
###
Di cafe Desi.
Ars yg masih duduk menunggu Hery,masih saja tetap duduk dengan tenang.Setelah 40 menit kemudian,Ars segera berdiri saat melihat Tuan nya sudah keluar dari dalam dapur.
Ars segera meletak kan 2 lembar uang di atas meja makan mereka tadi,lalu berjalan mengikuti langkah Tuan nya setelah Tuan nya berjalan melewati nya dan berjalan menuju ke mobil.
" Ada sedikit noda merah di tepi bibir kau Tuan" tegur Hery.Seperti nya ia sudah bisa menduga apa yg terjadi di dalam dapur tadi.
Hery tdk menanggapi teguran dari Ars,ia hanya segera mengelap nya pelan dengan jari jempol nya sambil tersenyum.
" Seperti nya kau sangat menikmati nya,padahal kau tdk pernah ber pacaran" ucap Ars lagi dengan menyindir ,sambil tersenyum.
" Itu semua tdk perlu belajar,ia otomatis akan bisa sendiri" ucap Hery dengan nada sombong.
" Seperti nya kau juga harus mencoba nya,segera lah jadi kan dia menjadi milik mu"lanjut Hery lagi dengan serius.
" Doa kan saja" ucap Ars.Masih dengan tersenyum,ia tdk mau memaksa wanita itu,jika memang wanita itu tdk mencintai nya.
' Sebuah hubungan harus di landasi dengan cinta,jika tdk,pasti akan menyiksa kan,walau pun ia mencintai wanita itu.Sedang kan Tuan nya,mereka ber dua memang sudah saling mencintai,hanya belum saling mengungkapi nya saja' pikir Ars.
"Pasti" jwb Hery bersungguh sungguh.
" Oh iya.nanti sore kau harus beli kan HP keluaran baru dan masuk kan kontak nama ku di dalam sana,lalu segera kirim kan ke Ashley" lanjut Hery lagi .Mereka ber dua ber bicara sambil berjalan.
"Ingat,hanya nama kontak aku saja" lanjut Hery lagi dengan nada memperingati.
" Baik Tuan " jwb Ars dengan nada malas.
Kemudian mereka ber dua pun segera masuk ke dalam mobil setelah mereka sampai di samping mobil.
__ADS_1
Lalu mobil mereka pun meluncur pergi dari sana,untuk menuju ke kantor kembali.
Sementara di dalam dapur.
" Kenapa kau melihat ku seperti itu " tanya Ashley dengan wajah malu nya saat melihat Desi tersenyum jahil ke arah nya.wajah terkejut nya Desi sudah hilang ntah ke mana.
" Kemaren siapa yg bilang,kalau ia gak mau mengejar pria pujaan nya" ucap Desi dengan nada mengejek sambil duduk dan menopang dagu nya,menghadap ke arah Ashley.
" Sekarang malah pacaran diam diam tanpa memberitahu kami,kau tega sekali ley.." lanjut Desi lagi dengan nada pura pura kesal.
" Siapa yg bilang kami pacaran,kau ini sembarangan saja.Kami tdk pernah pacaran Des,pria itu saja yg aneh"ucap Ashley dengan memberengut kesal saat mengingat kejadian tadi.
" Benar kah? Jadi kenapa tadi kalian ber dua begini?" tanya Desi dengan menyatu kan ke dua jari telunjuk nya ke depan wajah nya Ashley,sambil menaik turun kan ke dua alis nya.
" I itu,pria itu yg pakai nyosor saja,aku juga gak tahu kenapa ia bisa menjadi tdk tahu malu begitu" ucap Ashley dengan wajah malu dan kesal nya.
" Ingin sekali aku menendang bokong nya,tiba tiba saja masuk ke sini dan tiba tiba juga pakai cium saja" lanjut Ashley lagi dengan mengomel kesal.
" Ti tidak,mana ada" sangkal Ashley dengan gugup sambil menggaruk garuk belakang leher nya yg tdk gatal.
