
"Ting" terdengar suara terkirim di HPnya Agatha,ia terus menatap layar HPnya dengan wajah yang penuh harap.
Ia tersenyum setelah melihat centang hitam yang berubah warna menjadi biru,ia terus menaik turunkan jarinya di layar HPnya karena tidak sabaran ingin mendapatkan balasan chat dari Ars.
Sudah 5 menit ia menunggu tapi tidak juga mendapatkan balasan,ternyata chat yang ia kirim hanya di baca saja sama pemiliknya.
Ia memberengut kesal karena rasa kecewanya,akhirnya ia memilih untuk menunggu 5 menit lagi.
(Di kamar tidurnya Ars).
Ars sedang menyangga kepalanya dengan sebelah tangannya di sandaran kasur miliknya,sambil menatap layar HP yang sedang ia pegang saat ini.
"Tuan,lagi ngapaen,sudah bobok?" terlihat chat dari Agatha di layar HPnya.
Ia menatap chat dari Agatha dengan kening yang mengernyit heran untuk beberapa saat,kenapa belakangan ini sikapnya Agatha agak aneh dan suka menempel pada dirinya.
Pernah ia berpikir, kalau Agatha menolak cintanya,mungkin saja karena tidak bisa atau tidak berani membantah perkataannya orang tuanya.
Tapi ia segera menepis isi pikirannya tersebut,karena jika memang Agatha mencintai dirinya,Agatha pasti akan menerima lamarannya dan memberitahu apa kesulitan yang sedang dia hadapi kepadanya.
Begitulah Ars,seorang pria yang kaku dan tidak pernah mau mengenal wanita.Ia bahkan tidak begitu mengerti tentang hati wanita yang mudah rapuh,yang ia tahu hanyalah tentang wanita yang suka menangis.
Maka dari itu,ia tidak bisa memahami rasa takut dan rasa malu yang secara bersamaan hinggap di hatinya Agatha karena takut sakit jantung Ayahnya kambuh,ia juga malu ingin mengatakan cinta kepada Ars,apa lagi situasi hari itu membuat Agatha menjadi bingung,hingga membuat Agatha menyakiti hati pria yang ia cintai.
Setelah menimang-nimang HPnya beberapa kali dengan pelan,Ars pun memilih untuk membalas chat dari Agatha.Ia jadi tidak tega saat melihat jam yang tertera di layar HPnya,ternyata sudah jam 11 malam ke atas.
Mungkin saja,Agatha juga tidak bisa tidur sama seperti dengan dirinya yang dari tadi sulit untuk bisa terlelap.
(Di kamar tidurnya Agatha).
Agatha langsung mendesah pasrah,saat lagi-lagi ia harus menelan rasa kecewanya karena Ars yang tidak juga membalas chatnya,padahal ia sudah menatap layar HPnya selama 10 menit tanpa memindahkan tatapan matanya.
Baru saja,ia ingin melemparkan HPnya ke sembarang tempat.Tapi nada pesan masuk yang terdengar,mampu membuat ia segera menahan gerakan tangannya yang sudah melayang di udara karena ingin melempar HPnya ke samping kasurnya yang beralaskan karpet bulu selebar 180 cm dan sepanjang 200 cm itu.
Ia segera menatap layar HPnya,apakah pesan tersebut adalah balasan chat dari Ars.
Ia langsung tersenyum senang,ternyata nada pesan yang ia dengar tadi benar-benar balasan chat dari Ars.
Ia pun,segera membalasnya kembali dengan wajah yang terlihat lebih bersemangat dari sebelumnya.
(Chat via WA).
"Aku lagi menonton TV" balas Ars dengan asal,ia juga merasa geli dengan perkataan bobok dari Agatha,hingga membuat wajahnya tersenyum tipis saat membaca ulang isi chatnya Agatha.
"Ternyata,kamu juga belum bobok" tulis Agatha dengan hati yang senang.
"Memangnya kalau orang lagi tidur,bisa membalas chat?" balas Ars dengan wajah yang sedikit kesal karena pertanyaan bodohnya Agatha.
"Memangnya ,Tuan sedang menonton apa?" tulis Agatha sambil mendengus kesal karena mendapatkan pertanyaan yang berisi sindiran dari Ars,ia bahkan tidak menanggapi pertanyaannya Ars karena takut Ars marah dan tidak mau membalas chat darinya lagi.
"Film action" balas Ars dengan asal lagi.Padahal ia sama sekali tidak menonton TV tapi ia hanya menatap layar HPnya saja.
