
Di Mansion Keluarga Kusuma.
Grandma sedang mondar-mandir di ruang tamu,sedang kan Grandpa dan Daddy duduk dengan tenang di sofa.Lebih tepat nya hanya Daddy saja yg duduk tenang dengan wajah datar nya,sedang kan Grandpa sedikit pusing saat melihat istri nya terus mondar-mandir di depan mata nya.
Pria yg sudah berumur itu hanya mampu memijit pangkal hidung nya pelan sambil menunduk,dari tadi ia sudah membujuk istri nya dengan beberapa cara agar istri nya bisa duduk dengan tenang dan sabar menunggu tapi ternyata tidak mempan,akhir nya Grandpa pun menyerah dan berusaha untuk duduk tenang di hadapan putra nya.
Kemudian Grandpa mendongak kan kepala nya dan menatap wajah putra nya yg tanpa eskpresi itu dan istri nya yg masih sibuk mondar-mandir dengan wajah khawatir nya.
Lalu ia bangkit dari duduk nya sambil meraih sebuah bantal yg ada di sofa tersebut,ia berjalan untuk mendekati istri nya sebelum melempar kan bantal dengan sepenuh tenaga ke arah putra nya yg masih duduk dengan tenang,tidak lupa juga tatapan kesal yg ia beri kan untuk putra nya.
Melihat wajah tenang putra nya,membuat ia semakin kesal saja.Apa lagi saat ia mengingat ulah putra nya hingga membuat istri nya tidak berhenti mondar-mandir,dari 20 menit lalu.
Grandpa menjadi sangat kesal, saat mengingat kalau tadi putra nya itu baru memberitahu nya tentang cucu menantu nya yg masuk ke rumah sakit siang tadi ketika Ashley sudah mau pulang sore ini.
Hingga membuat mereka berdua yg awal nya ingin pergi menjenguk cucu menantu mereka,harus mengurung kan niat mereka karena cucu menantu nya sebentar lagi sudah akan pulang,bahkan saat ini suami istri muda itu sudah didalam perjalanan pulang.
Jadi lah,grandma yg mondar-mandir dengan gelisah karena tidak sabar menunggu kepulangan cucu menantu nya.Padahal baru beberapa minggu mereka tinggal bersama tapi mereka berdua sudah seperti Grandma dan cucu kandung bahkan istri nya sangat menyayangi Ashley sekarang.
"Dad" panggil Hendri Daddy nya Hery,dengan wajah kesal nya sambil mengambil bantal yg tergeletak di atas lantai sebelum menyentuh wajah nya barusan.
Tadi Mommy nya,sekarang Daddy nya.Kenapa kedua orang tua nya sangat berlebihan sekali,padahal menantu nya sama sekali tidak terluka,hanya sedikit syok saja.
"Lihat ulah mu" ucap Grandpa sambil menahan rasa kesal nya karena sedang menuntun istri nya yg sudah berhasil ia bujuk agar mau duduk.Bukan apa,ia hanya tidak tega melihat istri nya merasa khawatir atau pun bersedih,maka dari itu ia menjadi kesal pada putra nya itu.
"Iya,mereka sudah mau sampai,5 menit lagi" ucap Hery dengan nada pasrah nya.
"Kamu dengar itu sayang.Jangan mondar-mandir lagi,nanti kaki mu bisa kelelahan.Duduk dulu dan sabar sebentar lagi ya...." ucap Grandpa sambil menarik istri nya untuk bersandar di dada nya.
"Iya sayang,aku hanya merasa khawatir saja dengan keadaan cucu menantu kita itu" ucap Grandma dengan nada khawatir nya,kmemang benar kata suami nya,kaki nya memang sudah menjadi lelah sekarang.
Sedang kan Daddy nya Hery segera memutar bola mata nya dengan malas,ia sudah sering melihat tingkah mesra kedua orang tua nya.
'Dasar tidak sadar umur' batin Hendri dengan wajah kesal nya.
__ADS_1
Benar saja,5 menit kemudian terdengar suara mobil dari luar Mansion.
Grandma segera berdiri dari duduk nya saat mendengar suara beberapa pasang langkah kaki yg sednag berjalan masuk ke dalam Mansion.
"Apa kamu baik-baik saja nak?" tanya Grandma setelah Ashley langsung memeluk diri nya saat sudah mendekat.
"Grandma jangan khawatir,aku baik-baik saja" jwb Ashley dengan wajah yg tersenyum,ia mencoba menenang kan Grandma yg sibuk membolak-balik kan badan nya untuk melihat,apa kah ada yg terluka atau tidak.
"Syukur lah" ucap Grandma dengan wajah yg tersenyum lega karena melihat cucu menantu mereka yg memang benar baik-baik saja,ia pun kembali memeluk Ashley dan mengelus-elus punggung nya Ashley beberapa kali.
Ashley pun tersenyum bahagia saat melihat Grandma yg sangat menyayangi diri nya itu,begitu mengkhawatir kan dirinya.
'Ternyata tidak buruk juga,mempunyai seorang Grandma' pikir Ashley.
"Coba kamu cerita kan kepada Grandma,apa yg sebenar nya terjadi" pinta Grandma setelah sudah selesai berpelukan,dengan wajah penasaran nya sambil menuntun Ashley ke arah sofa untuk duduk bersama nya.
