
Sementara di sebuah Villa yang jauh dari kota tapi sangat nyaman untuk di tinggali,seorang wanita sedang mengendap-endap seperti pencuri,mata nya menatap ke segala arah dengan waspada.
Kaki jenjang nya melangkah 1 langkah demi 1 langkah,agar bisa segera keluar dari sana,ini ntah sudah berapa sekian kali nya ia mencoba,ia melangkah sambil berdoa,semoga kali ini ia berhasil lolos dari Villa tersebut.
Tinggal selangkah lagi,ia sudah akan berada di luar pintu nya Villa.Hati nya sudah bersorak senang sebelum sebuah suara yang tegas memperingati nya dari samping tubuh nya.
"Nona,jika kamu maju selangkah lagi.Jangan salah kan aku,kalau aku harus kembali mengikat tangan dan kaki mu" peringat Willy dengan nada tegas nya sambil berdiri dan bersedekap di samping nya Ashley,hingga membuat sebelah kaki nya Ashley mengambang di udara.
"Kenapa kau seperti setan saja,selalu ada di mana-mana?" tanya Ashley dengan wajah kesal nya sambil berbalik badan dan berjalan ke arah ruang tamu dengan menghentak-hentak kan kedua kaki nya bergantian sepanjang ia berjalan karena merasa kesal.
Ashley sudah dari tadi berusaha untuk kabur dari sana tapi terus di hadang oleh Willy,ia juga sudah tahu kalau ini adalah penyelamatan terhadap diri nya dari Daddy ketika tadi malam ia sampai ke Villa ini,ia langsung menyadari kalau Villa ini adalah milik Daddy.
Ia segera merecoki Willy dengan banyak pertanyaan,walau pun sulit,hampir saja ia menyerah tapi akhir nya Willy buka mulut juga tentang Daddy yang telah mengutus dirinya.
Pengakuan Willy memang membuat ia menjadi tenang karena bearti ia tidak berada di tangan yang salah,tapi tetap saja,ia mengkhawatir kan suami nya dan keluarga nya,maka dari itu ia ingin kabur dan mencari suami nya.
"Ini semua demi kebaikan mu juga,Nona" jawab Willy dengan suara pelan nya,ia berusaha menahan rasa kesal nya dengan wajah tegas nya.
Ia juga lelah dan kurang tidur karena dari jam 5 subuh tadi, Nona muda nya sudah membuat ulah dengan mengendap-ngendap seperti tadi.
"Kebaikan apa nya,dari tadi malam kau terus melarang ku untuk mencari suami ku bahkan tidak memberi ku izin untuk menelepon suami ku" ucap Ashley dengan nada kesalnya,setelah ia sudah duduk di sofa dengan bersedekap.
Ia sudah sangat kesal dari tadi malam,karena di minta cincin pernikahan oleh pria itu walau pun sudah di kembali kan dalam beberapa menit,lepas itu pria itu memaksa diri nya untuk ikut dengan nya dan sekarang pria itu melarang nya banyak hal.
"Kau sama sekali tidak memikir kan bagaimana keadaan suami ku sekarang,ia pasti bersedih sekarang karena kehilangan istri nya" lanjut Ashley lagi,dengan wajah yang memberengut kesal,mata nya sudah mulai mengenang.
"Ya tuhan,aku mohon jangan lagi" gumam Willy pelan saat melihat Ashley yang seperti mau menangis,ini sudah untuk ke 3 kali nya seperti ini.
Sudah 2 kali ia membujuk dengan susah payah agar air mata Ashley tidak meluncur bebas,tapi sekarang Nona muda nya mulai lagi,ia harus apa sekarang.
"Nona,tolong jangan mempersulit kan aku" mohon Willy dengan nada pasrah nya sambil memijit pangkal hidung nya karena pusing,ia tidak pernah melayani wanita,biasa nya wanita yang melayani nya.
"Siapa yang mempersulit kan kau,kau sendiri yang mempersulit kan diri kau sendiri" ucap Ashley sambil menghapus beberapa tetes air mata yang sudah menetes.Memang betul kan,siapa yang menyuruh dia mengurung dirinya di sini.
"Nona,itu semua atas perintah Tuan besar " ucap Willy dengan ketus,ia juga mendengus kesal saat mendengar perkataan nya Ashley barusan.
__ADS_1
'Jika tidak,aku tidak mungkin mau repot-repot untuk menjaga mu hingga waktu tidur ku harus berkurang' batin Willy.
"Tapi kau...." Ucapan Ashley langsung terhenti saat mendengar suara suami nya,wajah nya kaget bercampur senang.Tapi tidak dengan Willy,ia malah kaget bercampur heran.
Bukan kah Tuan nya bilang mau menyembunyi kan menantu nya ini selama seminggu,untuk sekalian memberi putra nya pelajaran karena kurang waspada dalam menjaga menantu nya.
Tapi apa sekarang,kenapa putra Tuan nya bisa sampai di sini....
"Honey" teriak Hery dari luar Villa samhil terus berjalan masuk.
Ashley segera bangkit dari duduk nya dan langsung berlari ke arah luar untuk menuju ke asal suara tersebut,meninggal kan Willy yang masih terdiam karena memikir kan kenapa Hery bisa ada di sini.
"Honey " teriak Ashley dengan tersenyum bahagia saat suara yang ia dengar barusan memang milik suami nya,sambil terus berlari ke arah suami nya yang sudah ada di depan nya.
