
Jam sudah menunjuk kan pukul 7 tepat,sudah waktu nya untuk sarapan.Mereka semua sudah duduk rapi di meja makan,bersiap siap untuk memulai sarapan.
"Daniel,apa kau tdk bisa diam?" tegur Ayah dengan wajah yg kesal dan nada sedikit tinggi,pada putra nya yg dari tadi terus berisik dan duduk tdk beraturan.
"Sebenar nya ada apa dengan kalian ber dua ini?"timpal Ashley dengan wajah kesal nya juga,ia juga ikut merasa terusik dengan tingkah kakak nya itu.
"Iya,kau ini seperti tdk punya waktu lain saja,ini kan sedang waktu nya sarapan"sambung Ibu yg ikut-ikutan kesal.
Ibu dan anak itu berbicara sambil menatap Hery yg dari tadi hanya diam saja dengan wajah datar nya dan Daniel yg sedang menekuk wajah nya dengan kesal secara bergantian.
"Kalian tanya saja pada calon menantu kesayangan kalian itu"jwb Daniel dengan ketus sambil memulai acara sarapan nya dengan kesal.
Ia dari tadi sudah berusaha untuk bertanya kepada Hery tentang perkataan Hery malam tadi,dengan cara berdempet-dempetan duduk di samping Hery sambil sibuk bertanya,tapi Hery malah mendiamin dia saja dari tadi.
Hingga membuat keluarga nya terganggu dengan tingkah nya itu,padahal ia hanya penasaran tapi ternyata Hery sama sekali tdk bs berkerja sama.
"Kenapa jadi salah kan aku,tadi malam itu aku hanya asal bicara,kau saja yg menanggapi nya terlalu berlebihan"ucap Hery tanpa dosa sambil tersenyum tipis,membuat Daniel semakin kesal tapi sayang nya ia tdk bisa berbuat apa apa untuk melepas kan kesal nya itu.
"Sudah,ayo kita makan dulu,setelah itu baru kalian selesai kan urusan kalian ber dua"ucap Ayah dengan nada tegas nya yg di anggukin oleh Ibu dan Ashley,sambil melanjut kan sarapan nya.
Ayah memang tdk begitu suka mencampuri urusan anak muda kecuali jika hal itu memang perlu ia yg turun tangan baru ia akan sibuk.Lagi pula ia bisa melihat,jika Hery seperti nya tdk mau mengalah saja,jadi lebih baik selesai kan sarapan dahulu.
Kemudian mereka pun menyelesai kan acara sarapan nya dengan lancar di sertai wajah kesal nya Daniel dan wajah penasaran dari Ashley.
Hery dan Ars yg sudah selesai pun bangkit berdiri dan berjalan ke ruang kerja yg ada di dalam Villa itu,setelah ia sudah mintak permisi kepada Ayah dan Ibu.
Sedang kan Ashley berserta keluarga nya sibuk duduk di ruang tamu sambil mengobrol,setelah selesai sarapsn tadi.
"Apa yang kau ribut kan dengan Hery kak?"tanya Ashley dengan wajah penasaran nya dan menelisik wajah kakak nya.
__ADS_1
"Tidak ada apa apa,tadi kami hanya bergurau saja"jwb Daniel dengan wajah kesal yg sudah mengurang,ia tdk ingin Ashley mengetahui nya,jika tdk ia bisa kerepotan untuk menjawab nya nanti.
"Benar kah?"tanya Ashley dengan wajah tdk percaya nya sambil menatap mata kakak nya.
"Iya benar,kenapa kau kepo sekali... "jwb Daniel dengan wajah kesal nya krmbali.
"Sudah,kau lanjut nonton TV saja"lanjut Daniel lagi,yg tdk mau berdebat lagi dengan adik nya sambil memakan cemilan yg ada di atas meja itu,tenaga nya sudah habis setengah untuk Hery tadi.
Ashley yg memang lagi tdk ingin berdebat pun,menuruti kata kakak nya sambil memakan cemilan juga,walau pun ia merasa aneh dengan kakak nya dan Hery.
