Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
50. Pulang ke rumah


__ADS_3

Sedang kan 2 pria yg sedang memerhati kan sepasang kekasih yg sedang bermesraan itu,sibuk berargumentasi seperti tdk mau damai.


"Kenapa kau suka sekali menghalangi jalan ku dari tadi?"ucap Daniel dengan ketus dan nada yg sedikit tinggi,karena Ars terus saja menghadang nya saat ia ingin berjalan menghampiri sepasang kekasih yg sibuk bermesraan tadi.


"Apa kau tdk punya perkerjaan lain selain berdiri di depan ku?"tanya Daniel dengan ketus lagi saat melihat Ars yg tdk bosan-bosan nya menghadang jalan nya.


Daniel berbicara sambil menatap Hery yg sedang mengendong Ashley sambil berjalan masuk ke arah dalam Villa,hingga akhir nya ia mendelik kesal ke arah Ars.


"Apa kau benar-benar tdk takut jika wanita yg sedang kau incar kan itu akan menjauhi kau?"tanya Ars dengan wajah datar campur sedikit kesal,sambil menatap Daniel yg lgsng terkejut saat mendengar perkataan nya.


'Kenapa calon kakak ipar Tuan nya ini selalu ingin menantang Tuan nya,apa dia benar-benar mau kehilangan wanita nya'pikir Ars,tdk habis pikir dengan tingkah konyol pria yg ada di depan nya ini.


"Kau juga tahu?"tanya Daniel dengan reflek dan wajah kaget nya karena rasa tdk percaya nya.


Daniel segera menutup mulut nya setelah tersadar dengan pertanyaan yg telah di lontar kan nya sendiri,walau pun sudah terlambat untuk ia sadari.


"Kenapa kau juga berkata seperti Tuan kau itu?Apa maksud kalian sebenar nya?"Daniel segera merapat pertanyaan nya dan bertanya dengan wajah yg pura-pura tdk mengerti.


"Seperti nya kau tdk mengenali kami dengan benar"ucap Ars dengan nada santai nya dan sedikit tersenyum saat melihat wajah bingung nya Daniel.


Daniel yg tadi pura-pura tdk mengerti,wajah nya lgsng berubah menjadi serius.Ia baru menyadari kebodohan nya,memang nya apa saja yg tdk bisa di ketahui oleh 2 pria yg sangat berpengaruh ini.


"Apa kau masih tdk percaya ? Apa kau mau bukti nya?"tanya Ars lagi dengan wajah tegas dan nada serius nya,saat melihat Daniel yg sperti sedang berpikir.


"Tidak,tidak perlu" jwb Daniel cepat dengan wajah yg khawatir,apa lagi saat ia melihat wajah serius nya Ars.


"Dasar kalian ber 2 ini,hanya pandai mengancam saja"lanjut Daniel lagi dengan wajah kesal nya.


Lalu Daniel lgsng berjalan masuk ke dalam Villa setelah selesai bicara, sambil menggerutu kesal sepanjang jalan meninggal kan Ars sendiri di tempat nya berdiri tadi.


Ars hanya mampu geleng geleng kepala melihat tingkah lucu calon kakak ipar nya Tuan nya itu,umur boleh dewasa tapi tingkah nya sedikit kekanak kanakan.

__ADS_1


Kemudian Ars beranjak dari tempat nya berdiri tadi,lalu masuk ke dalam untuk mempersiap kan kepulangan Tuan dan kekasih nya dan juga keluarga nya sore ini.


Jam sudah menunjuk kan pukul 3 sore,mereka semua sudah bersiap-siap untuk masuk ke dalam mobil.


"Honey"panggil Hery pelan tapi masih bisa di dengar oleh semua org.Ia memakai isyarat mata nya agar Ashley ikut bersama nya 1 mobil,saat ia melihat Ashley ingin ikut bersama org tua nya.


Ashley yg melihat isyarat mata dari kekasih baru nya itu segera menatap Ayah dan juga Ibu,ternyata Ayah dan Ibu sangat perhatian,mereka ber dua langsung tersenyum dan mengangguk sebagai izin nya Ashley semobil bersama Hery.


Ashley segera berbalik badan dan berjalan ke arah Hery setelah melihat anggukan kepala dari Ayah dan Ibu nya,lalu ia mengikuti Hery masuk ke dalam mobil.


Kemudian mereka semua pun segera berangkat dari sana,setelah semua nya sudah berada di dalam mobil.


Hery yg menyetir bersama Ashley berdua,yg duduk di samping nya.Sedang kan Ars menyetir dengan Ayah ,Ibu dan juga Daniel yg semobil dengan nya.


Ibu dan Daniel sibuk bercerita tentang apa saja yg sedang terlintas di benak nya mereka,untuk menghilang kan rasa bosan nya berada di dalam mobil.


Ayah hanya sekali kali menimpali sedang kan Ars hanya mendengar kan saja,kadang-kadang ia juga tersenyum tipis saat mendengar cerita Ibu yg lucu menurut nya,sambil menyetir.


