Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
131. Agatha yang ketakutan


__ADS_3

Ars terus menatap dengan tidak sabaran secara bergantian, ke arah pintu lift yang masih saja belum terbuka dan angka yang perlahan-lahan semakin bertambah satu persatu,Ia terus bolak-balik di dalam lift dengan wajah khawatir dan juga hati yang sudah tidak menentu.


Setelah beberapa saat menunggu ,akhirnya lift terbuka juga.Ia segera berlari keluar dari dalam lift,lalu meneliti no setiap kamar yang ia lalui sambil berlari.


(Kembali ke Agatha).


"Jika Ayah tahu,kau pasti akan berada di dalam penjara saat itu juga" ancam Agatha sambil menangis,tangannya juga sudah terasa perih karena cengkraman kuat dari pria itu.


"Tenang saja,aku pasti kan Ayah mu akan menikah kan kita hari itu juga" jawab pria itu dengan wajah yakinnya dan tersenyum jahat,tanpa memperduli kan tangisan nya Agatha.


Dia sangat senang ketika di jodoh kan kepada putri seorang pengusaha hari itu,bukan hanya bisa memiliki tubuh wanita yang memang sedang di incarnya ini tapi juga bisa menguntung kan Perusahaan orang tuanya.


Dia tidak dapat menahan n*fs*nya lagi ketika Agatha terus menunda pernikahan mereka,apa lagi saat melihat dress yang di pakai oleh Agatha sekarang,hingga membuat tubuh Agatha terlihat semakin menggoda di matanya.


Agatha hanya mampu terus menangis sambil terus memohon agar di lepas kan dan berusaha melepas kan genggaman tangan pria itu dari tangannya,tubuhnya semakin gemetar ketakutan saat pria itu sudah menariknya hingga ke dalam kamar Hotel.


Baru saja pria itu ingin menutup dari dalam, pintu kamar Hotel yang sudah ia pesan itu,tiba-tiba saja ada sebuah tangan yang menahannya.


"Apa yang kau laku kan? Cepat singkir kan tangan kau dari pintu ini" ucap pria itu dengan wajah kesalnya karena melihat pria yang ia jumpai bersama calon istri nya kemaren malah sedang menahan pintu yang ingin di tutupnya itu.


"Serahkan wanita itu pada ku" ucap Ars dengan wajah emosinya sambil terus menahan pintu yang ingin di tutup oleh pria itu.


"Ars,tolong aku.Aku tidak mau sama dia" tiba-tiba suara Agatha terdengar dari balik pintu itu,karena Agatha segera bersuara saat mendengar suaranya Ars.Ia juga langsung memanggil Ars tanpa kata Tuan lagi,untuk pertama kalinya,karena merasa senang doanya tadi terkabul,Ars benar-benar datang untuk menyelamatkan dirinya.


Di balik pintu itu,rasa takutnya Agatha sudah mulai berkurang saat dirinya mendengar suaranya Ars.Ia yakin Ars pasti bisa menolong dirinya,ia juga terus berusaha melepas kan genggaman tangannya pria itu dari tangannya.


Ars semakin emosi saat melihat pria itu terus mengenggam dengan kuat tangannya Agatha,hingga membuat ia bisa mendengar Agatha yang sedang meringis sakit di balik pintu itu.


"Aku tidak akan menyerahkan nya pada mu.Memangnya siapa kau? Kau tidak berhak atas calon istriku" ucap pria itu dengan wajah marahnya juga sambil terus menahan tangannya Agatha sekuat tenaganya,tapi ia sedikit bergidik ngeri saat melihat mata tajamnya Ars yang seperti sedang menusuk langsung ke dalam jantungnya.


"Tidak penting siapa aku,berhak atau tidaknya.Sekarang yang terpenting,kau harus menyerah kan wanita itu kepada ku.Jika tidak,kau tidak akan bisa bersuara lagi" ucap Ars ,ia masih berusaha bicara baik-baik,padahal amarahnya sudah berada di ubun-ubun.


"Ini bukan urusan kau.Cepat pergi dari hadapan ku atau aku akan......Achkk" ucapan pria itu terhenti dengan di akhiri oleh pekikan yang kuat dari mulutnya karena Ars langsung memberinya bogeman mentah tanpa menunggu nya menyelesai kan perkataan nya lagi.


