Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
101. Penyelamatan untuk Ashley


__ADS_3

Hingga....


"Buk"


"Auch"


Terdengar pekikan sakit dari wanita itu bersamaan dengan suara badan nya yg terlempar ke lantai karena terkena tendangan dari salah satu pria tersebut saat ia lengah tadi.


"Nona" panggil Ashley dengan nada khawatir nya,ia pun memberani kan diri untuk mendekat ke arah wanita itu,walau pun di dalam hati nya sedang ketar ketir karena merasa kan takut.


Kenapa semenjak ia bersama Hery,hidup nya sering mengalami yg seperti ini,salah kan diri nya saja karena terlalu mencintai suami nya itu,jadi ia harus bisa membiasa kan diri nya dengan semua ini dan mencoba mengalah kan rasa takut nya.


"Nona,kau tidak apa-apa?" tanya Ashley dengan wajah yg semakin khawatir sambil membantu wanita itu berdiri, saat melihat wanita itu memuntah kan sedikit darah.


"Aku baik-baik saja Nona,jangan khawatir" jwb wanita itu dengan pelan dan sebelah tangan yang memegang dada nya karena sedang menahan rasa sakit di dada dan juga lelah akibat melawan 3 orang tadi yg lumayan handal dari dirinya.


"Cih,hanya segitu saja,kemampuan kau?" tanya pria itu dengan wajah sombong nya,sambil tersenyum lebar.


"Jangan senang dulu,aku masih bisa mengalah kan kau" jwb wanita itu dengan wajah yakin nya,ia masih mencoba untuk melawan.


Tapi di dalam hati nya,ia merutuki Tuan nya yg sama sekali belum nampak batang hidung nya,walau pun begitu di dalam lubuk hati nya yg paling dalam,ia yakin kalau Tuan nya pasti akan datang menyelamat kan mereka.


"Cih,aku tidak yakin jika kau masih bisa melawan ku dalam keadaan seperti itu" ucap pria itu sambil berjalan maju ke arah Ashley dan wanita itu.


Baru saja pria itu berjalan 3 langkah,terdengar dobrakan pintu yg cukup keras,hingga membuat langkah nya terhenti dan menoleh untuk melihat siapa yg mendobrak pintu.


"Siapa kau?" tanya pria itu dengan wajah kesal nya setelah ia menoleh,2 pria itu menatap dengan seksama pria yg cukup kokoh dan gagah berdiri di ambang pintu,tampang tidak asing di mata mereka saat melihat wajah tersebut.


"Apa aku perlu menyebut nama ku?" tanya pria yg baru datang itu,dengan wajah yg tersenyum menyeringai sambil menutup pintu yg telah ia dobrak tadi,walau pun tidak bisa tertutup sepenuh nya karena ia mendobrak nya dengan keras pintu yg terkunci itu hingga membuat pintu nya menjadi rusak.


2 pria itu masih menelisik wajah pria tersebut tapi mereka sama sekali tidak bisa mengingat nya,2 pria itu juga masih menunggu jawaban selanjut nya dari pria tersebut.

__ADS_1


"Seperti nya tidak perlu,kalian hanya perlu tahu,kalau nyawa kalian berdua akan berada di tangan ku sekarang" lanjut Pria itu lagi dengan nada angkuh nya sambil melirik sekilas ke arah Ashley dan anak buah nya itu.


Sedang kan di ujung kamar itu,Ashley dan wanita itu tersenyum lega saat melihat pria itu datang.Walau pun Ashley tidak mengenali nya tapi melihat wanita yg ada di samping nya tersenyum,ia yakin pasti pria itu datang untuk menyelamat kan mereka.


Beda dengan Ashley yg tersenyum tanpa rutukan,wanita yg ada di samping nya itu tersenyum sambil merutuki Tuan nya yg baru datang itu,Tuan nya itu memang selalu datang ketika sudah darurat seperti ini,apa lagi saat ia mendengar nada angkuh dari Tuan nya itu,membuat nya kesal saja.


"Cih,sombong sekali kau" ucap pria itu dengan wajah marah nya karena melihat pandangan remeh dari pria yang ada di depan nya,ia segera memberi tanda kepada teman nya agar bersama-sama menyerang pria yg ada di depan mereka itu.


Pria yg berperawakan tampan dan gagah itu,menghembus nafas lelah nya.Ia baru saja selesai bertarung dengan 30 pria berbadan tegap di luar tadi,lalu ia segera mendobrak pintu setelah ia duduk beristirahat sejenak di luar pintu tadi.


Sekarang ia harus melayani 2 pria yg terlihat lebih handal dari 30 pria tegap yg ia lawan tadi,karena terbukti dengan kalah nya salah satu anak buah terbaik nya itu.


Akhir nya terjadi lah pertarungan antara 1 pria dan 2 pria,pria itu menangkis dan menyerang dengan lincah,benar dugaan nya kalau 2 pria itu lebih handal dari 30 pria yg ia lawan tadi.


Beberapa menit berlalu,2 pria itu terpelanting dengan mengenas kan,sedang kan pria itu sibuk merapi kan pakaian nya yg berantakan akibat pertarungan barusan dengan wajah angkuh nya.


Tapi aneh nya,2 pria tadi hanya tersenyum saja sambil menatap pria angkuh itu,padahal mereka berdua sudah berakhir mengenas kan hingga tidak mampu bangkit lagi.


