Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
Bab. 180


__ADS_3

Semua orang yang ada di sana langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah pintu luar,dengan wajah kaget mereka.


Tapi beberapa saat kemudian wajah kaget mereka berubah menjadi senang,hanya saja Grandpa,Daddy,Hery dan Ars tetap menampilkan wajah datarnya,kecuali Grandma yang memang terlihat sangat senang saat ia melihat kedatangan suami istri paruh baya tersebut.


Sedangkan wajah kagetnya Ashley,Agatha dan Desi langsung menjadi bingung dan juga penasaran,karena mereka sama sekali tidak mengenal kedua suami istri tersebut.


"Itu adalah kedua orang tuanya Jonathan" bisik Hery di smaping telinga istrinya,saat ia melihat wajah bingung istrinya.


Ashley langsung menatap ke arah wajah suaminya,dengan wajah yang sedikit kaget.Tapi kemudian berubah menjadi tersenyum karena teringat dengan cerita suaminya kemaren tentang lamaran yang telah di rencanakan oleh Jo.


"Ternyata kalian berdua sudah sampai,kami sudah menunggu kalian berdua dari tadi.Apakah supirnya terlambat menjemput kalian,kenapa kalian baru sampai sekarang?" ucap Grandma sekalian bertanya,dengan wajah yang terus tersenyum senang,sambil berjalan ke arah sepasang suami istri tersebut yang juga berjalan ke arah Grandma.


Sepasang suami istri tersebut yang ternyata adalah kedua orang tuanya Jonathan yang baru saja sampai,setelah selesai menasehati Willy dengan cara menyindir dan juga bercanda.


Kemudian langkahnya Grandma pun di ikuti oleh Grandpa dari belakang,lalu Daddy dan juga yang lainnya.


Sedangkan Agatha dan Desi yang sibuk mengelap sisa air matanya,hanya menatap ke arah sepasang suami istri tersebut dengan wajah penasaran mereka,sambil terus mengikuti langkah yang lainnya.


"Tadi kami mengalami sedikit kendala Mom,makanya baru sampai sekarang" jawab Momnynya Jo,dengan nada lembutnya,sambil melepaskan pelukan mereka barusan.


Sedangkan Daddynya Jo,sibuk memeluk Grandpa dan Daddy.


"Di mana pria itu?" tanya Daddy,dengan berbisik,sambil berpelukan sama Daddynya Jo.


"Katanya,dia ingin pergi beristirahat" jawab Daddynya Jo,dengan berbisik juga dan wajah tersenyumnya,berbeda dengan wajah Daddy yang tetap datar.


"Pria itu memang selalu seperti itu,menyebalkan" ucap Daddy dengan nada kesalnya,karena Willy yang memang jarang singgah karena menghindari nasehat dari dirinya dan juga Grandma.


Daddynya Jo hanya tersenyum lucu saja saat ia mendengar nada kesalnya Daddy,lalu iapun berlanjut memeluk Grandma dengan wajah yang kembali tersenyum hangat.


"Pasti kalian berdua sangat lelah...Mari kita minum teh terlebih dahulu,baru kalian beristirahat ya" ucap Grandma,sambil mengandeng tangan Mommynya Jo dengan lembut ke arah ruang tamu.


"Baik Mom" jawab Mommynya Jo,dengan wajah pasrahnya,sambil menatap wajah sembab dan penasarannya wanita yang sudah membuat putranya menggila tadi.


Padahal ia masih ingin mendengar jawaban dari wanita tersebut,walaupun ia sudah bisa menebak jawabannya siapa,hanya saja ia penasaran dengan apa alasannya sampai putranya di sebut brengsek oleh wanita tersebut.


………


Dan disinilah mereka semua,mereka semua sudah duduk dengan rapi di ruang tamu,dengan ekspresi wajah khas mereka masing-masing.


Setelah 3 wanita itu selesai berkenalan sama kedua orang tuanya Jo,Grandma kembali bersuara.Hanya saja,Grandma hanya memperkenalkan sebagai sahabat putranya saja,bukan sebagai orang tuanya Jo.


