Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
44. Hery mengerjai Ashley


__ADS_3

Ternyata perkataan nya mampu membuat Ibu menghilang kan rasa khawatir nya,hingga membuat Daniel menghela nafas lega.


' Selamat juga ' batin Daniel.


Ibu dan Ashley berpelukan sambil tersenyum lega setelah mendengar perkataan Daniel tadi,mereka berdua akan mencoba untuk mempercayai Hery.


Sedang kan Ayah yg dari tadi hanya memperhati kan wajah gugup Daniel hanya tersenyum,Ayah sangat tahu apa yg di pikir kan oleh putra nya itu,org tua mana yg tdk bisa memahami arti raut wajah anak nya sendiri.


" Apa kau mencintai nya ley?" tanya Daniel dengan tersenyum jahil,ia sengaja ingin membuat adik nya malu.


" Kakak mau tahu saja" ucap Ashley dengan wajah memerah nya,sambil memakan cemilan untuk mengurangi rasa malu nya.


" Bukan aku saja yg ingin tahu,tp Ibu juga ingin tahu.Benar kan bu?"tanya Daniel lagi dengan mencari dukungan,sambil tertawa kecil.


" Benar,Ibu juga ingin tahu nak" jawab Ibu dengan wajah tersenyum sambil memakan cemilan juga.Ibu dan Daniel kan kejahilan nya sama saja.


" Ayah" ucap Ashley dengan nada manja sambil berpindah duduk ke samping Ayah dan menggoyang goyang kan tubuh Ayah yg menanda kan memintak bantuan.


" Daniel sudah,jangan mengerjai adik kau lagi" ucap Ayah dengan wajah tegas nya,membuat sang pelapor tersenyum penuh kemenangan.


" Dasar,kau hanya pandai mengadu saja" ucap Daniel dengan wajah kesal nya saat melihat sang adik melapor kepada Ayah.


" Daniel " tegur Ayah lagi dengan nada yg sedikit lebih tinggi.


"Iya iya,aku akan berhenti Ayah" ucap Daniel yg semakin kesal,sedang kan Ashley tertawa melihat wajah kesal kakak nya.


" Ayah,kalau gitu aku ingin ke kamar dulu ya...Seperti nya aku masih ngantuk " ucap Ashley dengan wajah yg pura-pura mengantuk,padahal ia hanya ingin menghindari pertanyaan pertanyaan yg akan di lontar kan oleh kakak nya saja.


Jika ia masih berlama lama di sana,ia yakin pasti kakak nya akan mencari ide untuk mengerjai nya lagi.

__ADS_1


" Iya,pergi lah tidur sebentar,agar badan mu tdk lelah" ucap Ayah yg dari tadi memang mengingin kan supaya putri nya itu istirahat.


" Ingat nak,jangan tidur terlalu lama.Nanti sebentar lagi mau malam,kau harus keluar untuk makan malam" ucap Ibu untuk mengingat kan Ashley sambil tersenyum.


" Oke Ayah Ibu" jwb Ashley dengan semangat sambil mencium pipi kiri kanan Ayah dan Ibu nya.


Kemudian ia pergi dari sana untuk menuju ke kamar tamu,setelah menjulur kan sedikit lidah nya ke arah kakak nya,yg hanya di balas dengan dengusan kesal oleh kakak nya.


Pelayan yg dari tadi sudah siap sedia untuk mengantar Ashley pun,sudah berjalan duluan untuk menunjuk jalan nya kepada Ashley.


Sekarang tinggal lah mereka ber 3 lagi yg masih betah berlama lama di ruang tamu,mengobrol sambil menonton TV dan juga memakan cemilan.


Daniel dan Ayah yg sibuk bercerita tentang perkerjaan Daniel dan juga tentang kesehatan Ayah juga Ibu,sedang kan Ibu menonton Tv,sambil makan cemilan,kadang kadang juga ikut masuk ke dalam obrolan 2 pria beda usia itu.


Setelah mereka ber 3 sudah puas mengobrol,mereka pun pergi ke masing masing kamar untuk membersih kan diri dan beristirahat sejenak.


Di halaman depan Villa.


Ia duduk hanya beralas kan rumput hijau yg subur dan tumbuh rapi di sana,ia duduk dengan mendekap tubuh nya sendiri sambil mengelus elus lengan nya dengan pelan,karena hawa malam yg dingin menerpa kulit nya.