" Hahahaha,ternyata kalian ber dua sangat manis.Tapi di pikir pikir,kalau aku melihat mata nya tadi.Seperti nya pria itu menyukai kau ley,kalau benar begitu,bagus lah.Jadi kami tdk perlu lagi, mencemas kan diri mu tdk ada yg menjaga" ucap Desi panjang lebar,sambil tertawa keras saat melihat wajah gugup dan malu nya Ashley.Tapi tersenyum bahagia saat mengucap kan kalimat terakhir nya
" Lagi pula,aku bisa menilai jika pria itu sanggup melindungi mu" lanjut Desi lg,sambil berpikir.
Ashley memutar bola mata nya dengan malas,saat mendengar ocehan Desi yg panjang lebar itu.
"Ntah lah,aku juga tdk mengerti dengan pria itu" ucap Ashley dengan wajah bingung nya.
" Ah kan pria itu sudah ada kekasih Des,kau ini ada ada saja.Aku tdk mau berpacaran sama pria playboy"lanjut Ashley lagi dengan wajah kesal nya,lagi lagi ia mengingat wanita kemaren itu.
" Kan belum tentu juga ,wanita itu adalah kekasih nya ley.Bisa jadi hanya teman atau saudara gitu" ucap Desi berusaha menyemangati Ashley.
__ADS_1
" Ah,sudah la.Tdk usah membicara kan pria itu lagi,membuat aku tambah pusing saja" ucap Ashley dengan memberengut kesal lagi.
" Iya iya,sudah lah.Tapi aku dan Agatha tetap mendukung kau bersama pria itu ley" ucap Desi sambil tersenyum senang.
" Tampan nya ley,apa lagi kharisma nya,,, dan juga pesona nya sangat menggoda sekali ley" lanjut Desi lagi dengan tersenyum lebar sambil membayang kan wajah nya Hery.
" Ah kau ini,menyebal kan sekali.Ayo kerja lagi,kau ini suka sekali mengkhayal"ucap Ashley sambil berjalan keluar dari dalam dapur dan melewati Desi sambil menyentik kan jari nya ke kening nya Desi.
Supaya Desi bangun dari khayalan nya.Benar saja,Desi lgsng terpekik sebentar karena kena jentikan jari Ashley yg tdk kuat tp juga tdk terlalu pelan.
Akhir nya mau tak mau Desi mengikuti langkah Ashley dengan menggerutu kesal,padahal ia masih ingin membayang kan wajah nya Hery.
Kemudian mereka berdua pun melanjut kan perkerjaan mereka kembali.
Di rumah kost Ashley.
Dari td Ashley sudah pulang dari kerja nya,ia baru saja selesai makan malam,lalu ia melanjut kan kembali tugas sekolah nya yg belum selesai.
Ashley baru saja menyelesai kan tugas tugas sekolah nya ,setelah jam menunjuk kan pukul 10.
Kemudian ia pun segera memberes kan buku buku dan alat sekolah lain nya,lalu segera ke kamar mandi untuk cuci muka,ia ingin segera pergi beristirahat karena sudah lelah dan mengantuk.
Setelah selesai,ia pun merebah kan tubuh nya ke atas kasur kecil nya.Ia sudah memejam kan mata nya tp ia membuka nya kembali.
" Kenapa wajah pria tdk tahu malu itu terus menganggu ku saja,mau berada di samping ku atau tdk,terus saja mampu menganggu ku.Menyebal kan sekali..." Ashley mengomel dengan sangat kesal.
Lalu ia kembali mencoba untuk memejam kan mata nya lagi,tapi hanya beberapa detik mata nya kembali terbuka,karena terganggu oleh suara telepon yg tergeletak di meja samping kasur nya.
Awal nya ia tdk mau mengangkat nya,tapi suara telepon itu terus saja berbunyi.Akhir nya mau tdk mau,dengan terpaksa ia bangun dan duduk di tepi kasur dengan wajah cemberut nya.
Lalu ia pun mengambil HP yg terus berbunyi tdk henti itu,ia pun lgsng menggeser warna merah ke hijau yg ada di layar HP itu dengan malas,tanpa memerhati kan telepon tersebut dalam bentuk panggilan suara atau panggilan video...
__ADS_1