"Ars "panggil Agatha setelah genggaman tangan pria itu langsung terlepas saat pria itu tersungkur ke lantai karena di beri bogeman mentah oleh Ars.

__ADS_1


Agatha segera berlari dan memeluk Ars dengan wajah senangnya sambil menangis,ia sangat bersyukur karena Ars benar-benar ada di depannya saat ini dan sedang menyelamat kan dirinya.


Ars pun segera membalas pelukan dari Agatha dengan perasaan lega karena belum sempat terjadi apa-apa pada Agatha,ia juga mengelus-elus dengan pelan punggung nya Agatha tanpa suara.


Untung saja ia datang tepat waktu,hanya saja ia melihat sekilas sebelah tangannya Agatha seperti sedikit membengkak karena ulah pria itu,hingga membuat amarah nya kembali meledak.


Tapi ia pikir-pikir lagi,jika ia tidak datang untuk menyelamat kan Agatha pun,pasti ada anak buah Tuannya akan menyelamat kan Agatha tanpa ia suruh.


Tuannya memang sangat pintar dalam menjebak,padahal dulu hanya suka menjebak musuh tapi sekarang semenjak menikah malah suka menjebak sahabat.


Ars menjadi tidak tahu harus bagaimana caranya untuk membalas Tuannya itu walau pun sangat ingin,karena memang ia tidak punya kemampuan untuk membalas Tuannya.


Pria yang menyebut dirinya sebagai calon tunangan Agatha tadi pun menjadi semakin marah saat melihat Agatha yang memeluk pria yang tidak di kenalnya itu,dia hanya mengetahui kalau Agatha manggang di Perusahaan pria yang di peluk oleh Agatha saat ini.


Pria itu segera mengambil pisau belati yang sengaja dia simpan di belakang punggungnya, untuk bisa dia guna kan dalam keadaan seperti ini,lalu ia segera berlari ke arah Ars,berniat untuk menusuk Ars dengan pisau belatinya.


"Ting ting ting"


"Achkk" terdengar suara pisau yang terjatuh dan pekikan kuat dari pria itu lagi,dia bukan berhasil menusuk Ars tapi dirinya malah kembali tersungkur ke atas lantai dengan lebih keras dari sebelumnya karena ulahnya Ars.


Ars yang tadi melihat sekilas ke arah pria itu yang sedang mengambil pisau dari belakang punggungnya dan berlari ke arahnya,Ars segera menendang pergelangan tangan nya pria itu dengan keras,ia juga langsung menendang dada pria itu tanpa melepas kan pelukan nya Agatha.


Setelah itu Ars segera mengurai pelukan mereka dan melepas kan jaket dari tubuhnya,kemudian ia menutup tubuh seksinya Agatha dengan mengguna kan jaketnya,lalu ia segera berjalan ke arah pria yang sedang meringis kesakitan karena tendangan kuatnya tepat di dada tadi.


Pria itu terus meringsut mundur sambil meringis hingga kandas di dinding kamar,karena takut melihat Ars yang terus berjalan mendekati dirinya dengan mata yang menatap ke arah dirinya dengan lebih tajam dari tadi.


"Tu Tuan,maaf kan kesalahan bodoh ku.Am ambil saja wanita itu,aku sudah tidak mau" ucap pria itu dengan gugup karena rasa takutnya,saat Ars sudah berada di hadapannya.


"Tu Tuan,a aku mo mohon maaf kan aku" ucap pria itu,ia semakin takut saat Ars langsung mencengkram lehernya dengan kuat hingga tubuhnya langsung terangkat ke atas dan ia juga mulai tidak bisa bernafas saat ini.


"Aku sudah bilang tadi,kalau aku akan membuat kau tidak bisa berbicara lagi" ucap Ars dengan nada marahnya,terlihat amarah di seluruh wajahnya.


Sedang kan pria itu hanya mampu memukul-mukul pergelangan tangan nya Ars dengan kedua tangan lemahnya karena nafas nya sudah tersendat-sendat,mungkin saja beberapa detik lagi akan kehabisan nafas.


"Ars ce cepat lepas kan dia,kau bisa membunuh dia nanti" tegur Agatha sambil memeluk Ars dari belakang,ia berbicara dengan nada gugupnya karena merasa takut saat melihat Ars yang terlihat mengeri kan di matanya,apa lagi ia melihat nafas calon tunangannya yang hampir habis,bisa-bisa Ars akan membuat nyawa seseorang melayang begitu saja.

