
"Tapi,syukurlah kau mengikuti jejakku.Tidak seperti pria yang satunya lagi" lanjut Hery,dengan wajah yang sedikit kesal,saat ia mengingat kelakuannya Jonathan.
"Apa sekarang, Tuan sudah berubah profesi menjadi fansnya kami,sampai harus terus mengawasi kegiatan kami berdua?" tanya Ars,dengan nada menyindirnya.Ia baru mengetahui dari Mark semalam,kalau Tuannya terus mengawasi mereka berdua secara detail,dalam sebulan ini.
"Cih,kau jangan terlalu percaya diri.Aku hanya melakukannya,demi istriku saja.Siapa yang suruh,gerakan kalian berdua terlalu lambat,kalau sudah menyangkut tentang cinta" jawab Hery,dengan wajah yang semakin kesal,saat mendengar nada sindirannya Ars.
"Fans apanya...Kalian berdua itu,hanya bisa merepotkanku saja" lanjut Hery lagi,saat ia merasa jawabannya barusan masih belum cukup untuk meredakan rasa kesalnya.
"Ceklek" terdengar suara pintu yang terbuka dari dalam ruangan,terlihat Ashley dan Agatha yang sedang berjalan keluar dari dalam ruangan.
"Honey,siapa yang merepotkan siapa?" tanya Ashley,saat ia hanya mendengar jelas kata repot saja.Ia bertanya dengan wajah penasarannya,sambil menatap suaminya.
"Tidak ada yang merepotkan siapa,Honey.Aku hanya mengatakan,kalau Ars ingin merepotkanku juga tidak apa-apa" jawab Hery,dengan cepat dan wajah datarnya,sambil menahan rasa kaget dan gugupnya karena takut dirinya salah bicara dan membuat istrinya kembali merajuk.
Sedangkan Ars,langsung tersenyum tipis.Tapi sepertinya,ia memang harus berterima kasih pada Tuannya.Karena berkat Tuannya,ia dan Agatha akhirnya bisa bersama sekarang.
"Ayo,sudah siang.Kita berangkat ke restoran ******* sekarang.Bukankah kamu bilang,ingin mencoba menu yang baru dari restoran itu..." lanjut Hery lagi,sambil merengkuh pinggulnya Ashley ke dalam pelukannya.
Wajahnya Ashley yang masih penasaran tadipun,langsung tersenyum senang saat mendengar perkataan suaminya.Sedangkan Hery langsung tersenyum lega,karena tidak perlu harus bingung untuk mencari alasan yang lain lagi.
"Ayo Honey,aku sudah sangat lapar saat ini.Menu baru mereka pasti sangat enak" ucap Ashley,dengan nada yang bersemangat,sambil ikut merengkuh pinggang suaminya juga dan berjalan dengan langkah pelannya karena takut di omelin sama suaminya.
Sedangkan Ars dan Agatha,mereka berdua menjadi terbengong.Lebih tepatnya,hanya Agatha saja yang terbengong karena melihat perubahan suasana hatinya Ashley yang begitu cepat,hanya dalam hitungan detik saja.
Dan Ars,hanya menatap wajahnya Agatha dengan wajah yang tersenyum senang bercampur lega,karena lehernya Agatha sudah tertutup dengan sempurna.
"Agatha,ayo cepat jalan.Kalian tidak akan kenyang,kalau hanya saling menatap saja" teriak Ashley,saat ia melihat Ars dan Agatha tidak bergerak dari tempatnya berdiri tadi.
Ia juga mengira kalau mereka berdua sedang saling menatap,karena ia hanya melihat tubuhnya Agatha yang sedang menghadap ke arah Ars,ia bahkan tidak bisa melihat wajahnya Agatha karena terlindung oleh tubuh tegapnya Ars.
Setelah selesai menegur,sepasang suami istri muda itu kembali melanjutkan langkah mereka.Karena barusan langkah mereka berdua terhenti,gara-gara Ashley yang ingin meneriaki Agatha yang berada tidak jauh dari tempat mereka berdua berhenti.
Sedangkan Agatha,setelah ia sudah tersadar dari terbengongnya.Ia segera berjalan melewati Ars begitu saja,dengan langkah lebarnya dan wajah kesalnya,karena masih merasa kesal dengan ulahnya Ars yang telah membuat banyak tanda di sekitar lehernya.
"Hei,Agatha" panggil Ars,dengan wajah bingungnya saat ia melihat wajah kesalnya Agatha,sambil mengejar langkah cepatnya Agatha.
