
Sedang kan Hery mencoba mencerna perkataan dari Jo,ternyata Ars masih belum bisa melupa kan wanita yg telah menghancur kan hati nya kemaren.
Hery mengepal kan tangan nya menahan geram.Jika bisa,mungkin saat ini juga ia akan mencari Agatha tapi sayang nya Agatha adalah sahabat istri nya,tidak mungkin kan,,ia bisa melaku kan apa-apa terhadap Agatha.
"Memang nya Agatha siapa? Kekasih Ars?" tanya Jo dengan wajah yg penasaran sambil menatap Hery yg hanya diam saja dari tadi.
"Jangan banyak tanya" jwb Hery dengan nada kesal,ia yg sedang sibuk bermanja-manja dengan istri nya tadi harus berada di sini sekarang gara-gara ulah sahabat nya ini.
Jo yg melihat wajah Hery yg sedang kesal pun,tidak mau banyak bicara lagi,ia memang tidak mengenali Agatha karena Agatha dan Desi tidak sempat berkenalan dengan Jo di waktu pernikahan Hery kemaren,mereka hanya sempat saling menyapa hai saja tanpa tahu nama.
"Cepat bantu aku bawa pria yg berlagak bisa minum ini" ucap Hery lagi,masih dengan wajah kesal nya sambil bangkit dari duduk nya tadi dan di ikuti oleh Jo.
Padahal Ars dari dulu memang sama sekali tidak pernah meminum minuman beralkohol karena selalu di larang oleh Grandma,jadi waktu nya hanya terus di isi dengan berkerja terus.
Kalau Hery,ia memang sedikit lebih bandel dari Ars,tapi walau pun begitu, jika Hery ingin minum pun,ia tidak pernah minum sampai mabuk jadi masih di batas wajar.
Hery dan Jo pun segera memapah Ars dengan langkah pelan karena Ars memang sudah tidak sadar kan diri sama sekali jadi seperti menyeret benda hidup yg terasa berat nya.
"Tuan 5 menit lagi akan ada rapat dengan perusahaan *******" ucap Sekretaris pria yg sedang berdiri tepat di depan pintu sehingga membuat Hery dan Jo berhenti melangkah.
Sekretaris itu berbicara dengan gugup saat melihat keadaan yg tidak mendukung itu tapi ia harus mengata kan nya agar ia dan karyawan yg lain nya nanti tidak akan kebingungan memikir kan soal rapat.
"**** " umpat Hery dengan sedikit tinggi,seharus nya itu semua di laku kan oleh Ars tapi apa sekarang,Ars malah seperti mayat hidup yg sedang terlantar.
"Lihat,semua ini gara-gara kau.Hingga menganggu waktu bahagia ku bersama istri ku" lanjut Hery lagi dengan nada yg semakin kesal sambil menatap Jo dengan tajam.
__ADS_1
Sebenar nya Hery kemaren mau ajak Ashley bulan madu tapi lantaran perkerjaan kantor masih banyak dan masih sibuk mempersiap kan resepsi nya nanti jadi ia undur kan dulu tentang bulan madu nya.
Sekarang bukan hanya bulan madu saja yg gagal tapi libur seminggu nya di rumah pun juga ikut gagal,padahal beberapa hari ini ia sudah membantu Ars dengan mengerja kan nya dari rumah agar ia juga bisa menghabis kan waktu bersama Ashley,sekarang mau tidak mau ia terpaksa mengganti kan Ars terlebih dahulu.
Jo hanya mampu mendengus kesal tanpa menjawab Hery karena ia juga merasa bersalah atas kejadian yg telah menimpa Ars saat ini.
"Suruh mereka tunggu sebentar" perintah Hery dengan nada tegas nya sambil terus memapah Ars bersama Jo agar segera sampai di lobby.
"Baik Tuan" jwb sekretaris tersebut sambil menunduk kan kepala nya.
"Bawa dia ke Apartemen ku dan kau jaga dia di sana" ucap Hery dengan nada tegas nya yg mampu membuat Jo tidak bisa berkutik,lagi pula Jo dari awal datang kemaren memang sudah menumpang di Apartemen nya Hery saat ia tahu Apartemen nya Hery sedang kosong,Hery pun tidak keberatan sama sekali karena memang sedang kosong.
Hery segera masuk ke dalam lagi setelah melihat mobil yg di kendarai oleh Jo mulai menjauh,ia harus segera menyelesai kan rapat sore hari ini agar bisa cepat pulang.
Setelah selesai berkerja,Hery segera pulang.Tapi sebelum pulang,ia terlebih dahulu mampir di Apartemen nya untuk melihat keadaan Ars.
"Bagaimana dengan Ars?" tanya Hery setelah ia sudah duduk di hadapan nya Jo yg sedang sibuk mengotak atik laptop milik nya.
