Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
130. Ars yang emosi


__ADS_3

Ars terus melaju kan mobilnya dengan kecepatan maksimal sambil memakai jaket nya dan melirik sekilas jam yang ada di pergelangan tangannya yang sudah menunjuk kan pukul 8 malam lewat 25 menit,ia juga menyetir dengan cara yang ugal-ugalan.


Hingga membuat pengendara yang lain marah dan membunyi kan klakson berkali-kali yang di tuju kan untuk dirinya,tapi Ars sama sekali tidak perduli dengan semua itu.


Untung saja ia termasuk pria yang ahli dalam menyetir mobil,jadi melaju kan mobil dengan kecepatan maksimal di jalan raya,tidak begitu membuat dirinya kesulitan.


Saat ini,ia hanya mengkhawatir kan Agatha saja,ia tidak ingin sampai terjadi sesuatu kepada Agatha kalau ia terlambat sampai di tempat tujuan.


Bagaimana kalau sampai terjadi sesuatu kepada Agatha,ia pasti tidak akan mampu memaaf kan dirinya sendiri karena ia yang tidak mau ambil tahu tentang Agatha selama Sebulan lebih ini,hingga membuat dirinya saat ini menjadi khawatir dan panik tanpa mengetahui apa yang sebenarnya sedang terjadi.


"**** "umpat Ars sambil terus menekan klakson tanpa henti ketika ada 1 mobil yang sedang berhenti di jalan yang ingin ia lewati karena mobil itu sedang menunggu lampu merah yang akan berubah menjadi hijau.


Pengendara yang ada di depan nya Ars pun merasa terganggu dengan sikapnya Ars,ia segera keluar dari dalam mobil karena berniat untuk menghajar Ars tanpa tahu kalau yang sedang ia hadapi itu siapa.


"Tok tok tok " terdengar ketukan dari luar jendela mobilnya Ars hingga Ars yang sedang emosi itu segera menatap ke arah jendela mobilnya.


Ars segera membuka jendela mobilnya sambil mengambil sesuatu di dalam dashboard mobilnya,beberapa detik kemudian terlihat wajah marahnya pengendara tersebut yang sedang berdiri di samping Jendela mobilnya Ars.


"Apa kau sedang min..." ucapan pengendara tersebut langsung terhenti saat melihat Ars sedang menodong kan pistol ke arah wajahnya,wajahnya langsung saja berkeringat dingin tanpa suara.


"Cepat singkir kan mobil kau sekarang juga atau kau ingin mati sekarang juga?" tanya Ars sambil menatap tajam ke arah pengendara tersebut.


"Ba baik Tuan" ucap pengendara tersebut dengan cepat,ia segera berlari ke arah mobilnya dan menepikan mobinya di tepi tiang rambu lalu lintas sana dan mengabaikan tatapan heran para pengendara yang lain.


karena kiri kanan sudah ada pengendara yang lain yang sedang menunggu lampu hijau,ia terpaksa menepi kan mobilnya di sembarang tempat.Semua pengendara itu sama dengan dirinya yang sedang menunggu lampu hijau,hanya saja nasibnya lebih apes karena mobilnya tepat berada di tengah-tengah dan hampir saja ia kehilangan nyawa barusan.


Sedang kan Ars,setelah ia melihat penghalangnya sudah menyingkir dan ia juga melihat kiri kanan agar ia tidak mati konyol di tengah jalan,lalu ia pun segera kembali melaju kan mobilnya tanpa menunggu lampu hijau lagi.


***


Di depan Hotel *******.


Agatha yang baru selesai makan malam bersama calon tunangan nya tadi,sedang berada di dalam mobil yang di bawa oleh Calon tunangannya.


Mobil mereka berhenti tepat di depan Hotel,hingga membuat Agatha yang sibuk menunduk sambil memikir kan Ars pun segera mengangkat kepalanya.


"Apakah sudah sampai?" tanya Agatha sambil memerhati kan di sekeliling mobil milik Calon tunangannya itu,wajahnya seketika langsung panik saat melihat kalau ternyata mobil calon tunangannya bukan di rumahnya tapi di depan Hotel *******.


"Kenapa kita malah berhenti di sini?" tanya Agatha lagi,ia baru sadar karena terlalu sibuk memikir kan Ars,ia bertanya sambil menoleh kan kepala nya ke arah calon tunangannya itu karena pria itu hanya diam saja.

