
Ashley segera mengurai kan pelukan mereka sedikit dan menatap wajah suami nya dengan wajah yang tersenyum setelah ia selesai mereda kan tawa nya.
"Apa kalian berdua belum makan dari tadi,Honey?" tanya Ashley sambil melirik jam yang ada di pergelangan tangan nya,ternyata sudah hampir jam 1 siang,sekalian saja dengan dirinya karena ia juga belum makan siang karena sibuk mau melari kan diri tadi.
Hery dan Ars sudah tidak bisa menahan wajah datar nya lagi pun, mengangguk kan kepala mereka dengan pelan lalu tersenyum sambil menggaruk-garuk kan dengan pelan,belakang leher mereka yang tidak gatal.
Ashley menggeleng-geleng kan kepala nya dengan pelan dan tersenyum sambil menatap Hery dan Ars secara bergantian,pasti suami nya belum makan karena sibuk bersedih dan memikir kan dirinya sedang kan Ars pasti karena terus mengekor Tuan nya hingga tidak sempat makan.
"Nona,segera lah bawa suami mu itu untuk makan siang sebelum suami mu itu mati kelaparan" ucap Willy yang mendahului Ashley yang baru saja ingin mengajak Hery untuk makan siang.
Willy berbicara dengan wajah kesal nya sambil berjalan ke arah Ars sambil membawa sebelah sepatu nya Hery tadi.
"Kau juga harus ikut makan.Jika kau juga mati kelaparan,siapa yang mampu menjaga Tuan kau itu" lanjut Willy lagi dengan nada menyindir,yang di tuju kan untuk Hery.
Ia berbicara sambil meletak kan sebelah sepatu nya Hery di atas telapak tangan nya Ars,lalu ia langsung berjalan menaiki anak tangga menuju ke lantai atas,tempat kamar baru nya berada,kamar yang baru saja beberapa hari ia tinggali sejak ia datang kemaren.
Ia juga terus menggerutu kesal sepanjang ia berjalan menuju ke kamar nya,sambil terus mengelus-elus belakang kepala nya karena masih terasa sakit.
Ternyata suami istri itu sama-sama menyebal kan seperti Tuan nya.
Ashley,Hery dan Ars pun tertawa kecil sambil menatap punggung Willy yang mulai menjauh hingga menghilang dari pandangan mereka.
"Ayo,kita makan " ajak Ashley setelah Hery sudah selesai memakai sepatu nya kembali,sambil berjalan ke arah ruang makan dan mengandeng tangan suami nya,di ikuti oleh Ars dari belakang.
Hery pun hanya nurut saja dengan wajah tersenyum nya karena ia juga sudah sangat lapar,apa lagi mereka berdua tadi bukan hanya melewat kan makan siang saja tapi juga melewat kan sarapan pagi,jadi mereka memang benar-benar sangat kelaparan saat ini.
***
Jam sudah menunjuk kan pukul 8 malam,Hery dan Ashley sudah beristirahat di dalam kamar mereka,setelah mereka selesai makan malam tadi.Mereka masih berada di Villa nya Daddy dan berencana besok pagi baru pulang ke Mansion.
Dari siang tadi,Hery terus mengekor kemana istri nya pergi,ia tidak mau istri nya hilang dari pandangan nya lagi.
Tapi aneh nya,Ashley malah sangat menyukai nya,hingga membuat Mark dan Willy terus memutar bola mata mereka dengan malas karena terus melihat Hery dan Ashley yang terus berdempetan.
__ADS_1
"Honey,maaf kan aku ya..." ucap Hery dengan wajah bersalah nya sambil mengecup pucuk kepala nya Ashley yang sedang bersandar di dada bidang nya,mereka baru saja melaku kan 1 ronde untuk melepas kan hasrat dan sekalian rindu mereka.
Mereka berdua sedang berpelukan tanpa pakaian di atas kasur saat ini dan tubuh mereka berdua hanya di baluti dengan selimut yang hanya sebatas dada saja,dan juga dengan kepala Ashley yang sedang bersandar di dada bidang nya Hery dan sebelah tangan Hery yang berada di punggung hingga pinggul nya Ashley.
"Maaf untuk apa hm?"tanya Ashley sambil menghirup aroma khas tubuh suami nya yang sangat menenang kan untuk dirinya dengan mata terpejam.
"Karena suami mu ini,tidak sanggup menjaga mu dengan baik" jawab Hery dengan pelan,nada suara nya di penuhi dengan rasa bersalah.Untung saja Daddy selalu berada di belakang nya,jika tidak ntah apa yang akan terjadi dengan istri nya.
"Sudah,tidak apa-apa.Yang terpenting,saat ini aku sudah ada bersama mu" ucap Ashley sambil tersenyum dengan membuka mata terpejam nya dan mendongak kan kepala nya hingga wajah nya berdekatan dengan bibir nya Hery.
"Mengapa bibir mu bisa terluka?" tanya Ashley,ia mencoba mengalih pembicaraan saat melihat wajah bersalah nya Hery tetap tidak berkurang.
Ia juga sekalian ingin menghilang rasa penasaran nya yang sudah bersemayam di dalam hati nya, sejak ia baru menyadari ada luka sedikit sobek di sudut bibir suami nya ketika sedang makan malam tadi.
"Buka apa-apa,cuma luka kecil saja" jawab Hery yang malas membahas tentang Daniel,ia juga malas membesar kan masalah.Apa lagi ia merasa,ia memang pantas di pukul karena tidak bisa menepati janji nya.
"Siapa yang melaku kan nya? " tanya Ashley dengan mata menelisik saat melihat Hery yang tidak mau jujur sama dirinya.
