Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
115. Ashley yang manja


__ADS_3

Kembali.


Grup WA ( Sahabat Terbaik).


"Seperti nya Ars sudah tidak mencintai ku lagi πŸ₯ΊπŸ˜”"Agatha.


"Sama,Jonathan juga seperti nya memang tidak mencintai kuπŸ˜”" Desi.


"Kau ini berniat membantu atau apa sih?" Agatha.


"Iya,kau malah ikut-ikutan curhat" Ashley.


"Aku hanya sekalian curhat saja,masa tidak boleh sih"


"Dan kau tha,kan kau sendiri yang mau seperti itu?" Ashley.


"Iya,dari krmaren kami sudah bilang.Kalau kau harus mengutama kan kebahagiaan mu dulu" Desi.


"Kalau Daddy mu,biar Ars saja yang mengatasi nya" Ashley.


"Apa kau tidak percaya,kalau Ars bisa mengatasi Daddy mu dengan baik" Ashley.


"10 Perusahaan sekaligus saja bisa ia atasi dengan baik,apa lagi hanya Daddy mu saja,pasti ia bisa juga" Ashley.


"kalau aku percaya" Desi.


"Tapi,sekarang Ars sudah tidak mau melihat ku lagi.Aku harus bagaimana sekarang" Agatha.


"Kau harus mencoba nya" Ashley.


"Seperti aku,aku juga sedang mencoba" Desi.


"Dasar,kau itu bukan mencoba tapi memaksa" Ashley.


"😁" Desi.


"Aku harus mencoba nya.Kalau tidak,aku tidak bisa tahu,aku bisa mendapat kan nya atau tidak" Desi.


"Tapi,seperti nya Agatha juga harus melaku kan yang seperti Desi laku kan deh" Ashley.


"Nanti akan aku pikir kan lagi" Agatha.


"Jangan mencintai terlalu berlebihan,nanti kalau pas tidak di balas.Rasa nya akan sakit seperti tertusuk duri tapi tidak bisa di cabut kembali" Daniel.


"Ya tuhan,aku lupa kalau masih ada kakak di sini 🀭☺" Agatha.


"Perkataan kakak,ada benar nya juga sihπŸ˜”" Desi.


"Jadi,aku harus bagaimana...Sekarang aku ingin meraih nya kembali,tapi dia malah semakin menjauh πŸ˜”" Agatha.


"Lepas kan saja" Daniel.


"Jangan,turuti saja saran kami.Kau harus mencoba nya terlebih dahulu" Desi.


"Kakak,kau kalau tidak bermanfaat di sini,lebih baik kakak keluar dari sini πŸ˜’" Ashley.


"Buat apa juga meraih nya,jika sudah menjauh.Lagi pula mana bisa di raih lagi,kalau sudah menjauh 😌" Daniel.


"Kakak 😑😑" Ashley.


"Jangan menyerah sebelum jalur kuning melengkung πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ" Desi.


"Iya,πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ. Jangan menyerah.Nanti kamu akan menyesal" Ashley.


"Betul betul betul" Desi.


"Aku menjadi semakin bingung sekarang,,," Agatha.


"Kakak peringati saja, jangan sakit hati sampai ingin bunuh diri nanti ya" Daniel.


"Memang nya kau tahu apa,tentang cinta?" No tanpa nama.


"Dan kalian semua,kenapa masih belum tidur?" No tanpa nama.


"???" Desi.


"???" Agatha.


"😘" Ashley.


"😘😘😘" No tanpa nama.


"Tentu saja tahu,seperti hanya kau saja yang tahu tentang cinta" Daniel.


"Apa nya yang tahu? Di suruh mengejar dia saja, tidak punya keberanian" No tanpa nama.


"🀭"Ashley.


"πŸ€”" Desi.

__ADS_1


"πŸ€”"Agatha.


"πŸ™„"Daniel.


"Kan,belum saat nya.Kau itu sok tahu saja.Tunggu dan lihat saja nanti"Daniel.


"Tunggu saja,hingga pria lain yang memiliki dia" No tanpa nama.


"Itu tidak akan terjadi" Daniel.


"Ashley,siapa no tanpa nama itu?" Desi.


"Iya,siapa ley?" Agatha.


"😁😁"Ashley.


"Pria wajah datar" Daniel.


"🀭🀐" Desi.