"Sekarang coba kau ceritakan apa masalahmu,nak?" tanya Grandma yang sengaja ingin kedua orang tuanya Jo mendengarnya secara langsung.Ia ingin melihat bagaimana tanggapan dari kedua orang tuanya Jo tentang masalah yang di hadapi oleh putranya dan juga penilaian mereka berdua terhadap calon menantu mereka ini.


Karena iapun juga sempat terkejut,saat ia mendengar Desi yang mengatakan kalau ada wanita hamil yang datang mencari Jo.


"Mak maksud Grandma?" tanya Desi,dengan wajah kagetnya,sambil menatap Grandma yang sibuk menatap dirinya.

__ADS_1


"Maksud Grandma,Grandma ingin mendengar ceritamu yang tadi lagi. Grandma tidak bisa mendengarnya tadi,karena agak jauh dari tempat kalian berdiri tadi" jawab Grandma,dengan alasan dan wajah pura-pura seriusnya,sambil terus menatap Desi.


"Baiklah" jawab Desi,dengan nada pasrahnya dan wajah malunya,sambil menatap Grandma dan wanita paruh baya yang baru saja berkenalan dengannya barusan.


'Yang benar saja,apa Grandma ingin membuat aku menjadi malu di depan semua orang' batin Desi,dengan wajah pasrahnya.


Ia tidak menyangka kalau Grandma akan menyuruh dirinya menceritakan ulang kisah sedihnya tadi,ia jadi bertanya-tanya di dalam hati kenapa Grandma malah ingin mendengar ceritanya,bukankah Grandma sebaiknya bertukar kabar dengan kedua sepasang suami istri tersebut.


Tapi walaupun begitu,ia tetap menceritakannya,saat ia melihat tatapan menuntutnya Grandma.


"Pria itu..................................." Desipun segera menceritakan kembali apa yang ia alami tadi siang, dari awal wanita hamil itu datang hingga ia berada di sini.


Ia juga masih tetap menggunakan nama samaran yaitu pria pujaan hatinya,dengan wajah yang terus memerah karena merasa malu,tapi ia tidak menceritakan tentang hubungan terlarang mereka di dalam ruangan pribadinya Jo tadi pagi.


"Oh,jadi pria itu yang kau sebut pria brengsek tadi?" tanya Mommynya Jo,dengan wajah santainya sambil tersenyum,saat ia sudah mengerti apa alasan Desi mengatakan pria brengsek pada putra mereka tadi.


"Iya tante" jawab Desi,dengan nada malunya,sambil sedikit menundukkkan kepalanya.


"Kalau pria seperti itu,memang pantas di sebut pria brengsek sih" ucap Mommynya Jo,sambil berpikir.


"Tapi apakah kamu masih mencintai pria brengsek itu?" tanya Mommynya Jo,dengan wajah seriusnya.


"Tidak tahu,tante" jawab Desi,dengan wajah bingungnya,sambil menahan air mata yang kembali ingin mendesak keluar karena mengingat pengkhianatannya Jo terhadapnya.Ia juga sebenarnya masih sangat mencintai Jo,hanya saja ia merasa sangat malu kalau harus mengatakan pada orang yang baru saja ia kenal.


"Sudah sudah,kalian berdua bawalah nak Desi ke kamar tamu yang sudah selesai di bersihkan tadi untuk beristirahat" ucap Grandma dengan cepat pada Ashley dan juga Agatha,saat ia melihat Desi yang mulai kembali melow,terlihat jelas air mata yang menggenang penuh di pelupuk kedua matanya Desi.


Kedua orang tuanya Jo yang tahu kenapa Grandma tiba-tiba berkata seperti,mereka berduapun hanya tersenyum saja.


"Baik Grandma" jawab Ashley dan Agatha secara serentak,sambil bersama-sama menghela napas dengan pelan dan menarik pelan tangannya Desi.


Apa lagi,saat mereka berdua kembali mengingat perkataan Desi yang menggelikan tadi,hingga mampu membuat wajah mereka berdua menjadi semakin kesal.


Desi yang sedang merasa sedih itupun,langsung saja berdiri dari duduknya dan mengikuti langkah kedua sahabatnya yang sibuk mengandeng dirinya dari samping kiri dan kanan itu.