Mereka berempat pun menonton TV sambil memakan cemilan dan juga mengobrol.
Di ruang kerja.
"Di mana wanita tua itu sekarang?"tanya Hery yg sudah duduk diam beberapa saat lalu.
"Belum,tapi seperti nya anak buah wanita tua itu sedang mengawasi gerak gerik kita seminggu belakangan ini"jwb Ars lagi dengan wajah datar nya.
Ars sudah antisipasi tentang ini,jadi dari awal ia dan Mark sudah membasmi dan mengecoh org-org yg terus menguntit mereka dari kemaren.Jadi kedekatan Ashley dengan Hery tdk di ketahui oleh siapa pun kecuali keluarga nya Ashley dan 2 teman nya itu.
"Kita lihat saja nanti,apa yg akan dia laku kan setelah pulang ke sini"ucap Hery dengan wajah tenang nya,sambil menyandar kan kursi nya ke belakang kursi.
"Awasi terus gerak gerik mereka"perintah Hery lagi dengan nada tegas nya.
"Baik Tuan" jwb Ars.
Mereka ber dua pun sibuk berdiskusi tentang banyak hal,termasuk urusan perkerjaan.
Setelah 1 jam lebih mereka ber dua sibuk berdiskusi,akhir nya mereka pun keluar dari ruang kerja Daddy nya itu.Lalu mereka ber dua pun berpencar sebentar, mengikuti keperluan masing masing.
__ADS_1
Hery melangkah menuju ruang tamu untuk mencari sosok yg ingin ia lihat,tapi ternyata di sana sudah tdk ada siapa siapa lagi.Mungkin masing-masing sudah sibuk bersiap-siap,karena setelah makan siang nanti mereka akan di antar pulang oleh Hery dan Ars.
Kemudian Hery pun ingin melangkah ke kamar nya,tp saat ingin berbalik ia mendengar suara percikan air dari samping nya Villa.
Ia pun membatal kan niat nya yg ingin ke kamar,lalu melangkah menuju asal suara tersebut.
Hery bersandar di daun pintu, sambil tersenyum menatap wanita nya yg sedang duduk di tepi kolam sambil bermain air memakai tangan dan kaki nya dengan wajah tersenyum nya.
Ternyata Ashley sedang melamun,memikir kan kejadian malam tadi tentang berciuman dengan Hery,hingga membuat ia tersenyum sendiri.
Kemudian Hery pun melanjut kan langkah nya untuk mendekat ke arah Ashley berada,lalu ia berjongkok di samping nya Ashley yg tdk menyadari kedatangan nya.
"Byuurr "
"Ackk"teriak Ashley karena kaget.
Hery mendorong punggung nya Ashley dengan pelan,hingga membuat Ashley tercebur ke dalam kolam renang.Kemudian ia juga segera membuka kemeja nya dan menyisa kan celana panjang nya,lalu ia pun segera loncat ke dalam kolam renang.
"Hei,apa yg kau .....? "tanya Ashley setelah kepala nya sudah di atas permukaan air,dengan wajah kesal nya karena tiba-tiba saja di dorong,apa lagi ia sudah tahu siapa pelaku nya.
"Byuurr"
Tapi sebelum ia menyelesai kan perkataan nya,percikan air susulan menghampiri wajah nya hingga membuat ia segera menutup wajah nya dengan ke dua tangan nya dan percikan air itu juga mampu menghenti kan pertanyaan yg ingin di lontar kan nya.
"Hei lepas kan,apa yg kau laku kan?" tanya Ashley saat merasa kan ada tangan yg menarik pinggang nya,seketika ia lgsng menjadi gugup.
Tidak lama muncul lah kepala nya Hery di depan wajah nya Ashley.
"Apa yg sedang kau laku kan ?"tanya Ashley dengan wajah memerah nya saat melihat Hery menatap nya sambil tersenyum,sambil mengelap ngelap wajah basah nya dengan tangan.
__ADS_1