
Padahal miliknya sudah bangun dengan kesadaran yang penuh dari semenit yang lalu karena terus bersentuhan dengan tubuh polosnya Desi,tapi Desi malah sibuk dengan alam mimpinya.
Karena sudah tidak sanggup menahan gairahnya lebih lama lagi,ia pun kembali melancarkan aksi gilanya lagi,hingga kembali membuat Desi mengeluarkan suara seksinya.
Perlahan-lahan jari-jari besarnya Jo yang sudah berada di dalam selimut itu,segera menjalar naik ke atas dadanya Desi yang sedang berhadapan dengannya.
Saat sudah mendapatkan yang ia inginkan,Jo segera meremasnya dengan lembut.Lalu ia juga segera menyingkirkan selimut yang sedari tadi sedang menutupi tubuh polosnya Desi.
Terlihatlah tubuh mulus,lekukan-lekukan yang indah dan 2 bukit kembar yang sudah menjadi kesukaannya,sejak dari semalam itu.Hingga membuat ia semakin bergairah karena menatap tubuh polos Desi yang sudah menjadi candu bagi dirinya.
Ia segera mengeluarkan lidahnya sedikit dan bermain di salah satu bukit kembar tersebut,sedangkan sebelah tangannya lagi sibuk memintil-mintil ujung bukit kembar yang satunya lagi.
"Aaaahhh aahh aahh" terdengar suara seksi yang mulai keluar dari mulutnya Desi,dan juga kedua tangan Desi yang sibuk meremas rambut miliknya Jo.
Jo langsung tersenyum saat melihat Desi yang mulai men*km*t* sentuhan awal darinya,ia terus bermain dan memintil di atas dadanya Desi.
Hingga beberapa saat kemudian,lidahnya Jo perlahan-lahan menyapu di sekitarnya dan turun untuk mencari area sensitifnya Desi,hingga membuat suara seksinya Desi terdengar semakin jelas.
"Aahh,sa sayang" ucap Desi dengan nafas yang sedikit tersendat saat tubuhnya sudah di kuasai oleh rasa n*km*t,karena kepala Jo yang sudah berada di antara kedua pahanya yang ternyata sudah terbuka lebar dan juga mulut Jo yang sibuk melahap makanan lezatnya.
"Jo,a aku su sudah sangat lelah aahh" ucap Desi dengan wajah kesalnya yang tersamarkan oleh eskpresi n*km*tnya.Ia juga meremas rambutnya Jo dengan sedikit kuat dan sedikit menekannya agar semakin dalam,ternyata perkataan dari mulutnya tidak sesuai dengan keinginan dari tubuhnya.
Jo terus bermain di sana,ia bahkan mengabaikan perkataannya Desi.Setelah puas bermain di sana ia segera menegakkan tubuhnya dan mempersiapkan benda miliknya di tempat yang seharusnya.
"Jo, aahhh eemmhh" desah Desi karena miliknya kembali terasa penuh,secara reflek kedua kakinya langsung ia angkat dan ia sandarkan di kedua bahunya Jo.
Desahannya Desi juga terbungkam oleh c**m*n lembutnya Jo,setelah ia puas ******* bibir kenyalnya Desi,ia segera melepasnya dan menatap wajah sayunya Desi.
"Jo,cepat gerakkan" mohon Desi dengan nada manja bercampur kesal saat Jo hanya memasuki miliknya saja dan tidak bergerak sama sekali,wajahnya juga terlihat sangat sayu karena sudah di penuhi oleh gairah.
"Sa sayang,aku sudah tidak tahan.." ucap Desi lagi,ia bahkan menghilangkan rasa malunya untuk mengatakan kalimat gila itu.
Ia menatap wajah Jo yang juga sudah di penuhi oleh gairah dengan eskpresi memohonnya,Sedangkan Jo tersenyum penuh kemenangan karena berhasil membuat Desi kesal di dalam keadaan mendesak seperti ini.
Padahal,seingatnya tadi,Desi bilang sangat lelah. Tapi lihatlah sekarang,Desi bahkan menginginnya lebih dan lebih lagi.
Jo segera memaju mundurkan tubuhnya setelah mendengar rengekan dan wajah memohonnya Desi.Ia tersenyum puas di balik wajah gairahnya, karena ia berhasil kembali men*km*t* surga ken*km*t*n miliknya Desi lagi.