"🀭🀐"Agatha.


"😴😴"Desi.


"😴😴" Agatha.


Desi offline.


Agatha offline.


"😌😌😌"Ashley.


"Kau sudah mengusir secara tidak langsung,adik ipar 😌" Daniel.


"Ini sudah malam,kami ingin beristirahat.Bukan seperti kau yang jomblo ini" Hery.


"Dasar" Daniel.


Daniel offline.


Ashley offline.


Hery offline.


Kembali ke kamar nya Hery dan Ashley.


"Honey,HP ku..." pinta Ashley dengan menatap kesal ke arah wajah datar nya Hery saat Hery mengambil HP milik nya dengan gerakan cepat.


"Sudah,jangan main HP lagi.Sudah malam,tidak bagus untuk kesehatan bayi kita,ayo kita tidur ya" ucap Hery sambil menarik tubuh istri nya ke dalam pelukan nya dan mengelus-elus perut datar nya Ashley hingga membuat wajah kesal nya Ashley berubah menjadi tersenyum.


"Honey" panggil Ashley dengan suara pelan nya sambil bersandar di dada bidang nya Hery


"Hm " jawab Hery singkat,ia masih sibuk mengelus-elus perut datar istri nya dengan wajah yang tersenyum bahagia.


Seperti nya mulai sekarang,mengelus-elus perut datar istri nya,sudah menjadi salah satu hoby nya.


"Bagaimana dengan Agatha dan Desi?" tanya Ashley dengan nada khawatir nya,sambil mulai membuat lingkaran di dada bidang nya Hery yang masih berbalut baju tidur dengan jari-jari mungil nya.


"Biar kan saja dulu,Honey,jika memang mereka berjodoh.Mereka pasti akan bisa bersama" jawab Hery sambil menahan gejolak yang mulai menyerang tubuh nya akibat sentuhan jari-jari mungil istri nya itu.


"Tapi,kamu harus membantu mereka,kalau ada ketemu kesulitan nanti ya..." pinta Ashley dengan wajah serius nya sambil menghirup aroma tubuh suami nya yang menurut nya sangat wangi.


"Iya,aku akan membantu mereka" jawab Hery dengan nada pasrah,ia menghela nafas dengan sangat pelan hingga Ashley tidak mampu untuk menyadari nya.


Dari kemaren,istri nya selalu memintak permintaan yang aneh-aneh,kalau ia tidak mengabul kan nya,istri nya pasti akan menangis,hingga sekarang ia harus mengorban kan Jonathan sahabat nya.


Ntah apa lagi nanti,sedang kan istri nya tidak sedang hamil saja ia tidak sanggup menolak permintaan istri nya,apa lagi sekarang istri nya sedang hamil jadi ia harus extra bersabar untuk mengabul kan permintaan-permintaan aneh istri nya ini,kecuali permintaan-permintaan yang berbahaya.


Besok ntah apa lagi yang akan di mintak oleh istri nya,seperti nya mulai sekarang ia harus bersiap siaga dalam batin dan juga fisik untuk istri tercinta nya ini.


Ashley tersenyum lalu mengecup pipi nya Hery sekilas dan kembali menyandar kan kepala nya ke dada bidang nya Hery lagi hingga membuat Hery tersenyum lebar.


"Kamu ingin anak kita nanti,pria atau perempuan ?" tanya Ashley sambil tersenyum,tentang 2 sahabat nya ia sudah bisa sedikit tenang sekarang karena ada suami nya yang akan menjadi pawang nya.


"Terserah Honey,mau pria atau perempuan,aku suka dengan kedua dua nya" jawab Hery dengan suara berat nya,tangan yang sedang mengelus perut datar nya Ashley sudah berpindah ke belakang punggung nya Ashley.


"Jadi,tidak masalah mau yang lahir pria atau pun perempuan" lanjut Hery lagi,masih dengan suara berat nya.


Ashley tersenyum senang saat suami nya tidak milih-milih soal jenis kelamin bayi mereka.


"Jika pria,ia harus tampan seperti mu,Honey" ucap Ashley sambil mendongak kan wajah nya untuk bisa menatap wajah tampan suami nya yang berada di atas kepala nya.


"Jika memang pria,bukan hanya tampan saja tapi ia juga harus mampu memimpin Perusahaan yang sudah aku dan Daddy bangun sejak dulu" ucap Hery dengan wajah yang tersenyum bahagia.


