Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
Bab. 201


__ADS_3

"Hery,jangan banyak bertanya lagi.Cepat bawa Ashley ke rumah sakit,apa kamu ingin Ashley melahirkan anak kalian di sini?" tanya Grandma dengan nada kesalnya,sambil terus memerhatikan wajahnya Ashley yang sedang meringis kesakitan.


Hery yang sedang kebingungan dan khawatir tadi,ia langsung mengendong Ashley dan berjalan keluar dari Mansion dengan langkah lebarnya tanpa banyak bertanya lagi.


Lalu di ikuti oleh semua orang dari belakangnya Hery,mereka semuapun langsung berangkat ke rumah sakit tanpa banyak bicara lagi.


Setelah sampai di rumah sakit,Hery segera mengendong Ashley ke dalam sambil memanggil para perawat dengan nada khawatir dan mengabaikan brankar yang sedang di berikan oleh para perawat.


"Di mana Dokter kandungan? Cepat panggil dia sekarang juga.Dan satu lagi,dia harus wanita" perintah Hery dengan wajah tegasnya yang sudah bercampur ekspresi khawatir.


Ia tidak mau kalau sampai Dokter yang biasanya melayani mereka ketika datang ke rumah sakit itu sedang tidak ada di rumah sakit,dan para perawat akan memanggil Dokter kandungan yang pria.


Sedangkan Ashley,ia hanya mampu pasrah saja dengan keributan yang telah di buat oleh suaminya itu,karena ia sibuk menahan rasa sakit yang terus datang dalam beberapa menit.


Semua perawat yang ada di sanapun langsung bergegas mencari Dokter kandungan dengan wajah takut mereka,saat mereka semua mendengar nada tinggi dan juga wajah menakutkan dari putra pemilik rumah sakit tersebut.


Setelah sudah berada di dalam sebuah ruangan persalinan,semua perawat terus berucap syukur di dalam hati mereka semua,karena telah berhasil membawa Dokter wanita ýang tidak kalah hebatnya dari Dokter wanita yang kemaren itu, untuk Tuan Hery.


Sedangkan Hery masih tetap setia menemani dan berdiri di sampingnya Ashley yang sudah berbaring di atas kasur,sambil terus mengelap sedikit keringat yang ada di keningnya Ashley dengan rasa sayangnya.


Bahkan kemejanya Hery sudah berantakan karena terus di tarik oleh Ashley dari tadi,kecuali rambutnya Hery yang masih terlihat rapi karena dirinya yang tinggi itu.Jadi Ashley hanya menggapai yang ia bisa saja,


Dan yang lainnya,sedang sibuk menunggu di luar ruangan sana dengan ekspresi wajah khawatir mereka masing-masing.


"Apa kamu tidak bisa gerak lebih cepat?" tanya Hery dengan tatapan marahnya,karena Dokter tersebut sudah sedikit terlambat datang dan sekarang malah berjalan dengan gerakan pelan.


Dokter yang sedang merasa takut tadi,karena melihat tatapan tajam dari Tuan Hery.Iapun segera bergerak lebih cepat dan memeriksa sang nona muda.


"Tuan,Nona muda sudah lengkap pembukaannya.Sekarang nona muda harus mengejan kalau sudah merasakan kontraksi kembali" ucap Dokter wanita tersebut,setelah ia sudah selesai memeriksa.Lalu ia segera memberi arahan pada Ashley dengan sabar dan juga rasa takut yang masih belum berkurang sedikitpun.


Sedangkan Ashley,iapun segera mengikuti arahan dari Dokter tersebut dengan baik.Dan terlihat beberapa perawat yang sedang melebarkan dan memegang kedua kakinya Ashley.


"Honey,kamu harus semangat demi anak kita" ucap Hery yang dari tadi ntah sudah ke berapa kalinya ia memberi kata-kata semangat pada Ashley,sambil terus mengelus-elus pelan tangannya Ashley yang sedang menarik kakinya karena sedang mengikuti arahan dari Dokter.


ia berbicara,sambil menatap Ashley yang hanya mampu menganggukkan pelan kepalanya saja karena sedang sibuk menahan rasa sakit yang terus datang dengan jarak waktu yang semakin dekat.


