Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
127. Sekretaris nya Jonathan menjadi kesal


__ADS_3

"Iya,tapi kenapa harus di Apartemen mu?" tanya Desi dengan wajah heran nya.


"Memang nya, kamu mau kedua orang tua mu melihat warna kepemilikan ku di seluruh leher mu itu?" jawab Jo dengan wajah yang tersenyum puas sambil menatap bercak-bercak merah yang ia cipta kan di sekeliling leher nya Desi.


Desi berpikir sejenak lalu segera berdiri dari duduk nya dan melangkah dengan pelan ke arah meja cermin karena kedua kaki nya yang masih lemah,ia langsung membelalak kan mata nya lebar-lebar saat melihat leher nya yang di penuhi bercak-bercak merah,hampir tidak ada celah untuk melihat kulit mulus nya.


"Jonathan Smith" pekik Desi dengan nada kesal nya,sambil menatap ke arah Jo yang sedang tersenyum senang.


Karena dari tadi dirinya belum bercermin,maka nya ia baru sadar dengan keadaan leher nya sekarang.


"Ada apa hm?" tanya Jo dengan nada santai nya,sambil berdiri dari duduk nya lalu berjalan ke arah tempatnya Desi berdiri.


"Apa yang telah kamu laku kan pada leher ku?Kenapa bisa menjadi sebanyak ini?" tanya Desi dengan wajah yang memberengut kesal.


"Apa kamu tidak tahu?" tanya Jo sambil menarik tubuh nya Desi lalu memeluk nya,setelah sudah berada di depan nya Desi.


"Ta tahu apa?" tanya Desi dengan nada gugup sambil menahan dada nya Jo dengan kedua tangan nya.


"Tanda kepemilikan ku bukan hanya berada di seluruh leher mu saja,tapi juga di seluruh tubuh indah mu ini" jawab Jo dengan wajah yang terus tersenyum puas sambil menunjuk ke arah dada nya Desi dengan mengguna kan jari telunjuk nya.


"A apa?" tanya Desi dengan wajah tidak percaya nya saat mendengar Jo mengata kan seluruh tubuh indah nya.


Karena rasa kesal nya,ia sampai tidak begitu mendengar perkataan nya Jo yang mengata kan "kepemilikanku".


Jika ia fokus mendengar tadi,mungkin saja rasa kesal nya akan menghilang sekarang.


"Kalau kamu tidak percaya,kamu boleh......" jawaban Jo langsung terhenti dan mengambang di udara saat melihat Desi yang langsung membuka jubah mandi nya sebelum Jo selesai berbicara.


"Ya Tuhan,kenapa tubuh ku menjadi seperti ini?" tanya Desi tanpa menatap ke arah wajah mesum nya karena sedang sibuk mengamati seluruh tubuh nya,ia juga sampai lupa kalau tubuh nya masih berada di dalam pelukan nya Jo.


"Apa kamu sedang menggoda ku hm?" tanya Jo tanpa menjawab pertanyaan nya Desi, dengan kedua mata yang berbinar senang,seperti sedang menatap makanan yang paling lezat.


"A apa? Meng menggoda mu?" tanya Desi yang langsung mendongak kan kepala nya hingga bertatapan mata dengan Jo yang sedang tersenyum mesum.


Desi segera menutupi kembali tubuh polos nya dan menatap Jo dengan wajah kesal nya,apa lagi saat ia melihat alis nya Jo yang terus naik turun karena sengaja menggoda dirinya.


"Kalau kamu masih menginginkan nya lagi,aku akan dengan senang hati melakukan nya lagi" jawab Jo dengan wajah yang terus tersenyum nakal tanpa menghentikan gerakan sebelah alis nya yang terus naik turun.


Desi segera menghempas kan dengan pelan, kedua tangan nya Jo yang sedang berada di samping kiri kanan pinggul nya Desi.


"Dasar mesum" kesal Desi sambil berjalan ke arah kasur dengan langkah pelan.


"Bukan kah, kamu sendiri juga suka berpikiran mesum hm?" tanya Jo dengan wajah yang tersenyum mengejek,ia segera duduk di samping nya Desi yang sudah duduk di tepian kasur.


"Ti tidak juga" jawab Desi dengan nada gugup saat merasa kan sebelah tangan nya Jo yang sedang menyelinap masuk ke belakang punggung nya dan menarik pinggul nya lalu memeluk nya.

