Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
Bab. 173


__ADS_3

(Masih Di Perusahaan JS).


Setelah selesai membersihkan diri dan juga membantu Desi membersihkan diri,Jonathan segera keluar dari dalam ruangan pribadinya,meninggalkan Desi yang sedang terus menggerutu kesal di dalam ruangan pribadinya karena terus di goda oleh dirinya tadi.


Kemudian ia segera duduk di kursi kebesarannya sambil melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan hampir pukul 10 siang,lalu ia langsung mengerjakan perkerjaannya yang telah tertunda tadi.


Ia mengerjakan perkerjaannya,sambil tersenyum lucu,karena sedang mengingat wajah kesalnya Desi tadi.Ia sudah tidak sabar ingin memberi kejutan kecil kepada Desi,karena beberapa hari lagi kedua orang tuanya akan datang dan tiba di kota ini.


Beberapa jam kemudian,tepat jam 12 siang.Jo segera menghentikan perkerjaannya yang belum selesai itu karena berniat ingin mengajak Desi untuk makan siang bersama.


"Tok tok tok" terdengar ketukan pintu dari luar ruangan,saat Jo sedang sibuk merenggangkan tubuh kakunya karena terus duduk selama 2 jam.


"Masuk" jawab Jo,setelah ia selesai merenggangkan tubuh kakunya.


Terlihat Sekretarisnya Jo yang sedang berjalan masuk,lalu langsung di dahului oleh wanita yang terus mengikutinya di belakang tadi karena memaksa ingin menemui Tuannya.


"Tuan,ada...." ucap Sekretaris tersebut yang langsung di sela oleh wanita yang telah mendahuluinya barusan,hingga membuat Sekretaris tersebut hanya mampu menahan kesalnya saja karena ia tidak bisa melakukan apa-apa kecuali di perintah oleh Tuannya.


"Honey,apa kamu tidak merindukanku?" tanya wanita tersebut,dengan nada manjanya,sambil terus melangkah ke arah Jonathan yang sedang menatap kaget ke arah dirinya.


Sedangkan jo yang merasa kaget,sudah berdiri dengan tanda tanya di kepalanya,kenapa wanita tersebut bisa sampai ada di sini.Karena memang kebetulan meja kerjanya berhadapan dengan pintu ruangannya,berbeda dengan sahabatnya Hery dan juga Ars.


"Kenapa beberapa minggu ini No HPmu tidak aktif? Apa kamu tahu,aku sampai kesulitan ingin menghubungimu,karena Asistenmu juga tidak mau memberikan No HPmu padaku.Maka dari itu,dari jauh-jauh aku ke sini untuk mepepaskan rasa rinduku padamu.Honey,apa kamu tahu kalau aku sangat merindukanmu" lanjut wanita tersebut lagi,dengan wajah tidak tahu malunya,sambil terus melangkah dan mengabaikan wajah kagetnya Jonathan yang sudah berubah menjadi marah.


"Jangan menyentuhku,apa kamu masih belum jelas dengan perkataanku kemaren? Kita sudah tidak mempunyai hubungan apa-apa lagi,sejak aku memutuskan hubungan kita hari itu" bentak Jo,dengan nada marahnya,sambil melirik sekilas ke arah perut buncitnya wanita tersebut dan menepis dengan kasar tangan wanita tersebut yang sedang ingin menyentuh lengannya.


'Cih,dasar wanita murahan.Apa dia pikir aku bodoh.Apa dia pikir aku akan langsung menikahinya,karena perut buncitnya itu' batin Jo,saat ia sudah bisa menebak apa tujuan dan rencana wanita tersebut sampai jauh-jauh rela datang ke sini.Jika bukan memikirkan bayi tidak berdosa yang ada di dalam kandungan wanita tersebut,ia pasti akan menepis lebih kasar dari yang barusan.


