
Seminggu sudah,pernikahannya 3 pasangan tersebut berlalu.Mereka juga sedang berbulan madu di tempat favorit mereka masing-masing,hingga sampai saat ini masih belum pulang dari berbulan madunya.
Mau tidak mau,Daddynya Herypun terpaksa turun tangan untuk mengurusi Perusahaan yang di telantarkan oleh putra-putranya itu untuk sementara waktu.
"Nak,apa kamu tidak terlalu pagi,berangkat ke kantornya?" tanya Grandma dengan wajah herannya sambil berjalan mendekat ke arah Hendri,saat ia melihat putra mereka itu sudah mau berangkat ke kantor sepagi ini,padahal baru jam 6 pagi lewat,padahal biasanya putra mereka selalu berangkat jam 6 pagi lewat 40 menit.
Sedangkan Daddynya Hery,ia terpaksa menghentikan langkah kakinya yang hanya tinggal beberapa langkah lagi sudah berhasil keluar dari pintu utama Mansion miliknya itu.
"Memangnya ada urusan penting apa? Sampai kamu harus berangkat sepagi ini dan tidak sempat sarapan?" tanya Grandma dengan wajah seriusnya,sambil menelisik wajah kesal putra mereka.
Beberapa detik kenudian,Grandma langsung tersenyum lucu saat ia baru menyadari kalau putra mereka itu sedang ingin menghindari wanita yang sudah seminggu ini ia ajak menginap di Mansion ini.
Bahkan dirinya sama wanita tersebut,hanya butuh beberapa hari saja,sudah mampu menjadi akrab dan kompak seperti seorang putri dan seorang Mommy.
"Mom,aku mohon jangan menyiksaku lagi" pinta Daddy dengan wajah kesalnya,sambil berjalan ke arah sofa yang ada di ruang tamu dan langsung ia duduki dengan kasar.
"Siapa juga yang sedang menyiksamu nak,kamu ini kalau bicara,ada-ada saja" ucap Grandma dengan wajah tidak bersalahnya,sambil ikut duduk juga,lalu di ikuti oleh Grandpa yang baru saja turun dari atas.
"Dad" panggil Hendri dengan nada pelannya,karena ingin meminta bantuan pada Daddynya.
Sedangkan Grandpa,ia hanya cuek saja sama panggilan dari putra mereka,bahkan ia pura-pura sibuk membaca koran.Dan sikap cueknya Grandpapun,mampu membuat Daddy langsung mendengkus kesal.
Tapi di dalam hatinya Grandpa yang sebenarnya,ia tersenyum karena melihat kewalahan putra mereka yang sedang menghadapi seorang janda yang terus menganggunya selama beberapa hari ini.
Beberapa menit kemudian,terdengar suara wanita yang selalu mampu membuat Daddy menjadi kesal dalam beberapa hari ini.
"Mom,Dad,Hendri,apa kalian semua sedang menunggu aku untuk sarapan bersama? Maaf,aku agak terlambat hari ini" tanya Angel yang sedang berjalan turun dari atas dengan langkah pelannya,ia sudah seminggu ini sedang menginap di Mansionnya Kusuma.Ia juga sudah terbiasa dengan panggilan akrab tersebut yang awalnya terasa kaku baginya,atas perintah dari Grandma sendiri.
Ia bertanya dengan wajah herannya,sambil menatap jam tangannya yang masih terlalu pagi untuk sarapan.Tapi kenapa Hendri malah sudah ada di sana bersama Grandma dan juga Grandpa,padahal biasanya Hendri selalu jam 6 pagi lewat 20 menit baru akan turun ke bawah untuk sarapan.
"Tidak apa-apa,ayo sekarang kita sudah boleh sarapan" ucap grandma dengan nada santainya,sambil berdiri dari duduknya dan di ikuti oleh Grandpa dan juga Daddy yang sedang menampilkan wajah kesalnya.
'Bukan kamu yang terlambat nak,tapi calon suamimu yang terlalu pagi' batin Grandma,sambil terus berjalan.
"Baik,Grandma" jawab Angel dengan wajah bingungnya,sambil mengikuti langkahnya Hendri.
"Hen,makan ini lebih bagus dan ini" ucap Angel dengan wajah yang tersenyum senang dan juga bercampur sedikit malu,sambil menyendokkan beberapa macam sayuran ke piring makannya Hendri.