Kemudian Ashley pun mulai mencerita kan dari awal hingga akhir,kejadian yg ia alami tadi siang dengan pelan.
Sedang kan Hery sudah pergi ntah kemana setelah selesai berpamitan kepada semua orang termasuk kepada sang istri,dan Daddy hanya berdiri sambil menatap punggung putra nya yg sudah menghilang dari balik pintu dengan wajah datar nya.
Jam sudah menunjuk kan pukul 5 sore,Hery duduk di dalam mobil yg di kendarai oleh Ars,dengan wajah datar dan juga dingin.
Setelah 45 menit berlalu,akhir nya mereka berdua pun sampai di markas mereka yg di huni oleh sebagian anak buah nya.
Hery dan Ars segera keluar dari dalam mobil dan berjalan masuk ke dalam dengan langkah kaki yg tegas,para anak buah nya pun segera menyapa saat melihat Tuan nya sedang berjalan masuk.
"Di mana pria brengsek itu?" tanya Hery dengan wajah marah nya,saat dirinya sudah sampai di dalam gedung yg terlihat seperti gedung biasa dari luar,padahal gedung itu adalah tempat nya Hery dan para anak buah nya menyiksa musuh-musuh mereka.Bahkan jika perlu,mereka pasti akan membunuh nya.
"Ada di dalam Tuan" jwb Mark yg memang sudah berada di dalam sana dari tadi.
Hery segera melangkah masuk ke arah tunjukan tangan nya Mark dan di ikuti oleh Ars dari belakang,mata nya semakin tajam saat sudah sampai di dalam sana.
__ADS_1
"Berani sekali kau menganggu istri ku hah?" tanya Hery dengan nada tegas nya sambil duduk di kursi yg telah di sedia kan oleh anak buah nya.
Seorang pria berumur sekitar 40 tahun yg sedang terikat dengan posisi berdiri itu pun segera mendongak kan dengan pelan, kepala nya yg sedang tertunduk lemah itu.
Karena setelah ia di tangkap tadi,ia terus di siksa,belum lagi luka tembak nya yg tidak di obati dengan benar oleh anak buahnya Hery.Mereka hanya menunda kematian nya saja agar Tuan nya masih bisa berbicara dengan nya,bukan benar-benar ingin mengobati nya,sekarang wajah nya juga terlihat sangat pucat
Mata ketua preman itu langsung membulat dan berkeringat dingin saat melihat siapa yg sedang duduk di hadapan nya,ia sangat mengenal wajah itu wajah yg ada di dalam foto yg selalu di perlihat kan kepada nya oleh rekan mafia nya.
Ia sudah sering mendengar tentang kecerdikan dan kekejaman seorang Hery Kusuma,sekarang ia merutuki kebodohan diri nya sendiri,karena tidak mencari terlebih dahulu ketika ingin melaksana kan tugas dari Tuan nya kemaren.
"Tu Tuan tolong maaf kan kami,kami tidak mengetahui kalau wanita itu adalah istri Tuan" ucap ketua preman tersebut dengan bibir bergetar dan juga nada memohon.
"Cih,apa kalian pikir,aku ini seorang pemaaf?" tanya Hery lagi dengan wajah emosi nya,maaf kata pria brengsek itu,hampir saja istri nya terluka,sekarang dia ingin mintak maaf,itu tidak akan dia dapat kan.
"Siapa Tuan kalian?" tanya Hery lagi saat pria itu hanya diam saja karena sedang berusaha menahan rasa takut nya.
"Aku tanya sekali lagi,siapa Tuan kalian?" tanya Hery dengan nada tegas nya,wajah nya sudah dingin karena emosi.
"Ars" panggil Hery singkat saat melihat pria itu masih tetap tidak mau bersuara,Ars yg mengerti maksud nya Hery pun langsung segera melaku kan perintah nya Hery.
"Tuan,aku mohon jangan ganggu mereka,mereka tidak bersalah apa-apa" mohon pria itu sambil menangis,takut yg ia tahan tadi pun pecah saat melihat video yg di tunjuk kan oleh Ars di hadapan nya,terlihat di sana anak istri nya yg sedang bermain di ruang tamu,hingga membuat diri nya semakin ketakutan kalau Hery akan membunuh anak istri nya saat ini juga.
"Aku tidak akan menganggu mereka,jika kau mau menjawab dengan jujur pertanyaan ku tadi " ucap Hery dengan nada serius nya,wajah nya masih saja emosi.
"Tiger red Tuan" jwb Pria itu dengan cepat,karena takut anak istri nya jadi korban dari perbuatan nya.
"Cih" Hery berdecih setelah mendengar salah satu nama musuh nya,salah satu geng mafia yg selalu ingin mencoba membunuh nya.
"Lagi?" tanya Hery lagi,karena ia tidak yakin geng itu masih berani menganggu nya,setelah kemaren ia memberi pelajaran yg sedikit kejam sebagai peringatan.
"Ada seorang wanita yg bernama Melisa bersama ketua geng itu kemaren,tapi aku tidak tahu apa hubungan mereka" jwb pria itu dengan jujur.
"Sial" umpat Hery,ia menjadi semakin emosi.
__ADS_1
" Ars,hancur kan geng itu malam ini juga" perintah Hery dengan bangkit berdiri dari duduk nya sambil berpikir.