Tapi wanita tersebut juga tidak tahu,kalau pria yang ia hadapi ini adalah mantan mafia yang sudah lama mundur dari kelompok mafianya yaitu Hery,Ars dan Mark,karena sejak Hery tidak begitu aktif lagi di dunia mafia,ia mulai merasa bosan gara-gara tidak ada teman baiknya yang bersamanya.


"Honey,apa yang sedang kamu lakukan? Kamu akan membahayakan bayi kita" ucap wanita tersebut yang ternyata adalah mantan kekasihnya Jo yang telah Jo putuskan kemaren,tapi wanita tersebut tidak rela di putuskan oleh Jo.


Ia bertanya,dengan nada kesalnya karena hampir saja ia terjatuh akibat tepisannya Jo.Ia juga mengabaikan perkataannya dan bentakannya Jo.

__ADS_1


Ia tidak rela di putuskan oleh Jo juga bukan karena cinta tapi karena ia hanya menginginkan hartanya Jo saja,makanya ia rela jauh-jauh datang ke sini untuk menjebak Jo dengan perut hamilnya,berharap kalau Jo akan segera menikahinya.


"Cih,bayi kita? Apa kamu sedang bermimpi saat ini?" tanya Jo,dengan nada tingginya,sambil melirik sekilas ke arah pintu ruangan pribadinya yang masih tertutup.Timbul sedikit rasa khawatir di hatinya,kalau sampai Desi melihat dan mendengar perdebatan antara dirinya sama mantan kekasihnya yang bernama bella ini.


Ntah akan bagaimana reaksi Desi nanti,saat melihat wanita yang sedang berperut besar ini.Ia berharap di dalam hati kalau Desi tidak akan mempercayai perkataan wanita tersebut ataupun menjauh dari dirinya.Ia baru menyadari,ternyata inilah yang telah membuat perasaannya menjadi kurang enak dari tadi pagi,


"Tentu saja tidak,apa kamu tidak melihat kalau aku sedang hamil saat ini.Dan ini adalah bayimu,apa kamu tega menelantarkannya?" tanya Bella,dengan ekspresi wajah yang pura-pura sedih.Ia sudah pernah mendengar peringatan dari Jo ketika berpacaran kemaren kalau Jo tidak mau menikah di usia muda,jadi ia harus berpura-pura sesedih mungkin supaya Jo akan menjadi luluh dan mempercayai perkataannya.


"Kita tidak pernah tidur seranjang sama sekali,lalu dari mana bayi yang kamu kandungi itu adalah bayiku?" tanya Jo,dengan tersenyum kesal,sambil terus menatap kesal ke arah Bella yang sudah mulai menangis.


Bahkan karena terlalu kesal,ia sampai tidak menyadari kalau Desi sudah berdiri di depan ruangan pribadinya dengan wajah yang kaget,saat mendengar perkataan wanita yang tidak di kenalnya itu.


"Kita tidur seranjang atau tidak,kenyataannya aku sedang hamil bayi kamu saat ini.Jadi kamu tidak perlu mengelak lagi.Aku tidak akan meminta apapun,aku hanya ingin kamu segera menikahi aku saja " ucap Bella,dengan wajah yang sudah bercucuran air mata,ia harus berkata seperti itu terlebih dahulu untuk permulaannya.


"Cih,menikah denganmu? Bahkan untuk melihat tubuhmu yang menjijikkan itu saja,aku tidak pernah.Apa sekarang kamu ingin aku bertanggung jawab untuk pria lain yang telah menidurimu?" tanya Jo,sambil menatap tajam ke arah Bella.


"A apa yang sedang kamu bicarakan? Aku benar-benar sedang hamil bayimu.Jika kamu tidak percaya,aku bisa memperlihatkan buktinya kalau kamu memang pernah tidur bersamaku atau kamu ingin aku laporkan kamu ke kantor polisi" jawab Bella,dengan berusaha untuk tenang,karena takut ketahuan.Ia berbicara sambil mencari sesuatu di dalam tasnya.


