
"Ashley sudah punya pria yg baik dan juga kaya,kita jangan sampai kalah sama Ashley tha" ucap Desi dengan nada bercanda sambil terus menatap punggung nya Ashley dan Hery secara bergantian.
"Iya,apa keberuntungan juga berpihak sama kita?"jwb Agatha yg menyambut candaan nya Desi dengan nada canda juga tapi mata nya terus menatap punggung nya Ars,ntah apa yg Agatha pikir kan,hanya diri nya sendiri saja lah yg tahu.
"Tentu saja,aku sangat menanti kan hari di mana ada seorang pria tampan yg menjemput ku ,tapi harus pria yg seperti Tuan Hery"ucap Desi dengan berjalan sambil membayang kan pria tampan masa depan nya.
"Iya,aku juga akan menanti nya"ucap Agatha tanpa sadar,mata nya tidak berpindah dari punggung nya Ars,sedang kan Ars yg bisa mendengar pun hanya tersenyum tapi Agatha tidak mengetahui nya.
"Ah rasa nya aku sudah tidak sabar dengan kedatangan pria tampan ku yg ntah bersembunyi di mana..." ucap Desi dengan wajah yg tersenyum dan di sambut tawa kecil oleh Agatha,Ayah,Ibu dan juga Ashley.
Sedang kan Hery dan Ars hanya mendengar saja tanpa merespon dengan eskpresi apa pun,hanya wajah datar mereka saja yg tetap tersemat di wajah mereka.
Kemudian mereka pun berjalan masuk ke dalam rumah dengan di iringi candaan-candaan Desi dan juga Agatha,setelah sampai mereka semua pun langsung meraya kan hari ulang tahun nya Ashley dengan di sertai candaan,obrolan ringan,wajah ceria dan senyum bahagia dari wajah semua orang.
Walau pun hanya acara kecil-kecilan tapi bagi mereka yg terpenting adalah waktu kebersamaan mereka itu sangat berharga dan mampu membuat Ashley yg sedang berulang tahun itu bahagia,mereka juga sangat bersyukur dengan kehadiran Hery yg membuat hidup Ashley menjadi lebih bahagia.
Mereka sibuk bercanda gurau sambil mengobrol dan juga memakan kue atau cemilan yg ada di sana,sedang kan Hery dan Ars hanya duduk di sofa ruang tamu sambil mengecek email yg masuk di HP nya,kadang-kadang mereka juga menatap wanita nya masing-masing.
Walau pun mereka ber dua hanya duduk diam sambil menatap HP,tapi tetap saja mendapat kan makanan karena Ashley dari tadi sudah 2 kali menghampiri mereka untuk meletak kan makanan.
"Apa perlu aku suapi Honey?" tanya Ashley yg ternyata sudah duduk di samping nya Hery dengan nada yg menggoda, hingga membuat Hery sedikit tersentak kaget.
Awal nya Hery ingin marah tapi setelah ia melihat pelaku nya,ia langsung melentur kan wajah marah nya barusan.
__ADS_1
Ashley yg sempat melihat wajah marah nya Hery barusan,bukan membuat Ashley takut tapi malah membuat nya menjadi kesal.
"Ya sudah kalau tidak mau,terus kan saja menatap HP mu itu"lanjut Ashley dengan ketus dan menunjuk HP yg ada di tangan nya Hery melalui ekor mata nya.
Lalu Ashley segera bangkit berdiri berniat untuk pergi dari sana dengan bibir yg mengerucut kesal.
"Ack" pekik kaget yg tertahan terdengar dari mulut Ashley,saat ia sudah tersadar dari rasa kaget nya ternyata ia sudah terduduk di pangkuan Hery.
"Maaf,aku kira siapa tadi" ucap Hery dengan wajah yg merasa bersalah dan memegang erat pinggang nya Ashley sambil menatap wajah Ashley dengan menampil kan wajah bersalah nya.
"Baik la"ucap Ashley yg tidak tega melihat wajah bersalah nya Hery,ia yg ingin mencoba bangkit dari pangkuan nya Hery pun mengurung kan niat nya bahkan ia mengalung kan ke dua tangan nya ke belakang leher nya Hery.
