mengabai kan ajakan dan teguran yang ntah sudah ke berapa kali nya,dari pria yg telah menyelamat kan nya itu.
Pria itu sedang bersandar di samping mobil milik nya sambil mengetik sesuatu di HP nya,lalu ia mendongak kan kepala nya dengan pelan sambil tersenyum tipis setelah selesai mengirim kan sebuah pesan ke seseorang.
Tapi wajah nya kembali kesal saat menatap Ashley yg masih berdiri tidak bergerak dari tempat nya berdiri tadi,rasa nya ia sangat ingin mengikat Ashley dan mengendong nya seperti karung beras dan membawa nya ke dalam mobil agar tidak membuang sia-sia tenaga nya,hanya untuk berbicara untuk menyuruh nya masuk ke dalam mobil.
Padahal anak buah nya, dari tadi sudah masuk ke dalam mobil untuk istirahat karena terluka tadi,tapi wanita ini malah terus memancing emosi nya.
Untung saja........,ah ya sudah lah.Mau ngeluh juga tidak ada guna nya,ia juga tidak bisa melaku kan apa-apa kepada wanita yg telah di selamat kan nya tadi.
"Apa kah aku perlu mengendong mu Nona?" tanya pria itu dengan wajah datar nya saat sudah berdiri di samping nya Ashley,ia sedang mencoba menahan rasa kesal nya saat ini,karena ini adalah untuk ke 8 kali nya ia mencoba.
"Tidak,tidak perlu" jwb Ashley dengan cepat,ia segera berbalik badan dan berjalan ke arah mobil.
'Kenapa tidak dari tadi aku melaku kan nya' pikir pria itu,sambil menggeleng-geleng kan kepala nya dengan pelan sambil mengikuti langkah nya Ashley.
"Tuan,bagaimana dengan suami ku?" tanya Ashley saat sudah di samping pintu mobil hingga membuat langkah pria itu langsung terhenti.
__ADS_1
"Apa kamu ingin aku membunuh suami mu sekarang,Nona?" tanya pria itu dengan nada mengancam,wajah datar nya menjadi dingin, terlihat sangat mengeri kan hingga membuat Ashley meneguk saliva nya dengan susah payah.
Ashley langsung mengingat bela diri pria itu tadi,ia jadi memikir kan,mungkin saja pria itu akan benar-benar mampu membunuh suami hebat nya itu,mungkin ya...
"Oke oke,aku mengerti" ucap Ashley pasrah,sambil membuat tangan yang berbentuk Oke dan wajah yang tersenyum terpaksa lalu ia segera berjalan masuk ke dalam mobil.
Yang benar saja,ia tidak mau jadi janda secepat ini.Lebih tepat nya,ia tidak mau kehilangan suami nya itu.
Pria itu tersenyum saat melihat tingkah lucu nya Ashley,ia kembali menggeleng-geleng kan kepala nya dengan pelan dan menghela nafas dengan pelan,malam ini ia telah mengeluar kan banyak tenaga untuk menyelamat kan wanita ini,ia ingin segera mendapat kan bantal tidur agar ia dapat segera beristirahat.
Kemudian ia pun berjalan masuk ke dalam mobil milik nya,lalu melaju kan nya dengan kecepatan sedang tanpa bersuara sedikit pun.
Sepanjang perjalanan nya,Ashley terus mendengus kesal dengan pelan,mau marah tapi ia juga tidak berani.Bagaimana tidak kesal,ia mau meminjam HP tapi tidak di kasih,bertanya juga tidak di jawab,bahkan pria itu kadang memberi nya tatapan tajam,padahal ia hanya ingin menelepon suami nya saja.
Akhir nya Ashley hanya mampu bersabar di sepanjang jalan,sedang kan wanita yg menolong nya tadi sudah terlelap di dalam mobil tanpa terganggu oleh omelan kesal nya Ashley yg pelan itu,mungkin karena terlalu lelah,dan dada nya juga masih terasa sedikit sakit.
Ah,ternyata Ashley sudah tertidur,ia dapat menghela nafas lega sekarang karena telinga nya tidak akan overdosis oleh omelan dari Ashley tadi.