"Apa kamu tidak bisa berjalan dengan pelan sedikit" ucap Ars,setelah langkah kakinya sudah sejajar dengan miliknya Agatha,ia segera mengandeng tangannya Agatha.
"Jangan menyentuhku,kamu hanya bisa membuat diriku menjadi malu saja" ucap Agatha,dengan nada kesalnya,sambil terus berjalan.Ia juga berusaha menepis tangannya Ars,tapi sayangnya genggaman tangannya Ars sangat erat,hingga membuat ia menjadi kesulitan untuk melepaskan genggaman tangannya Ars.
Sedangkan Ars,hanya tersenyum saja.Wajahnya sudah tidak bingung lagi,karena sudah tahu apa penyebab dari wajah kesalnya Agatha tadi.
"Aku kan sudah berpesan padamu tadi,agar kamu menutupi lehermu terlebih dahulu,baru buka pintu" ucap Ars,dengan nada pelannya dan tersenyum menggodanya,sambil terus mengandeng tangannya Agatha dan mengikuti langkah kakinya Agatha yang kecepatannya sudah mengurang.
'Tapi kamu tidak mengatakannya dengan jelas.Memangnya kamu pikir,aku ini cenayang,bisa langsung mengerti,hanya dengan kalimat singkatmu itu' batin Agatha,dengan panjang lebar.Tapi ia hanya bisa menggerutu kesal di dalam hati saja,karena takut nanti Ars yang malah akan terus menggodanya.
Ars melangkah sambil menatap secara bergantian, wajah kesalnya Agatha yang tidak berkurang sama sekali dan tangannya Agatha yang sedang berusaha melepaskan genggaman eratnya.
"Kalau kamu tidak mau menerima genggaman tangan dariku,lain kali aku bisa mengajak wanita yang....." ucapan Ars,langsung terhenti,saat Agatha yang langsung menyela ucapannya.
__ADS_1
"Coba saja,kalau kamu berani.Aku akan pastikan,kalau kamu akan terus menderita selama sisa hidupmu" sela Agatha,dengan wajah yang semakin kesal tanpa menoleh ke arah Ars sedikitpun,sambil mengenggam erat tangannya Ars yang hampir terlepas barusan, karena genggaman eratnya Ars mulai mengendur
Bisa-bisanya,Ars langsung berubah haluan,hanya gara-gara ia yang tidak mau menerima genggaman tangannya.
Sedangkan Ars,langsung tersenyum senang,saat ia mendengar peringatan dari Agatha untuknya.
Apa lagi,saat akal-akalannya barusan berhasil dengan baik,hingga membuat dirinya menjadi tersenyum penuh kemenangan dan berniat untuk kembali menggoda Agatha.
"Kalau begitu,bagaimana kalau aku membuat ruangan pribadi saja di dalam ruangan kerjaku? Supaya nanti kita bisa beristirahat dengan tenang tanpa gangguan lagi" ucap Ars,dengan tersenyum menggoda.
"Dasar pria mesum" umpat Agatha,dengan nada yang semakin kesal,saat mendengar perkataannya Ars yang terlihat seperti serius.Ia juga segera melepaskan genggaman tangannya dan menghempaskan tangannya Ars ke udara dengan kuat.
Sedangkan Ars,langsung tersenyum lucu dan juga merasa gemas,saat melihat Agatha yang sedang kesal,sambil melirik sekilas ke arah tangannya yang sudah di hempas oleh Agatha.
Padahal ia hanya ingin menggoda Agatha saja.Tidak mungkin ia melakukan apa yang ia katakan tadi,itu sama saja ia menyuruh dirinya sendiri untuk menantang bencana alam yang akan ada nanti.
"Ternyata,benar yang aku pikirkan tadi.Kalau kamu itu sama saja dengan Tuanmu" lanjut Agatha lagi tanpa sadar,masih dengan wajah kesalnya.
"Memangnya,apanya yang sama?" tanya Ars,dengan wajah kurang senangnya,karena Agatha telah menyamakannya dengan Hery.
Ia bertanya,sambil merengkuh pinggulnya Agatha dengan gerakan cepat hingga membuat Agatha tidak sempat untuk menolaknya.Lalu mereka berdua,berjalan masuk ke dalam lift,saat lift yang kebetulan sedang terbuka.
"Ka kamu tanya saja,pada Tuanmu sendiri" jawab Agatha,dengan gugup,ia baru menyadari perkataannya barusan.Ia akan merasa malu,jika harus menceritakan apa yang telah ia pikirkan tentang Ars,saat bersama Ashley di dalam ruangan tadi.