Ia juga terus memberi kecupan di kening dan bibirnya Ashley untuk menyalurkan rasa cintanya dan sekalian memberi semangat pada Ashley,hingga mampu membuat para perawat dan Dokter tersebut menjadi salah tingkah sendiri dengan wajah takut mereka semua.


Rasanya,Hery ingin sekali menukar posisinya sama istri tercintanya itu.Tapi apa daya,itu tidak bisa dan mustahil untuk ia lakukan.Ia hanya bisa pasrah,dan terus mendampingi dan juga memberi semangat pada Ashley.


"Nona muda,sedikit lagi.Nona harus ngejan lagi.Ayo,semangat nona" ucap Dokter tersebut dengan nada lembutnya saat ia melihat kalau ada kepala bayi yang sudah terlihat,ia juga sekalian menyemangati Nona muda dan mengabaikan rasa takutnya pada Tuan muda tersebut.


Ashleypun langsung mengikuti arahan dari Dokter tersebut,dan beberapa detik kemudian...


"Oek oek oek" terdengar suara tangisan keras dari bayi pertama yang baru saja lahir.

__ADS_1


"Bayi pertama kalian laki-laki,Tuan muda,nona muda" ucap Dokter tersebut dengan wajah yang tersenyum sambil mengangkat Bayi tampan itu sedikit ke atas.


Herypun hanya mampu tersenyum bahagia tanpa menanggapi perkataannya Dokter tersebut,saat ia melihat wajah tampan bayi laki-laki mereka.Begitu juga dengan yang lainnya,yang sedang berada di luar,mereka semua langsung mengucap syukur dan tersenyum bahagia saat mereka semua mendengar tangisan anak bayi yang terdengar sampai ke telinga mereka semua karena bayi tersebut memang sedang menangis sangat keras.


Sedangkan Ashley yang baru saja selesai menguraskan tenaganya itu,ia harus kembali bersiap-siap untuk mengejan lagi,karena yang ia dengar dari Dokter hari itu,bayi mereka ada kembar.


"Nona,ayo semangat.Sekali lagi" ucap Dokter tersebut lagi,dengan nada lembutnya,setelah ia selesai memindahkan bayi pertama tadi ke tangannya perawat.


Hery yang memang tidak bisa berbuat banyak,hanya mampu mengelus-elus pucuk kepalanya Ashley dengan pelan,sambil terus menatap secara bergantian ke arah ekspresi kesakitan di wajah istrinya dan bayinya yang sedang di urus oleh perawat tersebut.


Beberapa detik kemudian...


"Oek oek oek"kembali terdengar suara tangisan keras dari bayi kedua yang baru saja lahir itu.


"Bayi keduanya,perempuan Tuan muda,Nona muda" ucap Dokter tersebut,masih tetap dengan wajah tersenyumnya,sambil mengambil bayi perempuan itu untuk di bersihkan.


Hery kembali tersenyum bahagia,tanpa menghentikan elusan tangannya di pucuk kepalanya Ashley.Begitu juga sama Ashley yang sudah terlihat sangat lemah.


5 menit kemudian...


"Auchk,Honey,kenapa perutku mules lagi?" tanya Ashley dengan nada pelannya dan ekspresi sakit di wajahnya karena ia kembali merasakan sakit.


Belum sempat Hery bersuara,Dokter tersebut sudah lebih dulu bersuara.


"Tuan muda,Nona muda,ternyata kalian masih ada 1 bayi lagi" ucap Dokter tersebut dengan wajah kagetnya saat ia kembali melihat pucuk kepala bayi yang sudah menyembul di bawah miliknya Ashley,begitu juga dengan Hery dan juga Ashley.


Sedangkan Hery dan Ashley,mereka berdua juga mengira hanya kembar 2 saja.Karena ketika Dokter yang hari itu ingin menjelaskan,tapi hanya sempat menjelaskan sampai kata kembarnya saja.Karena pada waktu itu langsung di sela oleh mereka berdua karena mereka berdua takut kalau Dokter itu akan mengatakan jenis kelamin bayi-bayi mereka dan kejutan yang mereka inginkan itu tidak akan menjadi seru lagi.Lebih tepatnya,hanya Ashley seorang saja,karena Hery hanya mengikuti apa katanya Ashley saja.