__ADS_1


"Benar kah?" tanya Jo dengan suara yang pelan sambil menghirup dalam-dalam aroma wangi rambut nya Desi yang sudah berada di bawah dagu nya karena ia menarik tubuh nya Desi untuk mendekat ke tubuh nya.


"Ten tentu saja benar" jawab Desi,masih dengan nada gugup sambil menyandar kan kepala nya ke dada kekar nya Jo.


'Aku hanya mesum,kalau sedang bersama mu " ucap Desi di dalam hati.


"Jadi,apa yang kamu mimpi kan tadi? Sehingga tidak menyadari,kalau aku sedang menyentuh tubuh mu?" tanya Jo,pertanyaan yang mampu membuat Desi mati kutu.


Jo jadi tidak habis pikir dengan ketidak waspadaan nya Desi,ia jadi merasa khawatir.Bagaimana kalau yang tadi adalah pria lain,bukan dirinya,rasanya ia juga tidak akan rela.


"A aku me memimpi kan....." ucapan Desi terhenti di pertengahan karena bingung mau jawab apa.


"Bermimpi bercinta dengan ku?" sela Jo dengan cepat saat melihat Desi yang sibuk berpikir dengan wajah malu dan bingung nya.


Desi langsung menelusup kan wajah nya ke dada kekar nya Jo dengan wajah nya yang semakin memerah karena ketahuan berpikir mesum hingga terbawa ke mimpi.


"Dasar " ucap Jo dengan kepala yang menggeleng-geleng pelan sambil mengacak-acak rambut nya Desi dengan pelan.


Jo tersenyum sambil menghela nafas dengan pelan,apa ia harus bahagia sekarang karena memiliki wanita mesum yang terlihat sangat mencintai dirinya ini.


"Tok tok tok" terdengar suara ketukan pintu di ruangan pribadi nya,ia sudah bisa menebak siapa yang sedang berada di luar pintu ruangan pribadi nya saat ini.


"Masuk" jawab Jo dengan nada santai nya dan sebelah tangan nya yang tadi nya mengacak berubah menjadi membelai,sedang kan Desi tetap menyembunyi kan wajah nya di dada kekar nya Jo saat ia melihat sekilas wajah sekretaris nya Jo yang sedang membawa beberapa makanan ke dalam.


"Tuan,ini makanan-makanan nya " ucap Sekretaris tersebut dengan suara pelan sambil meletakkan mekanan-makanan yang ia beli tadi ke atas meja sedang yang ada di sana.


"Hm" jawab Jo dengan singkat sambil terus menatap wajah dan leher nya Sekretaris tersebut dengan mata yang menelisik.


"Apa kau juga di c**m oleh wanita juga?" tanya Jo saat ia melihat beberapa bintik-bintik merah yang terdapat di leher dan wajah nya Sekretaris nya itu,ia bertanya dengan wajah yang pura-pura penasaran.


Padahal ia sedang tertawa di dalam hati,karena sekali lihat saja,ia sudah tahu apa penyebab nya.


"Iya ,Tuan" jawab Sekretaris tersebut dengan singkat dan juga nada yang kesal,sambil mengeluar makanan yang sudah berserta tempat nya ke atas meja sedang itu.


'Aku berdiri di depan ruangan mu selama 1 jam Tuan,itu demi menjaga mu.Aku menderita karena di gigit puluhan nyamuk tapi kau malah bertanya, yang jawaban nya sudah kau ketahui ' Sekretaris tersebut mengerutu kesal di dalam hati.


"Ternyata wanita itu ganas juga ya..." ucap Jo dengan nada yang semakin bersemangat,saat melihat wajah Sekretaris nya yang sedang menahan kesal.


Jo tersenyum puas karena bisa mengurang kan rasa kesalnya terhadap Sekretaris nya itu,tentang sore tadi.


Sekretaris nya ini memang sangat ceroboh,beda dengan Asisten nya yang berada di Paris karena membantu nya mengurus Perusahaan yang ada Di Paris.


Asisten nya itu lebih waspada dan tegas dari pada Sekretaris nya ini,tapi ia sangat menyukai salah satu kelebihan yang ada pada dirinya Sekretaris nya ini yaitu setia pada Tuannya.


'Dasar Tuan tidak tahu terima kasih' umpat Sekretaris tersebut di dalam hati.