"Memangnya kamu pikir,Tuanku itu suka menjawab pertanyaan dari orang lain.Tuanku itu,hanya suka bertanya.Coba katakan,apa persamaan kami yang kamu bilang tadi..." ucap Ars,dengan wajah yang penasaran dan tampak sedang berpikir.Ia merasa,di antara dirinya dengan Tuannya tidak ada yang sama,selain wajah datarnya saja.
Tapi tadi Agatha baru saja mengatakan,kalau dirinya sama Tuannya ternyata sama saja,hingga membuat dirinya menjadi semakin penasaran.
"Iya,tapi aku hanya ingin mendengarnya dari mulut kamu saja " ucap Ars,dengan suara lembutnya,sambil tersenyum,karena ia tahu kalau Agatha sedang mencoba mengelak dari pertanyaannya.
Wajahnya Agatha menjadi semakin bingung,saat ia mendengar perkataannya Ars,bertepatan dengan suara nada dering HP miliknya Ars.
Sedangkan Ars,langsung mendengus kesal,saat HP miliknya yang sudah berada di telapak tangannya dan melihat siapa pemilik penelepon tersebut.
Lift baru saja terbuka,saat Ars sibuk mengeluarkan HP miliknya dari dalam saku celananya barusan.Agathapun langsung tersenyum lega,karena pintu lift yang ia rasa sangat lambat tadi,akhirnya terbuka juga.
Ia yang berniat mau melangkah keluar dari dalam lift terlebih dahulu,terpaksa harus menghentikan langkahnya,karena pegangan tangannya Ars yang terlalu erat untuk bisa ia lepaskan.
Wajah tersenyum leganya tadi,berubah menjadi kesal.Mau tidak mau,ia terpaksa membalas rengkuhannya Ars,dengan wajah kesalnya yang bercampur malu dan sedikit menarik tubuh tegapnya Ars,agar Ars mau mengikuti langkahnya.
"Hallo" jawab Ars,setelah ia sudah mengangkat telepon yang telah membuat ia sampai mendengus kesal tadi.Ia menjawab,sambil berjalan keluar dari dalam lift,karena tarikan tangannya Agatha yang berada di pinggangnya.
Tapi,baru saja ia menjawab telepon tersebut.Ia segera menjauhkannya dari telinganya karena suara yang menggema langsung menyapanya dari penelepon tersebut.
Setelah rasa mendengung di telinganya sudah agak mengurang,baru ia kembali mendekatkan HPnya ke daun telingannya,dengan hanya jarak 5 cm saja,agar bisa mendengar apa yang sedang di katakan oleh penelepon tersebut.
"Apa kalian sedang melanjutkan pertapaan kalian tadi? Jika iya,apa kalian tidak bisa memberitahu kami terlebih dahulu? Jadi,kami tidak perlu menunggu kalian,untuk makan siang lagi" sapa Hery dari seberang telepon,dengan nada kesalnya dan suara menggemanya,tanpa jeda sama sekali.
Hery kesal bukan main,karena biasanya, tidak pernah ada yang berani membuat dirinya menunggu,selain istri dan keluarga intinya.
__ADS_1
Tapi sekarang,ia malah di buat menunggu oleh Asistennya.Apa lagi,ia menunggu sambil mendengarkan omel-omelan istrinya karena tidak sabar untuk segera bisa makan makanan yang enak.
Sedangkan Agatha,wajah malunya tadi menjadi semakin malu,saat ia mendengar jelas sapaannya Hery,karena suara Hery yang memang menggema.
"Maafkan kami,Tuan.Kami akan sampai sebentar lagi,kami sudah berada di basement.Tapi tunggu dulu,apa yang Tuan katakan barusan? Pertapaan apaan? Kami berdua tidak pernah melakukan pertapaan..." ucap Ars,dengan nada santainya dan wajah bingungnya dan tanpa jeda juga.Karena ia tahu,prinsip Tuannya yang akan langsung menutup telepon kalau sudah selesai bicara.
Jadi,ia lebih mendahului rasa bingungnya dari pada rasa kesal Tuannya.
Sedangkan Hery yang sudah berada di dalam mobil bersama istrinya itu ,langsung mendengus kesal,saat ia mendengar pertanyaan dari Ars.Ashley yang berada di samping suaminya,hanya tersenyum lucu saja,karena melihat wajah kesal suaminya yang tidak berkurang sama sekali tapi malah semakin bertambah saja.
"Kau pikir saja sendiri" jawab Hery,dengan nada yang semakin kesal.Lalu ia langsung menutup teleponnya secara sepihak,sebelum Ars sempat berbicara lagi.
Ars terus menatap HPnya yang sudah di tutup secara sepihak oleh Hery,dengan wajah kesalnya yang bercampur bingung, sambil terus mengikuti langkahnya Agatha.
