Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
Bab. 174


__ADS_3

Bahkan Jo sama sekali tidak tertarik untuk melihat bukti-bukti yang di perlihatkan oleh Bella kepada Desi,ia hanya mengkhawatirkan Desi yang mungkin saja,akan meninggalkan dirinya.


Sedangkan Desi,hanya tetap diam,sambil mengalihkan tatapannya dari video tersebut ke beberapa lembar fotonya Jo yang sedang bertelanjang dada dan berpelukan mesra bersama wanita tersebut di atas ranjang.


"Kami memang pernah berpacaran tapi sekarang kami sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi.Itupun,kami berpacaran saat 2 sampai 3 bulan yang lalu.Kamu bisa lihat sendiri,perutnya saja seperti sudah hamil di atas 3 bulan.Apakah kamu masih ingin mempercayai perkataan wanita j*l*ng ini lagi?" tanya Jo,dengan nada kesalnya.


Ia menjadi kesal dan juga semakin frustasi,saat ia melihat Desi yang tidak ingin mendengarkan penjelasan dari dirinya.Bahkan,sepertinya Desi sudah tidak mau memperjuangkan dirinya sedikitpun.


Desi yang sedang mengalihkan tatapannya ke arah Jo,langsung menatap perut buncitnya wanita tersebut,saat mendengar perkataan kesalnya Jo.


Tapi kalau di lihat-lihat dengan teliti,memang benar apa katanya Jo,kalau perut buncitnya wanita tersebut seperti sudah di atas 3 bulan.


Tapi ia juga tidak mau mempercayai Jo begitu saja,karena ia menjadi bingung antara harus mempercayai Jo atau wanita hamil tersebut.Saat ini,ia hanya tahu,kalau hatinya sangat terluka saat melihat video dan foto mesranya Jo bersama wanita tersebut.


Apa lagi,saat ia memikirkan bagaimana Jo dan wanita tersebut bercinta di atas ranjang dengan di penuhi nafsu.Memikirkan hal itu,membuat hatinya menjadi semakin sakit saja.


"Apa lagi yang kamu katakan Jo,perut hamilku memang terlihat lebih besar dari 3 bulan karena kemaren Dokter memberitahuku kalau bayi kita adalah bayi kembar.Jadi,wajar saja kalau perut hamilku terlihat lebih besar.Bahkan kedua orang tuamu sudah tahu tentang kehamilan aku ini,kedua orang tuamu juga sudah setuju dan merestui pernikahan kita" ucap Bella,dengan nada kesalnya dan wajah sedihnya,sambil terus mengelus-elus perut hamilnya dengan pelan.


Ia harus berakting semaksimal mungkin,karena ia langsung menjadi khawatir dengan rencananya ,saat ia melihat wanita yang di panggil sayang oleh Jo itu,seperti sudah mulai mempercayai Jo kembali.


" Apa kamu tidak bisa diam dan menghentikan kebohonganmu itu?" tanya Jo,dengan nada marahnya,sambil menatap tajam ke arah Bella yang masih sibuk menampilkan wajah sedihnya.


"Lebih baik,kalian selesaikan saja urusan kalian secara empat mata,supaya lebih leluasa.Aku akan pergi saja,dari pada aku harus menjadi penganggu di sini" ucap Desi,yang sudah merasa lelah dan tidak mau mendengar perdebatan mereka berdua lagi.Ia juga sudah tidak mau mendengar penjelasan apapun lagi dari Jo.


Setelah melempar beberapa bukti foto yang ia pegang tadi ke lantai,ia segera berjalan ke arah pintu ruangan tersebut dengan langkah lebarnya dan air mata yang terus mengalir di kedua matanya.Ia juga menatap tajam ke arah Sekretaris tersebut yang sedang mencoba menghadang jalannya,tatapan tajamnya pun berhasil membuat Sekretaris tersebut langsung kembali ke tempatnya semula.


Apa lagi saat Desi mendengar wanita tersebut, barusan mengatakan tentang kedua orang tuanya Jo.Hingga membuat dirinya menjadi,lebih memilih untuk mempercayai perkataannya wanita tersebut saja.Karena Jo selalu menghindar,saat dirinya bertanya tentang keluarganya.Tapi beda dengan wanita tersebut, perkataan wanita tersebut,malah terdengar seperti sudah sangat akrab dengan kedua orang tuanya Jo.