"Cepat keluar dari sini" seru Pria itu dengan nada tinggi dan wajah yg sedikit panik,saat ia telah menyadari kalau ternyata di balik pakaian salah satu dari dua pria tersebut terdapat bom yg akan meledak dalam hitungan detik.


Seruan pria itu pun mampu membuat kedua wanita itu terkejut,tapi hanya beberapa saat karena wanita itu segera mengajak Ashley untuk keluar saat ia mengerti,kenapa Tuan nya seperti itu.


Ashley pun segera membantu wanita itu berjalan keluar dengan wajah bingung nya,walau pun bingung,ia tetap mengikuti langkah wanita itu.Pria itu pun segera mengikuti 2 wanita itu keluar dari dalam kamar dengan langkah lebar nya.


"Kalian pikir,bisa semudah itu membodohi ku" gumam pria itu dengan senyum smirk nya sambil menutup kembali pintu kamar itu,untung saja ia cepat menyadari kalau kedua pria itu sengaja mengelabui dirinya dengan pakaian tebal mereka dan gerak gerik tubuh yg memang sudah tidak berdaya sama sekali.


Kali ini ia memang salut sama kelompok geng ***** ***** ini,geng tersebut memang memiliki para bawahan yg handal-handal dan setia Tuan,maka dari itu mereka lebih memilih mati dari pada berhasil tertangkap hidup-hidup.


Lalu ia segera mengikuti langkah kaki 2 wanita yg mulai menjauh itu dengan sedikit berlari.


---

__ADS_1


Sementara di lantai bawah Hotel tersebut,Hery sedang menuruni anak tangga dengan langkah pelan nya,karena kamar mereka berada di lantai 2,ia melangkah sambil memikir kan kejanggalan-kejanggalan yg ia lihat selama ia berjalan keluar tadi.


"Tidak" pekik Hery,saat ia selesai mencerna apa yg ia lihat dari tadi.Iya,rambut yang di pakai oleh MUA tersebut terlihat seperti palsu,lalu di luar kamar,para pengawal nya juga menghilang dan di ujung lorong tadi berdiri 2 pria yg berpakaian rapi seperti pengawal tapi 2 pria itu bukan pengawal nya,ia sangat tahu tatapan mata dan cara berpakaian para pengawal nya.


Ia langsung membalik kan badan nya,lalu berlari menaiki anak tangga kembali tanpa memperduli kan panggilan Ryan dan Jonathan.


Eskpresi wajah datar nya sudah berubah menjadi panik bercampur khawatir,Ars yg memang sedang berjalan ke arah Hery pun,segera ikut berlari mengikuti langkah Tuan nya,saat ia mendengar pekikan dan melihat wajah panik Tuan nya.


Hery segera berlari dengan cepat agar bisa segera sampai di kamar milik nya tadi,belum sempat ia sampai di kamar yg ingin ia tuju,dirinya sudah di hadang oleh 2 pria yg ia lihat di ujung lorong tadi.


"Menyingkir lah,jika tidak ingin mati sia-sia di tangan ku" ucap Hery dengan suara yg mengelegar karena tingkat emosi nya sudah lebih dari ambang batas nya.


Saat ini perasaan nya sedang kacau,apa lagi feeling nya mengata kan yg buruk.Sekarang 2 pria ini malah menghadang jalan nya.


"Kau harus melawan kami dulu" ucap 2 pria itu dengan nada sombong nya.


Baik lah,jika itu mau kalian" ucap Hery dengan wajah yg menyeringai ngeri,ia sudah lama tidak membunuh karena larangan Grandma.Sekarang amarah nya sudah di ujung batas,ia tidak akan memperduli kan peringatan dari Grandma lagi,istri nya dalam bahaya sekarang.


Hery segera menyerang 2 pria itu,dalam 1 menit saja,1 pria sudah tergeletak dengan mengenas kan dan tidak bernyawa di lantai dengan dada yg terkena tendangan dan sebelah wajah yg memerah berbalut darah,sedang kan yg satu nya lagi tergantung di dinding karena leher nya yg ada di genggaman tangan Hery.


"Aku sudah bilang kepada kalian,jangan menghadang ku jika tidak ingin mati sia-sia" ucap Hery dengan nada geram,lalu ia melepas kan genggaman nya saat melihat sekilas Ars yg sudah mendekat.


"Urus 2 pria ini" perintah Hery dengan cepat,masih ada sekitar 10 kamar yg harus ia lewati lagi,lalu ia segera berlari kembali untuk menuju tempat istri nya berada tanpa memperduli kan wajah terkejut pria yg masih bernyawa itu karena mampu melumpuh kan mereka berdua hanya dalam 1 menit saja.


Ars segera membekuk pria yg sudah terkulai lemah itu,sambil mencari sosok Mark yg tidak ia lihat dari tadi.


Hery yg sudah sampai di luar kamar milik nya tadi,segera menggapai handle pintu.Tapi belum sempat ia dapat menggapai nya,tubuh nya terlempar jauh dari pintu kamar itu.


"Duar" terdengar 1 ledakan kuat dari dalam kamar itu,ledakan nya tidak besar tapi mampu membuat kamar itu hancur berkeping-keping.


"Honey...." gumam Hery pelan sambil menatap kamar yg sudah hancur dan asap yang bertebaran di udara dengan rasa tidak percaya.

__ADS_1


Saat ini dunia nya seperti langsung hancur begitu saja tanpa memberi nya bernafas sedikit pun.


__ADS_2