"Ayo,semangat lagi Nona.Sedikit lagi" lanjut Dokter tersebut lagi,saat ia melihat kepalanya bayi itu perlahan-lahan sudah mau keluar dari miliknya Ashley,karena Ashley yang sedang mengejan.


Sedangkan Ashley yang tenaganya sudah hampir habis itupun,sedang berusaha sekuat mungkin untuk terus mengejan di sisa-sisa tenaganya.


Hery yang melihat kesulitannya Ashley dalam mengejan itupun,terus merutuki dirinya karena tidak memaksa Ashley untuk melakukan operasi saja.


Dari hari itu,ia sudah menyarankan operasi caesar sama Ashley,tapi Ashley nekad ingin melahirkan normal.Sekarang ia harus menyaksikan istrinya,sedang mempertaruhkan nyawa untuk melahirkan anak-anak mereka.Bahkan yang satu ini,bayi yang tidak mereka duga kalau ternyata istrinya sedang kembar 3.


"Auchk"


"Oek oek oek"


terdengar secara bersamaan,suara pekikan sakit yang tertahan dari mulutnya Hery karena tiba-tiba saja Ashley menarik rambut rapinya dengan kuat dan juga suara tangisan dari bayi ke 3 nya mereka itu yang ternyata sudah berhasil lahir dengan baik.


Tapi anehnya,suara tangisan dari bayi ke 3 ini,hanya untuk beberapa detik saja.Karena bayi itu malah tersenyum setelah selesai menangis untuk beberapa detik tadi.


"Bayi ke 3 kalian ini laki-laki,Tuan muda,Nona muda" ucap Dokter tersebut dengan wajah yang tersenyum heran,sambil menatap wajah bayi yang sedang berada di dalam gendongannya itu terus tersenyum manis dan sangat menggemaskan di matanya.

__ADS_1


"Maaf,Honey" ucap Ashley dengan nada lemahnya dan wajah bersalahnya,sambil melepaskan rambut suaminya yang ia tarik tadi dan baru sempat ia lepaskan itu.Bahkan di telapak tangannya,tertinggal beberapa helai rambut suaminya,akibat tarikan kuat darinya tadi.


"Tidak apa-apa,Honey" jawab Hery dengan wajah yang tersenyum,sambil menahan rasa kesalnya,saat ia melihat wajah tersenyum bayi terakhirnya itu yang seperti sedang mengejek dirinya.


Ia jadi berpikir,kalau tarikan rambut dari istrinya itu,mungkin saja adalah ulah bayi laki-lakinya itu.


"Terima kasih,Honey.Aku mencintaimu.Sangat mencintamu,Honey" lanjut Hery lagi,dengan wajah tersenyum bahagianya,sambil mengecup seluruh wajah istrinya dengan penuh cinta dan mengabaikan senyuman di wajah bayinya itu yang dari tadi tidak mengurang sedikitpun.


Sedangkan Ashley,iapun langsung tersenyum geli dengan tingkah suaminya itu,sambil memejamkan kedua matanya karena ia mendapatkan c**m*n yang hampir penuh di seluruh wajahnya dari suami tampannya itu.


Dan aksi Hery barusanpun,bukan hanya kembali membuat para perawat dan Dokter salah tingkah saja.Bahkan bayi ke 3 nya tadi yang sedang tersenyum manis itu,malah langsung menangis dengan lebih kencang dari 2 kakaknya tadi.


"Oek oek oek" terdengar suara tangisan dari bayi ke 3 itu,hingga mampu membuat Hery dan Ashley dan juga yang lainnya langsung menjadi kaget, juga panik dan sekalian juga bingung.


Dokter tersebutpun segera memberi bayi ke 3 tersebut pada salah satu perawat yang ada di sana untuk mendiamkan bayi tersebut,karena bayi tersebut tidak juga mau diam setelah di timang-timang sama dirinya dan ia juga ingin segera membersihkan miliknya Ashley yang belum selesai ia bersihkan.


