Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
95. Ketakutan Ashley


__ADS_3

"Saat ini 2 mobil yg berisi 12 orang,sedang mengejar mobil Nona muda yg baru saja pulang dari kuliah,Tuan" ucap Ars dengan nada panik nya,laporan yg ia terima secara mendadak itu membuat sebagian otak nya bergerak lamban.


"Apa?" ucap Hery,ia langsung berdiri dari duduk nya dengan wajah yg kaget dan juga khawatir.


Ternyata ini,alasan perasaan tidak nyaman nya yg berusaha ia usir dari tadi pagi,ia jadi merutuki diri nya sendiri karena tidak pergi menjemput Ashley tadi.


Hari ini ia ada meeting yg tidak bisa di wakili oleh siapa pun,maka dari itu ia mencoba membujuk Ashley tadi tapi ternyata tidak berhasil,ia pun pasrah dan mencoba untuk mengusir perasaan tidak nyaman nya itu.


Sekarang ia harus segera mencari keberadaan istri nya,setelah ia sudah berdiri dari duduk nya,ia langsung berlari keluar dari ruangan nya tanpa memakai jas nya lagi dan di ikuti oleh Ars dari belakang.


"Di mana istri ku sekarang?" tanya Hery sambil terus berjalan dengan langkah lebar nya dengan wajah khawatir nya.


"Di jalan ******* Tuan" jwb Ars yg mengikuti langkah lebar Tuan nya.


"Cih,sialan.Ternyata para penjahat itu sangat cerdik juga,sengaja mencari jalan yg sepi kendaraan dan jauh dari keramaian" umpat Hery dengan mengeram kesal,kaki nya terus melangkah lebar tanpa berhenti,bahkan di dalam lift pun kaki nya tetap melangkah bolak-balik karena tidak sabaran menunggu pintu lift terbuka.


"Kenapa istri ku bisa sampai mengguna kan jalan itu,bukan kah biasa nya istri ku tidak pernah menggunankan jalan itu?" tanya Hery dengan wajah yg khawatir bercampur dengan sedikit heran.


"Mereka sangat cerdik Tuan.Mereka membuat jebakan dengan sengaja membuat kecelakaan di jalan yg biasa di lewati oleh Nona muda,hingga membuat Nona muda terpaksa mengguna kan jalan tersebut karena terjadi kemacetan yg parah di jalan yg biasa Nona muda lewati" jwb Ars dengan cepat sambil terus mengikuti langkah kaki Tuan nya,ia segera menambah kecepatan nya saat melihat Hery yg ingin mengambil alih sisi di kemudi.


Tubuh nya Hery semakin memanas karena menahan amarah,ia tidak akan melepas kan mereka semua jika sampai terjadi sesuatu sama istri nya.


"Tuan,biar aku saja yg menyetir" ucap Ars dengan wajah khawatir nya sambil menahan pintu mobil yg hampir di buka oleh Tuan nya.


Karena jika Tuan nya menyetir dalam keadaan panik dan juga khawatir seperti itu,bisa-bisa mereka bukan hanya tidak dapat sampai ke tempat tujuan saja tapi mereka berdua malah akan celaka duluan nanti.


Hery yg mengerti kekhawatiran nya Ars pun langsung melangkah mundur beberapa langkah lalu masuk ke tempat duduk belakang kemudi tanpa suara.


Ars segera melaju kan mobil,untuk menuju ke tempat tujuan,setelah mereka berdua sama-sama sudah berada di dalam mobil.

__ADS_1


 


Sementara di jalan yg sepi,3 mobil saling menghindar dan mengejar,tepat nya 2 mobil yg sedang mengejar 1 mobil.Di susul oleh mobil Mark bersama anak buah nya yg lain dari belakang 3 mobil tersebut.


Mark sedang berusaha menolong Nona muda nya,Mark tidak menyangka hal ini akan terjadi padahal beberapa minggu ini tidak ada yg aneh.Ia tadi sudah merasa aneh dengan mobil yg berdiam diri di depan kampus Nona muda nya tanpa ada siapa pun yg keluar dari dalam mobil tersebut,tapi ia terlambat menyadari nya sehingga membuat ia tidak bisa menggapai Nona muda nya saat ini.


Lalu ia segera menambah kan lagi, laju kecepatan mobil milik nya saat ia melihat keadaan darurat yg ada di depan mata nya,walau pun agak jauh tapi ia bisa melihat dengan jelas Nona muda nya yg sedang di kelilingi 3 mobil sekaligus,ntah dari mana datang nya lagi 1 mobil yg lain,padahal yg ia lihat tadi hanya ada 2 mobil.


"Sialan" umpat Mark emosi,ternyata lawan nya cukup cerdik.


Tanpa memperduli kan nyawa nya,ia terus memijak pedal gas.Ia berpikir,tidak masalah jika sekarang ia kehilangan nyawa,lagi pula jika terjadi sesuatu sama Nona muda nya,nyawa nya juga tidak akan tertolong karena pasti Tuan nya tidak akan melepas kan nya.


Sedang kan Ashley yg berada di mobil paling depan,duduk dengan tubuh yg gemetar.


