Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
76. Berkerja dari Mansion


__ADS_3

"Aku? tentu saja ingin mandi Honey" jwb Hery dengan tersenyum lebar saat melihat wajah gugup nya Ashley,ia segera merapat kan tubuh mereka ber dua jadi lah Hery saat ini berada di belakang Ashley dengan ke dua tangan mendekap tubuh nya dan dagu yg berada di pundak nya Ashley.


"Ho Honey, i itu ku masih sakit "ucap Ashley yg mulai panas dingin karena hembusan nafas nya Hery mengenai kulit leher nya.


Ia berbicara dengan nada gugup bercampur malu dan juga wajah yg memelas agar Hery mau melepas kan nya untuk saat ini,bwh nya benar-benar masih sangat nyeri dan lelah di badan nya juga belum menghilang sepenuh nya.


Bayang kan saja jika Hery kembali menggempur nya,ntah apa yg akan terjadi dengan tubuh nya nanti.


Ia tidak mampu membayang kan nya lagi,sekarang saja ia tidak mampu berjalan,bagaimana kalau nanti.


Hery yg melihat wajah memelas istri nya,ia pun tersenyum.Ia juga tidak tega,apa lagi tadi ia melihat wajah Ashley yg sedang kesakitan,barusan itu ia hanya menggoda istri nya saja,ternyata Ashley menganggap nya dengan serius.


Setelah selesai mandi,Ashley tersenyum lega saat Hery mengendong nya lalj meletak kan nya ke atas kasur kembali.


Ternyata Hery menuruti kata-kata nya,mereka hanya mandi saja tadi tanpa melaku kan yg aneh-aneh.


Ashley lagi-lagi tersenyum tapi kali ini ia tersenyum bahagia saat melihat Hery yg sedang mengering kan rambut basah nya dengan tubuh yg hanya berlapis handuk pendek saja,itu pun hanya sebatas menutup sebatas pinggang nya saja.


Ashley reflek langsung membayang kan benda yg ada di balik handuk itu,ingin rasa nya ia menggoda suami nya tapi saat ini ia tidak ingin mengambil resiko jika tidak ingin diri nya harus jadi korban KDRT(Ken*km*t*n dalam rumah tangga) lagi.


Berkat KDRT dari suami nya itu,Ashley harus mendapat kan banyak lebam-lebam merah yg perlahan-lahan menjadi biru kehitaman di seluruh badan nya dan juga nyeri di ************ nya,ntah ia harus bersedih atau senang,ia pun jadi bingung untuk membeda kan perasaan nya sekarang.


Wajah nya langsung saja bersemu merah,saat ini ia merutuki diri nya sendiri karena telah memikir kan yg aneh-aneh terhadap benda yg ada di balik handuk itu.


"Apa yg sedang kamu pikir kan hm?" tanya Hery sambil tersenyum setelah selesai mengering kan rambut nya Ashley,saat melihat wajah Ashley yg sedang bersemu merah.

__ADS_1


Ia tadi terlalu asyik mengering kan rambut nya Ashley hingga baru menyadari perubahan di wajah istri nya,membuat nya terheran-heran.


Tapi setelah ia menelisik secara bergantian, badan Ashley yg sudah tertutup jubah mandi dan diri nya yg hanya berlapis handuk pendek saja,akhir nya ia jadi mengerti penyebab semu merah di wajah istri nya itu.


"Sudah sudah,cepat berpakaian" Ucap Ashley dengan cepat saat melihat senyum Hery yg terlihat seperti bencan untuk nya,ia segera mendorong Hery ke ruang ganti dengan sisa tenaga nya hingga membuat Hery tertawa kecil.


"Baik lah,aku akan pergi memakai pakaian sebentar,sekarang aku akan memberi mu istirahat tapi tidak tahu jika nanti-nanti"ucap Hery dengan wajah yg tersenyum lebar,ia mengecup sekilas bibir nya Ashley sebelum ia segera berbalik dan berjalan ke arah ruang ganti dengan terus tertawa kecil saat menyadari Ashley sedang mendengus kesal ke arah nya.


Terdengar ketukan pintu dari luar pintu kamar mereka,Ashley tetap berbaring di atas kasur dengan berbalut selimut yg hanya sampai di dada nya,sedang kan Hery segera melangkah kan kaki nya untuk membuka pintu.


Terlihat seorang pelayan sedang berdiri dengan troli makanan di depan pintu kamar mereka,pelayan tersebut segera membawa apa yg Tuan muda nya mintak, sebelum 15 menit yg lalu.Maka dari itu,di sini lah pelayan itu berada.