Sampai Dokter tersebut selesai membersihkan miliknya Ashleypun,bayi ke 3 itu tidak juga mau diam dan terus menangis.Padahal sudah di gendong secara bergiliran dengan beberapa perawat hingga ke tangan kakunya Hery,tapi tangisannya malah menjadi semakin kencang,hingga membuat Hery menjadi panik dan bingung sekaligus.Begitu juga dengan yang lainnya.


Sedangkan yang berada di luar ruangan tersebut,langsung menjadi heboh saat mereka semua mendengar kalau masih ada tangisan bayi lagi setelah tangisan bayi ke 2 tadi.Padahal,mereka semua juga mendengar dari Hery kalau bayinya Hery dan Ashley adalah kembar 2,tapi kenapa malah masih ada tangisan yang ke 3.


"Coba,Tuan muda berikan pada Nona muda" ucap Dokter tersebut dengan memberanikan diri untuk memberi saran,setelah ia baru saja selesai membersihkan bawahnya Ashley.


Hery yang sudah kewalahan itupun,langsung meletakkan bayi ke 3 nya itu di dadanya Ashley dengan pelan dan juga di bantu oleh salah satu perawat yang ada di sana.


Dan ajaibnya,bayi laki-laki itu langsung diam begitu saja,saat ia sudah berada di atas dadanya Ashley.Dan permandangan itu mampu membuat Dokter dan para perawat menjadi heran,tapi tidak dengan Hery yang langsung mendengkus kesal karena melihat tingkah menyebalkan dari putra keduanya itu.


Padahal bayi mereka itu,dari tadi tersenyum terus,dan tiba-tiba saja menangis saat ia sedang sibuk-sibuknya menc**m wajah istrinya.


'Baru lahir saja,sudah berani merebut perhatian dari istriku.Bagaimana kalau bayi ini sudah besar nanti.Bisa-bisa,aku akan terus di buat kesal olehnya sampai tua nanti' batin Hery dengan wajah kesalnya.


Sedangkan Ashley,ia langsung tersenyum lucu dengan wajah lelahnya saat ia melihat Hery yang sedang menatap kesal ke arah putra kecilnya itu.


10 menit kemudian...


Grandma,Grandpa,Daddy,Mommy,Ars dan juga Agatha ,mereka semua yang sedang duduk dengan wajah tersenyum bahagia dan ekspresi tidak sabaran mereka.Mereka semuapun,langsung berdiri dari duduknya mereka,saat mereka melihat pintu ruangan tersebut sudah terbuka.


Terlihat kedua bayinya Hery yang duluan di dorong oleh para perawat,lalu Ashley yang sedang terbaring lemah di atas brankar dengan bayi laki-laki yang terlahir terakhir tadi yang masih tetap berada di atas dadanya Ashley.Lalu yang terakhir, Hery yang sedang berjalan pelan di sampingnya Ashley dengan wajah kesalnya,bersama Dokter dan perawat yang lainnya.


Sedangkan yang lainnya,mereka semua yang secara tidak sengaja melihat wajah kesalnya Hery itupun,langsung merasa heran.Bukannya terlihat bahagia karena sudah menjadi Daddy dari bayi kembar yang menggemaskan tersebut,tapi Hery malah terlihat kesal saat ini.


Tapi kemudian,mereka semua langsung mengabaikan wajah kesalnya Hery.Karena mereka semua lebih memilih untuk melihat wajah-wajah comelnya bayi-bayi keluarga Kusuma tersebut.


Mereka semuapun,segera mengikuti langkahnya Hery dan yang lainnya dengan langkah santainya,karena ruangan pribadi yang akan di tempati oleh Ashley berada tidak jauh dari sana.


………

__ADS_1


"Tampannyaa...." puji Agatha,dengan wajah yang tersenyum senang,sambil mengelus-elus kepala lembutnya putra pertamanya Hery dan juga Ashley yang sedang berada di dalam gendongannya Grandma.


Mereka semua sudah berada di dalam ruangan yang memang sudah di atur khusus untuk keluarga Kusuma,dan mereka semua sedang berebut ingin mengendong bayi-bayi imut tersebut.


__ADS_2