
Keesokan hari nya,sepasang pengantin yg baru saja menikah,masih bergelung di balik selimut lembut mereka dengan saling berpelukan.
Ternyata cahaya matahari yg sedang mengintip dari celah-celah gorden pun tidak mampu membangun kan mereka ber dua,seperti nya mereka memang terlihat sangat lelah.
Jarum jam terus bergerak secara teratur tanpa menganggu tidur nyenyak sepasang pengantin baru itu,tapi karena jam sudah menunjuk kan pukul 10.00 siang hingga membuat sang pria yg bergelung di balik selimut itu terbangun dengan sendiri nya.
Hery tersenyum bahagia sambil menatap wajah Ashley yg berada di bahu nya dan menghadap ke arah pipi nya,apa lagi saat ia mengingat bagaimana ia menggempur habis-habisan tubuh istri nya tadi malam.
Ia melaku kan sebanyak 5 kali tanpa henti dan hanya memberi Ashley istirahat selama 20 menit saja lalu ia menggempur nya kembali,sperti itu selanjut nya hingga jam 4 dini baru lah ia melepas kan istri nya.
Ia masih ingin melaku kan nya lagi tapi tidak tega saat melihat istri nya yg sudah terkapar tidak berdaya,lalu ia pun segera membantu istri nya membersih kan diri karena Ashley sudah berjalan tidak seimbang karena ulah nya.
Setelah selesai membersih kan diri,Hery pun segera memeluk Ashley yg sudah tertidur duluan.Ia tertawa kecil saat melihat istri nya yg sudah tidak mampu menahan lelah nya karena ke buasan nya.
Hery segera memejam kan mata nya pura-pura tidur kembali saat menyadari gerakan dari istri nya,Ashley mengeliat dan dengan mata terpejam ia meraba-raba dada nya Hery yg di sangka nya adalah bantal guling nya,ia masih berpikir kalau ia masih seorang gadis yg sedang tidur di kamar kost nya.
Karena rasa kantuk nya yg masih belum hilang,ia masih belum menyadari kalau ia sudah ber suami sekarang.
Tapi gerakan nya perlahan-lahan jadi melambat saat ia merasa kan bantal guling nya yg terasa agak berbeda,ia perlahan-lahan membuka mata nya yg masih terasa berat dan sedikit mendongak kan kepala nya.
Wajah nya langsung membeku saat berhasil membuka mata nya,terlihat jelas di depan mata nya wajah lelap suami nya dan ia juga melirik benda yg telah ia raba sedari tadi,yg ternyata dada kekar suami nya yg masih belum berpakaian.
Tangan nya masih tetap berada di dada bidang nya Hery,seperti nya ia tidak rela menjauh kan tangan nya dari dada bidang yg kekar itu dan ia juga terus menatap wajah lelap nya Hery,wajah nya langsung memerah saat mengingat malam panas nya bersama Hery malam tadi.
Kemudian ia tersenyum lebar saat ia lagi-lagi mengingat betapa n*km*t nya pergumulan mereka semalam tapi semua badan nya juga terasa remuk-redam karena pergumulan malam tadi.
__ADS_1
Lalu ia membelai pipi nya Hery hingga ke dagu dan berhenti di bibir suami nya tanpa menyadari senyum tipis di wajah suami nya,saat ini ia mengagumi wajah tampan suami nya,terlihat jelas pahatan cetakan bak dewa di wajah suami nya.
Ia jadi heran mengapa wajah suami nya selalu terlihat sangat sempurna dan juga sangat mempersona.
Lalu ia menatap bibir menawan suami nya yg telah membuat nya mabuk semalaman,hingga membuat nya tersenyum senang ber campur malu saat ia mengingat betapa n*km*t nya sentuhan-sentuhan yg di beri kan oleh Hery.
Ia terus mengelus-elus bibir bawah nya Hery tanpa memperhati kan mata suami nya yg sedang terbuka perlahan,seperti nya bibir Hery lebih menggiur kan dari pada bagian yg lain nya.
"Apa kamu masih mengingin kan nya lagi Honey?" tanya Hery dengan tersenyum menggoda sambil terus menatap istri nya,hingga membuat Ashley yg sedang memikir kan tentang pergumulan malam tadi langsung tersentak kaget.
Ashley menatap mata nya Hery sejenak sebelum ia segera bangkit duduk di sandaran kasur dengan wajah yg merona merah.