Jo terus memaju mundurkan tubuhnya tanpa jeda,ia bahkan semakin menambahkan kecepatannya dan menghentakkannya sampai kandas.Hingga membuat Desi terus mengeluarkan suara seksinya,nadanya pun semakin lama terdengar semakin kuat.
Untung saja di apartemennya hanya ada mereka berdua saja.Jika tidak pasti akan ada yang mendengar suara merdu mereka di tengah malam begini karena kamar tamu di Apartemennya tidak memiliki kedap suara
"Aaahhh aaaahhhh sa sayang" panggil Desi dengan suara tersendat-sendatnya,saat ia seperti sudah mau mencapai puncak yang ntah sudah ke berapa kalinya,sedangkan Jo baru saja ingin mencapai puncaknya.
"Se sebentar lagi,sayang" jawab Jo yang sudah mengerti apa maksud panggilannya dari Desi barusan.
Jo semakin mempercepat gerakannya dan menghentak miliknya Desi semakin ke dalam,suara seksi mereka berdua pun tidak terbendung lagi karena sudah hampir berada di puncak.
Terdengar suara seksi mereka yang saling bersahutan,senada dan seirama.Hingga akhirnya tubuh Jo menimpa tubuh lemahnya Desi,menandakan kalau mereka berdua sama-sama sudah mendapatkan pelepasan yang sempurna.
__ADS_1
Terdengar nafas yang terengah-engah dari nafas lelah mereka,bahkan milik mereka masih menyatu dan jangan lupa keringat yang sudah membasahi tubuh polos mereka berdua.
Beberapa saat kemudian,Jo segera melepaskan penyatuan mereka dan menyingkir dari atas tubuhnya Desi lalu berbaring di sampingnya Desi,setelah ia selesai menetralkan nafas tidak beraturannya tadi.
"Apa kamu menyukainya,hm?" tanya Jo,dengan wajah yang tersenyum senang bercampur bahagia.Sedangkan Desi segera meraih selimut dengan tangan lemahnya dan menutupi tubuh polos mereka.
Sepertinya ia memang benar-benar mencintai wanita yang ada di sampingnya ini,karena ia tidak pernah merasa senyaman ini dengan wanita mana pun dan ia juga melakukan pergumulan panas ini dengan cinta bukan hanya ***** semata.
Ia merasa,bukan hanya mencintainya saja.Bahkan sekarang ia semakin dan sangat mencintai Desi,seolah Desi adalah segala-galanya bagi dirinya.
Jo segera memeluknya dari samping dan mengecup keningnya Desi dengan lembut,hingga membuat Desi tersenyum bahagia dengan perlakuan lembutnya Jo terhadapnya,tapi ia juga malu dengan pertanyaannya Jo.
"Apakah kamu tidak menyukainya? Kalau begitu,bagaimana kalau kita mencoba gaya yang baru saja?" tanya Jo lagi,ia sengaja menggoda Desi yang sedang malu dan menelusupkan wajah memerahnya ke dada kekarnya Jo.
"Dasar pria mesum" ucap Desi dengan wajah malunya,sambil memukul dada kekarnya Jo dengan pelan hingga membuat Jo langsung tertawa kecil sambil menahan salah satu tangannya Desi yang sedang memukulnya.
""Apa kamu mencoba menggodaku lagi hm ?" tanya Jo dengan mata nakalnya yang menatap ke Arah 2 gundukan kembar itu yang hampir menampakkan diri lagi karena pergerakan tangannya Desi hingga membuat selimut yang menutupi dadanya Desi mulai melorot ke bawah.
"Apa mak....." ucapan Desi langsung terhenti saat ia baru menyadari kalau selimut yang menutupi dadanya mulai bergerak dari tempatnya,ia segera menarik tangannya dari genggamannya Jo dan meraih selimutnya kembali,lalu menatap wajah nakalnya Jo dengan wajah kesalnya.
"Dasar mesum.Aku baru tahu,ternyata kamu pria yang sangat mesum juga ..." ucap Desi dengan nada kesalnya,dan hanya di tanggapi dengan senyuman lebar saja oleh Jo.
Padahal seingat dirinya,ia tidak pernah melihat Jo merayu atau menggoda wanita selama ia berada di sampingnya Jo.Dan yang ia dengar dari Sekretarisnya Jo,kalau selama Jo berada di Paris,hanya wanita-wanita yang menyukainya saja yang selalu menggoda dirinya,hanya saja Jo tidak pernah menolak wanita-wanita yang datang padanya kecuali berhubungan badan.