Hery dan Ars yang baru sampai tadi segera masuk ke dalam villa dan Hery pun segera memanggil istri nya saat sudah melewati pintu masuk,ia sudah tidak sabar untuk bertemu istri nya,rindu nya sudah menumpuk dari tadi malam.
Sedang kan Ars masih sibuk dengan mobil nya.
"Honeyy " teriak Ashley lagi sambil berlari dan meloncat ke arah tubuh nya Hery.
Hery yang memang sudah melihat dari jauh pun segera merentang kan kedua tangan nya untuk menangkap tubuh istri nya dengan tersenyum bahagia.
Mereka berdua berpelukan dengan posisi kedua kaki nya Ashley yang berada di kiri kanan pinggang nya Hery,karena Hery mengendong Ashley seperti mengendong koala saja.
"Aku baik-baik saja,hanya saja pria itu menyebal kan" ucap Ashley dengan nada manja sambil mendelik kesal ke arah Willly.
Hery segera menoleh kan kepala nya ke arah tempat yang di tatap oleh istri nya,setelah kepala nya menoleh dengan sempurna,ia langsung mendengus kesal saat melihat wajah tampan nya Willy yang sedang tersenyum ke arah nya.
"Pria itu memang selalu menyebal kan" ucap Hery yang sependapat dengan istri nya.
"Apa kau tahu,aku hampir gila karena kehilangan diri mu tadi malam" lanjut Hery lagi dengan wajah serius nya sambil menatap mata nya Ashley dan turun ke bibir merona nya Ashley.
"Aku sudah menebak nya dan aku juga terus memikir kan mu dari tadi malam" ucap Ashley,masih dengan nada manja nya sambil tersenyum.
"Semua ini gara-gara pria ...... hmm" ucapan Ashley langsung terhenti oleh bungkaman bibir suami nya.
__ADS_1
Hery yang dari tadi terus menatap bibir istri nya yang terus naik turun,langsung menerkam nya karena ingin menyalur kan rasa bahagia nya ke istri nya,ia ingin istri nya tahu betapa bahagia nya dirinya saat mengetahui kalau istri nya masih hidup dan sekarang sudah berada di dalam pelukan nya.
Ashley yang juga merindu kan suami nya itu,ia pun langsung membalas l*m*t*n suami nya,akhir nya mereka berdua berc**man dengan lembut tanpa memperduli kan sekitar nya.
"****"
"****"
Umpat Willy dan Ars secara bersamaan dengan suara pelan,Willy segera memaling kan wajah nya dan duduk di atas sofa dengan menghadap ke arah TV,sedang kan Ars yang baru masuk 2 menit tadi segera berbalik badan dan menatap ke arah luar.
Sedang kan para pengawal dan para pelayan,memang sedari Ashley melompat ke arah Hery tadi,mereka semua sudah menunduk kan kepala mereka masing-masing.
5 menit menunggu,ternyata Hery tidak juga merasa cukup.Willy yang sudah tidak bisa menahan rasa kesal nya segera bersuara dengan kuat.
"Ehm ehm ehm" dehem Willy dengan kuat tapi dirinya tetap dengan posisi tadi.
Deheman Willy pun berhasil membuat c**man mereka langsung terlepas,Hery langsung mendengus kesal saat c**man mereka sudah terlepas,sedang kan Ashley sibuk mengatur nafas tidak menentu nya.
"Jika belum cukup,lanjut kan saja di dalam kamar.Jangan merusak permandangan di ruang tamu,pikir kan juga perasaan kami" lanjut Willy lagi dengan nada santai nya sambil menyandar kan kepala nya ke belakang.
'Apa mereka pikir orang-orang yang ada di sini adalah makhluk tidak kasat mata' pikir Willy dengan kesal.
Wajah Ashley semakin memerah saat mendengar teguran dari Willy,ia pun segera menyembunyi kan wajah nya ke dada bidang suami nya,padahal kalau tidak di sembunyi kan pun,Willy juga tidak bisa melihat karena Willy sedang menatap TV saat ini.
'Dasar,memang pria yang sangat menyebal kan' batin Ashley kesal di dalam hati nya.
"Auchk " pekik Willy sambil mengelus-elus belakang kepala nya yang terasa berdenyut,ia segera berdiri dari duduk nya sambil memegang sebelah sepatu yang terjatuh ke paha nya sebelum menabrak belakang kepala nya.
"****,dasar bocah kurang ajar" umpat Willy saat mengetahui siapa pelaku nya,sedang kan Ars yang sudah berbalik badan kembali karena mendengar pekikan dari Willy barusan,hanya mampu tersenyum saat melihat Willy yang merasa kan kesakitan di kepala nya.
'Rasa kan' batin Hery di dalam hati,sambil tersenyum dan menatap Willy yang terus mengelus-elus belakang kepala nya yang sakit.
Wajah Ashley yang masih berada di dada bidang suami nya pun jadi tertawa kecil,saat melihat wajah sakit nya Willy dari samping tubuh suami nya.
Beberapa detik kemudian...
__ADS_1
"Kriuk kriuk kriuk kriuk" suara perut yang lapar terdengar dari perut Hery dan juga Ars,hingga membuat tawa Ashley semakin membesar.
Sedang kan Hery dan Ars hanya berusaha menahan wajah mereka agar tetap datar kembali.