"Wah,aku juga menyukai film action" tulis Agatha dengan jujur,ia juga memikirkan apa yang harus ia tanyakan lagi karena Ars hanya membalas chatnya dengan singkat saja.
"Owh..." balas Ars.
"Apa malam ini,Tuan masih tidur di kantor?" tulis Agatha,tanpa ia tahu kalau Ars sudah banyak hari tidak tidur di kantor lagi karena dirinya.
"Tidak" balas Ars.
__ADS_1
"Lalu kamu tidur di mana,Tuan?" tulis Agatha dengan wajah penasarannya,setelah selesai menulis ia segera melentangkan badan telungkupnya dan menutupi tubuhnya sebatas dada dengan selimut.
"Di Apartemen" balas Ars,ia mengernyitkan keningnya karena merasa heran,Kenapa Agatha malah bertanya sampai ke tempat tidurnya.Tapi walaupun begitu,ia tetap membalasnya.
"Baguslah.Tuan,besok aku ke Perusahaan ya?" tulis Agatha.Ia mencoba membujuk Ars,mana tahu di izinkan masuk manggang kembali.
"Tidak boleh"balas Ars.
"Tapi,aku kan tidak sedang sakit Tuan?" tulis Agatha.
"Tidak boleh atau kamu tidak perlu manggang di Perusahaan lagi" balas Ars.Ia memang sengaja meliburkan Agatha,selain karena kejadian yang menimpa Agatha jadi ia ingin Agatha beristirahat dulu,ia juga ingin menenangkan dirinya dan mencerna apa maksud sebenarnya dari perubahan sikapnya Agatha.
"Baik baik,aku akan menurut" tulis Agatha dengan wajah pasrahnya.
"Bagus" balas Ars.
"Kalau begitu,aku boleh ke Apartemen mu ya,Tuan?" tulis Agatha,dengan wajah yang berharap kalau Ars akan memberi Izin.
"Apa kamu tidak waras?" balas Ars,hampir saja ia melepaskan HP yang ia pegang karena merasa terkejut saat membaca chat dari Agatha.Mau ngapaen juga,Agatha ke Apartemennya,wanita itu ada-ada saja.
"Tentu saja aku waras,pertanyaan Tuan sangat menyakiti hatiku" tulis Agatha,ia mencoba mengajak Ars bercanda tapi wajahnya menjadi sedikit kesal karena membaca pertanyaan Ars barusan
"Boleh ya,aku ke Apartemen kamu, Tuan?" tulis Agatha lagi karena belum mendapatkan jawaban dari Ars.
"Tidak boleh" balas Ars,ia tersenyum sambil membayangkan wajah kesalnya Agatha.
"Mau apa kamu ke Apartemenku?" balas Ars lagi,ia juga penasaran dengan permintaan anehnya Agatha.Ia menggeleng-gelengkan kepalanya dengan pelan,saat memikirkan apa yang akan terjadi kalau hanya mereka berdua saja berada di dalam Apartemennya.Ia jadi tidak habis pikir dengan isi kepalanya Agatha,apa yang sebenarnya yang di pikirkan oleh wanita yang masih ada di dalam hatinya itu.
"Tentu saja,untuk melihatmu" tulis Agatha,ia tersenyum senang karena sejak balas membalas chat dari tadi,baru kali ini Ars bertanya kepadanya.Ia mengirim chat yang baru saja ia ketik itu dengan ragu,wajahnya juga memerah karena malu,padahal Ars tidak bisa melihatnya juga.
"Sudah larut malam,pergi tidurlah" balas Ars,ia berpikir mungkin saja Agatha kurang tidur makanya chatnya jadi ngelantur begitu,ia juga bingung mau membalas apa.Tapi walaupun begitu,ia tersenyum saat membaca chatnya Agatha barusan.
"Kalau belum mau tidur juga.Liburnya,akan aku tambah seminggu lagi" balas Ars dengan chat yang berisi ancaman,ia hanya tidak mau kesehatannya Agatha terganggu karena telat tidur.
"Baiklah.Tapi,besok malam kamu harus balas chatku lagi ya..." tulis Agatha,dengan wajah pasrahnya.Tapi hatinya tetap merasa senang karena ternyata Ars mau membalas chat darinya,padahal awalnya ia mengira tidak akan di balas.
"Iya" balas Ars dengan singkat,setelah berpikir untuk 30 detik.
"Baiklah.
I will love you in reality and in all my dreams. Good nite!