Ia menjadi semakin kesal,saat mengingat Jo yang dari sore tadi terus menempel pada dirinya.Apa lagi ketika ia mengingat kecerobohannya tadi karena ia memakai jubah mandi di hadapan Jo hingga membuat wajah mesum Jo semakin menjadi-jadi.
"Aku jadi meragukan,kalau milikmu itu masih pejaka..." lanjut Desi lagi dengan wajah penasarannya sambil mendongakkan kepalanya ke atas dan menatap wajah tampannya Jo.
"Kalau yang satu ini,kamu jangan meragukannya lagi sayang.Kamu bisa percaya padaku,tidak ada 1 wanita pun yang pernah menyentuhnya" jawab Jo dengan jujur dan wajah tersenyumnya sambil menyentuh bibir bengkaknya Desi karena ulahnya tadi.
"Apa kamu tidak mempercayaiku hm?" tanya Jo saat Desi hanya diam dan terus menatap wajahnya saja..
"Percaya,aku mempercayaimu" jawab Desi setelah melihat ada kejujuran di kedua matanya Jo tadi,ia menjawab sambil tersenyum bahagia.
"Cup"
"Bagus,jadi mulai sekarang milikku ini sudah resmi menjadi milikmu,sayang" ucap Jo dengan wajah menggodanya,setelah ia selesai kembali mengecup bibir kenyalnya Desi.
"Auchk,sayang sakit" pekik Jo dengan suara tertahan karena Desi mencubit tepi perutnya dengan kuat.
"Rasakan,,siapa suruh kamu suka menggodaku..." ucap Desi dengan tersenyum puas karena berhasil membuat Jo kesakitan,ia segera memegang erat selimutnya agar tidak kembali melorot karena Jo yang langsung terduduk ketika merasakan sakit di pinggangnya.
"Kamu ini tega sekali padaku,padahal aku hanya mengatakan yang sebenarnya saja" ucap Jo sambil mengelus-elus pinggangnya dengan pelan, dengan wajah yang tersenyum bercampur sedikit meringis karena rasa ngilu yang masih tertinggal di kulit kekarnya itu.
"Apa kamu masih menginginkan cubitan dariku lagi hm?" tanya Desi dengan nada pelan tapi terlihat serius di wajah tersenyumnya.
"Tidak.Baik,aku tidak akan menggodamu lagi" jawab Jo dengan cepat dan wajah pasrahnya,tapi ia tetap tersenyum tipis sambil melihat sekilas bekas cubitan dari Desi,ternyata calon istrinya galak juga.
"Bagus,seharusnya memang harus begitu dari tadi" ucap Desi,wajahnya masih tersenyum sambil menatap punggung kekarnya Jo hingga membuat wajahnya mulai memerah karena ia membayangkan kembali, betapa gagahnya Jo ketika berada di atasnya tadi.
__ADS_1
"Auchk,Jonathan" pekik Desi dengan wajah kesalnya saat merasakan sakit di kepalanya karena mendapatkan sentilan dari jarinya Jo.
"Apa yang kamu pikirkan hm?" tanya Jo,wajahnya kembali menjadi tersenyum nakal ketika melihat wajah memerahnya Desi tadi yang sekarang berubah menjadi kesal.
"Oke oke,aku berjanji tidak akan menggodamu lagi" ucap Jo dengan cepat sambil mengangkat kedua tangannya ke atas,saat melihat bantal yang di pegang oleh Desi sudah berada di udara.
"Dasar..." umpat Desi dengan memberengut kesal,sambil meletakkan bantal ke tempatnya kembali.
"Sudah,ayo kita bersihkan diri dulu baru tidur" ucap Jo setelah merasa sudah aman.
"Tapi tubuhku masih sangat lelah..." ucap Desi dengn jujur,karena tubuhnya memang benar-benar terasa lemah hingga mau berjalanpun ia harus bersusah payah membawa tubuhnya.
Bagaimana tidak,walaupun Jo menggempurnya hanya 2 ronde saja tapi di dalam 1 ronde sekitar 1 jam lamanya tubuhnya terombang ambing karena ulahnya Jo,belum lagi di tambah dengan sisa lelah semalam.
"Aachk" pekik Desi,karena terkejut saat Jo yang secara tiba-tiba langsung menarik selimut yang ia genggam tadi dengan kuat.