Sudah 3 hari yang lalu,Grandma sudah mengatakan kalau dia akan menjodohkan dirinya sama Daddynya Hery tanpa sepengetahuan Daddynya Hery.Bahkan Grandma menyuruhnya untuk memanggil nama Daddynya Hery saja biar bisa cepat menjadi lebih akrab.
__ADS_1
Tentu saja hal tersebut,tidak akan ia tolak,karena dirinya memang sedang kesepian saat ini karena sudah menjanda selama 10 tahun,terlebih lagi kedua putri kembarnya itu selalu tidak ada waktu buat dirinya,dan hanya sibuk sama kegiatan kuliah mereka masing-masing.
Bukan dirinya tidak mau mencari atau pemilih,hanya saja hatinya sama sekali belum tergerak untuk menerima pria-pria yang sebelumnya pernah mencoba untuk mendekatinya tapi langsung ia tolak tanpa basa basi.
Tapi pria kali ini agak berbeda menurutnya,ntah kenapa hatinya refleks terbuka sendiri dan ia menerima begitu saja, tawaran perjodohan dari wanita tua yang baru saja ia kenal dan ia panggil dengan sebutan Mom itu.
Menurutnya keluarga dan Grandma dari suami keponakannya sangat baik,pria yang akan ia nikahi ini juga berbeda,tidak banyak menggumbar kata-kata gombalan ataupun godaan, seperti pria-pria sebelumnya yang sedang mendekatinya itu.
Apa lagi,ketika ia melihat wajah memelas dan mendengar bujukannya Grandma hari itu,hingga mampu membuat dirinya langsung menjadi tidak tega untuk menolak permintaannya Grandma tersebut.
'Dasar wanita ini,mentang-mentang ada Mom yang jadi pawangnya,ia malah melonjak lebih tinggi.Pakai panggil namaku lagi,seperti sudah akrab saja' batin Daddynya Hery dengan wajah kesalnya,sambil memakan apa saja yang di berikan oleh Angel karena malas ingin banyak bicara.
Sudah 3 hari ini,wanita yang bernama Angel dan awalnya tidak begitu berani melakukan apa-apa.
Tapi karena sudah 3 hari 3 malam yang lalu,Grandma terus mengajak Angel mengobrol,tiba-tiba saja angel menjadi berani seperti ini,mengambilkan makan,minum dan juga lauk untuknya tanpa meminta izin darinya.
Ntah apa yang telah di katakan oleh Mommynya pada Angel,hingga mampu membuat Angel menjadi berani seperti itu.
Bahkan Angel selalu mintak ikut ke kantor hingga membuat semua orang yang ada di Perusahaan menjadi heboh,maka dari itu tadi ia ingin cepat-cepat pergi dari Mansion dan ke kantor sendiri,supaya tidak di ikuti oleh Angel lagi.Tapi ternyata usahanya sia-sia,karena di gagalkan oleh Mommynya sendiri.
"Apa kamu tidak takut,kalau suamimu datang ke sini dan menuduhmu sedang selingkuh? Dan sudah di pastikan, aku akan menjadi tersangka utamanya nanti" tanya Hendri dengan nada kesalnya sambil mengelap kedua sudut bibirnya dengan tisu,setelah ia sudah selesai makan.
"Suamiku? Tersangka utama?" tanya Angel dengan wajah bingungnya,sambil mengambil tisu untuk mengelap sisa makanan di kedua sudut mulutnya karena ia juga sudah sudah selesai makan,bagitu juga dengan Grandma dan Grandpa.Ia juga sambil terus menatap ke arah wajahnya Hendri yang sama sekali tidak menatapnya.
Begitu juga dengan Grandpa dan Grandma yang terus tersenyum lucu,karena mereka melihat putra mereka yang biasanya cerdik itu dan jarang bicara itu,tiba-tiba saja sekali berbicara,malah sok tahu.Itulah akibat dari tidak mau bertanya,dan suka beransumsi sendiri saja.
"Iya,suamimu...Memangnya suami siapa lagi,kamu ini ada-ada saja.Memangnya masih ada wanita lain yang selama 3 hari ini sedang mengikutiku kemana-mana selain dirimu? Akan bagaimana tanggapan suamimu nanti,kalau dia melihat kebersamaan kita ini?" tanya Hendri dengan nada menyindir dan wajah kesalnya,sambil menatap layar HPnya yang isinya itu-itu saja dan terus ia geser ke kiri dan ke kanan.Karena ia malas mau menatap wajah tidak tahu malunya Angel dan kedua orang tuanya yang menurutnya sedang bersengkokol dengan Angel.