Walaupun Desi agak sedikit bingung,tapi ia tetap mengikuti langkah kedua sahabatnya tersebut yang sama sekali tidak memberi dirinya kesempatan untuk bertanya lebih.


Pelayan yang memang di perintahkan untuk membawa kopernya Desi itupun,langsung mengikuti langkah-langkah 3 wanita tersebut dari belakang.


Sedangkan Hery,hanya mampu menghela napas dengan berat dan wajah kesalnya.Karena sibuk mengurus masalah Jonathan sahabatnya itu,suasana hatinya saja sudah menjadi tidak begitu bagus.


Di tambah lagi dengan Desi yang mungkin saja akan sedikit menyita waktu istrinya dalam beberapa hari ini,jadi sudah bisa di pastikan waktu dirinya bersama istrinya akan menjadi berkurang.


Dan Ars yang masih setia duduk di samping Tuannya,hanya tetap menampilkan wajah datarnya saja,sambil menatap punggung calon istrinya yang sudah mulai menghilang dari pandangannya.


"Jadi,apa yang sedang kalian rencanakan sebenarnya Mom?" tanya Daddynya Jo yang sedari tadi hanya diam saja,setelah 3 wanita tersebut sudah hilang dari pandangan mereka semua.Ia langsung berbicara dengan wajah seriusnya,sambil menatap satu persatu wajah semua orang dan terakhir berhenti di wajah wanita tua yang sudah ia anggap sebagai Mommynya sendiri itu,yaitu Grandma.


"Rencana kami tidak banyak,kita hanya perlu menunggu saja apa yang akan di lakukan oleh putra kalian itu" jawab Grandma,dengan nada tenangnya,sambil meminum teh yang memang sudah tersedia di atas meja dari tadi.

__ADS_1


"Apa kalian semua tidak merasa haus? Terlebih lagi,kalian berdua yang baru sampai ini" lanjut Grandma lagi,setelah ia sudah selesai meminum tehnya hingga sudah tersisa setengah gelas.


Mereka semuapun langsung meminum teh mereka masing-masing kecuali Daddy dan Grandpa yang memang sudah minum banyak dari saat menunggu kedatangan kedua orang tuanya Jo tadi


"Owh,memangnya harus menunggu berapa lama lagi Mom? Aku jadi tidak tega saat mengingat wajah kacau putra kami tadi" ucap Mommynya Jo,dengan wajah tidak teganya.


"Ternyata kalian berdua sudah melihatnya?" tanya Daddy,dengan wajah datarnya,sambil menatap Mommynya Jo dan juga Daddynya Jo.


Bahkan ia belum sempat melihat video yang sudah di kirim oleh Anak buahnya Hery ke HPnya tadi,tapi sebenarnya bukan belum sempat,lebih tepatnya ia tidak begitu tertarik untuk melihat kejadian yang sudah bisa ia tebak tersebut.


"Iya,itu juga berkat mata waspadanya Willy.Kami berdua bahkan tidak menyadari Mark yang sedang berjalan masuk ke dalam bandara tadi,kalau saja Willy tidak memberitahu kami" jawab daddynya Jo,dengan wajah yang tersenyum santai,saat ia mengingat kembali kejadian ketika di luar bandara tadi.


"Cih" Daddy hanya berdecih pelan,saat mendengar pujian dari Daddynya Jo untuk Willy.Tapi ia memang memberi jempol pada pria itu,karena pria itu memang selalu waspada di setiap tempat dirinya berada.


"Iya,jangan terlalu lama membiarkan dia menggila.Aku khawatir kalau dia akan berbuat hal-hal yang tidak di inginkan nanti" timpal Mommynya Jo,dengan nada khawatir dan wajah seriusnya.


"Tante tenang saja,tidak akan terjadi masalah yang seperti tante pikirkan.Ada anak buah aku dan Mark yang akan selalu mengawasinya dari jauh" ucap Hery yang sedari tadi hanya mendengar saja, pembicaraan para orang tua tersebut.


