
Mark segera melihat ke arah tunjukan tangan anak buah nya yg sedang berusaha menjaga kesadaran nya,Mark pun langsung berdiri dari jongkok nya tadi dan berniat ingin melihat keadaan Nona muda nya.
Tapi baru saja ia ingin berjalan ke arah mobil yg di di guna kan oleh Nona muda nya,sebuah suara terlebih dahulu menghenti kan langkah kaki nya.
"Kalian harus segera serah kan wanita itu kepada kami sekarang juga.Jika tidak,kalian berdua akan mati di tangan kami saat ini" ucap ketua preman tadi dengan wajah marah dan kesal nya sambil menahan rasa sakit di kaki dan tangan nya karena Mark dan anak buah nya telah berani menembak nya,dia menantang Mark dengan suara besar nya tanpa takut.
Saat ini,dia sudah berdiri tidak seimbang dengan di bantu oleh beberapa anak buah nya,sekitar 18 anak buah nya juga sudah berada di belakangnya,bersiap-siap ingin menyerang Mark.
Mark sama sekali tidak merasa takut,terlihat senyum menyeringai di wajah tampan nya.
"Cih,menyerah kan Nona muda pada kalian? Ternyata kalian punya nyali juga rupa nya" ucap Mark sambil berbalik badan.
"Cepat suruh Tuan kalian keluar...Jika tidak ingin nyawa kalian menghilang dari tubuh kalian" ucap Mark sambil bersedekap dengan mata tajam nya yg terus menatap orang-orang yg terlihat seperti preman tersebut.
2 anak buah nya Mark segera mendekat setelah Mark selesai berbicara.
"Cih,Tuan kami tidak punya waktu untuk melayani kalian,cukup kami saja yg akan melayani kalian" ucap ketua preman tersebut dengan nada sombong sambil tersenyum mengejek,apa lagi saat dia melihat Mark hanya 3 org saja,jadi ia berpikir kalau mereka pasti akan menang.
"Cepat serang mereka dan segera bawa wanita itu" perintah nya pada anak buah nya yg masih berdiri dibelakang nya,
Mark dan 2 anak buah nya segera melaku kan 1 menit pemanasan lalu berjalan maju ke arah lawan yg juga sedang berjalan ke arah mereka ber 3.
Ketika mereka semua baru saja memulai perkelahian,Hery yg baru saja sampai,segera berlari ke arah mobil yg di guna kan oleh istri nya dan di susul oleh Ars dari belakang nya.
"Honey" panggil Hery dengan nada khawatir sambil masuk ke dalam mobil lalu segera meraih tubuh istri nya yg sedang gemetar ketakutan ke dalam pelukan nya.
Melihat istri nya yg ketakutan hingga seperti itu,membuat amarah nya semakin berkobar.
Ashley yg mendengar suara suami nya pun segera mendongak kan kepala nya dengan pelan,air mata yg ia tahan dari tadi langsung saja meluncur bebas saat ia melihat suami nya sudah berada di depan mata nya.
__ADS_1
"Honey" panggil Ashley dengan tersenyum lega sambil menangis,ia segera kembali memeluk dengan erat suami nya yg langsung membalas nya.
"Ak akhir nya ka kamu datang juga, aku kira aku tidak akan bisa melihat mu lagi" lanjut Ashley lagi dengan nada serak nya dan tersedu-sedu karena menangis,dari tadi ia terus berharap suami nya datang menyelamat kan nya,akhir nya suami nya datang juga hingga membuat ketakutan nya langsung sirna begitu saja tapi tubuh nya menjadi sangat lemah sekarang,mungkin karena tadi ia ketakutan terlalu lama.
"Aku sudah ada di sini,kamu tidak usah takut lagi ya" ucap Hery dengan pelan sambil mengelus-elus punggung istri nya,agar istri nya tidak ketakutan lagi.
Hery terus mengelus-elus punggung nya Ashley dengan pelan,beberapa saat kemudian Hery menjadi heran,kenapa istri nya hanya diam saja padahal isak tangis nya sudah mereda.
"Honey"
"Honey"
panggil Hery dengan nada khawatir nya saat Istri nya tidak juga menjawab,malahan tubuh istri nya seperti tidak berdaya di dalam pelukan nya,apa lagi ia juga melihat,kalau kedua tangan istri nya tergeletak begitu saja di atas paha nya.
Ia segera menjauh kan wajah nya sedikit agar bisa melihat wajah istri nya,wajah nya Hery menjadi semakin khawatir bercampur panik saat ia melihat mata istri nya tertutup rapat,bahkan tubuh istri nya terkulai lemah.