"Sayang,kamu jangan pergi.Dengarkan dulu penjelasan dariku" ucap Jo,dengan wajah paniknya,sambil sedikit berlari untuk mengejar Desi dengan langkah lebarnya.


Tapi baru saja langkah ke 3,langkahnya langsung terhenti karena di tarik oleh Bella.


"Honey,kamu tidak boleh mengejar wanita murahan itu.Karena kamu harus mempertanggung jawabkan apa yang telah kamu lakukan padaku.Percayalah padaku,kamu pasti akan hidup lebih bahagia denganku dan bayi-bayi kita nanti,dari pada bersama wanita murahan yang tadi" ucap Bella dengan panjang lebar,sambil menarik lengannya Jo dengan kuat,saat ia melihat Jo yang sedang ingin mengejar wanita tersebut.


Jo langsung menjadi emosi kembali karena langkahnya terhenti gara-gara Bella yang sibuk menahan lengannya.Apa lagi,saat ia mendengar kata wanita murahan dari mulutnya Bella,hingga mampu membuat amarahnya menjadi semakin meledak-ledak.


"Apa katamu barusan? Coba kamu ulangi lagi?" tanya Jo,dengan nada tingginya,sambil menatap tajam ke arah Bella.


Bella yang tadi sudah memikirkan banyak rencana untuk membuat Jo menjadi luluh pada dirinya itu,langsung menjadi takut karena tatapan matanya Jo yang lebih tajam dari pada yang tadi.


Tapi walaupun takut,ia tetap memberanikan dirinya untuk membuat jo menyadari kalau dirinya lebih seksi dan cantik dari pada wanita yang tadi.

__ADS_1


(Di luar Perusahaan JS).


Desi yang tadi sedang berjalan dengan sedikit berlari itu,terus melanjutkan langkahnya sambil terus menyeka air matanya yang terus mengalir dari tadi dan mengabaikan tatapan penasaran dari para karyawan-karyawan di Perusahaannya Jo.


Setelah ia sudah berjalan cepat hingga ke tepi jalan,ia segera menghentikan sebuah taksi yang kebetulan lewat didepannya.


Ia langsung masuk ke dalam taksi dan menyuruh sang supir mengantarnya ke rumahnya untuk mengambil pasport miliknya.


Saat ini,di benaknya hanya ingin segera mencari suasana baru untuk menenangkan diri dan menjauh dari Jo,supaya hati sakitnya bisa berkurang.


(Di Butik ternama).


Hery,Ashley,Ars dan juga Agatha,sedang sibuk melakukan Fitting gaun pengantin.Mereka juga sudah berada di sana selama hampir setengah hari karena selain fitting baju pengantin,mereka juga sekalian foto pre wedding.Hingga membuat mereka ber 4 harus berada di dalam butik tersebut,selama waktu yang agak lama.


Belum lagi,Hery yang begitu pemilih dalam menilai gaun pengantin yang tepat untuk istrinya.Seperti yang di lakukan oleh Hery, sekarang ini.


"Honey,bagaimana?" tanya Ashley,dengan nada malasnya.Karena ia sudah bertanya untuk ke 5 kailnya.


Sedangkan Ars dan Agatha,hanya mampu memutar bola mata mereka dengan malas dan terus menghela napas untuk beberapa kali,karena telah menunggu terlalu lama untuk mendapatkan giliran mereka lagi.


Padahal,gaun pengantin yang di coba oleh Ashley,dari yang pertama dan yang ke 5 inipun,semuanya terlihat sangat cantik di mata mereka dan sesuai dengan tubuh langsing/wajah cantiknya Ashley tapi malah tidak cocok di matanya Sang Tuan.


"Apa kamu sedang sakit mata,Honey?Atau matamu sedang kemasukan debu?" tanya Ashley,dengan nada kesalnya,saat ia kembali melihat gelengan pelan kepalanya sang suami.


"Tidak Honey.Gaun yang kamu pakai ini, masih kurang sempurna" jawab Hery,dengan nada santainya,sambil tersenyum karena ia melihat istrinya yang sedang memberengut kesal.


