Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
51. Makan malam yang berisik


__ADS_3

Kemudian Hery pun pergi dari rumah calon mertua nya itu,setelah selesai berpamitan sama Ayah dan Ibu.


Di dalam mobil saat di perjalanan tdk ada yg bersuara,hingga Hery pun mengeluar kan suara nya.


"Ars,apa kau sudah mendapat kan identitas pria yg aku suruh kau cari kemaren?"tanya Hery tiba-tiba dengan wajah datar nya,sambil menatap ke samping jendela.


Ars langsung sedikit tersentak kaget,kenapa Tuan nya masih mengingat nya.Padahal beberapa hari ini ia sedikit lega karena Tuan nya sibuk tentang Ashley,jadi sampai melupa kan hal itu.


"Be belum Tuan"jwb Ars dengan nada gugup karena rasa kaget nya belum menghilang dengan sempurna.


"Benar kah?"tanya Hery sambil menoleh ke arah Ars.


"Benar Tuan"jwb Ars dengan cepat sambil menahan degupan jantung nya yg sudah tdk beraturan.


"Ternyata kau sangat berani sekarang.Jika bisa,aku ingin membunuh kau detik ini juga"ucap Hery dengan nada sedikit tinggi dan juga ketus.


"Ciiitttt" Ars mengerem secara tiba-tiba saat mendengar ucapan Hery.Untung saja Hery dengan sigap menahan tubuh nya dengan tangan kokoh nya,jika tdk mungkin kepala nya Hery akan terbentur kursi yg ada di depan nya itu.


"Apa maksud Tuan?" tanya Ars yg ingin memasti kan praduga nya yg mengata kan jika Hery sudah tahu tapi dari siapa,membuat Ars menjadi penasaran.


"Kau masih ingin bertanya?"tanya Hery yg semakin kesal sambil menatap Ars yg sedang menoleh ke arah nya.


"Maaf kan aku Tuan"jawab Ars dengan wajah pura-pura menyesal nya,ia juga tertawa di dalam hati saat melihat wajah kusut nya Hery karena sedang kesal.


Kemudian Ars menoleh ke depan kembali dan bersiap-siap menunggu ucapan dari Hery lagi.Degupan jantung nya tadi juga menjadi sedikit berkurang karena mendengar suara ketus dari Hery tadi.

__ADS_1


"Cih"Hery berdecih dengan malas,ternyata selama 2,3 minggu ini ia di bodohin oleh Asisten nya sendiri,membuat kesal nya menjadi double.


'Bagaimana bisa ia menyuruh Asisten nya mencari identitas nya sendiri,wajar saja jika hingga berminggu minggu Ars tdk dapat mencari nya.Sebenar nya bukan tdk dapat,tapi sengaja ingin mengerjai nya.Seharus nya ia harus curiga saat melihat gelagat aneh nya Ars,tapi lantaran terlalu cemburu ia menjadi semakin bodoh'pikir Hery dengan wajah kesal nya.


"Mulai besok kau akan lembur untuk 1 bulan ke depan"ucap Hery lagi dengan wajah tegas nya sambil menatap wajah pias nya Ars dengan tersenyum tipis.


'Kali ini kau tdk akan lolos, aku tdk akan melepas kan kau lagi.Sudah berapa kali kesalahan yg sudah kau buat,tapi selalu lolos'batin Hery dengan penuh tekad dan tersenyum puas di dalam hati.


"Baik Tuan"jwb Ars dengan wajah pasrah setelah terdiam beberapa saat,lalu ia menghela nafas dengan berat seperti akan ada beban yg menimpa punggung nya nanti.


Kemudian Ars pun kembali melaju kan mobil mereka untuk menuju ke Apartemen,dengan wajah yg lesu.Tapi tdk dengan Tuan nya,setelah selesai memberi hukuman kepada Ars barusan,Hery terus saja tersenyum tipis sambil pura-pura menatap satu persatu pohon yg ada di tepi jalan itu.