"Siapa yang bilang kalau aku memiliki suami?" tanya Angel dengan nada kesalnya,karena ia mendengar nada sindirnya Hendri barusan,terdengar seperti dirinya yang sedang selingkuh dan tidak tahu malu.
"Apa kamu sudah tidak waras? Kalau kamu tidak memiliki suami,jadi dari mana datangnya kedua putri kembarmu itu? tanya Hendri dengan nada yang semakin kesal,sambil mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah kesalnya Angel.
"Kamu itu tidak tahu apa-apa tentangku,tapi kamu malah sok tahu dan berbicara seperti sudah mengenalku dengan baik saja.Suamiku sudah meninggal dari 10 tahun yang lalu,apa kamu sudah mengerti sekarang? Atau kamu masih ada pertanyaan yang lain lagi sekarang?" tanya Angel dengan nada kesal yang bercampur sedikit emosi,sambil meminum air putih miliknya dengan sekali tegukan.
'Dari awal ketemu,dan juga sudah selama seminggu ini,sama sekali aku belum pernah mendengar suara emasnya itu.Tapi saat aku baru pertama kalinya mendengar dia berbicara,aku baru tahu,kalau ternyata pria ini menyebalkan' lanjut Angel lagi dengan membatin di dalam hatinya sambil menatap kesal ke arah wajah kagetnya Hendri.
"Apa yang kamu katakan tadi? Apa yang kamu katakan barusan itu,serius?" tanya Hendri dengan nada pelannya dan wajah tidak percayanya,sambil terus menatap wajah kesalnya Angel.
"Mom,Dad,kalian lihat putra kalian yang menyebalkan ini" ucap Angel dengan nada manjanya,tapi wajahnya masih saja kesal karena ia melihat wajah tidak percayanya Hendri.
__ADS_1
"Apa kamu ini,tidak bisa bertanya terlebih dahulu,sebelum berbicara?" tanya Grandpa dengan nada tegasnya,sambil menatap malas ke arah putranya yang masih kaget dan juga bingung.
"Angel sudah menjadi janda,dari 10 tahun yang lalu.Makanya mulutmu itu untuk berbicara dan bertanya kalau ada yang tidak mengerti,bukan asal bicara saja tanpa mencari tahu terlebih dahulu" timpal Grandma dengan nada geramnya dan wajah kesalnya,sambil memijit pangkal hidungnya dengan pelan.
Mereka berdua baru tahu,kalau putra mereka masih memiliki sisi tidak bagusnya juga.Padahal ketika menikah dulu,putra mereka selalu terlihat bijaksana,tapi kali ini ntah apa yang telah terjadi sama putra mereka.
Sedangkan Grandpa,ia hanya mampu menghela napas dengan pelan,sambil mengingat kembali ketika ia melihat putra mereka yang selalu melamun galau di taman belakang pada jam 11 malam selama seminggu ini.Padahal itu tidak pernah di lakukan oleh putra mereka selama ini,ternyata Angel penyebabnya.
'Tidak menyelidik terlebih dahulu dan hanya pandai melamun saja,tapi berbicara sesukanya saja' batin Grandpa dengan wajah datarnya,tapi kepalanya menjadi sedikit pusing karena ulah putra mereka ini.
"Kenapa kalian tidak bilang dari awal? Mana aku tahu kalau dia ternyata adalah seorang janda" ucap Hendri dengan wajah datarnya kembali,sambil berusaha menyembunyikan rasa malunya dan mengabaikan sindiran dari Mommynya barusan.
"Karena kamu tidak pernah bertanya" jawab Grandma dengan nada kesalnya.
"Sudahlah Mom,karena usahaku selama 3 hari ini sia-sia saja.Putra kalian juga,sepertinya tidak menyukai keberadaanku di sini.Jadi kita batalkan saja niat baik Mommy yang kemaren itu.Dan aku sangat berterima kasih karena kalian berdua sudah begitu baik samaku.Jika punya kesempatan,aku pasti akan membalas kebaikan kalian selama aku berada di sini.Aku akan pulang ke Paris saja,sore ini" timpal Angel dengan wajah seriusnya,sambil berdiri dari duduknya dan sedikit menundukkan kepalanya untuk beberapa kali ke arah Grandma dan juga Grandpa.