__ADS_1


"Sayang,kita harus masuk sebentar.Aku harus melaku kan sesuatu terlebih dahulu" jawab pria itu dengan wajah mesum nya sambil terus menatap tubuh nya Agatha dengan tatapan lapar.


Apa lagi Agatha hanya memakai dress yang tanpa lengan dan panjangnya di atas lutut dan juga belahan dada yang sedikit terlihat,hingga membuat pikiran pria itu langsung melayang ntah kemana-mana sebelum melaku kan apa pun.


"A apa tidak seharusnya,kau mengantar ku pulang terlebih dahulu?" tanya Agatha dengan suara sedikit gugup karena sedang menahan rasa takutnya,apa lagi saat ia melihat wajah mesumnya pria itu hingga membuat dirinya menjadi semakin takut.


"Tidak,nanti saja.Kita harus masuk ke dalam terlebih dahulu" jawab pria itu sambil keluar dari dalam mobil miliknya dan berjalan ke samping mobil untuk membuka pintunya Agatha.


Pria itu segera melepas kan seatbelt nya Agatha saat melihat Agatha hanya diam saja,ia bahkan membuka dengan cara paksa saat Agatha menahan seatbelt nya.


"Aku tidak mau ikut,aku di dalam mobil saja" ucap Agatha dengan nada takut nya,sambil menahan tubuhnya agar tetap di dalam mobil saja.


Pria itu tersenyum licik saat melihat Agatha yang sedang ketakutan,terlihat dari wajah pucatnya Agatha dan perlawanannya.


Sepertinya rencananya untuk meniduri Agatha,sudah di ketahui oleh Agatha.Ia sudah separuh jalan,ia tidak akan melepas kan Agatha begitu saja.


"Tidak,kau harus ikut dengan ku ke dalam" ucap pria itu sambil menarik paksa tangan nya Agatha,Agatha yang hanya wanita pun kalah dengan tenaga pria itu,akhirnya dirinya menjadi sedikit berlari karena terus di tarik paksa masuk ke dalam Hotel oleh pria itu.


"Aku mohon,lepas kan aku" mohon Agatha sambil menangis,apa lagi mereka sudah berada di dalam Hotel sekarang.


"Jangan harap,sebelum aku bisa men*km*t* tubuh indah mu ini" ucap Pria itu dengan wajah yang tersenyum mesum,sambil terus menarik paksa Agatha yang terus menangis,ia bahkan mengabaikan tatapan penasaran orang-orang yang ada di sekitar mereka.


Sedang kan manajer Hotel tersebut pun hanya diam saja karena sudah di sogok oleh calon tunangannya Agatha.


Sementara itu di luar Hotel.


Anak buahnya Hery yang sedang mengikuti mobil yang membawa Agatha tadi,semuanya sudah berada di luar mobil.


Mereka semua bersiap-siap ingin menolong Agatha sambil memerhatikan ujung jalan sana,mana tau mobil pria egois yang di bilang oleh Tuan Muda mereka tadi benar-benar akan muncul tapi ternyata tidak juga muncul padahal mereka sudah menunggunya dari tadi.


Karena seperti perintah dari Tuan Mudanya,kalau mereka harus bertindak kalau pria egois itu tidak datang.


Baru saja mereka mau melangkah masuk,sebuah mobil berhenti mendadak di samping mereka.Hingga mampu membuat mereka semua terlonjak kaget setengah mati,apa lagi beberapa orang yang memang berdiri tepat di samping ban mobil yang berhenti tiba-tiba itu,kaki mereka yang hanya berjarak 2 cm saja dengan ban mobil itu.


Hingga mampu membuat mereka seperti merasa kan jiwa dan raga mereka terpisah dan kembali lagi.


Mereka semua segera mengelap keringat dingin mereka karena kaget bercampur takut tadi,lalu mereka segera menyusun barisan yang rapi dan sedikit menunduk kan kepala mereka saat mereka melihat Ars yang sedang keluar dari dalam mobil dengan terburu-buru.


"Kalian...." Ars mengeram kesal saat melihat beberapa anak buah Tuannya juga berada di sana.

__ADS_1


Wajahnya sudah berubah menjadi marah,kesal,khawatir dan panik menjadi 1,ia menatap tajam ke arah mereka yang masih tidak berani menatap dirinya.


Sedang kan mereka hanya mampu berdiri dengan wajah pasrah mereka dan berkeringat dingin,mereka juga bingung.


