Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
Bab. 190


__ADS_3

Sedangkan Desi,wajah kagetnya hanya bertahan untuk beberapa detik saja.Karena wajahnya langsung berubah menjadi terharu dan juga senang saat ia melihat keluarganya Tuan Hery,Ashley,Agatha dan juga berserta kedua orang tua yang baru saja ia kenal itu datang menjenguknya.


"Dad,Mom" panggil Jo,masih dengan wajah kagetnya,sambil berdiri dari posisi tubuh membungkuknya tadi dan terus menatap kedua orang tuanya yang sudah mendekat ke arah mereka berdua.


"Apa yang sudah kau lakukan pada calon menantu kami?" tanya Mommynya Jo dengan nada kesalnya,sambil mendekat ke arah Desi yang sedang terbaring lemah dan di ikuti oleh Grandma.


"Mom,kenapa kalian ada di sini? Bukankah kemaren saat aku menelepon Dad,Dad mengatakan kalau kalian belum bisa datang kesini..." tanya Jo dengan wajah bingungnya dan mengabaikan pertanyaan Mommynya,sambil menatap Mommy dan Daddynya secara bergantian.


"Kau pikirkan saja sendiri" jawab Daddynya Jo dengan nada santainya,sambil duduk di sofa yang memang sudah tersedia di dalam ruangan tersebut karena kamar pasien yang Ryan berikan atau pilih adalah kamar yang dengan fasilitas bagus, sama seperti yang di pakai oleh keluarganya Kusuma,di saat jika mereka masuk rumah sakit.


Jo langsung mendengkus kesal,saat ia sudah mengerti apa maksud dari Daddynya.Iapun menatap kesal ke arah Grandpa, Daddynya Hery dan Ars yang juga ikut duduk di sofa seperti Daddynya.Tanpa ia tahu kalau Grandpa dan Ars tidak terlibat dengan semua itu,tapi mereka berdua hanya cuek saja sama tatapan kesalnya Jo yang mengarah pada mereka ber 4.


"Sudah,tidak perlu ributkan masalah itu lagi.Sekarang katakan pada kami,kenapa Desi bisa sampai tidak sadarkan diri?" tanya Grandma dengan wajah penasarannya,sambil menelisik ke arah wajah bingungnya Jo.


"Iya,padahal ketika calon menantuku pergi bersama Hery tadi,dia baik-baik saja.Kenapa tadi malah menjadi tidak sadarkan diri?" timpal Mommynya Jo dengan nada kesalnya dan wajah yang sama-sama penasaran seperti Grandma.


Jo yang langsung di tanya seperti itu,langsung menjadi bingung harus menjawab apa.Tidak mungkin kan,ia menjawab dengan jujur.Karena kalau ia menjawab jujur,ia pasti akan di omelin 7 hari 7 malam dan di larang keluar rumah sama kedua orang tuanya.


"I itu,kenapa Desi bisa sampai mengikuti Hery Mom,Grandma?" tanya Jo balik dengan wajah bingungnya,karena ia memang sedang bingung ingin menjawab apa,jadi iapun bertanya tentang yang ada di benaknya saja.


"Kami bertanya,tapi kau malah bertanya balik" jawab Grandma dengan nada kesalnya.


"Tadi Desi meminta tolong kepada Hery untuk membawanya ke tempat kau berada,jadi Herypun segera mengantarnya atas perintahku" lanjut Grandma lagi,masih dengan nada kesalnya.Ia sudah tahu tentang 2 pria muda ini yang selalu saling menjebak,hanya saja ia tidak tahu secara detail.Jadi iapun berbicara jujur saja,supaya 2 pria tersebut tidak akan seperti anak kecil lagi.


Bahkan mereka semua tidak menyadari wajah kagetnya Desi yang masih terus bertahan selama mereka berbicara.


Jopun langsung menatap Hery dengan wajah datarnya,saat ia mendengar jawaban dari Grandma.Rasa kesalnya pada Herypun menjadi sedikit berkurang,karena ternyata Hery tidak sengaja membawa Desi ke markasnya.


Tapi tetap saja ia masih merasa sedikit kesal,karena jelas-jelas Hery mampu mencegahnya,apa lagi dengan kecerdikan dan kekuasaannya itu.