Kemudian Hery segera keluar dari dalam mobil sambil mengendong Ashley,lalu ia berdiri sejenak sambil menatap tajam ke arah perkelahian antara Mark dan orang-orang yg telah menyebab kan istri nya menjadi seperti ini.
"Ars kau urus semua nya,jangan biar kan mereka terlepas,walau pun 1 orang.Bawa ke markas kita,sisa kan ketua nya untuk ku" perintah Hery dengan nada tegas bercampur emosi tanpa menoleh ke arah Ars yg sedang berdiri di samping mobil.
"Baik Tuan" jwb Ars dengan wajah datar nya sambil menghela nafas dengan pelan,ia sudah menduga,Tuan nya yg biasa nya jarang turun tangan,kali ini pasti akan turun tangan demi istri nya.
Bukan apa,ia hanya khawatir saja,jika Grandma mengetahui kalau Hery turun tangan dalam pembunuhan atau penyiksaan kali ini,Grandma pasti akan menceramahi mereka 7 hari 7 malam,bahkan mereka kadang mendapat kan hukuman yg aneh-aneh dari Grandma.
"Dan segera antar supir itu ke rumah sakit.Apa kau ingin dia mati kehabisan darah di sana?" perintah Hery lagi sekalian bertanya,sebelum ia berjalan dengan langkah lebar nya menuju ke arah mobil milik nya yg lain.
Hery jadi memikir kan Ars yg biasa nya cepat tanggap dalam keadaan apa pun dan selalu waspada dalam segala hal,tapi sekarang menjadi sangat lamban dalam beberapa hal.
Apa gara-gara efek Ars patah hati kemaren hingga membuat nya seperti itu,ingin sekali Hery membentur kan kepala Asisten nya itu ke dinding saat ini juga,tapi rupa nya keberuntungan masih berpihak pada Asisten nya itu,karena ia harus membawa istri nya terlebih dahulu.
__ADS_1
Ars yg baru tersadar dari lamunan nya saat mendengar perintah Tuan nya,segera mencari keberadaan sang supir.
Oh ya tuhan,ia segera berlari ke arah sang supir yg sudah hampir kehabisan darah dan juga sudah hampir hilang kesadaran.
Karena terlalu asyik menonton pertunjukan yg di laku kan oleh Mark,ia jadi tidak terlalu memerhati kan keadaan sekitar.
Kemudian Ars segera memanggil anak buah nya yg lain untuk segera membawa sang supir ke rumah sakit,setelah sang supir sudah selesai di urus,ia kembali bersandar di samping mobil dengan kedua tangan yg sudah berada di dalam saku celana nya lalu ia melanjut kan menonton pertunjukan yg belum usai tadi.
25 menit berlalu,semua preman tersebut tergeletak mengenas kan di atas aspal dengan bermacam-macam kondisi,hingga membuat mereka sulit untuk bisa berdiri.
Sedang kan Mark dan 2 anak buah nya masih utuh tanpa luka sedikit pun,mereka menatap ketua preman tersebut dengan mata tajam mereka sambil tersenyum.
'Apa kah ketua preman tersebut tidak mengenali mereka,hingga berani-berani nya menantang maut seperti ini' pikir Mark dan kedua anak buah nya.
"Cepat tangkap mereka" perintah Mark dengan nada tinggi kepada beberapa puluh anak buah nya yg baru saja berdatangan,saat ia melihat ketua preman tersebut ingin melari kan diri bersama beberapa anak buah yg membantu nya.
"Bawa mereka semua ke markas"perintah Mark lagi,saat anak buah nya sudah menangkap ketua preman tersebut.
"Baik Tuan" jwb mereka semua secara serentak.
Mark segera berjalan mendekati Ars yg masih bersandar di samping mobil sambil menatap Mark dengan wajah datar nya.
Sedang kan 2 anak buah nya tadi sudah berpencar untuk membantu yg lain nya.
"Bagaimana dengan Nona muda?" tanya Mark dengan wajah khawatir nya setelah sudah menyandar kan tubuh nya di samping mobil,sama seperti yg di laku kan oleh Ars,hanya saja Mark sambil bersedekap sedang kan Ars,tangan nya masih tetap berada di dalam saku celana.
"Nona muda pingsan,mungkin karena syok dengan kejadian tadi.Semoga Nona muda baik-baik saja,jika tidak,kepala kita pasti akan segera bergeser" jwb Ars dengan wajah yg khawatir juga, sambil menatap ke ujung jalan sana.
"Iya,kau benar" ucap Mark dengan pelan,ia juga merasa bersalah karena tidak bisa menjaga Nona muda nya dengan baik.
__ADS_1