Karena Ars dan Hery adalah 2 pria yang sama-sama bahaya bagi mereka,tapi mereka pikir-pikir lagi lebih berbahaya Tuan Muda mereka,jadi mau tidak mau mereka harus memilih salah satu.


Ars terus menatap tajam ke arah mereka semua,hingga melupa kan Agatha untuk beberapa saat.


Kalau mereka sudah ada di sini terlebih dahulu dari dirinya,kenapa harus menungu dirinya untuk menyelamat kan Agatha,Karena terlalu mengkhawatir kan Agatha dan takut sampai terjadi apa-apa kepada Agatha,ia sampai tidak memikir kan keselamatan dirinya tadi.


Memikir kan hal itu saja,ia menjadi semakin kesal.Hanya Tuannya yang mampu melakukan semua ini.


Ingin rasanya ia meluap kan rasa kesalnya sekarang juga pada Tuannya tapi ia juga tidak bisa berbuat apa-apa jika sudah berada di hadapan Tuannya itu,mungkin saja ia hanya bisa menampil kan wajah kesalnya saja.


"Tuan,Nona Agatha" tegur salah satu anak buahnya Hery saat melihat melihat Tuan Ars mereka hanya berdiri diam dengan eskpresi wajah yang bercampur menjadi 1 tadi.


"**** " umpat Ars,dengan suara tingginya saat ia baru mengingat kalau ia melihat Agatha yang sedang di tarik paksa untuk masuk ke dalam Hotel ketika dirinya sedang menghenti kan mobilnya tadi.


Ia segera berlari masuk ke dalam Hotel dengan kencang tapi saat ia baru saja masuk 6 langka,Manajer Hotel tersebut langsung menghadang dirinya.


"Tuan,maaf anda tidak di perboleh kan masuk" ucap Manajer tersebut dengan wajah sombong dan nada santainya,ia sudah tahu kalau pria yang ia hadang ini ingin mengejar pria tadi yang sudah membayarnya berkali-kali lipat tapi ia belum tahu dengan jelas siapa pria yang di hadangnya ini.


Tanpa menjawab dan juga tanpa banyak bicara,Ars langsung memberi beberapa bogem mentah pada wajah Manajer tersebut tanpa jeda.


"Buk buk buk buk" terdengar bogeman mentah yang sangat kuat di wajahnya Manajer tersebut.


"A apa ya yang sudah kau lakukan hah?" tanya Manajer tersebut dengan suara terbata-bata karena merasa sakit di seluruh mulutnya dan juga wajahnya,di tambah lagi dengan darah yang terus mengalir di kedua sudut bibirnya,ia juga sudah tersungkur di atas lantai sambil memegang bibirnya yang sudah robek di kedua sudutnya.


"Aku akan melapor kan kau ke kantor polisi" ancam Manajer tersebut,ia masih kekeh ingin melawan,padahal wajah nya akan semakin hancur jika Ars menambah kan beberapa bogeman lagi di wajahnya.


"Ternyata kau masih bisa bicara hm.." Ars mengeram kesal dengan wajah emosinya,ia segera mencengkram kerah bajunya Manajer tersebut dengan kuat hingga leher Manajer tersebut hampir tercekik dan tubuhnya yang tersungkur tadi pun perlahan-lahan sedikit terangkat ke atas.


"Ce cepat le pas kan aku" ucap Manajer tersebut karena merasa hampir tidak bisa bernafas.


"Cepat kata kan berapa no kamarnya?" tanya Ars dengan nada emosinya sambil menodong kan pistol yang ia ambil dari saku belakang celananya.


Sedang kan para bawahan nya Manajer tersebut dan orang-orang di sekitar nya yang ingin mendekat dan menolong tadi pun langsung mundur secara perlahan-lahan.


"3 5 6" jawab Manajer tersebut dengan suara putus-putusnya dan wajah yang sudah berkeringat dingin saat melihat ujung pistol yang sudah berada tepat di dahinya itu,wajah sombongnya tadi pun langsung menghilang begitu saja.

__ADS_1


"Urus dia" perintah Ars kepada anak buahnya Hery yang sudah berada di belakangnya dari tadi,ia segera menghempas kan tubuh Manajer itu dengan sedikit keras.


Lalu tanpa menoleh ke arah belakang lagi,ia segera berlari ke arah lift untuk segera mencari kamar 356 dan menyelamat kan Agatha.


__ADS_2