Karena ia menjadi semakin bingung,iapun segera menyimpan kembali HP miliknya ke dalam saku celananya.
Setelah sudah selesai menyimpan HPnya,ia pun langsung menatap kekasihnya,sekalian ingin bertanya pada kekasihnya tentang apa yang di katakan oleh Tuannya dan menepikan terlebih dahulu pertanyaan awal yang belum sempat di jawab oleh Agatha tadi.
"Agatha,apa yang di mak......." Ars yang awalnya ingin bertanya,langsung terdiam, saat ia melihat wajah malunya Agatha.Ars mencoba untuk mencerna kata pertapaan dari Tuannya dan wajah malunya Agatha.
Sedangkan Agatha,masih sibuk mencari mobilnya Hery,dengan wajah malunya.Karena terlalu sibuk mencari keberadaan mobil miliknya Hery,ia sampai tidak mendengar suaranya Ars,ia juga sampai tidak menyadari tatapan bingungnya Ars yang tertuju ke arahnya.
'Pertapaan kalian tadi?....Tapi kenapa wajahnya Agatha terlihat sedang malu?' tanya Ars pada dirinya sendiri,di dalam hati.Karena ia yakin,pasti Agatha juga mendengar apa yang sedang di katakan oleh Tuannya tadi.
Beberapa saat kemudian,wajahnya Ars langsung tersenyum,saat ia sudah bisa mencerna semuanya.Tapi ia hanya diam saja dan berjalan sambil menatap wajah malunya Agatha yang sudah berkurang.
Tadinya ia ingin kembali menggoda Agatha,tapi lantaran mereka berdua sudah berada tidak jauh dari mobil Tuannya,iapun langsung mengurungkan niatnya untuk menggoda Agatha
Apa lagi, saat ia melihat lambaian tangan dari Ashley dan juga jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 12 siang lewat 30 menit.Jika ia nekad untuk menunda langkah mereka lagi,bisa-bisa kepalanya benar-benar akan hilang dari tempatnya karena kena amukan dari Tuannya.
"Itu dia,mobil Tuan Hery.Ayo,lebih cepat.Bukan Ashley saja yang lapar,aku juga sudah lapar" ucap Agatha,saat ia melihat lambaian tangan dari sahabatnya.Ia berbicara dengan nada kesalnya,karena Ars yang berjalan dengan sangat lambat.Ia juga terus menarik tubuh tegapnya Ars,dengan langkah lebarnya,agar cepat sampai ke mobil Tuan Hery.
Sedangkan Ars,langsung mengikuti langkah lebarnya Agatha,sambil tersenyum lucu karena mendengar nada kesalnya Agatha.Padahal jalannya yang lambat karena dirinya lebih sibuk menatap wajahnya Agatha,dari pada jalan yang ada di depannya.
Setelah mereka berdua sampai di dekat mobilnya Hery,mereka berduapun segera masuk ke dalam mobil.Terlihat wajahnya Hery yang masih kesal dan wajah tidak sabarannya Ashley tapi Ashley tidak merasa kesal pada sepasang kekasih tersebut.
'Dasar Asisten tidak tahu diri.Mentang-mentang sudah memiliki kekasih.Padahal usia jomblonya lebih lama dari usia pacaran mereka sekarang,tapi sudah berani kurang ajar sama Tuannya' Hery hanya bisa membatin saja dengan wajah kesalnya,karena takut membuat istrinya menjadi kesal kalau ia sampai meluapkan rasa kesalnya pada Ars dan juga Agatha.
Tanpa bersuara lagi,Ars pun langsung melajukan mobil Tuannya untuk menuju ke tempat yang ingin di tuju oleh mereka,setelah ia sudah duduk di balik kemudi.
Begitu juga dengan Agatha,ia hanya duduk dengan diam,karena takut kena amarahnya Tuan Hery.Apa lagi,mereka berdua bisa melihat,wajah kesalnya Hery yang masih terlihat jelas.
Jadi mereka berduapun hanya mampu diam saja selama perjalanan karena tidak mau mendapatkan amarah dari Hery.Tapi walaupun begitu,selama di perjalanan masih terdengar oceh-ocehannya Ashley yang sekali-kali di timpali oleh Agatha dan Hery secara bergantian.
………
(note).
Mulai sekarang,author tidak menulis nama judul per bab lagi ya.Karena setiap bab memiliki beberapa inti cerita,jadi author kadang suka bingung mau menulis judul yang keq gimana agar pas sama isi babnya.
__ADS_1
Terima kasih.