Belum sempat Ashley menjawab,Hery segera melanjut kan pertanyaan nya lagi,yg berhasil membuat Ashley semakin malu.
"Kalau Honey masih mengingin kan nya lagi,tidak masalah kok.Suami mu ini,akan dengan senang hati me.........Auch Ho Honey henti kan,,, maaf kan aku" perkataan nya Hery langsung berubah dengan teriakan ringisan.
Ashley yg sedang berusaha menahan rasa malu nya menjadi sangat kesal saat Hery terus-menerus menggoda nya,ia segera meraih bantal tidur nya dan memukul Hery dengan membabi buta,mau wajah atau apa saja ia sudah tidak perduli,yg terpenting saat ini ia bisa meluap kan rasa kesal nya karena ulah suami nya ini.
Hery terus menangkis pukulan istri nya sambil memohon maaf,walau pun serangan bertubi-tubi dari istri tidak bisa menyakiti tubuh kekar nya tapi mampu membuat nya meringis ngilu.
Ashley segera menarik dan menghembus nafas ngos-ngosan nya setelah puas memukul sang suami,dengan wajah kesal nya ia menatap Hery yg sedang menghembus nafas lega.
"Auch" pekik Ashley saat ia ingin segera bangkit berdiri dari tempat tidur untuk pergi membersih kan diri,tapi daerah terlarang nya terasa sangat nyeri hingga membuat nya terduduk kenbali.
Ternyata saat ia memukul Hery tadi,ia terlalu bersemangat dan kesal jadi tidak merasa kan apa-apa.
__ADS_1
"Kenapa kau tidak bilang kalau melaku kan hubungan suami istri akan menyakit kan seperti ini..."gerutu Ashley dengan wajah kesal nya sambil menahan rasa sakit nya tanpa melihat ke arah Hery yg sedang berjalan ke arah nya.
"Jika tahu begini,aku tidak akan memberi mu izin tadi malam" lanjut Ashley lagi,masih dengan menggerutu kesal.
'Aku memang menyukai nya tapi kenapa harus menggempur ku habis-habisan' gerutu Ashley dalam hati saat mengingat kebuasan suami nya malam tadi.
Hery tersenyum saat mendengar gerutuan istri nya itu,ia langsung mengendong nya tanpa bertanya terlebih dahulu hingga membuat Ashley memekik pelan dan reflek langsung mengalung kan ke dua tangan nya ke belakang leher nya Hery.
"Kenapa kau malah mengendong ku?cepat turun kan aku" ucap Ashley,kesal nya masih saja belum menghilang tapi wajah nya mulai memerah karena ia masih belum berpakaian dan saat ini ia sedang di dalam pelukan suami nya.
"Memang nya kamu bisa berjalan hm?" tanya Hery dengan terus tersenyum sambil menatap wajah Ashley dan berjalan dengan pelan.
Ashley pun menggeleng pelan,ia akhir nya pasrah di gendong oleh Hery,di sela ke dua paha nya memang masih sangat nyeri,seperti nya sedikit lecet,jadi ia tidak yakin jika ia bisa berjalan dengan baik.
Ia benar-benar tidak menyangka Hery akan sebuas itu,padahal ketika ia mengenal Hery tidak sedikit pun terlintas bayangan buas yg seperti malam tadi di diri nya Hery.
Sekarang ia hanya mampu pasrah saja menerima keadaan nya,tapi sejujur nya ia sangat men*km*ti nya.
Hery tersenyum lebar saat melihat gelengan pelan dari Ashley dan Ashley juga menyusup kan wajah nya ke dada nya Hery karena malu,setelah sampai di dalam kamar mandi,ia segera meletak kan tubuh Ashley ke dalam bathtub dan juga menghidup kan air hangat untuk di isi kan ke dalam bathtub.
"Tidak perlu menutupi nya,aku sudah melihat semua nya Honey" ucap Hery dengan nada lambat saat melihat Ashley yg sedang menutup area sensitif nya.
Ashley hanya mendengus kesal dengan wajah malu nya tanpa menanggapi perkataan nya Hery,ia tidak mau sampai Hery menggoda nya lagi jika ia menanggapi perkataan Hery.
"Eh eh kau mau apa? Cepat keluar,aku akan mandi sendiri" tegur Ashley dengan cepat saat melihat Hery yg sedang memasuki bathtub yg di tempati nya saat ini.
__ADS_1