
"Tapi sepertinya, kau tidak terlihat baik-baik saja.Apa kau sedang ada masalah?" tanya Daddynya Ryan yang di sertai anggukan pelan kepalanya Ryan.
Sedangkan Aliska,ia hanya duduk dalam diam saja dengan wajah bingungnya karena baru kali ini ia berkumpul sama keluarga besar dan berpengaruh seperti ini.Ia juga sambil melihat-lihat,apakah kedua orang tuanya ada di sana juga.
"Kedua orang tuamu ada di ujung sana" bisik Ryan dengan nada pelannya sambil menunjuk ke arah tempat kedua orang tuanya Aliska berada,lalu ia kembali menatap ke arah wajah kesal Daddynya Hery.
Tadinya ia berpikir ingin membawa kedua orang tuanya Aliska untuk bergabung bersama mereka semua,tapi situasinya seperti tidak pas karena terlalu ramai.Jadi,ia pikir lain kali saja,sekalian berunding tentang pernikahan mereka berdua.
Aliska yang mendengar perkataannya Ryanpun segera menatap ke arah tunjuknya Ryan barusan,lalu ia tersenyum karena ternyata kedua orang tuanya benar-benar ada di ujung sana.Karena jarak antara mereka yang agak jauh,jadi kedua orang tuanya Aliska tidak menyadari kalau putri mereka berada di tempat yang sama dengan mereka berdua.
"Apa hari ini kau kurang tidur,nak?" tanya Grandma yang ikut-ikutan merasa heran sama tingkah aneh putranya mereka ini.
"Mom,kamu jangan ikut-ikutan seperti mereka" jawab Daddynya Hery dengan nada kesalnya,sambil menghela napas dengan kasar.
Padahal dirinya baik-baik saja,ia hanya merasa sedikit kecewa saja sama kenyataan kalau wanita yang bernama Angel itu sudah menikah.
Tapi kenapa keluarganya malah menganggap dirinya sedang tidak sehat atau apalah,membuat dirinya menjadi semakin kesal saja.
"Tapi,malam ini tingkahmu memang benar agak berbeda nak.Apa kau benar sedang baik-baik saja? Atau tenggorokanmu yang sedang bermasalah" tanya Grandma dengan wajah khawatir yang bercampur bingung,sambil menatap persediaan air minum di atas meja mereka yang sudah habis karena di minum oleh putra mereka ini.
"Mommy ini ada-ada saja.Mommy lihat,aku baik-baik saja" jawab Daddynya Hery dengan wajah kesalnya,sambil berdiri dari duduknya dan berputar beberapa kali untuk memperlihatkan pada Mommynya kalau dirinya memang benar baik-baik saja.
Semua orang yang ada di meja tersebutpun langsung tersenyum lucu karena mereka melihat tingkah lucu dan wajah kesal Daddynya Hery,termasuk Grandma.Kecuali Grandpa yang hanya tersenyum tipis saja,sambil menebak-nebak apa yang telah terjadi sama putranya mereka ini.
Kemudian ia menatap wanita yang bernama Aliska tadi dan cucunya Hery secara bergantian,lalu ia langsung menggabungkan reaksi putra mereka pada Aliska tadi dan cerita Hery tentang putra mereka yang suka melamun hari itu.
Sepertinya,Grandpa sudah bisa menebak apa penyebabnya yang mampu membuat putra mereka menjadi seperti ini
"Apa kau perlu ke rumah sakit,Hen?" tanya Grandpa dengan nada santainya,sambil terus menatap wajah putra mereka yang menjadi semakin kesal dan kesal lagi.
"Iya,aku memang perlu ke rumah sakit Dad.Kalian lanjutkan pestanya saja tanpaku,karena aku akan pergi ke rumah sakit sekarang juga" jawab Daddynya Hery dengan nada kesalnya,sambil menatap satu persatu ke arah semua orang yang ada di meja tersebut yang sedang tersenyum k3 arahnya.
Lalu tanpa berkata apa-apa lagi, ia langsung berbalik badan dan berjalan pergi dari sana.Sepertinya,ia akan pulang ke Mansion saja dan tidur,dari pada ia harus berdebat sama mereka dan harus merasa kesal terus.
"Paman,kau mau kemana? " teriak Ryan dengan wajah bingungnya tapi sama sekali tidak di gubris sama Daddynya Hery,sambil menatap punggung Daddynya Hery yang terus berjalan ke arah keluar dan mengabaikan teriakannya.