"Aku tidak perlu melihat bukti apapun darimu lagi.Kalau perlu dan kalau kamu mau,laporkan saja aku" ucap Jo,dengan nada yakinnya,karena ia merasa kalau ia memang sama sekali tidak pernah melakukan lebih dari sekedar dari c**m*n saja dengan Bella.


Desi terbangun dari tidur lelapnya tadi,karena mendengar samar-samar keributan antara Jo dan wanita hamil yang tidak di kenalinya itu dari luar ruangan pribadinya Jo.


Ia bahkan hanya segera mencuci wajah ngantuknya saja dan tidak sempat merapikan kasur yang telah berantakan gara-gara pergumulan panas mereka tadi,karena memang dari ia selesai dari kamar mandi bersama Jo tadi,ia langsung tertidur di atas kasur yang masih berantakan tersebut.


"Desi" gumam Jo,dengan wajah kagetnya yang bercampur dengan rasa khawatir.


"Sayang,jangan mempercayai perkataan wanita j*l*ng ini" lanjut Jo lagi,dengan nada khawatirnya dan berniat untuk berjalan ke arah Desi.Tapi langkahnya langsung terhenti,saat ia mendengar seruan dari Desi.


"Tetap di situ,jangan bergerak dan diam saja.Aku akan melihat bukti dari wanita yang telah kamu tiduri ini terlebih dahulu.Aku ingin melihat,apakah kamu ini benar-benar pria brengsek atau bukan..." seru Desi,dengan nada marahnya yang bercampur kesal.Padahal tadi mereka berdua baru saja selesai bercinta tapi kenapa malah tiba-tiba saja ada wanita hamil yang sedang datang meminta pertanggung jawaban dari Jo saat ini.


Sedangkan Bella yang sudah selesai mendapatkan apa yang ia cari tadi,langsung berbalik badan,saat ia mendengar kalau ada suara wanita yang lainnya lagi selain dirinya dan menatap wanita cantik yang sedang berdiri di samping pintu ruangan yang baru saja terbuka,


Bella menjadi kesal,saat ia sudah mengetahui apa penyebabnya Jo yang tiba-tiba saja memutuskan hubungan mereka begitu saja.Apa lagi,saat ia mendengar kata j*l*ng dari Jo untuknya dan panggilan sayang dari Jo untuk wanita tersebut,ia juga bisa melihat dengan jelas sisa jejak-jejak percintaan mereka di sekitar lehernya wanita tersebut dan isi ruangan dengan kasur yang sedikit berantakan.

__ADS_1


Padahal selama hampir 2 bulan ia berpacaran dengan Jo,Jo tidak pernah memanggilnya dengan panggilan sayang atau panggilan romantis yang lainnya,bahkan Jo tidak memperbolehkan dirinya untuk masuk ke dalam ruangan pribadinya Jo sendiri.


"Oh,ternyata wanita ini yang telah membuat hubungan kita menjadi putus.Ternyata seleramu buruk juga.Dan ternyata kamu juga pria brengsek Jonathan Smith,setelah selesai men*k*m*t* tubuhku ini,kamu malah sudah berhasil men*km*t* tubuh wanita yang baru lagi" ucap Bella,dengan ekspresi wajah yang pura-pura marah dan sengaja memanas-manaskan keadaan,sambil tersenyum sinis ke arah wanita yang ia tahu adalah penyebab putusnya hubungan mereka.


"Tutup mulutmu,jangan berani sembarangan bicara tentang calon istriku" ucap Jo dengan nada membentak,saat ia mendengar kata buruk dan juga perkataan tidak benar dari Bella tentang dirinya dan juga Desi.


"Sayang,aku mohon jangan dengarkan perkataannya.Dengarkan dulu penjelasan dariku ya..." lanjut Jo lagi,dengan nada lembutnya dan wajah yang semakin khawatir,sambil melangkah dengan pelan ke arah Desi yang masih berdiri di tempatnya.