"Tidak ada yang memukul,Honey.Hanya terbentur pintu saja" jawab Hery dengan asal sambil membelai pucuk kepala nya Ashley dan tersenyum.
Awal nya ia berniat memaksa suami nya agar jujur pada nya,tapi melihat wajah lelah suami nya,mungkin karena kurang tidur dan terus memikir kan dirinya,ia pun mengurung kan niat nya itu.
"Apa kamu lelah,Honey?" tanya Ashley tanpa sadar,tapi yang ia maksud dengan lelah itu langsung di mengerti oleh Hery.Ashley bertanya sambil meraba dada bidang telanjang nya Hery,seperti nya ia mulai mesum sekarang.
"Apa kau sedang menggoda ku,Honey?" tanya Hery balik sambil tersenyum menggoda tanpa menjawab pertanyaan dari Ashley.Wajah nya sudah mulai memerah saat ini karena sedang menahan sesuatu yang mungkin akan bangun kembali.
"Hhmm seperti nya..." jawab Ashley dengan tersenyum malu,jari-jari nya tidak berhenti mengitari di sekitar dada bidang nya Hery.
Hery yang sudah tidak tahan segera membalik kan badan nya hingga Ashley terkurung kembali di bawah kurungan nya,apa lagi benda di bawah nya sudah bangun sedetik yang lalu karena Ashley yang terus menggoda nya dengan terus meraba dada dan menggesek-gesek kan sebelah kaki ke pangkal paha nya.
"Apa kamu tahu Honey? Aku sangat menyukai kamu yang seperti ini" ucap Hery dengan suara berat nya sambil terus menatap wajah malu nya Ashley yang sudah berada di bawah kurungan nya.
"Aku juga menyukai tubuh mu yang kekar mu ini,Honey " ucap Ashley dengan wajah malu-malu nya sambil tersenyum dan melingkar kan kedua tangan nya ke leher suami nya setelah selesai membelai dada bidang nya Hery.
Hery tersenyum lebar,ia segera menerkam bibir kenyal milik nya Ashley.Melihat wajah malu istri nya,membuat dirinya semakin tidak bisa menahan dirinya lagi.
__ADS_1
Selanjut nya terdengar lah,suara-suara merdu yang saling bersahutan antara sepasang suami istri tersebut di dalam kamar mereka.
Setelah selesai melaku kan untuk ronde ke 2 nya,mereka berdua pun langsung terlelap dengan pulas setelah selesai membersih kan diri karena pergumulan panas mereka.
Kali ini tidak ada ronde ke 3 dan ke 4 seperti biasa nya,karena Hery yang sedang lelah karena kejadian semalam.
…………
Sedang kan di balkon nya kamar tamu yang di guna kan oleh Ars,Ars sedang berdiri dengan kedua tangan nya berada di pagar nya balkon sambil menatap langit yang di terangi oleh cahaya bintang-bintang.
Terlihat sangat indah,tapi tidak dengan hidup nya.Sudah setengah jam ia berdiri di sana tanpa melaku kan apa-apa dan hanya menatap langit saja.
Kemudian ia mengambil HP dari dalam saku nya saat mengingat pesan yang belum sempat ia kirim tadi,ia pun segera menghapus pesan yang ingin ia kirim kepada Daddy tadi untuk sekedar memperingati Daddy saja walau pun ia tahu tetap tidak ada guna nya lagi.
Setelah selesai menghapus,ia memasuk kan kembali HP milik nya ke dalam saku celana nya,lalu kembali menatap langit dengan posisi tadi.
"Apa kau baik-baik saja di sana?" gumam Ars dengan pelan dan wajah yang tersenyum kecut,sambil membayang kan wajah Agatha di langit yang sedang ia tatap.
"Apa kau juga akan merindu kan ku,seperti aku merindu kan mu?" gumam Ars lagi sambil tersenyum pasrah.
"Apa aku sudah menjadi bodoh sekarang? " gumam Ars lagi,kali ini ia mendesah kasar dan mengusap wajah nya dengan kedua tangan nya.
Kemudian ia menghela nafas dengan berat,lalu berdiam diri untuk beberapa menit ke depan lagi.
Padahal ia sudah berusaha untuk melupa kan Agatha,tapi kenapa sudah hampir sebulan,ia masih tetap tidak bisa melupa kan Agatha.
"Kenapa aku tidak bisa seperti dia saja?" gumam Ars lagi dengan wajah datar nya kembali,saat melihat Willy yang sedang duduk di halaman Villa dengan sebatang rokok dan segelas wine di samping nya.
Willy sedang merokok sambil menyesap segelas wine nya sedikit demi sedikit sambil menatap lurus ke depan,kadang juga menatap ke atas langit.Karena ia tertidur hingga makan malam tadi,sekarang ia jadi tidak bisa tidur,jadi ia pun mengisi waktu tidak bisa tidur nya di sana.
"Seandai nya aku bisa menjadi seperti dia..." gumam Ars lagi saat melihat wajah tenang nya Willy.
Ia sempat berpikir ingin mencoba menjadi seperti Willy yang sama sekali tidak berniat mau menikah dan hanya bercinta dengan wanita yang sudah di bayar nya Di Club malam,tapi sayang nya ia tidak punya keberanian untuk mencoba saat memikir kepala nya yang berdenyut sakit karena meminum segelas wine milik Jonathan kemaren.
Ars kembali menghela nafas nya dengan berat,lalu berbalik badan dan masuk ke dalam kamar untuk beristirahat,badan nya juga terasa sangat lelah karena ulah Tuan nya.
__ADS_1