Lagi pula,bagus juga 2 wanita itu tidur,karena perjalanan masih lama.Masih 1 setengah jam lagi,jadi ia bisa fokus dengan jalan yang ada di depan nya saat ini tanpa harus pusing mendengar kan omelan kesal dari Ashley.
(Kembali ke Hery).
"Tuan,kau baik-baik saja?" tanya Ars dengan wajah khawatir nya sambil terus menahan tubuh Hery yang sudah mulai seimbang.
Untung saja Tuan nya tidak kenapa-kenapa,tubuh Tuan nya hanya sedikit syok dan sedikit sakit di punggung nya karena terlempar tiba-tiba.Tapi walau pun tubuh nya tidak kenapa-kenapa,hati nya yang kenapa-kenapa saat ini,hingga membuat Ars merasa bersalah karena tidak bisa melindungi Nona muda nya.
Hery tidak menjawab,ia malah berjalan masuk ke dalam kamar yang sudah hancur tanpa menyisa kan apa-apa lagi,hancur seperti hati nya saat ini.
__ADS_1
Wajah nya sudah tidak bisa di eskpresi kan lagi,karena emosi,marah,terluka,sedih,terkejut dan tidak percaya menjadi satu,padahal tadi mereka masih bersama,tapi sekarang semua nya hanya tinggal sisa ledakan.
Tapi beberapa saat kemudian,kening nya mengernyit bingung,kenapa hanya ada 3 mayat di ruangan tersebut,harus nya jika istri nya memang bersama para MUA tadi pasti ada 5 mayat dan jika MUA itu adalah benar-benar menyamar semua bearti seharus nya cuma ada 1 mayat nya.
Tapi tidak,ia bahkan tidak mau mempercayai nya,jika salah satu dari 3 mayat itu adalah milik istri nya.
"Ars,cepat suruh Ryan untuk mengecek 3 mayat ini" perintah Hery dengan nada lemah nya,tapi wajah nya berusaha untuk tegar.Ia tidak akan mau mempercayai,kalau istri nya telah meninggal kan dirinya secepat ini,sebelum ia mendapat kan hasil nya.
"Baik Tuan" jwb Ars,ia juga ikut sedih saat melihat wajah tegar Tuan nya.Ia pun segera mengambil HP dari dalam saku celana nya.
Tapi belum sempat tangan nya mencapai saku celana nya,Ryan dan Jonathan sudah berlari ke arah mereka berdua.
Mereka berdua hanya mampu terdiam dengan wajah sedih mereka,mereka berdua sudah bisa menebak saat melihat apa yang ada di depan mereka.
Kamar Hotel yang sudah hancur berkeping-keping dan sahabat nya yang sudah hampir seperti mayat hidup walau pun masih bisa berdiri dengan kokoh di tengah-tengah ledakan tersebut,tapi wajah terluka nya tidak dapat membohongi mereka berdua.
Ryan dan Jonathan segera menepuk-nepuk pelan pundak sahabat nya,pertanda memberi semangat.Mereka berdua ikut prihatin dengan keadaan sahabat mereka saat ini,tapi mereka berdua juga tidak mampu melaku kan apa-apa selain memberi semangat.
Hery mendongak kan kepala nya yang tertunduk lemah tadi,saat merasa kan tepukan di pundak nya.Wajah nya tetap datar saat melihat 2 sahabat nya sedang menatap nya dengan tatapan prihatin.
Hery baru saja ingin bersuara,tapi dari arah belakang terdengar salah satu anak buah nya datang dengan tergesa-gesa dan melapor kan sesuatu yang membuat nya semakin emosi.
"TuTuan,ma maaf" ucap pengawal tersebut dengan gugup karena takut kalau Tuan mereka akan semakin marah.
"Kata kan" perintah Hery dengan suara tinggi nya.
"Tu Tuan,pria yang di bekuk oleh Tuan Ars tadi sudah mati.Ia membunuh diri nya sendiri dengan cara menelan pil yg berisi bom peledak diri" jawab pengawal tersebut dengan satu tarikan nafas.
Wajah nya Hery langsung menggelap saat mendengar perkataan pengawal tersebut.
__ADS_1