"Sekarang,cepat jawab pertanyaan kami tadi..." lanjut Mommynya Jo dengan wajah kesalnya.


"I itu,,," jawab Jo yang sedang bingung mau menjawab apa,sambil menatap para pria dengan tatapan memohonnya,pertanda meminta tolong.


"Sudah,bukankah tadi Hery sudah mengatakan kalau Desi sedang syok saat dia melihat tabrakan fatal di jalan raya tadi,makanya dia menjadi tidak sadarkan diri" ucap Daddynya Jo yang seperti bisa menebak masalah yang sedang di hadapi oleh putra mereka saat ini,iapun segera berdiri dari duduknya,lalu ia langsung berjalan ke arah istrinya untuk membantu putra mereka bicara.


"Sayang,bukankah kamu juga mendengarnya tadi.Lagi pula,bukankah kalian berdua ingin melihat Desi?" tanya Grandpa yang juga ikut membantu Jo,ia juga berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah istrinya,sama seperti apa yang di lakukan oleh Daddynya Jo.


Daddy,Hery dan Ars,mereka ber 3 masih setia duduk di sofa dengan wajah tenangnya.Sedangakan Jo,hanya mampu menatap kesal ke arah 3 pria beda usia tersebut.


"Benar juga,apa yang kamu katakan sayang" jawab Grandma dengan wajah bersalahnya,sambil menatap Desi yang masih menampilkan ekspresi kaget di wajahnya.


Mommynya Jo yang baru teringat sama calon menantunya itu, juga langsung mengikuti arah pandangannya Grandma.


"Nak,apa kamu sudah baikan?" tanya Grandma dan mommynya Jo secara bersamaan,dengan wajah khawatir mereka.

__ADS_1


"Dan nak,apa yang di katakan oleh Jo itu benar?" lanjut Mommynya Jo,sambil menatap wajah bengongnya Desi yang tampak masih kaget.


Desipun langsung saja tersadar dari rasa kagetnya,saat ia mendengar suara Mommynya Jo.


Kemudian Desi langsung menatap satu persatu orang yang berada di sekitarnya dan berakhir pada Jo,lalu ia menganggukkan kepalanya untuk beberapa kali dengan pelan ķe arah Mommynya Jo dan juga Grandma dengan wajah bingungnya,saat ia melihat tatapan memohon di wajah tampannya Jo.


'Aduh,kenapa aku jadi berbohong.Apa dosaku tidak akan bertambah nanti.Tapi,kenapa juga Jo menyuruhku untuk berbohong pada kedua orang tuanya...' batin Desi,dengan wajah bingungnya.


Jopun langsung tersenyum lega saat ia mendengar anggukan kepalanya Desi barusan yang menandakan kalau sudah baik-baik saja dan mengiyakan perkataan Daddynya tadi,untung saja Daddynya,Grandpa dan Desi mau membantunya.


Daddynya memang tidak begitu mau berdebat atau marah-marah kecuali masalah tersebut sampai melewati batas, ia juga selalu membantu putra mereka,jika putra mereka sedang mengalami kesulitan yang seperti ini.


Apa lagi,ia sudah mendengar dari Daddynya Hery yang diam-diam memberitahunya tadi.Karena masalah daruratnya belum sempat terjadi,makanya dari itu,ia santai-santai saja.


"Benarkah? Apa kamu tidak berbohong untuk menolong pria nakal ini?" tanya Mommynya Jo dan Grandma secara serentak sambil menatap Desi dan Jo secara bergantian.


"Tidak tante,Grandma" jawab Desi dengan berusaha menampilkan wajah seriusnya,supaya dirinya tidak sampai ketahuan sedang berbohong.


Walaupun ia sedang bingung,tapi ia tetap melanjutkan kebohongannya,demi Jo.


"Mom,Grandma,aku ada kabar baik untuk kalian semua" ucap Jo dengan jujur dan nada semangatnya,sekalian mengalihkan pembicaraan yang akan membuat dirinya menjadi kesulitan dan juga membuat wanitanya semakin bingung.