"Ayo,kan ada aku yang akan membantumu untuk membersihkan diri" ucap Jo dengan wajah seriusnya yang bercampur senyuman geli,saat melihat Desi yang menutup 2 bukit kembarnya dengan kedua tangannya.Ia berbicara sambil turun dari atas kasur dengan tubuh polosnya hingga membuat wajahnya Desi mulai memerah kembali.
"Apa yang masih mau kamu malukan lagi hm...Aku bahkan sudah bisa mengingat setiap inci tubuh indahmu ini dengan mata yang tertutup" ucap Jo dengan wajah yang tersenyum lebar karena melihat wajah malunya Desi, ia segera mengendong tubuh polosnya Desi dan membawanya ke kamar mandi.
Desi segera melingkarkan kedua tangannya di lehernya Jo dan menelusupkan wajahnya ke dada kekarnya Jo.
"Dasar,pria tidak tahu malu" ucap Desi di balik dada kekarnya Jo,sedangkan Jo hanya tersenyum dan terus melangkahkan kakinya ke arah kamar mandi.
"Kita tidak akan melakukannya lagi kan?" tanya Desi dengan nada pelannya,ia bisa mati kelelahan kalau Jo terus menggempur tubuhnya tanpa henti.Apa lagi,ini sudah hampir jam 2 dini,bisa-bisa mereka tidak tidur sampai pagi.
"Memangnya kamu menginginkannya lagi?" tanya Jo,ia pura-pura bertanya balik sama Desi.Ia juga tidak tega,apa lagi ketika melihat wajah lelahnya Desi tadi.Untuk malam ini,2 ronde sudah cukup baginya.
"Sekarang saja,tubuhku terasa seperti sudah remuk semua.Kalau kita melakukan...." ucapan Desi yang masih di balik dada kekarnya Jo itu,langsung di sela oleh Jo.
"Tenang saja,sayang.Untuk malam ini,kita tidak akan melakukannya lagi kecuali kamu yang menginginkannya" sela Jo dengan cepat dan wajah yang terus tersenyum,ia juga menekankan perkataannya di 'Untuk malam ini'.
"Kenapa aku bisa bertemu pria tidak tahu malu sepertimu? " tanya Desi dengan wajah malunya bercampur kesal,saat ia mendengar suara penekanan kata di 3 kata yang ada di dalam kalimat Jo barusan.
Sedangkan Jo hanya tetap dengan wajah tidak tahu malunya,ia bahkan tersenyum semakin lebar saat melihat tingkah malunya Desi yang terlihat lucu di matanya.
'Siapa yang suruh kamu masuk ke dalam lubang buaya dengan suka hati' batin Jo di dalam hatinya dengan hati yang bahagia.
Beberapa saat kemudian,setelah sekitar 10 menit berlalu,Jo pun keluar dari kamar mandi dengan Desi yang tetap berada di dalam gendongannya dan mereka berdua juga sudah memakai jubah mandi.
"Sekarang tidurlah,mungkin bentar lagi akan pagi" ucap Jo dengan nada santainya,setelah mereka berdua selesai mengeringkan rambut basah mereka dan sudah berada di atas kasur dengan saling berpelukan di dalam selimut.
Desi hanya mampu mendengus kesal saat mendengar perkataannya Jo,padahal pria itu sendiri yang membuat dirinya tidak bisa tidur dari tadi.Sedangkan Jo,langsung tertawa kecil saat melihat Desi yang sedang mendengus kesal.
Mereka berdua diam untuk beberapa saat,sambil berpelukan dengan kepalanya Desi yang di rebahkan di atas dadanya Jo dan Jo yang sibuk menghirup aroma wangi dari rambutnya Desi.
"Sayang,bagaimana kalau aku hamil nanti?" tanya Desi dengan tiba-tiba dan wajah khawatirnya,tapi hatinya sangat berharap kalau Jo akan memberinya jawaban yang di inginkannya.
"Kamu tidak akan hamil,sayang.Karena setiap kita melakukannya,aku selalu membuangnya keluar" jawab Jo dengan nada yang tenang,setelah ia terdiam untuk beberapa detik.
__ADS_1
"Bagaimana dengan yang kita lakukan semalam itu?" tanya Desi lagi dengan wajah sendunya.Ia berusaha untuk menahan rasa kecewanya,ia sama sekali tidak menduga kalau Jo akan memberi jawaban seperti itu padanya.
Karena terlalu sibuk dengan rasa lelah di tubuhnya.Ia bahkan lupa memerhatikan,apakah bener apa yang di katakan Jo,kalau Jo membuang cairan miliknya keluar dari tempat yang seharusnya.