Sedangkan Hendri,ia yang mendengar kalimat panjang lebarnya Angel barusan,langsung menjadi bingung dan juga khawatir karena takut kalau Angel benar-benar akan pulang ke tempatnya lagi.
Iapun segera meminum air putihnya yang belum sempat ia minum tadi,untuk mengurangi rasa khawatirnya sambil terus memasang pendengarannya.
"Nak,jangan begitu.Tentang perjodohan itu,kita bisa bicarakan nanti saja,kamu jangan pulang dulu.Atau kalau pria tidak tahu diri ini tidak mau menikahimu,Mommy akan mencarikan pria yang lain yang lebih baik dari putra kami ini.Bagaimana?" tanya Grandma dengan wajah yang tersenyum memelas ke arah Angel dan nada kesal yang di tujukan untuk Hendri,sambil berdiri dari duduknya.Sedangkan Grandpa,ia hanya tetap duduk dengan wajah datarnya saja,sambil terus memerhatikan setiap perubahan ekspresi wajah putra mereka.
"Byuurrr" terdengar semburan air minum dari dalam mulutnya Hendri,saat Grandma baru saja selesai bicara.
"Uhuk uhuk" berlanjut dengan suara terbatuk-batuknya Hendri.Dan yang lebih menyedihkan lagi,tidak ada yang mau bantu menepuk-nepuk punggungnya Hendri ataupun memberinya minuman lagi,karena mereka ber 3 masih merasa kesal.
"Apa maksud kalian sebenarnya? Perjodohan apa" tanya Hendri dengan wajah bingungnya sambil berdiri dari duduknya, karena ingin memastikan lagi kalau apa yang sudah ia dengar tadi tidak salah.
"Mommy ingin menjodohkan kamu sama Angel,semua orang sudah setuju.Sekarang kamu malah mengacaukan perjodohan yang sudah susah payah Mommy lakukan untukmu" jawab Grandma dengan wajah kesalnya,sambil bersedekap dada.Padahal 3 hari yang lalu ia sudah susah payah membujuk Angel untuk mencoba mengabulkan niat gilanya itu.
Sedangkan Grandpa,hanya mampu menahan senyum di balik wajah datarnya saat ia melihat ekspresi putra mereka yang terus berubah-ubah dari tadi.Lalu iapun segera berdiri dari duduknya,mendekat ke arah istrinya dan mengelus-elus punggung istrinya untuk mengurangkan rasa kesal istrinya.
"Tapi Mommy belum bertanya sama aku.Dan apa tadi,perjodohan? Apa Mommy pikir,kami ini masih anak-anak,atau Mommy pikir,sekarang ini masih zaman apa?" tanya Hendri dengan nada kesalnya,Mommynya ini ada-ada saja.
Dan apa kata Mommynya tadi,semua orang sudah tahu,itu berarti semua orang sudah tahu tentang perjodohan ini.Mau letak di mana wajahnya nanti,kalau bertemu sama mereka semua.Padahal kalau Mommynya memang benar-benar ingin menikahkan dirinya sama Angel,tidak perlu pakai perjodohan seperti ini,Mommynya kan bisa langsung bicara dengannya,jadi ia tidak perlu menjadi kebingungan seperti ini.
"Memangnya kamu akan setuju,kalau aku bertanya?" tanya Grandma dengan wajah yang semakin kesal,sambil menatap kesal ke arah putra satu-satunya itu.
"Tentu sa......" belum sempat Hendri menyelesaikan kalimatnya,Angel sudah lebih dulu menyelanya dengan cepat.
__ADS_1
"Sudah Mom,tidak apa-apa.Kalian jangan berdebat lagi,hanya karena aku,aku tidak masalah kalau tidak jadi menikah.Lagi pula,masih banyak pria lain yang masih menginginkan diriku yang tidak sempurna ini,dari pada pria tidak tahu diri ini.Aku akan pulang saja,Mom.Sekali lagi,terima kasih Mom,Dad, karena sudah mau memberiku tinggal di sini selama beberapa hari ini.Aku akan mengambil koperku terlebih dahulu" sela Angel,dengan nada sopannya dan wajah kesalnya,sambil menunduk hormat pada kedua orang tua tersebut dan ia juga menatap kesal sekilas ke arah Hendri.Lalu ia segera berbalik badan,bermaksud ingin berjalan ke atas untuk mengambil kopernya.
"Tunggu,siapa yang mengizinkanmu pulang?" tanya Hendri dengan wajah datarnya kembali,sambil menatap punggungnya Angel.lagi.