
Sudah 2 minggu,setelah kejadian ledakan itu,keadaan kembali normal dan juga aman.Ashley,Hery dan yang lain nya pun kembali ke aktivitas mereka masing-masing.
Kembali nya Ashley pun membuat kedua orang tua nya dan sang kakak tidak bersedih lagi,mereka semua kembali merasa kan bahagia dan mengucap kan syukur berkali-kali.
Hery juga menunda resepsi ulang pernikahan mereka untuk sementara waktu karena merasa masih sedikit trauma akan ledakan kemaren.
Kemudian seminggu yang lalu Ashley dan Agatha sudah mulai sibuk manggang di Perusahaan milik nya Hery karena urusan kuliah mereka,beda lagi dengan Desi yang manggang di Perusahaan milik nya Jonathan yang baru tidak lama di buka itu karena urusan kuliah dan juga punya tujuan yang lain.
Sedang kan Willy,karena ancaman bagi putra Tuan nya sudah tidak ada.Ia pun segera pulang ke Paris setelah seminggu berada di sini,seperti nya ia memang tidak betah tinggal di sini.
Dan Daniel juga sudah pergi ke Paris seminggu yang lalu untuk mengurus Perusahaan nya kembali,setelah kemaren mintak maaf kepada adik ipar nya karena telah memberi bogeman mentah dan juga sekaligus mendapat kan tatapan kesal dari adik nya sendiri.
***
Di Perusahaan Kusuma.
Hery dan Ashley sedang duduk di dalam ruang kerja nya Hery saat ini,dengan Hery yang duduk di sofa dan sedang menyangga tubuh lemah nya Ashley karena sudah tidak bertenaga akibat muntah terus.
"Honey,ayo kita ke dokter saja ya?" tanya Hery sambil mengelus-elus punggung atas nya Ashley,ini sudah ke 2 kali nya Ashley muntah.
Pertama ketika sarapan,ke dua kali nya sekarang sedang makan siang.Hingga membuat Hery menjadi semakin khawatir.
"Tidak apa-apa,Honey.Mungkin cuma masuk angin saja" jawab Ashley dengan nada lemah nya karena sudah tidak bertenaga,apa lagi perut nya kosong sekarang akibat apa saja yang ia makan pasti langsung keluar semua.
"Tidak apa-apa bagaimana,Honey... Lihat saja wajah mu,pucat begitu" ucap Hery dengan nada kesal karena Ashley sudah menolak di bawa ke dokter untuk ke 5 kali nya.
"Jangan membantah lagi,jika tidak mau ke rumah sakit.Aku akan menelepon Ryan saja,jadi kamu hanya perlu menunggu dia datang saja" lanjut Hery lagi dengan nada tegas nya,sambil mengambil HP nya yang sedang tergeletak di atas meja.
"Tapi Honey,itu akan merepot kan ......" Ashley yang mencoba membantah,langsung menutup mulut nya kembali saat melihat tatapan tajam suami nya.
"Sekarang juga datang ke Perusahaan,hanya 20 menit" ucap Hery dengan nada tegas nya setelah Ryan mengangkat telepon dari nya dan sebelum Ryan sempat berkata sepatah kata pun.
Kemudian Hery langsung menutup telepon nya tanpa menunggu jawaban dari Ryan,ia juga tidak memperduli kan perkerjaan Ryan yang mungkin sedang penuh hari ini.
__ADS_1
Sementara di rumah sakit milik Kusuma.
"****,apa dia pikir aku ini robot yang bisa sampai secepat itu atau semacam malaikat yang bisa menghilang begitu saja" umpat Ryan sambil melirik jam yang ada di pergelangan tangan nya.
Padahal ia sedang sibuk memeriksa pasien saat ini,bahkan perawat dan pasien sedang menatap dirinya dengan wajah terkejut mereka karena melihat dirinya yang sedang mengumpat,apa lagi baru kali ini mereka melihat Dokter mereka yang biasa nya selalu ramah,saat ini malah mengumpat.
"Maaf maaf ya,ada keadaan darurat,saya harus pergi terlebih dahulu " ucap Ryan dengan cepat dan wajah yang sedang menahan kesal sambil berjalan ke arah luar ruangan tanpa menanggal kan jas Dokter nya lagi.
Ia juga tidak memperduli kan pasien-pasien yang sudah antri seperti kereta api di luar ruangan nya,untung saja hari ini jadwal operasi nya pagi tadi jadi sudah selesai ia kerja kan dari tadi.
Jika tidak,nyawa pasien tersebut pasti akan berada di ambang kematian.
"Dokter,ini bagaimana?" tanya perawat dengan wajah bingung nya,hingga mampu menghenti kan langkah nya Ryan di tengah pintu.
"Suruh Asisten ku saja yang mengurus nya" jawab Ryan sambil menoleh ke perawat tersebut sejenak,lalu ia segera berlari ke arah mobil milik nya berada.