Sedangkan yang lainnya termasuk mejanya hery dan yang lainnya,hanya mampu menatap bingung ke arah punggungnya Daddy Hery yang sedang berjalan keluar dengan wajah kesalnya.Lalu terlihat beberapa pengawal yang sedang mengikuti Daddynya Hery dari belakang.
"Apakah dia benar-benar akan pergi ke rumah sakit,Dad?" tanya Daddynya Ryan dengan wajah penasarannya,sambil menatap wajah tenangnya Grandpa.
"Biarkan saja,dia masih tahu arah tujuan yang bagus untuknya dan dia juga masih mampu mengurus dirinya sendiri" jawab Grandpa dengan nada tenangnya.
"Apakah kau pernah mendengar,kalau Tuan Kusuma itu suka berada di rumah sakit?" tanya Grandma,dengan wajah yang tersenyum lucu,saat ia teringat kembali masa-masa di mana putra mereka itu selalu menolak kalau di ajak ke rumah sakit karena kaki atau tangannya yang terluka atau juga yang lainnya.
Putra mereka itu selalu memilih untuk menyuruh Dokter datang ke Mansion mereka saja,kecuali kalau memang lukanya tidak bisa di atasi di dalam Mansion.
"Tidak Mom" jawab Daddynya Ryan dengan wajah yang ikut tersenyum,karena sudah tahu jawaban dari pertanyaannya tadi.Begitu juga dengan Ryan yang merasa bingung tadi.
"Sekarang,ayo kita lanjutkan kembali pesta pernikahan anak-anak" ucap Grandpa dengan nada santainya,sambil menatap wajah tersenyum istrinya setelah ia sudah selesai melihat punggung putra mereka yang sudah menghilang dari pandangannya.
__ADS_1
Mereka semuapun menikmati resepsi pernikahan Hery dan yang lainnya dengan wajah yang terus tersenyum bahagia,di sertai obrolan-obrolan ringan dan juga alunan lagu yang merdu di depan Aula sana hingga jam 11 malam.
………
"Sekarang jelaskan padaku,kenapa mereka bisa mengenalmu?" tanya Ryan dengan nada tenangnya,setelah ia dan Aliska sudah berada di dalam mobil miliknya.
Setelah acaranya sudah selesai,Ryan segera membawa Aliska pergi dari sana untuk mengantar Aliska pulang sebelum Grandma menyuruh mereka menginap di Hotel tersebut atau yang lainnya.
"I itu...." ucapannya Aliska yang sedang menjeda terlalu lama itu,langsung di sela oleh Ryan.
"Kamu ingin aku membatalkan pernikahan kita tadi atau kamu menjelaskan semuanya padaku sekarang juga?" tanya Ryan dengan nada kesalnya,sambil melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Jangan Dok.Baik,aku akan menjelaskan semuanya padamu" jawab Aliska dengan cepat karena takut kalau Sang Dokter benar-benar akan membatalkan pernikahan mereka tadi.
"Dan aku tidak mau ada yang terlewati" ucap Ryan dengan singkat tanpa menatap ke arah Aliska,ia bermaksud ingin Aliska segera menjelaskannya,tanpa menjeda lama seperti tadi.
"Sebenarnya aku suka di jodoh-jodohkan sama Ayahku,dan.............." Aliskapun segera menceritakan dari awal dirinya di jodohkan sama Ayahnya karena untuk kepentingan bisnis,dan tentang mantan-mantannya yang suka menghianatinya karena kedudukan Ayahnya yang lebih rendah dari mereka,lalu berakhir sampai niat Ayahnya yang ingin menjodohkan dirinya sama Tuan Hery dan juga Tuan Ars.Setelah sama Ars tidak berhasil,lalu Ayahnya kembali berniat ingin menjodohkan dirinya pada pria tua yang kaya dan sudah berumur,hingga membuat dirinya ingin membunuh diri hari itu.
Sedangkan Ryan terus mendengar ceritanya Aliska dengan wajah yang serius,sambil fokus pada jalan yang ada di depannya.
"Dok" panggil Aliska dengan wajah khawatirnya,saat ia melihat Sang Dokter yang hanya diam saja dari tadi,padahal ia sudah menjelaskan semuanya tanpa ada yang terlewati.
Bahkan ia juga menceritakan tentang sedikit adu mulut yang sempat terjadi antara dirinya dan Agatha hari itu,karena Ayahnya membuat ia terpaksa melakukan semua itu.
"Dok,kamu tidak berubah pikiran tentang pernikahan kita tadi kan?" tanya Aliska dengan wajah yang semakin khawatir,karena Sang Dokter tidak juga bicara.