"Baik-baik saja,lagi pula itu hanya setengah gelas wine saja,Asisten kau saja yg lemah,tapi sok-sok an.Mungkin bentar lagi,dia akan segera sadar" jwb Jo dengan wajah kesal nya sambil terus mengotak atik kan laptop nya,ia yg awal nya ingin membuat Ars kesal,sekarang malah diri nya sendiri yg jadi kesal.
"Ini,coba kau lihat-lihat.Aku sudah buka anak cabang Perusahaan milik ku di sini sebulan yg lalu melalui bawahan ku dan seminggu lalu anak Perusahaan ku itu sudah mulai berjalan,tapi aku ingin memintak bantuan dari kau agar anak Perusahaan aku itu cepat maju"lanjut Jo lagi dengan wajah bersemangat sambil membalik kan layar laptop nya ke arah Hery.
Ia harus memanfaat kan kesempatan ini sebelum Hery nya sulit untuk di jumpai,karena setelah ini ia ingin segera pulang ke Paris,Ayah nya dari kemaren ntah sudah berapa puluh kali menelepon nya hingga membuat nya bingung mau mencari alasan.
"Baik,kau urus saja bersama Ars nanti,yg terpenting jangan sampai membuat ku rugi" jwb Hery yg sudah hampir selesai memeriksa laptop nya Jo,ia berbicara dengan nada santai nya sambil terus meneliti proposal-proposal yg di buat oleh Jo dan jari yg terus menelusuri proposal-proposal tersebut.
__ADS_1
Hery memang tidak pernah ragu dengan kemampuan nya jo yg hampir sama dengan diri nya,ia hanya sengaja meremeh kan Jo saja agar sahabat nya itu tidak akan melunjak terhadap nya.
"Rugi?" canda kau itu sangat tidak asyik" ucap Jo dengan tersenyum kesal sambil mengambil laptop nya kembali dari Hery lalu ia segera mengirim kan proposal-proposal tersebut ke Ars.
Hery hanya tersenyum saat mendengar perkataan nya Jo sambil menatap Jo yg sedang sibuk dengan laptop nya.
"Kenapa tiba-tiba kau mau membuka cabang di sini?" tanya Hery dengan wajah heran nya sambil terus menatap Jo yg sudah selesai mengirim.
"Mana tahu di sini aku bisa ketemu jodoh" jwb Jo dengan asal sambil tertawa kecil saat melihat Hery yg langsung mendengus kesal saat mendengar jawaban dari nya.
"Setahu aku,jodoh kau itu ada di mana-mana" ucap Hery dengan nada santai sambil melihat jam di pergelangan tangan nya,ternyata sudah jam 05.15 sore,jadi masih ada sedikit waktu lagi dia di sana,karena setelah ini ia ingin segera pulang melihat istri nya yg ntah sedang ngapain saja.
"Karena hal yg ingin aku selesai kan di sini sudah selesai,besok aku akan langsung pulang ke Paris.Nanti aku akan datang lagi ketika di hari resepsi kau,aku juga ingin sekalian mengurus anak Perusahaan ku di sini" ucap Jo dengan panjang lebar tanpa menanggapi perkataan Hery yg tidak enak di dengar itu.
"Hm "jwb Hery dengan singkat.
Kemudian mereka pun mengobrol sebentar,setelah 20 menit mengobrol,baru lah Ars keluar dari kamar tamu dengan langkah yg pelan karena kepala nya yg masih terasa pusing.
"Maaf kan aku Tuan " ucap Ars yg memotong obrolan antara Hery dan Jo,saat ia sudah berdiri di dekat Hery dan juga Jo,ia jadi merasa bersalah karena telah menganggu waktu nya Hery.
"Tidak apa-apa,lagi pula kenapa kau malah menjadi aneh hari ini?" tanya Hery dengan nada mengejek sambil menatap Ars yg langsung menggaruk-garuk belakang leher nya yg tidak gatal.
"Duduk lah dulu,jika tidak nanti kau bisa tumbang kembali" lanjut Jo dengan nada menyindir,sedang kan Ars hanya mampu mendengus kesal dan menuruti kata nya Jo.
Salah nya sendiri,kenapa ia malah mencoba yg masih ia ragu kan tadi,sekarang ia hanya bisa merutuki tingkah bodoh nya.
__ADS_1
Kemudian mereka ber tiga pun saling mengejek dan juga saling menyindir,kadang tersenyum,kadang tertawa dan kadang juga merasa kesal.Jo juga sekalian membicara kan tentang proposal-proposal nya tadi.
Ketika jam sudah menunjuk kan pukul 06.30 malam,baru lah Hery pulang ke Mansion dengan meninggal kan Ars dan Jo yg masih sibuk mengobrol,walau pun obrolan mereka terlihat seperti tidak bersahabat tapi mereka malah terlihat sedang tertawa atau tersenyum.