Hingga membuat wajah nya Hery langsung tersenyum saat merasa kan ke dua tangan nya Ashley yg mendekap leher nya.
Ars yg berada di sudut sofa pun hanya bisa menahan tawa,ia berpura-pura tidak mendengar dan juga tidak melihat adegan yg menyakit kan mata nya,apa lagi jiwa jomblo nya mulai berteriak ingin bebas.
"Oke,aku akan menyimpan nya"ucap Hery dengan cepat dan nada yg mengalah,ia segera menyimpan HP nya dengan mengguna kan sebelah tangan nya,sedang kan sebelah tangan nya lagi masih tetap menopang pinggang nya Ashley.
Setelah selesai ia menyimpan HP nya,ia pun langsung menatap wajah Ashley yg begitu dekat dengan wajah nya sambil tersenyum.
"Kata nya kau ingin menyuapi ku Honey..." tanya Hery dengan wajah yg tersenyum menggoda,membuat wajah nya Ashley langsung memerah.
"Tidak jadi,sekarang tangan kau kan sudah nganggur jadi makan sendiri saja"jwb Ashley tanpa merasa bersalah,karena awal nya ia yg bermain-main dengan menggoda Hery,sekarang ia malah mau menghindar.
__ADS_1
Ashley sedang berusaha menetral kan debaran jantung nya karena Hery menggoda nya,tapi Hery malah terus menatap ke arah bibir nya hingga membuat jantung Ashley berdegup semakin kencang.
"Kalau begitu aku akan memakan ini saja"ucap Hery dengan menunjuk melalui tatapan mata nya sambil tersenyum licik.
Hery langsung menyambar bibir kenyal nya Ashley sebelum Ashley sempat menolak,lidah nya segera menyusuri seluruh rongga mulut nya Ashley karena saat ia menyambar bibir wanita nya tadi Ashley sedang membuka mulut nya ingin membantah perkataan nya Hery tapi Ashley tidak menyangka kalau gerakan Hery begitu cepat.
Akhir nya mereka ber dua berciuman lagi dengan lembut tanpa sadar kalau mereka ber dua seperti siaran langsung bagi semua orang yg sedang menatap mereka saat ini.
Daniel segera mendekat ke arah Ashley dan Hery ,badan nya sudah mulai panas dingin melihat adegan mereka ber dua.
"Ehm ehm "dehem Daniel yg sudah tidak tahan dengan ciuman panas nya Ashley dan Hery,hingga mampu membuat Ashley dan Hery saling melepas kan pelukan mereka.
Ashley segera bangkit dari pangkuan nya Hery saat tahu kalau kakak nya yg telah menganggu mereka.
"Seperti tidak punya waktu lain saja kalian ini,apa harus memamer kan nya pada kami"ucap Daniel dengan wajah kesal sambil melirik Ayah,Ibu,agatha dan juga Desi yg sudah memaling kan wajah mereka masing-masing dan melanjut kan acara mereka lagi.
Hingga membuat Daniel mendengus kesal saat melihat tingkah mereka semua,tadi saja menatap dengan penuh minat sekarang malah seperti tidak ada melihat apa pun.
Wajah Ashley yg semakin memerah karena malu,ia segera sedikit mengelap bibir basah nya ,sedang kan Hery tetap dengan wajah datar nya sambil menatap Daniel dengan hati yg kesal.
Ars sendiri dari tadi sudah pura-pura tidak melihat nya sambil mengotak atik laptop nya,jadi sekarang ia masih tetap dengan ke pura-puraan nya, dari pada ia harus berhadapan dengan Tuan nya lebih baik ia berhadapan dengan laptop nya.
"Perut ku seperti nya lapar kembali,aku mau cari makan dulu sama Ibu ya kak"ucap Ashley yg berusaha menghindari pertanyaan-pertanyaan yg akan keluar dari mulut sang kakak,setelah selesai berbicara ia segera berlalu dari hadapan sang kakak yg mendengus kesal ke arah nya.
__ADS_1