(Aku akan mencintaimu di hidupku dan di mimpiku juga. Selamat malam!) 😘" tulis Agatha,ia memberanikan diri untuk menulis chat yang berisi pengantar tidur untuk Ars.Hatinya terus berdebar-debar karena takut,bagaimana kalau Ars malah tidak mau menanggapi chat pengantar tidur darinya.
"Good night too" balas Ars,setelah 5 menit ia berpikir.Ia jadi bingung,karena tiba-tiba saja Agatha mengiriminya chat berisi kata-kata cinta di dalamnya.
Sejak mendapatkan penolakan dari Agatha hari itu,ia jadi tidak percaya diri kalau akan ada kebahagiaan yang akan menghampiri dirinya dan hatinya juga jadi ragu untuk mempercayai apa yang Agatha lakukan sekarang.
"Kenapa dia tidak menjawab cintaku?Apa dia benar-benar sudah tidak mencintaiku lagi?" tanya Agatha pada dirinya sendiri,saat sudah mendapat balasan chat dari Ars.
Wajahnya berubah menjadi sendu bercampur kecewa,beberapa saat kemudian,kedua matanya mulai memerah.Akhirnya kedua mata yang sudah tergenang oleh air matapun langsung meluncur dengan bebas.
"Bagaimana kalau dia benar-benar sudah tidak mencintaiku lagi?" tanya Agatha lagi,dengan suara yang serak karena sedang menangis.Ia sangat takut,kalau ia akan kehilangan Ars nanti.Hingga membuat ia berasumsi sendiri,apa lagi saat ia tidak mendapatkan balasan cinta di chat mereka tadi.
"Tidak,itu tidak boleh terjadi.Aku harus berusaha,kata orang usaha itu tidak pernah mengkhianati hasil" ucap Agatha lagi,dengan nada yang tersedu-sedu,sambil mengelap ingusnya dengan tisu,ntah sudah berapa banyak tisu yang sudah berserak di atas lantai kamarnya.
"Iya,aku akan berusaha lebih banyak lagi.Aku harus bisa mendapatkan cintanya kembali" ucap Agatha lagi,ia memberi semangat pada dirinya sendiri,sambil bangkit duduk dari berbaringnya tadi.
Kemudian ia menatap beberapa foto-foto yang ia simpan di galeri HPnya,yang diam-diam ia ambil ketika Ars tidak sadar.
__ADS_1
"Kenapa semakin di tatap,kamu malah semakin tampan?" tanya Agatha pada benda mati itu sambil tersenyum dan mengelus-elus wajah tampannya Ars yang berada di dalam layar HPnya.
"Cup cup cup"
"Ah,sebaiknya aku tidur saja.Jika tidak,nanti liburku benar-benar akan di perpanjangkan lagi" ucap agatha lagi, setelah ia selesai mengecup beberapa kali fotonya Ars yang berada di layar HPnya itu.
ia mencoba untuk menguatkan hatinya agar bisa bertahan sampai ia berhasil dan mencari cara untuk mendapatkan hatinya Ars kembali.
Ia segera mematikan Hpnya,meletakkannya di nakas dengan wajah yang tersenyum malu sendiri karena barusan ia merasa seperti telah mencium Ars secara langsung,padahal hanya perasaannya saja karena terlalu merindukan Ars.
Lalu ia segera merebahkan kembali tubuhnya,memakai selimut dan memejamkan mata sambil memikirkan Ars.
Beberapa menit berlalu,terdengar dengkuran halus yang teratur dari pernafasannya Agatha.Akhirnya ia pun terlelap dan masuk ke alam mimpi,ia tidak mau sampai kurang tidur karena ia harus mengumpulkan tenaganya untuk meraih cintanya Ars.
(Di kamarnya Ars).
Ars menghela nafas dengan pelan setelah beberapa kali ia berulang-ulang membaca chat Agatha yang berisi kata-kata cinta tadi,ia sama sekali tidak mengerti apa mau dan maksud Agatha sebenarnya.
Tapi yang pasti,hatinya merasa senang saat membaca kata-kata cinta dari Agatha,hingga membuat wajahnya terus tersenyum.Ingin sekali ia membalas kata-kata cintanya Agatha,tapi ia merasa takut,kalau ujung-ujungnya nanti ia akan menelan rasa kecewa kembali,akhirnya ia pun hanya membalas seperlunya saja.