Hery segera mengambil alih troli makanan tersebut dan membawa nya masuk ke dalam kamar, setelah ia menyuruh pelayan itu pergi dan memberi pesan agar menyuruh yg lain nya tidak usah menunggu nya makan siang lagi,lalu kembali menutup pintu kamar nya.


Kemudian sambil tersenyum ia segera mendorong troli makanan tersebut ke arah Ashley yg mulai bangkit duduk di sandaran kasur.


"Tidak per..... Hmm baik lah" ucap Ashley pasrah,ia ingin menolak tapi saat ia mendapat kan tatapan tajam dari Hery,mau tidak mau ia pun harus menerima penawaran suami nya,ya sudah lah,lagi pula ia tidak rugi juga kan,badan nya juga masih lelah.


Setelah adegan saling nyuap-menyuap selesai,Hery segera menyuruh Ashley untuk istirahat agar malam nanti bisa mempunyai kesempatan untuk menggempur nya lagi tanpa Ashley tahu niat sebenar nya suami mesum nya itu.


Hery pun segera keluar dari sana untuk menuju ruang kerja nya,masih ada banyak sisa perkerjaan yg belum ia selesai kan karena sibuk mengurus pernikahan nya semalam.


Ashley pun dengan menurut karena ia memang butuh istirahat saat ini,tapi wajah jadi sedikit kesal setelah selesai makan tadi.


Bagaimana tidak,awal nya Hery tampak menyuap nya dengan kasih sayang dan tulus tapi ternyata selesai selesai menyuapin nya,Hery malah menyuruh nya untuk membalas perbuatan baik nya dengan menyuapin nya kembali,bahkan Hery terus menggoda nya saat ia sedang menyuapin nya.

__ADS_1


Ashley yg sudah tidak bisa menahan kantuk nya lagi,ia segera terlelap saat Hery meninggal kan nya beberapa menit yg lalu.


Di Ruang kerja Daddy.


Di dalam ruang kerja Daddy sudah ada Ars yg menunggu Tuan nya,tidak berapa lama masuk lah Hery,Hery sudah menduga kalau Ars akan ada di dalam jadi ia tidak begitu terkejut saat melihat Ars yg langsung berdiri di samping meja kerja Daddy.


"Ap ada sesuatu?" tanya Hery singkat setelah ia sudah duduk di kursi besar nya Daddy.


"Tadi Tuan Jonathan ingin bertemu dengan anda Tuan" jwb Ars dengan wajah datar nya.


" Apa anak itu tidak punya malu atau sebagai nya,menganggu hari-hari pengantin ku saja" Hery menggerutu kesal saat mendengar perkataan ny Ars,ia sudah berencana berlibur untuk seminggu ke depan karena ia ingin menghabis kan waktu nya bersama istri tercinta nya itu.


jika sudah masuk kerja,waktu nya mungkin tidak akan sebanyak sekarang,bahkan ia sudah mengurus liburan sekolah nya Ashley dari kemaren.Sekarang malah sahabat nya yg ingin menganggu.


"Bilang sama dia saat ini aku tidak bisa di ganggu,suruh dia untuk menunggu sampai minggu depan" ucap Hery dengan nada tegas dan wajah yg sedikit kesal,ia berbicara tanpa mengalih kan tatapan nya dari berkas-berkas di meja,yg di bawa oleh Ars dari kantor tadi.


"Oh ****..." terdengar makian pria yg ada di seberang telepon genggam nya Ars,yg Ars letak kan di saku kemeja nya.


Ars tersenyum puas saat tebakan nya benar tentang nasib sahabat mereka itu,ia sudah menekan tombol Ok saat Hery sudah duduk di kursi kebesaran itu tadi,setelah memencet Ok,ia segera meletak kan HP nya di saku kemeja nya.


Pria yg di seberang segera memati kan ponsel nya setelah mengucap kan beberapa makian.


Mungkin saja pria itu akan menggerutu kesal sepanjang hari setelah ia memati kan ponsel nya tadi.


"Baik Tuan"jwb Ars dengan wajah tenang nya,padahal ia sudah tidak perlu melaku kan perintah Tuan nya lagi,karena secara tidak langsung sudah terlaksana dengan lancar dari tadi.

__ADS_1


Lalu mereka ber dua pun segera mengerja kan perkerjaan yg tersisa,agar cepat selesai.


__ADS_2