Ia ingin menelepon suami nya agar menolong nya saat melihat ada mobil yg sibuk mengejar nya tadi tapi sebelum ia sempat menekan tombol hijau, HP nya malah terlebih dahulu jatuh ke bawah jok kursi yg ia duduki hingga membuat ia semakin kesulitan untuk menelepon Hery karena tidak bisa mengambil HP nya kembali,apa lagi dengan mobil yg melaju tidak seimbang dan berbelok tidak menentu.


Ashley hanya mampu melafal nama suami nya terus dan mengamati 2 mobil yg sedang mengejar mereka,sambil menahan cairan yg hampir mau keluar dari mata nya,sekarang ia merutuki diri nya sendiri karena tidak mau menuruti perkataan suami nya tadi pagi.


"Ciittt" suara mobil yg di tempati oleh Ashley berdecit dengan keras karena berhenti mendadak,ternyata mobil mereka di hadang dari depan secara tiba-tiba,hingga membuat supir tersebut terpaksa harus berhenti mendadak


"Maaf Nona muda,tiba-tiba ada yg menghadang mobil kita dari depan" ucap sang supir karena merasa bersalah saat melihat dahi Ashley terhantuk kursi depan.


"Bagaimana ini ?" tanya Ashley dengan wajah bingung dan takut tanpa menanggapi ucapan bersalah dari sang supir,sambil mengelus-elus dahi nya yg sakit,akibat mobil yg tiba-tiba berhenti barusan.


Apa lagi saat ia melihat segerombolan pria yg terlihat acak-acakan dan baju yg seperti preman,terlihat berjalan mendekat ke arah mobil mereka,hingga membuat Ashley semakin ketakutan.


"Nona muda tetap saja di sini,aku akan keluar sebentar.Nona muda tenang saja,Tuan muda akan segera datang" ucap sang supir untuk menenang kan Nona muda nya dengan wajah yakin nya walau pun ia tetap merasa khawatir dengan keselamatan Nona muda nya.


Kemudian sang supir segera mengambil pistol yg memang selalu di simpan di dalam dashboard mobil,lalu ia segera melangkah keluar dari dalam mobil tanpa memperduli kan Nona muda nya yg terus ingin mencegah nya.

__ADS_1


Saat ini yg ia pikir kan hanya menunda waktu agar Tuan muda nya sampai tepat waktu,walau pun nyawa nya yg jadi taruhan nya.


"Serah kan wanita yg ada di dalam mobil itu pada kami" perintah ketua kelompok yg mengejar tadi saat melihat sang supir berdiri menghadang jalan nya yg ingin berjalan ke arah target nya.


"Langkahi dulu mayat ku" ucap sang supir dengan suara yg lantang sambil mengambil ancang-ancang,bersiap-siap untuk menembak saat ia melihat ketua kelompok tersebut juga membawa pistol.


"Baik lah,jika itu mau mu" ucap Ketua kelompok tersebut dengan tersenyum sinis sambil mengangkat tangan nya untuk menembak sang supir.


Beberapa detik kemudian...


"Dor dor dor " terdengar 3 kali suara tembakan,hingga membuat Ashley yg ada di dalam mobil semakin ketakutan,ia segera menunduk kan kepala nya di atas kedua lutut nya dan menutup kedua telinga nya dengan kedua tangan nya.


"Akh" jeritan sakit terdengar dari mulut nya ketua kelompok tersebut saat terkena tembakan di pergelangan tangan dan kaki nya,ia terduduk di aspal karena kaki nya yg terasa sangat sakit,ia segera memegang tangan nya dengan gemetar sambil menoleh dan melihat sang pelaku dengan marah.


Sedang kan sang supir yg terkena tembak pertama tadi bersandar di samping mobil sambil menahan sakit dan memegang bahu nya yg terus mengeluar kan darah,tapi ia tersenyum puas karena telah menembak kaki ketua preman tersebut.


Mereka berdua sama-sama meleset saat ingin menembak tadi karena terkena tembakan,apa lagi ketua preman yg terkena tembakan mendadak di pergelangan tangan nya tadi.


Jika tidak,mungkin saat ini ia sudah kehilangan nyawa karena tembakan yg di arah kan oleh ketua preman tadi adalah jantung nya.


Lalu ia menoleh ke arah penolong nya,ia tersenyum sambil menatap Mark yg sedang berjalan ke arah nya.


Ternyata bos nya yg telah menolong nya.Yah,sang supir tersebut adalah anak buah yg di utus oleh Mark untuk menjadi supir Nona muda nya.


Mark segera saja menembak saat ia sudah berada tidak jauh dari sana,hampir saja ia terlambat.Ia memang selalu berusaha untuk menyelamat kan anak buah nya sebisa mungkin,apa pun yg terjadi,apa lagi terhadap anak buah yg setia pada nya.


"Bos" panggil sang supir dengan suara lemah sambil tersenyum.


"Kau baik-baik saja" tanya Mark tanpa menanggapi panggilan anak buah nya.

__ADS_1


"Bagaimana dengan Nona muda?" tanya Mark lagi saat melihat anggukan pelan dari anak buah nya.


__ADS_2