Ia bahkan tidak menyadari kalau balasan chat singkat yang baru saja ia kirimkan kepada Agatha tadi,mampu membuat wanita berparas cantik atau wanita muda tidak bersalah itu menangis tersedu-sedu di seberang sana tanpa ada seorang pun yang menyemangati dan juga tanpa ada yang mengetahuinya sama sekali.
Kemudian ia meletakkan HPnya ke nakas,lalu ia kembali menyangga kepalanya di sandaran kasurnya dengan menggunakan kedua tangannya, kali ini kepalanya sedikit mengadah ke atas dan menatap langit-langit kamarnya.
Wajahnya terlihat terus tersenyum sambil membayangkan wajah Agatha di langit-langit kamarnya.
Setelah 10 menit berlalu,wajah tersenyumnya kembali menjadi datar saat ia kembali memikirkan penolakannya Agatha,perjodohan yang di bicarakan oleh kedua orang tuanya Agatha dan perkataan dari Daddy tadi sore,lalu isi chatnya Agatha tadi.
Ars segera mengusap wajah datarnya dengan pelan sambil menghela nafas dengan kasar,ia semakin pusing karena memikirkan itu semua.
Apa lagi sejak Tuannya itu tidak bisa masuk ke Perusahaan,perkerjaannya semakin banyak.Semuanya harus ia kerjakan dengan cepat,pertemuan-pertemuan dan lain sebagainya.
Di tambah lagi selama Agatha terus mendekatinya,selama itu pula ia sulit buat tidur awal, hingga membuat dirinya tidak bisa lagi mampu mencerna dan berpikir jernih tentang sikap berbeda dari Agatha terhadapnya selama beberapa minggu ini.
"Lebih baik aku tidur saja.Jika tidak,aku benar-benar bisa gila" ucap Ars dengan wajah frustasinya,ia segera bangkit duduk dari bersandarnya dan menggusar rambutnya beberapa kali karena pusing,sebelum ia menaikkan selimutnya sebatas bahunya lalu ia segera berbaring dengan posisi terlentang.
Ia memejamkan matanya,mencoba untuk bisa tidur.Setelah bolak balik untuk beberapa kali,akhirnya ia pun terlelap dengan posisi miring dan memeluk bantal gulingnya(salah satu kebiasaan para jomblo ya...).
Jadilah,sepasang manusia itu yang terlelap di tempat yang berbeda dan terlelap dengan suasana hati yang berbeda juga tapi sama-sama menderita.
***
Di Apartemen Jonathan.
Di kamar tamu Apartemennya Jo,terlihat sepasang kekasih yang sedang terlelap dengan saling berpelukan tanpa pakaian dan hanya berbalut selimut saja.
Lebih tepatnya hanya Desi saja yang terlelap,karena Jo masih terjaga karena masih menginginkan surga ken*km*t*n miliknya sang kekasih.
Sebenarnya sudah sejak sore tadi ia menginginkannya,hingga ia rela tidak masuk kerja,hanya demi mendapatkan keinginannya itu.
Tapi sayangnya ketika ia mencoba membujuk atau menggoda,Desi terus menolak dan mencoba menghindarinya dengan alasan karena takut hamil.Padahal pergumulan panas mereka semalam ,ia sudah menyemaikan bibit unggulnya dengan banyak sekali.
Ia juga berjanji di dalam hati,kalau ia akan menikahi Desi secepat mungkin.Jadi,apa salahnya kalau ia menginginkannya lagi.Tapi ia lupa,kalau ia belum berjanji pada Desi secara langsung hingga membuat Desi menjadi takut untuk melakukannya lagi.
Akhirnya Jo pun menunggu hingga tengah malam tiba,hingga Desi benar-benar tertidur dan untungnya ia mempunyai kunci serap untuk kamar tamunya karena Desi menguncinya dari dalam.
Dan benar saja dugaannya,kalau Desi tidak akan sadar kalau di gerayangi ketika sedang tidur.Dan itu adalah sebuah keberuntungan bagi dirinya, karena itu membuat dirinya kembali berhasil menerobos miliknya Desi seperti semalam.
Jam 11 malam tadi,ia memulai aksinya.Ia melakukannya dengan penuh perasaan hingga membuat Desi terhanyut dengan sentuhan-sentuhan n*km*t yang ia berikan,lalu terjadilah pergumulan panas kembali di antara mereka karena Desi yang tidak mampu menolak sentuhan-sentuhan dari Jo.
__ADS_1
Tapi sekarang ia menginginkannya kembali karena merasa belum puas,ia menatap wajah lelah dan lelapnya Desi dengan dengan wajah yang frustasi karena sedang menahan rasa inginnya.