Dan benar saja,karena ekspresi tidak percaya di wajahnya Mommynya Jo dan Grandma langsung berangsur-angsur mengurang dan berubah menjadi penasaran,saat mereka berdua mendengar perkataannya Jo.


"Kabar baik?" tanya Mommynya Jo dan Grandma secara serentak dan saling menatap dengan wajah penasaran mereka.Begitu juga dengan Agatha dan Ashley.


"Iya,kabar baik ini adalah kabar bahagia.Tapi sebelum aku memberitahu kabar bahagianya kepada kalian semua,kita harus membawa Desi untuk di periksa dulu pada Dokter Obgyn" jawab Jo dengan wajah yang terus tersenyum bahagia,sambil menatap satu persatu keluarganya dan tatapan bahagianya berakhir di wajah cantik calon istrinya.


Agatha dan Ashley yang masih bersabar untuk menunggu giliran mereka tadi,mereka berdua sudah bisa langsung menangkap perkataannya Jo barusan,saat mereka berdua mendengar kata Dokter Obgyn dari mulutnya Jo.


Mereka berduapun langsung saling berpandangan dengan wajah kaget mereka,lalu mereka berdua langsung berjalan ke arah Desi dengan wajah mereka yang terus tersenyum bahagia.


Sedangkan Mommynya Jo, Grandma dan yang lainnya yang baru saja siap mencerna perkataannya Jo barusan,langsung tersenyum dengan wajah khas mereka masing-masing.


"Kalau begitu,ayo kita bawa Desi untuk cek ke Dokter Obgyn sekarang juga" ucap Mommynya Jo dengan tidak sabaran,begitu juga dengan Grandma.


Sedangkan Desi yang sama sekali belum mengerti,ia hanya mampu menatap satu-satu persatu dari mereka semua yang ada di sana.


Apa lagi,saat ia mendapatkan pelukan bahagia dari 2 sahabatnya itu yang secara tiba-tiba,hingga mampu membuat dirinya menjadi semakin bingung.


Padahal rasa kagetnya yang tentang fakta kalau kedua orang tua yang baru ia kenal itu ternyata kedua orang tuanya jo itu,masih belum hilang sepenuhnya.Tapi sekarang,ia malah kembali di buat bingung oleh Jo dan yang lainnya.


"Apa kamu sudah merasa baikan dan sudah mampu berjalan nak?" tanya Grandma dengan suara lembutnya untuk memastikan kalau Desi benar-benar sudah baik-baik saja,jadi mereka tidak perlu khawatir kalau mereka harus membawa Desi ke ruangan Dokter Obgyn sekarang juga.


"Aku sudah baik-baik saja Grandma,sepertinya aku juga sudah mampu berjalan.Tapi kenapa kita harus......." ucapannya Desi yang ingin menghilangkan rasa bingung dan juga rasa penasarannya itu langsung di sela oleh Jo dengan cepat.

__ADS_1


"Grandma,Desi tidak perlu berjalan lagi.Aku bisa mengendongnya,Grandma" sela Jo dengan cepat saat ia melihat Desi yang berniat ingin bangun dari berbaringnya,lalu tanpa banyak bicara lagi,ia langsung mengendong Desi.


Karena tidak memiliki persiapan apapun,Desipun langsung mengalungkan kedua tangannya di leher kokohnya Jo dengan wajah malunya karena takut terjatuh dan malu dengan yang lainnya.


Beda dengan Agatha dan Ashley yang langsung tersenyum.Dan Grandma dan kedua orang tuanya Jo yang juga langsung tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepala mereka ber 3 dengan pelan.


Beda lagi dengan Grandpa,Daddy,Hery dan Ars yang malah serentak memutar kedua bola mata mereka dengan malas,saat mereka berempat melihat tingkah menggelikan dari Jo tadi.


Lalu mereka semuapun langsung mengikuti langkah kakinya Jo dengan ekspresi wajah mereka masing-masing.


(Di dalam ruangan kandungan).


"Bagaimana Dok?" tanya Mommynya Jo dan Grandma secara serentak dengan nada tidak sabaran dan senyum bahagia yang tidak berkurang sedikitpun di wajah mereka,sambil menatap Dokter Obgyn tersebut yang masih sibuk mengamati monitor yang ada di hadapannya.