Jika sudah menyangkut tentang penampilan istrinya,ia pasti akan memilih yang paling indah dari yang indah.Walaupun istrinya selalu terlihat sempurna di matanya,dengan atau tanpa pakaian yang bagus.Tapi ia juga harus tetap ingin membuat istrinya terlihat sempurna di saat perlaksanaan resepsi nanti.


" Bahkan kedua kakiku sudah merasa lelah,dan sisa make-up di wajahku sedari pre wedding tadi,sudah mulai luntur.Tapi dia masih saja terus menjawab tidak" gerutu Ashley,dengan wajah yang memberengut kesal.Tapi walaupun ia merasa kesal,ia tetap berbalik badan dan kembali bertukar gaun pengantin yang lainnya.


Sedangkan para karyawan butik tersebut,hanya mampu menatap iri pada Ashley yang begitu beruntung karena bisa memiliki suami yang kaya dan yang begitu tampan tersebut.


Apa lagi,saat mereka melihat wajah senyumnya Tuan tampan tersebut,hingga mampu membuat hati para karyawan wanita yang ada di dalam butik tersebut,langsung berbunga-bunga dan tersenyum malu-malu.


Ars dan Agatha,kembali menghela napas dengan pelan,saat mereka melihat tingkah menggelikan dari para karyawan tersebut.


"Honey,jangan tersenyum.Jika tidak,malam ini kamu tidak akan dapat memuaskan benda milikmu itu lagi" tegur Ashley dengan nada kesalnya dari balik tirai ruang ganti tersebut,saat ia baru saja teringat dengan tatapan memuja dan senyum-senyum malu di wajah para karyawan wanita yang sempat ia lihat sekilas tadi.


Hery langsung menampilkan wajah datarnya kembali dan menatap tajam ke arah para karyawan yang telah membuat dirinya sampai mendapatkan teguran emas dari sang istri,hingga membuat para karyawan tersebut segera menundukkan kepala mereka dengan wajah yang ketakutan.


Sedangkan Ars dan Agatha,langsung tersenyum tanpa suara.Rasanya mereka sangat ingin tertawa,saat mendengar teguran dari Ashley tadi,tapi karena takut kena amukan dari Sang Tuan,mereka berduapun hanya mampu tersenyum saja.

__ADS_1


Tapi baru saja mereka berdua tersenyum untuk beberapa detik,senyum mereka langsung menghilang dan berganti dengan wajah datarnya Ars dan wajah biasanya Agatha,saat mereka berdua mendapatkan tatapan tajam dari Sang Tuan.


"Bagaimana?" tanya Ashley setelah ia sudah keluar dari dalam ruang ganti dengan gaun pengantin yang lainnya lagi.Ia bertanya,dengan wajah lelahnya,sambil menggerakkan tubuhnya yang sudah berbalut gaun pengantin yang terlihat sangat indah itu,ke kiri dan ke kanan.


'Cantik,sangat cantik.Semuanya sangat cantik,tapi kenapa suaminya selalu saja geleng kepala' batin Agatha,ia hanya bisa membatin saja karena Sang Tuan dan Juga Ashley melarang mereka untuk berkomentar dengan alasan kalau itu adalah kemauan dari bayi yang ada di dalam perutnya Ashley.


Ia hanya bisa pasrah dan berdiri seperti patung bersama sang kekasihnya Ars.Ia juga hanya bisa memendam rasa kesalnya terhadap Ashley,padahal di sana ada ruang ganti yang lainnya lagi.Tapi mau tidak mau,selain hanya bisa berdiam diri dan tidak boleh berkomentar,mereka berdua juga hanya bisa menunggu gilirannya mereka saja dengan penuh kesabaran dan wajah pasrah mereka.


"Honey,coba kamu berputar untuk beberapa kali" ucap Hery,dengan nada lembutnya,sambil terus menatap ke arah istrinya yang memang terlihat semakin cantik dengan tubuh yang berbalut gaun pengantin indah tersebut.


Di tambah lagi dengan perut istrinya yang sudah mulai sedikit terlihat,semakin menambah aura cantik di wajah istrinya saat ini.


Ashley langsung mendengus kesal,lalu berputar mengikuti perkataan suaminya,dengan wajah kesalnya.