"Dan jika perempuan,ia harus cantik seperti Mommy nya" lanjut Hery yang tidak mau kalah.


"Cup" Hery mengecup sekilas bibir nya Ashley,sebelum Ashley kembali menyandar kan kepala nya ke dada bidang nya dengan wajah tersenyum nya.


"Iya,Honey benar" ucap Ashley yang sepemikiran dengan suami nya sambil membuka kancing baju tidur nya Hery satu persatu dengan gerakan pelan sambil tersenyum menggoda,hingga Hery tidak menyadari nya karena terlalu sibuk memikir kan jenis kelamin anak nya yang masih berada di dalam perut datar istri nya itu.

__ADS_1


"Honey " panggil Hery dengan nada yang semakin berat karena merasa kan jari-jari mungil istri nya yang sudah menyentuh dada telanjang nya.


"Honey,kau sudah berani menggoda ku sekarang hm? " tanya Hery dengan tersenyum menggoda juga.


Ia mengenggam pergelangan tangan nya Ashley dengan pelan dan menatap kancing baju tidur nya yang sudah terlepas 4 kancing.


Ternyata kehamilan istri nya membawa keberuntungan pada dirinya,karena semenjak hamil,dalam 2 minggu ini istri nya selalu menjadi lebih agresif dari pada dirinya.


Ia baru sadar,pantasan Ashley baru-baru ini mudah menangis dan suka bermanja-manjaan dengan dirinya,ternyata karena istri nya sedang hamil.


Memikir kan wajah menangis dan manja istri nya yang lalu-lalu,membuat nya tersenyum lucu.


" Apa kau tidak mau hm?" tanya Ashley dengan nada manja nya,tanpa menatap wajah Hery yang sedang tersenyum lucu,jari-jari nya masih saja tetap berjalan di sekitar dada nya Hery.


"Kalau yang satu ini,aku tidak akan menolak nya,Honey" jawab Hery dengan tersenyum senang,ia segera membalik kan tubuh nya Ashley hingga tidur terlentang,ia segera menindih tubuh Ashely dari atas,Ashley pun tidak tinggal diam,ia segera merangkul leher suami nya dengan kedua tangan nya.


"Honey,aku sangat mencintai mu" ucap Hery sambil menatap wajah Ashley dengan wajah yang di penuhi dengan gairah dan tatapan cinta.


"Aku juga sangat mencintai mu,Honey" ucap Ashley dengan wajah yang bersemu merah karena terus di tatap oleh suami nya,padahal sudah sering di tatap seperti itu tapi tetap saja wajah nya akan bersemu merah kalau terus di tatap oleh suami nya.


Hery segera membungkam bibir merah istri nya saat melihat wajah malu istri nya,lagi pula ia sudah menahan nya dari tadi karena ulah dari istri nya,jadi ia harus segera melepas kan hasrat nya sekarang juga.


Ashley pun segera membalas nya,mereka berc**m*n,saling m*l*m*t dengan pelan dan lembut.


C**m*n mereka pun semakin lama semakin memanas,kedua tangan nya Hery pun tidak tinggal diam,kedua tangan nya terus menelusuri lekukan-lekukan indah yang tidak pernah bosan untuk ia telusuri dan ia juga membuka penghalang-penghalang yang ada di tubuh istri nya,dengan gerakan pelan tanpa melepas kan c**m*n mereka.


Akhir nya mereka berdua pun kembali melaku kan pergumulan panas yang memang sudah menjadi aktivitas mereka di malam hari.


Suara-suara merdu terus bersahutan sepanjang malam di dalam kamar kedap suara itu,tanpa ada gangguan sama sekali.


***


Pagi hari menyapa,tapi kedua suami istri itu masih sibuk terlelap di dalam gulungan selimut mereka tanpa berniat ingin bangun.


Hery yang sebenar nya ingin bangun tadi karena mau berangkat berkerja tapi terus di tahan oleh Ashley hingga ia kembali tidur.


Jadi lah,hanya Ars saja yang pergi berkerja hari ini.


Di Perusahaan Kusuma.


Seperti hari-hari sebelum nya,Agatha dan Ars tetap belum banyak bicara kecuali soal perkerjaan saja.