Hery yang memang sedang ingin melihat penderitaan sahabatnya itu lebih lama lagi,mana mungkin ia melepaskan Jo begitu saja sebelum rasa kesalnya bisa menghilang sepenuhnya.


Berbeda dengan Grandma,Grandpa dan Daddy yang hanya ingin melihat kesungguhan dari Jo saja.


"Baiklah,terserahmu saja nak.Tapi ingat,jangan sampai dia melakukan hal-hal yang akan merugikan dirinya sendiri.Tante tidak akan sanggup melihatnya nanti" ucap Mommynya Jo,dengan nada yang penuh peringatan.


"Oke tante" jawab Hery,dengan wajah yang tersenyum tipis.


Sedangkan Ars,masih tetap setia duduk dalam diam,sambil memasang pendengarannya saja.Ia sudah lelah dengan banyaknya perkerjaan di kantor dan urusan pernikahannya,jadi ia sudah malas mau ikut campur tentang masalahnya Jo,ia hanya cukup mendengar saja supaya dirinya tidak jadi penasaran.


Begitu juga dengan Grandpa yang memang tidak begitu suka berbicara,ia hanya duduk dengan wajah tenangnya saja sambil mendengar pembicaraan mereka.


"Kamu tenang saja,kita lihat saja apa yang akan terjadi dalam beberapa hari ke depan" ucap Grandma,dengan wajah yang tersenyum ke arah Mommynya Jo untuk menyalurkan rasa tenang pada Mommynya Jo yang terlihat khawatir.


Daddynya Jo hanya bisa geleng-geleng kepala saja,saat ia melihat wajah khawatir istrinya yang sudah mulai tenang.Padahal ketika di bandara tadi,istrinya terlihat sangat senang.Mungkin saja karena terlalu sibuk memikirkan pernikahan putra mereka nanti hingga membuat istrinya melupakan kekacauan putra mereka untuk sejenak.


"Tapi kalian harus memberi sedikit penjelasan tentang wanita hamil yang telah di ceritakan oleh calon menantu kalian tadi..." lanjut Grandma lagi,dengan wajah penasarannya.


"Kalau yang itu,kita harus bertanya langsung pada Jonathan" jawab Daddynya Jo,dengan wajah kesalnya,saat ia mengingat kembali kejadian di rumahnya ketika di Paris pada minggu lalu.


"Iya.Hari itu memang ada wanita hamil yang datang ke rumah kami,dengan membawa bukti-bukti kebersamaan dia dan Jonathan" timpal Mommynya Jo dengan nada dan wajah kesalnya,karena menjadi ikut-ikutan kesal sama seperti suaminya,hanya saja ekspresi kesal di wajah suaminya tidak begitu terlihat seperti di wajahnya.


"Dan apa Mommy ingin tahu...Wanita itu datang dengan berpakaian seksi dan perut hamilnya.Cara bicaranya juga tidak tahu malu dan sombong.Jika saja,hari itu aku tidak mengasihani bayi yang ada di dalam perutnya,mungkin aku akan membawa penyapu dan memukul untuk mengusir wanita tidak tahu malu itu keluar dari dalam rumah kami" lanjut Mommynya Jo lagi,dengan nada yang semakin kesal,sambil meminum habis teh miliknya yang masih tersisa sedikit tadi.


Grandpa,Daddy,Hery dan juga Ars yang masih setia menampilkan wajah datar merekapun,langsung tersenyum lucu saat mereka mendengar nada kesal dan melihat wajah kesalnya Mommynya Jo.


Sedangkan Grandma,langsung saja tertawa kecil,saat ia mendengar kata-kata kesalnya Mommy Jo.


"Kalau kau tidak mengusir meraka,lalu apa yang kalian lakukan pada wanita itu?" tanya Grandma,setelah tawa kecilnya sudah mereda.

__ADS_1


"Kami hanya mendengar wanita itu berbicara panjang lebar saja,kami juga tidak percaya kalau bayi yang di kandung oleh wanita itu adalah bayinya Jo.Kami hanya mengatakan kalau dia harus menunggu Jo pulang,karena dia terus meminta pada kami supaya menikahkannya pada Jo" jawab Mommynya Jo,dengan nada kesal yang sudah berkurang.


__ADS_2