"Sudah,yang ini baru perfect.Kamu pakai yang ini saja,Honey" ucap Hery,dengan wajah yang tersenyum lebar ,sambil berdiri dan berjalan ke arah istrinya.


Ashley langsung tersenyum lega sambil melirik para karyawan yang masih setia menundukkan kepalanya,saat ia mendengar perkataannya Hery barusan dan melihat wajah tersenyum manisnya suaminya.Akhirnya ia bisa mengistirahatkan kedua kaki lelahnya sekarang,sambil menunggu Agatha berganti gaun pengantinnya.


Beberapa puluh menit kemudian,Agathapun segera keluar dari dalam ruang ganti tersebut dengan wajah kesalnya karena ia ikut merasakan seperti yang Ashley rasakan tadi.Ia harus kelelahan karena gaun pengantin yang ia ganti dengan susah payah,harus ia ganti kembali.


Tapi kali ini bukan Hery yang menjadi pelakunya,ataupun Ars,karena yang menjadi pelakunya adalah wanita hamil yang sedang duduk di samping suaminya itu,yaitu Ashley.


"Bagaimana?Apakah masih kurang bagus?" tanya Agatha yang sudah untuk ke 6 kalinya dengan wajah malasnya yang bercampur rasa kesal,sambil memutarkan tubuhnya dengan gerakan malas untuk beberapa kali.


"Cantiknya,aku menyukai yang ini....Ini sudah bagus tha,kamu ambil yang ini saja" jawab Ashley,dengan wajah yang tersenyum senang karena ia berhasil membuat sahabatnya menjadi kesal seperti yang ia rasakan tadi.Ntah kenapa hari ini,wajah kesal sahabatnya mampu membuat dirinya merasa senang.Padahal ia sering tidak tegaan sama sahabatnya.


Agatha langsung tersenyum lega,saat ia mendengar perkataannya Ashley.Ia sudah tidak perduli tentang gaun pengantinnya lagi,karena sudah lelah mau berdebat lagi.Lagi pula semua gaun pengantinnya sama-sama terlihat cantik ,dan yang di pilih oleh sahabatnya ini juga sangat cantik.


Sedangkan Ars,hanya bisa menggerutu kesal di dalam hatinya karena tidak bisa ikut terlibat di dalam pemilihan gaun pengantin calon istrinya.Tapi yang di pilih oleh Nona mudanya tidak buruk juga,bahkan Agatha terlihat semakin cantik dan sangat cocok dengan gaun pengantin tersebut.


"Ehm ehm.... "dehem Hery,tanpa memoleh ke arah Ars.


"Apakah kamu sudah tidak sabar untuk bisa seranjang dengan calon istrimu?" tanya Hery,dengan nada menggodanya,sambil terus menatap istrinya yang sudah berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah Agatha.


Sedangkan Ars,lamunan manisnya langsung menghilang dari pikirannya.Ia juga mendengus kesal karena hari ini ia hanya kebanyakan menjadi patung saja,karena ulahnya Sang Tuan dan istrinya.


Sekarang Sang Tuan malah sibuk menggodanya lagi,tapi ia hanya diam saja dengan wajah kesalnya.Ia berpikir,kalau ia juga tidak akan menang kalau berdebat dengan Sang Tuan.Ia hanya terus menatap wajah cantik calon istrinya yang sedang di bantu oleh Ashley untuk menggantikan gaun pengantinnya ke pakaian yang ia pakai dari rumah tadi,ia juga mengabaikan pertanyaannya Sang Tuan.


Inilah yang kemaren membuat dirinya menjadi tidak bersemangat saat ia mendapatkan ajakan dari Nona Mudanya tersebut,tapi karena ia yang tidak mampu untuk menolak,mau tidak mau iapun harus bisa terus bersabar seperti sekarang ini.


Hery yang kembali ingin menggoda Ars lagi,harus mengurungkan niatnya kembali karena HP miliknya sedang berbunyi.Iapun segera mengambil HP miliknya dari dalam saku celana miliknya dengan gerakan santai.Sedangkan Ars,hanya melirik Tuannya sekilas saja

__ADS_1


"Hm" jawab Hery dengan singkat,setelah ia sudah mengangkat telepon tersebut.


__ADS_2