"Aku bilang,diam dan jangan mendekat lagi" ucap Desi,dengan wajah yang mulai memerah karena sedang menahan tangis,sambil menatap marah ke arah Jo.


Jika kemaren ia mendengar kata calon istri dari Jo,mungkin ia akan melompat kegirangan dengan tersenyum bahagia.Tapi saat ini,kata calon istri dari Jo yang bertepatan dengan kedatangan seorang wanita hamil di depannya,hanya mampu mengukir luka di hatinya saja.


Jo yang sedang berusaha untuk mendekati dan berniat memeluk Desi tadi,segera menghentikan langkah pelannya dengan wajah pasrahnya dan hati yang terasa sakit,saat ia melihat kedua matanya Desi yang sedang menahan air mata,mungkin sebentar lagi calon istrinya itu akan menangis.


Sedangkan Bella,tersenyum senang di dalam hati.Ia sangat yakin kalau sebentar lagi wanita tersebut pasti akan menjauh dari Jo tanpa ia paksa,apa lagi saat ia memperlihatkan bukti yang telah ia siapkan dan sudah ada di tangannya saat ini,sudah di pastikan kalau wanita tersebut akan segera pergi jauh dari sisinya Jo.


"Dan kamu,apa bukti yang mau kamu perlihatkan tadi? Tunjukkan padaku sekarang..." ucap Desi,dengan nada tingginya,sambil mengalihkan pandangannya ke arah wanita yang berpakaian seksi tersebut yang sudah langsung berjalan ke arahnya,saat mendengar permintaannya.


'Cih,ternyata begini selera pria brengsek ini' umpat Desi,di dalam hati.


"Ini,semoga kamu bisa melihatnya dengan baik dan hati yang terbuka.Aku harap,kamu jangan lagi menghalangi bayiku untuk bisa bersatu dengan Daddynya" ucap Bella,setelah ia sudah berada di hadapannya wanita tersebut,sambil menyodorkan beberapa lembar foto kebersamaannya dengan Jo di atas ranjang.Ia juga menampilkan senyum kemenangan di wajahnya dan mengelus perutnya yang sedikit buncit dengan gerakan pelan.


Sedangkan Jo,hanya mampu mengepalkan kedua tangannya dengan kuat,saat ia melihat tingkah tidak tahu malunya Bella.


Rasanya kedua tangannya ingin segera membunuh wanita tidak tahu malu itu saat ini juga,tapi saat ini ia tidak bisa melakukannya karena sudah di pastikan,ia akan membuat Desi menjadi ketakutan nanti karena melihat jati dirinya.


"Dan ini,sepertinya kamu juga harus melihat bukti yang satu ini lagi" lanjut Bella lagi,dengan wajah tersenyum sinisnya,saat melihat wanita tersebut yang hanya terdiam saja dengan ekspresi wajah sedihnya.


Ia segera membuka sebuah video di HP miliknya dan menyodorkannya ke depan wajahnya wanita tersebut,supaya bukti-buktinya bisa menjadi kuat dan di percaya oleh wanita tersebut.


Akhirnya air matanya Desi langsung meluncur bebas,saat ia melihat sebuah video yang di perlihatkan oleh wanita tersebut dan terlihat Jo dan wanita tersebut sedang berc**m*n dengan penuh nafsu di dalam video tersebut.


Lebih tepatnya hanya wanita tersebut saja yang menc**m Jo dengan penuh nafsu,sedangkan Jo masih mampu mengontrol nafsunya.Hanya saja,karena Desi sudah merasa terluka, jadi Desi tidak bisa melihat dengan jelas perbedaan wajahnya wanita tersebut dan Jo yang memang sulit untuk di bedakan antara bernafsu atau tidaknya wajahnya Jo di dalam video tersebut.

__ADS_1


"Sayang,apa kamu tidak mempercayaiku?" tanya Jo,dengan wajah frustasinya,saat ia melihat wajahnya Desi yang sudah di penuhi oleh air mata.


__ADS_2