Agatha pun segera mencari ide dan meminta sedikit bala bantuan kepada suami sahabat nya,dengan pura-pura mengantar kopi untuk Ars,dan rencana nya pun berhasil setelah ia membujuk OB yang memang selalu di tugas kan untuk mengantar kopi ke ruangan nya Ars.


"Tok tok tok"terdengar suara ketukan pintu dari luar.


"Masuk" jawab ars sambil terus mengerja kan perkerjaan nya.


"Ini kopi nya,Tuan" ucap Agatha setelah sampai di samping meja kerja nya Ars.


Ars tidak menjawab nya atau menanggapi nya,ia malah menoleh kan kepala nya dengan cepat ke arah asal suara tersebut saat ia menyadari itu suara siapa.


"Kenapa kau yang mengantar kan kopi nya?" tanya Ars dengan wajah kaget bercampur heran sambil menatap wajah tersenyum nya Agatha.


"Tadi OB nya sedang sibuk,jadi aku membantu nya untuk membawa kopi nya ke sini,Tuan" jawab Agatha dengan berusaha tenang.


Ars diam untuk beberapa saat sambil menatap Agatha yang mulai salah tingkah,ia pun bingung mau bicara apa.


"Kalau begitu,letak kan saja di sana" ucap Ars sambil menunjuk melalui sudut mata nya,saat melihat Agatha yang masih memegang piring cangkir kopi yang ia bawa dari tadi.Lalu ia kembali mengerja kan perkerjaan nya kembali.


"I iya" jawab Agatha sambil meletak kan kopi tersebut ke atas meja kerja nya Ars saat melihat arah tunjuk dari sudut mata nya Ars.


Beberapa detik berlalu.


"Apa kau ingin berdiri terus di sana?" tanya Ars saat baru menyadari,kalau Agatha masih berdiri di samping nya.


"Boleh aku duduk di sini,Tuan?" tanya Agatha sambil menunjuk sofa yang ada di ruangan tersebut dengan jari telunjuk nya.Walau pun ia agak takut di marahi oleh Ars tapi ia berusaha memberani kan diri nya untuk bertanya.


Hingga membuat kening nya Ars mengernyit heran sekaligus wajah nya juga menjadi kaget,apa yang terjadi dengan Agatha,kenapa tingkah nya menjadi aneh hari ini.


"Hm" jawab Ars akhir nya setelah diam beberapa saat,awal nya ia ingin mengusir Agatha keluar dari ruangan nya tapi ia jadi tidak tega saat melihat wajah takut nya Agatha.


Ars segera mengalih kan tatapan nya ke berkas-berkas yang belum selesai ia periksa tadi,setelah menatap wajah takut nya Agatha untuk beberapa saat.


Agatha pun segera duduk di sofa dengan gerakan pelan sambil melirik jam yang ada di pergelangan nya,sebentar lagi waktu nya makan siang,ia pun duduk dengan tenang sambil menatap Ars yang sedang sibuk dengan perkerjaan nya.


Ars berkerja dengan sedikit tidak nyaman karena merasa terus di perhati kan,ia melirik sekilas ke arah Agatha melalui ekor mata nya.


"Jangan menatap ku terus" tegur Ars tanpa menoleh ke arah Agatha dengan wajah datar nya.


Agatha segera menunduk kan kepala nya sedikit,ia jadi salah tingkah karena ketahuan terus menatap Ars.


"Apa yang ingin kau bicara kan?" tanya Ars sambil mengerja kan perkerjaan nya,tidak mungkin Agatha hanya datang untuk menemani nya berkerja kan...


"Jam 3 sore nanti,Tuan ada pertemuan dengan Tuan Rudy di restoran ******" ucap Agatha sambil menahan rasa gugup nya karena takut Ars marah pada nya karena telah meminta bantuan kepada Tuan Hery.Tapi ia harus melaku kan ini untuk bisa berdekatan dengan Ars.


"Lalu?" tanya Ars dengan kening yang berkerut dalam,sambil menoleh kan kepala nya ke arah wajah Agatha yang masih terlihat gugup,perkataan Agatha mampu membuat ia menghenti kan perkerjaan nya.


Setahu dirinya itu bukan tugas nya Agatha untuk memberitahu kepada nya,ada sekretaris pria yang memang sudah di tugas kan untuk membantu dirinya mengingat setiap jadwal nya setiap hari.

__ADS_1


__ADS_2