Ia duduk sambil menatap ombak yg terambang ambing di pantai yg terlihat tdk jauh dari tempat duduk nya,tapi pikiran nya ntah melayang ke mana-mana,karena memikir kan perkataan kakak nya tadi dan perasaan Hery yg sebenar nya.


Ashley segera menoleh ke arah samping,saat ia merasa kan ada yg memakai kan sesuatu ke pundak nya.


"Cup" Hery yg sedang memakai kan jaket ke pundak nya Ashley,segera mengecup bibir nya Ashley saat melihat wanita nya itu sedang menoleh ke arah nya.


" Dasar kau ini,selalu saja mencuri ciuman dari ku tanpa izin" gerutu Ashley dengan wajah merah nya,ia juga segera memaling kan wajah nya ke depan kembali untuk menyembunyi kan wajah merah nya dari Hery.


Hery yg sudah melihat nya pun hanya tersenyum sambil duduk di samping nya Ashley.

__ADS_1


" Kenapa tdk masuk ke dalam?sini dingin.Kau juga tdk membawa jaket untuk menutup tubuh mu,kau bisa kedinginan di sini" ucap Hery sambil menatap wajah Ashley yg masih sibuk menatap ke depan.


" Aku hanya ingin mencari angin sebentar,tapi di sini memang dingin sih.Terima kasih untuk jaket nya" jwb Ashley sambil tersenyum dan merapi kan jaket yg Hery pakai kan ke tubuh nya barusan.


" Apa kau sering perhatian begini sama wanita?" tanya Ashley dengan wajah penasaran.


" Tidak" jwb Hery cepat.


" Kau adalah wanita ke dua yg pernah aku perhati kan" lanjut Hery lagi sambil tersenyum tanpa menoleh ke arah Ashley.


" Apa?Jadi aku adalah wanita yg ke dua?"tanya Ashley dengan wajah kesal nya sambil menoleh ke arah Hery.Hati nya seperti hancur berkeping-keping saja,saat mendengar ada wanita lain selain diri nya dari mulut Hery sendiri.


"Iya,apa kau cemburu?"tanya Hery yg juga ikut menoleh ke arah Ashley,ia tersenyum saat melihat wajah kesal nya Ashley.Ternyata sangat mudah,jika ingin membuat wanita nya mengeluar kan perasaan nya.


" Ti tidak,aku hanya tdk menyangka saja tadi.Jadi reflek saja gitu"jwb Ashley dengan wajah gugup nya sambil kembali menoleh ke arah depan,ia menjadi bingung mau menjawab apa.


" Apa kau tdk ingin tahu siapa wanita yg pertama?" tanya Hery dengan tersenyum jahil karena telah berhasil mengerjai Ashley,sambil terus menatap wajah nya Ashley.


Ashley yg memang penasaran segera menoleh,walau pun ia kesal tapi ia juga harus menghilang kan rasa penasaran nya.


" Jika kau ingin memberitahu,jika tdk juga tdk apa apa" jwb Ashley pura-pura jual mahal sambil kembali menatap ke arah depan,padahal ia sangat penasaran.


Hery tersenyum lebar saat melihat wajah jual mahal nya Ashley,wanita nya ini dari pertama ketemu memang selalu mampu membuat nya terus tersenyum atau pun tertawa.


Seperti nya ia sudah sangat yakin,jika memang wanita ini lah satu satu nya yg akan menjadi pendamping hidup nya hingga akhir hayat dan wanita ini juga lah yg akan memberi segala kebahagiaan kepada nya.


" Dia adalah wanita yg selalu menemani ku dan bersama ku dari kecil,memberi seluruh perhatian nya hanya untuk ku saja,dari dulu sampai sekarang hanya aku yg akan ia no 1 kan terlebih dahulu" ucap Hery dengan tersenyum lebar sambil menatap wajah merah Ashley yg karena amarah.


" Dia adalah wanita yg menyayangi ku dengan tulus,tdk ada yg akan bisa sebanding dengan dia,aku juga sangat menyayangi ia" lanjut Hery lagi ,yg memang sengaja memanas manasin Ashley,ia juga sengaja bicara dengan lambat-lambat.

__ADS_1


"Kalau begitu kau menikah saja dengan dia,kenapa kau malah terus menguntit ku.Dasar playboy"Ashley menyela ucapan Hery dengan wajah kesal campur marah,sambil bangkit berdiri dengan cepat.


Ia ingin segera pergi dari sana dan masuk ke dalam kamar untuk melepas kan rasa kesal nya,ia sudah tdk tahan dengan rasa sakit di hati nya.


__ADS_2