###


Di rumah nya Ashley,tepat di meja makan nya mereka semua sudah bersiap-siap untuk makan kecuali Ashley yg belum keluar-keluar sejak di gendong masuk oleh Hery tadi.


"Dasar,,,apa kau ingin membuat kakak mu ini mati kelaparan?"tanya Daniel dengan nada kesal saat melihat Ashley yg sudah keluar dari dalam kamar nya,seperti nya juga sudah segar,mungkin baru habis membersih kan diri.


Ashley yg mendengar gerutuan kakak nya itu hanya bisa cenges ngesan saja,ia tadi ketiduran hingga tdk sadar kalau sudah malam.


"Kenapa setelah pulang ke sini,kakak selalu sensi saja?" tanya Ashley dengan tersenyum mengejek tanpa menoleh ke arah kakak nya yg sedang menatap nya dengan kesal.


"Siapa juga yg sensi,kau ini sembarangan"jwb Daniel sambil mulai makan saat melihat Ayah dan Ibu yg sudah mulai makan,lalu di ikuti oleh Ashley yg sudah duduk dengan rapi di kursi nya.


"Iya iya,aku minta maaf kak.Tadi aku ketiduran,ketika bangun dari tidur,tiba-tiba saja sudah malam"ucap Ashley lagi dengan bersungguh-sungguh meminta maaf sambil mengunyah makanan nya.

__ADS_1


"Kau kan sengaja ketiduran agar bisa di gendong oleh pria mu itu"ucap Daniel dengan nada menyindir sambil melanjut kan makan nya.


"Benar kah Hery yg megendong ku?"tanya Ashley dengan pelan,sambil menatap kakak nya untuk memintak jawaban.


"Ternyata kau memang benar-benar ketiduran,ia pria mu itu yg mengendong mu masuk ke kamar tadi" jwb Daniel dengan nada santai nya kembali.


Wajah nya Ashley sudah sedikit memerah saat memikir kan kalau Hery yg mengendong nya tadi,sampai ke kamar nya pula.Tapi ada untung nya juga,untung diri nya tertidur jadi ia tdk perlu menunjuk kan wajah malu nya kepada Hery.


"Selesai kan dulu makan kalian,kenapa selalu saja tdk menurut"tegur Ayah dengan wajah tegas nya.Namun ia juga sedikit kesal,karena jika sudah ada kakak nya,setiap mau makan pasti harus berdemo mulut dahulu.


"Iya,cepat selesai kan makan kalian dulu.Baru mengobrol sepuas kalian "sambung Ibu dengan tersenyum,apa lagi saat melihat wajah kesal suami nya.


"Baik yah bu"


"Baik yah bu"


Jwb Ashley dan Daniel dengan serentak.


Kemudian mereka semua pun makan dengan tenang dan lahap,lalu setelah mereka semua menyelesai kan makan malam nya,mereka pun beranjak dari sana menuju ke ruang tamu untuk mengobrol.


"Kakak kapan kau akan berangkat ke Paris lagi?"tanya Ashley setelah sudah duduk di kursi yg ada di ruang tamu,di ikuti oleh Ayah,Ibu dan juga Daniel.


"Belum tahu,apa kau mengusir kakak mu ini sekarang?"tanya Daniel balik dengan nada bercanda.


"Tentu saja bukan,malahan aku lebih senang jika kakak terus di sini.Jadi jika aku ingin keluar jalan-jalan,ada kakak yg menemani ku"jwb Ashley dengan cepat dan juga tersenyum senang,ia memang sangat senang jika bisa jalan-jalan bersama kakak nya,apa lagi bermanja manja dengan kakak nya itu.

__ADS_1


Memikir kan tentang bermanja-manja,kenapa ia jadi memikir kan pujaan hati nya itu,kenapa ia menjadi ikut-ikutan mesum seperti Hery.


Ashley memikir kan Hery sambil tersenyum,hingga membuat Daniel yg sedang duduk di samping nya tersenyum geli,saat ia tdk sengaja menatap wajah merah adik nya yg melamun sambil tersenyum.


__ADS_2