"Jadi kamu berniat ingin bunuh diri hari itu,karena masalah itu?" tanya Ryan dengan nada kesalnya,karena ia mendengar semua ceritanya Aliska tadi.
Kalau saja memukul orang tua,tidak dosa.Sepertinya,ia ingin sekali memukul Ayahnya Aliska saat ini juga.Tapi saat ia mengingat kembali raut wajah penyesalan di wajah kedua orang tuanya Aliska hari itu,dan itu mampu membuat rasa kesalnya pada Ayahnya Aliska sedikit berkurang.
"Iya" jawab Aliska dengan wajah malunya.
"Untung saja,hari itu kedua orang tuamu segera membawamu ke rumah sakit dan aku berhasil menyelamatkanmu" ucap Ryan dengan wajah kesalnya,sambil menatap ke arah wajah malunya Aliska sebentar,lalu ia kembali fokus ke depan lagi.
Ryan tidak habis pikir dengan cara pikirnya Aliska,yang suka menganggap nyawanya sendiri seperti mainan dan tidak berarti apa-apa.Apa lagi,Aliska ingin bunuh diri,hanya karena hal-hal yang menurut dirinya masih banyak cara lain selain bunuh diri.
"Apa kamu tidak memikirkan tentang kesedihan kedua orang tuamu,kalau saja hari itu benar-benar terjadi sesuatu padamu?" lanjut Ryan lagi,masih dengan nada kesalnya
Ryan langsung mendengkus kesal,saat ia melihat gelengan kepalanya Aliska.
"Apa kamu masih berniat ingin bunuh diri lagi saat ini? Kalau iya,aku ada pil malaikat pencabut nyawa di ruang kerjaku.Kalau kamu mau,kamu bisa mencobanya" tanya Ryan dengan nada kesalnya kembali.
"Aku sudah tidak berpikiran seperti itu lagi.Lagi pula,ada kamu yang bersamaku dan aku kan masih belum menikah denganmu..." jawab Aliska dengan bibir memberengut kesal yang bercampur ekspresi bersalah di wajahnya.
"Dasar" ucap Ryan,sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dengan pelan saat ia mendengar jawabannya Aliska.
"Dok,kamu tidak akan berubah pikiran tentang pernikahan kita tadi kan?" tanya Aliska lagi,dengan hati-hati dan wajah khawatirnya,sambil terus menatap wajah kesalnya Ryan.
"Menurutmu?" tanya Ryan dengan wajah kesalnya yang sudah berubah menjadi berpura-pura serius,sambil menatap sekilas ke arah Aliska.
__ADS_1
"Ma mana aku tahu" jawab Aliska dengan nada gugupnya,sambil menelisik wajah seriusnya Ryan.
"Yang penting,kamu jangan coba-coba membatalkan pernikahan kita" lanjut Aliska lagi,dengan wajah seriusnya yang bercampur khawatir.
"Bagaimana kalau aku ingin membatalkan pernikahan kita?" tanya Ryan tanpa menatap ke arah Aliska.
"Kamu tidak boleh melakukan itu padaku...Kalau kamu berani melakukannya,aku akan bunuh diri didepanmu saat itu juga..."jawab Aliska dengan cepat dan ekspresi takut di wajahnya,takut kalau Sang Dokter benar-benar akan membatalkan pernikahan mereka yang belum sempat di tentukan tanggal dan bulannya itu.
"Auchk.Apa yang kamu lakukan, Dok? Sakit tahu" pekik Aliska dan sekalian bertanya dengan nada tingginya,sambil mengelus-elus keningnya yang terasa berdenyut sakit karena di sentil kuat oleh Ryan secara tiba-tiba.
"Sekali lagi kamu bilang ingin bunuh diri,aku akan langsung menguburmu hidup-hidup" ucap Ryan dengan nada kesalnya,karena ia mendengar perkataannya Aliska tadi.Padahal tadi ia hanya ingin mengerjai Aliska saja,tapi malah dirinya yang menjadi kesal karena kata-kata yang keluar dari mulutnya Aliska tadi.
"Habis......" ucapannya Aliska langsung terhenti karena di sela oleh Ryan dengan cepat.
"Aku tidak akan pernah membatalkan pernikahan kita,karena aku sudah mulai mencintaimu" sela Ryan dengan wajah seriusnya dan juga sedikit malu,bahkan ia malu mau menatap ke arah wajahnya Aliska.