__ADS_1


"Apa ada yang Tuan perlu kan lagi?" tanya Sekretaris tersebut dengan nada kesalnya,ia malas mau berdebat dengan Tuan nya itu,bisa-bisa gaji nya akan terus di potong kalau terus mengajak Tuan nya berdebat.


"Tidak ada" jawab Jo dengan singkat.


"Kalau begitu,aku akan pergi dulu Tuan" ucap Sekretaris tersebut sambil sedikit menunduk.


"Hm" jawab Jo dengan singkat sambil berpikir.


"Kau tidur di ruangan kau saja,di dalam sana kan ada sofa panjang milik kau" ucap Jo saat Sekretaris nya sedang mau menggapai handle pintu.


"Baik Tuan" jawab Sekretaris tersebut dengan wajah kesal nya,lalu ia pun melanjut kan menggapai handle pintu yang sempat terhenti tadi karena mendengar perintah Tuan nya.


Ia kira tadi,setelah ini ia bisa pulang ke Apartemen nya tapi ternyata malah di suruh tidur di kantor bahkan harus tidur di atas sofa.Ia yakin,besok pagi seluruh badan nya pasti akan terasa sengal-sengal.


Kemudian Sekretaris tersebut segera keluar dari ruangan pribadi nya Jo dengan wajah kesal yang tidak berkurang,ia juga menggerutu kesal sepanjang jalan ia menuju ke ruangan miliknya.


Sedang kan di dalam ruangan pribadi nya Jo,Jo tertawa kecil karena memikir kan Sekretaris nya yang akan tidur di atas sofa bukan di atas kasur.


"Kenapa kamu tega sekali sama dia?" tanya Desi dengan wajah heran nya sebelum ia tersenyum karena melihat tawa di wajah tampan nya Jo,ia bertanya sambil mendongak kan kepala nya ke arah wajah nya Jo.


"Itu baru hukuman yang tidak seberapa,siapa suruh dia begitu ceroboh hingga wanita j*l*ng itu bisa menjebak ku" jawab Jo dengan nada dan wajah yang kesal saat lagi-lagi ia memikir kan kecerobohan Sekretaris nya itu.


'Tapi,ada baik nya juga.Karena kejadian tadi sore aku bisa memiliki mu seutuh nya' lanjut Jo di dalam hati.


Sedang kan Desi tersenyum karena melihat wajah Jo yang kesal sambil berbicara panjang lebar,terlihat sangat lucu di mata nya.


"Untung saja,aku masih berbaik hati.Jika tidak,mungkin hukuman untuk dia akan lebih buruk dari ini" lanjut Jo lagi,dengan menghela nafas dengan pelan sambil menatap wajah Desi yang sedang tersenyum ke arah nya.


"Sudah,ayo kita makan.Apa kamu akan kenyang ,jika terus tersenyum seperti itu..." ucap Jo dengan wajah yang tersenyum sambil mencolek sekilas ujung hidung nya Desi dan menggeleng-geleng kan kepala nya dengan pelan karena Desi yang malah tersenyum di saat ia sedang kesal.


"Setelah makan,kita tidur di sini saja dulu ya.Kepala ku masih pusing" lanjut Jo lagi dengan jujur saat mereka berdua sudah duduk di sofa yang ada di ruangan pribadi nya Jo.


"Iya,ayo kita makan" jawab Desi sambil mengambil makanan yang di beli oleh Sekretaris tadi.


Jo hanya tersenyum lebar saat melihat wajah bersemangat nya Desi karena melihat makanan enak yang ada di depan nya.


Akhir nya mereka pun makan dengan lahap sambil bercanda gurau dan juga saling suap-menyuap,setelah selesai makan mereka berdua pun segera merapi kan sisa makanan mereka dan membuang nya ke tong sampah.


Lebih tepat nya hanya Desi saja yang membersih kan nya,sedang kan Jo sudah berada di atas kasur setelah selesai membersih kan wajah nya tadi,ia ingin segera merehat kan tubuh nya karena rasa pusing nya yang masih tertinggal sedikit.


Beberapa menit kemudian Desi sudah selesai membersih kan sisa makanan mereka tadi,lalu ia segera membersih kan wajahnya.


Kemudian ia segera naik keatas kasur untuk tidur bersama Jo,seluruh tubuh nya masih terasa sakit.


Desi tersenyum bahagia setelah sudah berbaring di samping nya Jo yang sedang memejam kan kedua matanya.

__ADS_1


__ADS_2