
Jam sudah menunjuk kan pukul 4 sore,Ashley dan Daniel sedang dalam perjalanan pulang ke Mansion,tapi tiba-tiba saja Ashley mengajak kakak nya mampir ke sebuah Cafe mahal yg kebetulan di lewati oleh mereka saat di perjalanan.
Kata nya ia ingin mencari minuman yg bisa mendingin kan tenggorokan nya yg sedang kering saat ini,ntah kenapa hati nya mengata kan kalau ia harus mampir padahal ia sama sekali tidak lapar,hanya sedikit haus saja.
Daniel yg tidak mau berdebat dengan adik nya itu pun,segera menuruti keinginan adik nya itu dan segera memasuki Cafe tersebut dengan perlahan.
Mereka ber dua sekarang sudah duduk dengan santai sambil meminum jus kesukaan mereka masing-masing di dalam Cafe.
"Kakak..." panggil Ashley dengan pelan kepada Daniel yg sibuk dengan HP nya,mungkin sedang berbalas chat dengan seseorang.
"Hm" jwb Daniel dengan singkat karena sedang asyik nya ia dengan HP nya sendiri.
"Kakak" panggil Ashley lagi dengan wajah yg sedang mengeram kesal karena Daniel menjawab tanpa menatap nya,tapi masih dengan nada pelan.
"Ada apa sih?" tanya Daniel dengan nada kesal nya karena Ashley memanggil nya di sertai dengan memukul pelan lengan nya,walau pun pelan.Tapi tetap saja,hampir membuat HP nya meloncat dari pegangan tangan nya.
Daniel segera mendongak kan kepala nya untuk menatap wajah adik nya yg telah menganggu waktu nya barusan dengan wajah kesal nya,tapi wajah kesal nya angsur-angsur berubah menjadi heran karena sang adik memanggil nya tanpa menoleh ke arah nya,malahan menatap ke arah lain dengan wajah yg sudah kesal dan seperti nya hampir meledak.
"Apa yg kau lihat hm?" tanya Daniel penasaran,ia pun bertanya sambil mengikuti arah pandang nya Ashley dan wajah nya langsung saja kaget,beberapa saat kemudian wajah nya kembali santai.
"Lihat saja dia kak,baru saja nikah 2 minggu sudah main selingkuh saja" ucap Ashley dengan wajah yg berapi-api sambil terus menatap seorg pria yg ternyata Suami nya sendiri sedang duduk bersama 2 wanita beda usia di meja yg tidak jauh dari nya.
"Mungkin saja mereka adalah saudara nya atau klien nya" ucap Daniel yg sedang berusaha menenang kan adik nya,ingin sekali ia menggoda adik nya tapi saat ini bukan waktu yg tepat untuk menggoda adik nya.
"Apa nya yg saudara,kakak lihat saja cara wanita itu menatap suami ku dan wanita itu juga terlihat sangat genit,suami ku itu juga seperti nya sangat menyukai nya" ucap Ashley,wajah nya masih saja berapi-api dan tatapan mata nya tidak beralih dari meja tempat nya Hery duduk.
"Jangan terlalu cepat menilai,belum tentu juga seperti yg kau pikir kan" ucap Daniel yg masih mencoba menenang kan adik nya itu,ia sampai harus menahan tawa karena melihat adik nya yg sedang cemburu,terlihat sangat lucu di mata nya.
__ADS_1
'Menyukai bagaimana,lihat saja wajah suami mu itu ,hanya datar dan dingin saja tanpa senyuman sama sekali.Terlihat sekali suami mu tidak menyukai berada di sana tapi kau malah menyebut nya, kalau dia menyukai nya' pikir Daniel yg tidak habis pikir dengan cara pikir adik nya karena rasa cemburu nya,adik nya jadi tidak bisa menilai eskpresi wajah suami nya dengan benar.
"Kakak lihat saja,wanita genit itu,seperti mau menerkam suami ku saja,rasa nya aku sangat ingin menjambak nya saat ini juga"ucap Ashley dengan mengebu-ngebu.
"Awas,kau jangan sembarangan,jangan pernah mencoba nya,kau bisa mempermalu kan kakak nanti" ucap Daniel dengan nada tegas nya,lalu ia memijit pangkal hidung nya sambil menyandar kan tubuh nya ke belakang,sifat bar-bar adik nya yg jarang keluar,sekarang sudah kembali lagi,hingga membuat ia menjadi pusing saja.
Ashley hanya mendengus kesal saat mendengar peringatan dari kakak nya tanpa menoleh ke arah kakak nya.
Lalu Daniel menatap Ashley dan meja adik ipar nya secara bergantian...
'Apa kah ini yg di khawatir kan oleh Hery hingga mengharus kan ia yg menjaga adik nya ini' pikir Daniel sambil memperhati kan wajah Ashley yg semakin membara.
Daniel sudah mengetahui tentang masalah yg sedang di hadapi oleh Hery saat ini, dari Ayah dan Ibu yg telah memberitahu nya sejak kemaren.Seperti nya ia harus segera membawa adik nya pergi dari sini,jika tidak, pasti akan terjadi bencana sebentar lagi.