Begitu juga dengan yang lainnya,dan juga kedua orang tuanya Desi yang baru saja sampai karena di jemput oleh anak buahnya Hery atas perintah dari Hery sendiri.


Kecuali Grandpa,Daddy,Hery dan Ars yang masih tetap dengan wajah datar mereka sambil menahan rasa kesal mereka karena di paksa oleh Grandma untuk masuk ke dalam ruangan tersebut.Apa gunanya mereka berada di dalam ruangan tersebut coba,tapi karena tidak mampu menolak,merekapun mau tidak mau harus mengikuti keinginan Sang Ratu tersebut.


"Selamat untuk nona.Nona ini sedang hamil,Nyonya-Nyonya,Tuan-Tuan" jawab Dokter wanita tersebut dengan wajah yang tersenyum kikuk,sambil menatap Grandma dan juga Mommynya Jo.Ia bingung mau memanggil apa,karena yang berada di dalam ruangannya terlalu ramai.


Ingin mengusir,ia juga tidak punya kekuasaan setinggi itu.Karena salah satu dari mereka semua yang berada di dalam ruangannya adalah pemilik rumah sakit ini.Bisa-bisa dirinya yang di usir,mungkin saja akan langsung di pecat kalau berbuat semaunya.


Jo yang dari tadi tetap setia berdiri di sampingnya Desi dan terus memegang tangannya Desi,ia langsung tersenyum lebar karena merasa sangat bahagia,sampai tidak bisa lagi mengatakan sepatah katapun.


Rasanya ia ingin sekali mencium wajah wanitanya saat ini juga,tapi sayangnya ia harus mengurungkan niatnya karena saat ini mereka berdua berada di situasi yang tidak tepat.Lihat saja ruangan tersebut,hampir penuh karena terlalu ramai manusia yang sedang berada di dalam ruangan tersebut.


"Akhirnya aku akan menjadi seorang Grandma juga" ucap Mommynya dengan wajah yang benar-benar terlihat sangat bahagia karena yang ia inginkan selama ini akhirnya terkabul juga.


Dan masalah calon menantunya yang hamil duluan,ia tidak masalah karena di negaranya sana,itu adalah masalah biasa.Lagi pula,mereka akan segera menikahkan Jo dan Desi dalam waktu dekat ini.


"Dan cicit kami akan bertambah satu lagi" timpal Grandma dengan wajah yang sama bahagianya dengan Mommynya Jo.


"Des,selamat ya.Kami turut bahagia untuk kehamilanmu" ucap Agatha dan Ashley dengan wajah yang terus tersenyum bahagia juga.


"Apakah yang di katakan oleh Dokter barusan itu benaran?" tanya Desi dengan wajah tidak percayanya,sambil menatap semua orang secara bergantian kecuali 4 pria yang sedang berada di belakang sana.


"Benar nona,usia kehamilan nona sudah masuk minggu ke 6" jawab Dokter wanita tersebut dengan wajah yang tersenyum,sambil menatap Desi yang sedang turun dari tempat berbaringnya dan di bantu oleh Jo sendiri.


Desi yang mendengarnya,langsung ikut tersenyum bahagia.


"Kalau begitu,apakah kami berdua akan segera menjadi orang tua?" tanya Desi dengan wajah bahagianya sambil menatap Grandma,Mommynya Jo,Agatha,Ashley dan terakhir Jo.


Dan pertanyaannya Desi tersebut,langsung di angguki oleh mereka.Tapi wajah bahagianya Desi langsung berubah menjadi bingung saat ia teringat sama sesuatu,tentang Jo yang tidak ingin menikah.


"Tapi kita belum....."ucapannya Desi langsung di sela oleh Jo.

__ADS_1


"Kamu tenang saja,kita akan segera menikah seminggu lagi" sela Jo dengan cepat dan ekspresi yakin di wajah tampannya.


"Apa?" tanya Hery dan Ars dengan wajah kagetnya sambil menatap tidak percaya ke arah wajahnya Jo yang terus tersenyum bahagia.


__ADS_2