Meninggal kan pasien dan perawat tersebut yang terheran-heran dan juga bingung,tapi lantaran tidak mau kena pecat,perawat tersebut pun segera mencari Asisten pria yang selalu membantu Ryan jika pasien nya sudah terlalu ramai.
Ryan segera masuk ke dalam mobil nya dan langsung melaju kan nya ke Perusahaan milik nya Hery.
Sesekali ia mendapat kan klakson dan umpatan dari orang-orang yang merasa terganggu dengan aksi menyetir mobil nya.
Kembali ke Perusahaan Kusuma.
"Apa sudah baikan hm?" tanya Hery dengan lembut sambil terus memijat kepala nya Ashley dari tadi.
Posisi mereka berdua sudah berubah saat ini,Ashley yang berbaring di atas sofa dengan kepala nya yang di letak kan di atas kedua paha nya Hery.
"Sudah mengurang sedikit,Honey" jawab Ashley dengan suara pelan nya karena masih merasa lemah dan sedikit pusing.
Ashley menatap wajah nya Hery dengan tersenyum bahagia karena mendapat kan suami yang perhatian seperti ini.
__ADS_1
"Bagus lah,mulai sekarang jangan terlalu banyak berkerja.Mungkin karena terlalu banyak berkerja,kamu jadi begini " ucap Hery dengan nada khawatir nya ,10 jari nya masih saja tetap memijat kepala istri nya.
"Iya,Honey" jawab Ashley dengan asal dan wajah kesal nya,ia membantah juga tidak ada guna nya,suami nya pasti akan memberi nya tatapan tajam lagi.
Padahal ia memang sama sekali tidak berkerja,mau di Mansion atau pun di Perusahaan,bahkan manggang di Perusahaan suami nya pun,1 minggu ini ia hanya disuruh menemani suami nya berkerja saja.
Hery terus memijat kepala nya Ashley dengan lembut tanpa memperduli kan wajah kesal nya Ashley.
Setelah menunggu 25 menit...
Terdengar suara pintu yang terbuka dengan sedikit keras,Hery dan Ashley pun langsung menoleh dan menatap pria tampan yang sedang berdiri di tengah pintu dengan tubuh yang berbalut Jas Dokter dan juga nafas yang ngos-ngosan.
"Kenapa kau lambat sekali?" tanya Hery tanpa merasa bersalah sedikit pun,sambil melirik jam yang ada di pergelangan tangan nya.
Sekarang sudah jam 1 siang lewat 20 menit sedang kan yang ia ingin kan tadi,seharus nya jam 1 siang lewat 10 menit Ryan sudah sampai di sini jadi Ryan terlambat 10 menit.
"Apa kau ingin jantung ku berhenti berdetak saat di perjalanan ke sini?" tanya Ryan dengan suara ketus nya,setelah sudah menormal kan kembali nafas terengah-engah nya tadi.
Karena ia masuk ke dalam Perusahaan dengan sedikit berlari,untung saja ada lift,bayang kan saja jika ia harus memakai tangga,mungkin ia akan berpikir ulang untuk menghapus kata sahabat di antara dirinya dan Hery.
"Apa kau pikir,mobil ku itu autobot yang bisa sampai dalam beberapa kali lompatan saja?" tanya Ryan lagi,wajah nya sudah kusut karena semakin kesal.
Apa lagi saat ia mendapat kan pertanyaan dari Hery tadi,padahal ia sudah berusaha,hingga waktu yang sewajar nya sebanyak 40 menit,menjadi hanya 25 menit saja yang ia tempuh dengan ugal-ugalan tadi.
"Seharus nya kau bersyukur karena nyawa ku masih utuh di dalam tubuh ku,bukan berterbangan di udara..." lanjut Ryan lagi dengan menggerutu kesal sambil terus mengelap keringat yang masih tersisa di kening nya.
Ashley langsung tertawa pelan karena masih lemah saat mendengar pertanyaan-pertanyaan Ryan tadi,Sedang kan Ars yang berada di ujung pintu setelah mengikuti langkah buru-buru Ryan tadi karena rasa penasaran nya,ia pun jadi ikut tertawa kecil.
"Apa kau sudah selesai? Kalau sudah selesai,segera periksa istri ku ..." ucap Hery dengan wajah khawatir nya sambil menatap wajah pucat istri nya setelah menatap wajah lelah nya Ryan untuk beberapa saat.
Ryan hanya mampu mendengus kesal saat melihat reaksi nya Hery yang sama sekali tidak merasa bersalah karena telah membuat dirinya seperti di kejar oleh hantu saja.
Ia pun segera berjalan ke arah Ashley yang sedang berbaring lemah dengan wajah pucat nya tanpa banyak bicara lagi.
__ADS_1
Lagi-lagi Ryan menghela nafas nya dengan pelan,ia segera mengambil pergelangan tangan nya Ashley di dalam genggaman nya,ini sudah ke 3 kali nya ia memeriksa seorang pasien tanpa di bantu dengan alat apa pun.