__ADS_1


Ars segera tersadar dan melepas kan cengkraman tangannya pada leher pria itu,saat ia mendengar suara teguran dari agatha.


"Uhuk uhuk uhuk uhuk" pria itu langsung terduduk di lantai dengan terbatuk-batuk karena hampir kehabisan nafas sambil memegang lehernya yang masih terasa tercekik.


"Nyawa kau masih utuh malam ini,tapi tidak untuk lain kali" peringat Ars pada pria itu yang masih sibuk mengisi pasokan udara untuk bernafas.


Ars segera melepas kan kedua tangannya Agatha yang berada di pinggang nya,lalu ia berbalik badan dan merapi kan kembali jaket yang menutupi tubuhnya Agatha.


Kemudian ia menatap sebentar ke arah wajah takut dan dress miliknya Agatha dan juga wajah lembabnya Agatha karena terus menangis tadi,lalu ia segera mengendong Agatha dengan cara bridal.


"Ars,apa yang kamu laku kan?" tanya Agatha,ia segera merangkul lehernya Ars dengan kedua tangannya karena takut terjatuh.


"Diam,jangan banyak bicara" ucap Ars dengan nada marah bercampur kesal sambil berjalan keluar dari kamar Hotel itu tanpa menatap ke arah wajahnya Agatha,matanya hanya nenatap lurus ke depan saja.


Sedang kan Agatha hanya bisa menyandar kan wajahnya ke dada kekarnya Ars dengan wajah malunya tanpa bersuara lagi, karena baru kali ini ia berada sedekat ini dengan Ars.


Anak buahnya Hery yang sudah berada di luar kamar Hotel itu,segera sedikit menunduk kan kepala mereka saat melihat Ars berjalan keluar dari kamar Hotel itu dengan mengendong Agatha.


"Bawa pria brengsek itu ke kantor polisi, lapor kan dia dan pasti kan dia membusuk di dalam penjara untuk selamanya" perintah Ars dengan suara tegasnya tanpa menghenti kan langkah kakinya.


"Baik Tuan" jawab Anak buahnya Hery dengan cepat.


Mereka pun segera menyeret pria brengsek itu, setelah Tuan Ars mereka sudah menghilang dari pandangan mereka.


Sedang kan di dalam lift,Ars dan Agatha hanyut di dalam pikiran mereka masing-masing.


Agatha yang ingin banyak bertanya dan ingin mengata kan banyak hal kepada Ars ,tapi ia malah jadi tidak mampu berkata apa pun karena Ars yang tidak memperboleh kan dirinya untuk berbicara.


Sedang kan Ars yang sedang menahan emosi karena melihat Agatha yang memakai pakaian seksi seperti ini,ingin sekali ia memarahi Agatha tapi ketika ia melihat Agatha yang sedang takut dan dalam keadaan yang sedikit kacau,akhirnya ia pun mengurung kan niatnya untuk memarahi Agatha.


Di dalam perjalanan pun mereka hanya diam saja,hingga beberapa puluh menit kemudian sampai lah mereka di rumahnya Agatha.


Ars segera kembali mengendong Agatha keluar dari dalam mobil dan berjalan ke arah rumahnya Agatha,satpam yang sedang berjaga pun segera membuka pintu pagar saat melihat kalau ada nona mudanya di dalam gendongan pria yang tidak di kenal itu.


"Nona...." ucapan satpam tersebut langsung terhenti saat melihat kode mata dari Nona muda nya yang menyuruh dirinya untuk diam saja,Agatha hanya takut satpam tersebut terkena amarah dari Ars saja,makanya ia segera memberi kode pada satpam tersebut.

__ADS_1


Ars terus berjalan dengan wajah datar dan mata tajamnya,hingga ia sampai di depan pintu rumah nya Agatha.


"Cepat panggil orang tuamu,untuk membuka pintu.Apa kau ingin kita berada di sini hingga pagi?" tanya Ars dengan wajah datar nya yang berubah menjadi kesal,saat Agatha bukan membantu nya untuk mengetuk pintu malah hanya terus menatap wajahnya dari tadi,padahal kedua tangan nya sudah mulai merasa kan lelah.


__ADS_2