Sedangkan Aliska langsung tersenyum bahagia,saat ia mendengar perkataannya Ryan barusan.
Sepertinya ia ingin sekali meloncat-loncat kegirangan karena ingin melepaskan rasa bahagianya itu,tapi sayangnya ia berada di dalam mobil jadi ia hanya bisa terus tersenyum bahagia.
Tapi ia pikir,sepertinya ia masih memiliki 1 cara untuk menyalurkan rasa bahagianya saat ini,saat ia tidak sengaja menatap bibir tebalnya Ryan.
"Ingat pesanku ini.Kamu jangan pernah lagi berpikir untuk bunuh diri,kalau sedang mengalami masalah apapun.Kamu harus berani untuk menghadapinya" lanjut Ryan lagi,dengan wajah seriusnya.
Tapi kalau di pikir-pikir lagi.Jika Aliska tidak berniat ingin bunuh diri dan di bawa ke runah sakit hari itu,mungkin ia tidak akan bisa bertemu dengan wanita yang awalnya selalu ia anggap gila ini.Tapi yang lalu sudahlah.Mulai sekarang,ia tidak mau sampai Aliska bertingkah bodoh lagi,dan dirinya akan kehilangan wanita yang di cintainya ini.
"Baik,Dok" jawab Aliska dengan nada semangatnya,sambil perlahan-lahan mendekat ke arah Sang Dokter.
"Dan satu lagi, jangan memanggilku Dok atau Dokter lagi.Kamu ini seperti seorang pasien yang sedang ingin berkonsultasi sama Dokter saja" ucap Ryan dengan nada kesalnya,karena ia mendengar panggilan Dok yang selalu di sematkan oleh Aliska pada dirinya dari hari itu hingga sampai saat ini.
"Kalau begitu,aku harus memanggilmu apa ?" tanya Aliska dengan wajah yang tersenyum menggoda,setelah wajahnya sudah mendekat ke arah wajahnya Ryan yang masih sibuk fokus pada kemudinya.
"Terserah ka......" ucapannya Ryan langsung terhenti,saat ia merasakan hembusan napasnya Aliska di sekitar pipinya.Lalu,iapun langsung menolehkan kepalanya ke samping dengan pelan.
"A apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Ryan dengan nada gugupnya karena merasa kaget sama wajahnya Aliska yang hampir tidak berjarak dengan wajahnya.
"Aku hanya ingin menyalurkan rasa bahagiaku padamu,sayang" jawab Aliska dengan wajah yang tersenyum bahagia,sambil memperhatikan bibir tebalnya Ryan yang sedang buka tutup karena bingung mau bicara apa.
"Aliska,jangan macam-macam.Aku sedang menyetir,bisa berbahaya untuk kita nanti" peringat Ryan dengan nada kesalnya sambil memelankan laju mobilnya,saat ia sudah bisa menebak apa isi di dalam kepalanya Aliska saat ini,malalui tatapan mesumnya Aliska itu,terlebih lagi panggilan sayang yang di lontarakan oleh Aliska barusan.
"Aliska..." panggil Ryan dengan nada yang semakin kesal,karena sepertinya Aliska tidak mau mendengar peringatan darinya barusan.Terlihat dari wajah Aliska yang sedang semakin mendekat ke wajahnya,hingga membuat dirinya perlahan-lahan mundur ke belakang dan sambil menghentikan mobilnya.
"Alis...Ehmmm....." belum Sempat Ryan menyelesaikan kalimatnya,Aliska sudah lebih dulu menerkam bibir tebalnya itu dengan rakus,saat Aliska melihat kalau mobilnya Ryan,sudah berhasil Ryan hentikan.
Karena c**m*n dan l*m*t*nnya Aliska yang begitu membuai,Ryanpun tidak sanggup menolaknya lagi.perlahan-lahan Ryan menegakkan tubuhnya kembali,sambil membalas l*m*t*nnya Aliska dengan lembut dan juga memeluk tubuh langsingnya Aliska dengan pelan.
Beberapa saat kemudian,c**m*n mereka berduapun menjadi semakin panas,kedua tangannya Aliskapun tidak mau tinggal diam lagi,dan mulai sibuk membuka kancing kemejanya Ryan dan meraba-raba dada berototnya Ryan yang sudah setengah terbuka itu.
Ryan yang mulai terbuai tadi,gairahnya langsung meningkat,hingga mampu membuat benda miliknya mulai terbangun karena sentuhan-sentuhan yang di berikan oleh Aliska barusan.
__ADS_1