Benar saja dugaan nya Daniel,baru saja ia selesai mengeluar kan 1 lembar uang untuk membayar kan minuman yg hanya 2 gelas saja itu dan meletak kan nya ke atas meja.Ashley sudah berdiri dari duduk nya,bersiap-siap ingin pergi menerkam wanita yg sedang bersama Hery saat ini,hingga membuat Daniel harus bergerak dengan cepat.
Ashley yg memang tidak tahu apa-apa,ia pun segera ingin berjalan ke arah meja nya Hery.Tapi baru saja ia ingin melangkah,tangan nya sudah di cekal duluan oleh sang kakak.
"Jangan membuat yg aneh-aneh,ayo kita pulang " ucap Daniel dengan nada kesal nya sambil menarik tangan nya Ashley untuk keluar dari Cafe tersebut,hampir saja ia terlambat untuk menarik tangan adik nya yg sudah berubah jadi bar-bar itu.
"Kakak,kenapa kau menghalangi ku?" tanya Ashley sambil mengikuti langkah kaki kakak nya dengan terpaksa,saat kakak nya menarik nya keluar dari Cafe,sedang kan Daniel terus berjalan agar segera sampai di mobil mereka tadi tanpa menjawab pertanyaan adik nya.
"Biar kan aku membasmi pelakor itu dulu kak" gerutu Ashley sepanjang jalan Daniel menarik nya,ia sudah geram saat wanita itu terus berusaha ingin menyentuh Hery,untung saja Hery selalu menolak nya dengan tegas.Jika tidak,ntah apa yg akan ia laku kan sama Hery nanti.
Setelah sampai di mobil,Daniel segera mendorong tubuh Ashley ke dalam mobil dengan paksa karena Ashley terus memberontak.
"Biar kan suami mu yg mengurusi nya,kau hanya perlu diam saja dan pulang" ucap Daniel dengan nada tegas,tinggi dan juga dengan wajah yg serius hingga mampu membuat nyali nya Ashley langsung menghilang,ia langsung menuruti kata kakak nya barusan.
__ADS_1
"Bagus,duduk dengan baik" ucap Daniel sambil memasang kan sealbelt milik nya Ashley.Nada bicara nya masih saja sama,hanya itu satu-satu nya cara nya agar Ashley menuruti nya.
Kemudian Daniel segera melaju kan mobil mereka menuju Mansion,lalu ia menghela nafas dengan pelan saat melirik sekilas ke arah Ashley yg duduk di samping nya dengan wajah cemberut nya.
Daniel terus menghela nafas dengan pelan beberapa kali,ia juga merasa khawatir dengan keselamatan adik nya saat mendengar cerita dari Ayah dan Ibu kemaren.
Lalu ia kembali fokus ke depan setelah selesai membelai kepala adik nya sebentar,yg hanya di tanggapi wajah kesal oleh adik nya.
Sedang kan di dalam Cafe,di meja nya Hery.
Hery menghembus nafas lega saat melihat Daniel membawa Ashley keluar dari dalam Cafe,ia dari tadi sudah menyadari jika istri nya ada di sini juga,tapi ia harus menyelesai kan masalah nya terlebih dahulu,maka dari itu ia tidak bisa menyapa istri nya.
Ia jadi bergidik ngeri saat melihat tatapan tajam dari istri nya tadi,setelah pulang dari sini,mungkin ia harus memikir kan cara untuk membujuk istri nya nanti.
"Aku sudah bilang jangan mendekat,jika tidak ingin tangan kau itu menghilang saat ini juga" bentak Hery dengan nada tinggi,saat lagi-lagi wanita yg bernama Clara itu ingin menyentuh nya lagi.
Padahal ia sudah sangat sabar dari tadi,menegur dengan tegas tapi tidak terlalu tinggi,tapi wanita itu seperti tidak punya malu dan terus mencoba.
"Hery,jangan membentak nya.Clara akan menjadi menantu ku nanti,jadi kau harus bisa lebih menghargai nya" ucap wanita paruh baya tersebut,saat melihat calon menantu nya meringsut menjauh dengan wajah takut nya.
"Cih,menantu?... Jangan pernah bermimpi" ucap Hery dengan wajah tegas,kesal,emosi yg telah bercampur menjadi satu karena sudah muak dengan kelaku wanita paruh baya yg tidak tahu diri itu.
"Aku sudah menikah,jadi kau tidak perlu repot-repot mencari kan ku istri" lanjut Hery lagi,lalu ia segera berdiri dari duduk nya,berniat ingin pergi dari sana.
Hery dari tadi sudah menjelas kan nya berkali-kali tapi wanita paruh baya itu terus kekeh dengan keinginan nya,malahan dia menyuruh Hery agar mencerai kan istri nya dan menikah dengan Clara,hingga membuat ia semakin muak saja.
"Aku adalah Mommy mu nak,aku tidak merestui pernikahan mu,kau harus segera mencerai kan istri rendahan mu itu" ucap Wanita paruh baya itu dengan wajah emosi nya,yg ternyata adalah Ibu kandung nya Hery.
__ADS_1
"Cih,Mommy? Ingat,kau itu hanya mantan istri Daddy ku" ucap Hery sambil membalik kan badan nya kembali ke arah wanita paruh baya itu,ia tidak mau bicara terlalu kasar tapi ia berharap perkataan nya bisa menyadar kan wanita paruh baya itu akan status nya bagi diri nya saat ini.