Sementara di dalam mobil nya Hery,Ashley sibuk dengan acara tidur nya,Hery hanya bisa tersenyum sambil menatap wajah lelap nya wanita nya itu sambil menyetir.


Kemudian mereka semua pun segera keluar dari dalam mobil masing-masing dan berjalan masuk ke dalam rumah sederhana itu.


"Dasar tukang tidur "Daniel mengerutu kesal saat ia melihat Ashley lagi lagi ada di dalam gendongan nya hery,sambil berjalan masuk ke dalam rumah dengan mendahului Ayah dan Ibu.


Sedang kan Ayah dan Ibu hanya tersenyum sambil geleng geleng kepala dengan pelan saat melihat Daniel yg sudah mendahului mereka,lalu mereka ber 2 pun mengikuti langkah nya Daniel.


"Ibu,di mana kamar nya Ashley?"tanya Hery setelah berada di dalam rumah.


"Ayo ikut Ibu nak"jwb Ibu sambil berjalan menuju ke kamar nya Ashley yg di ikuti oleh Hery dari belakang.


"Apa Ayah baru membeli vas bunga ini?dan ini,ini?"tanya Daniel saat menyadari perubahan ruang tamu rumah nya,sambil menunjuk-nunjuk barang-barang yg baru ia lihat dan menatap Sang Ayah untuk memintak jawaban.

__ADS_1


'Apa ia terlalu lama tdk pulang,hingga Ayah nya begitu cepat menukar yg baru,mungkin saja karena terlalu lama jadi sudah tdk bagus atau gimana gitu.Tapi kenapa barang-barang yg ia lihat,semua nya seperti barang barang yg mahal sekali'pikir Daniel.


Sedang kan Ayah seperti nya ia sudah bisa menebak,siapa yg melaku kan semua ini.


"Sejak kapan Ayah mempunyai begitu banyak uang untuk membeli barang-barang pajangan mahal yg seperti ini?"tanya daniel lagi karena Sang Ayah tdk juga menjawab nya dari tadi,malahan Ayah sama seperti nya melihat-lihat isi ruang tamu dengan wajah bingung nya kemudian berubah menjadi biasa lagi.


Apa lagi ia juga berpikir,uang yg sering ia kirim ke Ayah nya mana cukup untuk membeli barang-barang mahal yg seperti ini.


"Apa kau pikir Ayah tdk punya uang?"tanya Ayah dengan kesal karena sang putra seperti meremeh kan nya saja.


"Bukan seperti itu yah,aku kan hanya bertanya saja" jwb Daniel dengan pelan sambil cenges ngesan dan menggaruk garuk kan belakang kepala nya saat melihat wajah kesal Ayah nya.


"Bukan Ayah yg membeli nya,kau pikir saja sendiri dengan pikiran konyol kau itu" ucap Ayah dengan wajah tenang nya kembali sambil melangkah menuju ke sofa untuk duduk.


"Kalau bukan Ayah,lalu siapa?" tanya Daniel sambil berpikir keras,lalu ia juga mengikuti langkah nya Ayah untuk duduk di sofa.


"Apa kah ......."ucap Daniel yg ingin menjawab pertanyaan nya sendiri dengan lambat sambil berpikir,ia sudah mendapat kan sosok yg patut ia curiga kan.


"Aku yg melaku kan nya"tiba-tiba Hery keluar dari arah masuk ke kamar nya Ashley tadi dan menjawab pertanyaan dari Daniel yg belum terjawab sempurna oleh Daniel sendiri.


Hery segera keluar dari kamar nya Ashley setelah meletak kan Ashley di atas kasur nya dan menatap wajah Ashley beberapa saat dengan tersenyum dan juga melihat-lihat sebentar kamar sederhana pujaan hati nya itu.


Sedang kan Ars menunggu Hery di dalam mobil.


Daniel segera menoleh ke arah suara yg telah menjawab nya itu,membuat ia langsung saja mendengus kesal.


Ayah yg sudah mengetahui nya,hanya duduk dengan tenang saja sambil menyandar kan tubuh nya yg kaku karena perjalanan lama tadi.


"Pria brengsek itu kemaren telah menghancur kan barang-barang yg ada di ruang tamu ini,jadi aku segera mengganti kan nya"lanjut Hery lagi dengan nada santai nya sambil melangkah menuju ke arah Ayah.


"Pantasan barang-barang nya terlihat mahal-mahal semua"ucap Daniel dengan suara pelan sambil melihat-lihat lagi barang-barang yg tertata dengan rapi di ruang tamu nya itu.

__ADS_1


"Apa kau keberatan ?" tanya Hery dengan wajah tegas nya setelah sudah berdiri di samping nya Ayah.


"Tidak"jwb Daniel cepat,mana berani ia membantah lagi.Apa lagi saat ia mengingat peringatan dari Ars semalam,membuat ia harus mengontrol emosi dan mulut nya dari sekarang.


__ADS_2