Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
126. Jonathan yang merasa tersiksa dan juga merasa bahagia


__ADS_3

Jadi,Jo pun memilih untuk mencari karyawan wanita yang ada di perusahaan milik nya saja.Ia berniat ingin turun dari atas kasur dan mengambil celana berserta kemeja milik nya tadi.


"Apa maksud mu dengan mencari yang lain? " tanya Desi sambil menahan tangan nya Jo yang sedang ingin turun dari atas kasur.


Wajah takut nya Desi berubah menjadi panik saat mendengar Jo yang ingin mencari yang lain saja,ia tidak akan rela kalau Jo sampai meniduri wanita lain.


"Tentu saja wanita yang lain,aku harus segera menuntas kan hasrat ku saat ini juga" jawab Jo sambil berusaha melepas kan genggaman tangan nya Desi yang sedang menahan pergelangan tangan nya.


Jo sampai tidak memperduli kan tatapan mata nya Desi yang terus terarah ke seluruh tubuh nya yang tanpa sehelai kain pun,lebih tepat nya lebih ke arah benda yang sedang berdiri tegak itu,ia hanya ingin melepas kan hasrat nya yang terus mendesak dan menyiksa dirinya dari tadi.


"Cepat singkir kan tangan mu,apa kau ingin tubuh ku menjadi lebih tersiksa lagi?" tanya Jo dengan wajah yang mengeram kesal sambil menatap wajah Desi yang seperti orang sedang kebingungan.


"Jangan salah kan aku,jika aku memaksa melaku kan itu dengan mu..." lanjut Jo lagi,sambil terus menahan tubuh nya yang seperti sedang terbakar.


Ia berbicara dengan nada yang semakin kesal karena Desi tidak juga mau melepas kan genggaman tangan nya.


"Ka kalau me memang harus begitu,maka laku kan lah" jawab Desi dengan nada gugup,tapi di wajah nya tidak ada keraguan sama sekali.


Karena ia benar-benar mencintai Jo,jadi ia akan melaku kan apa pun agar Jo tidak jatuh ke pelukan wanita lain,apa lagi dengan cara yang seperti ini.


"A apa?" tanya Jo dengan wajah kaget nya,ia kira Desi akan segera melepas kan genggaman nya tapi malah membuat dirinya terkejut karena mendengar jawaban dari Desi.


"Laku kan lah,dari pada kau harus melaku kan nya dengan wanita lain" jawab Desi dengan wajah memerah nya karena malu,sambil sedikit menunduk kan kepala nya.


"Aku tidak rela,jika tubuh kamu harus di miliki oleh wanita lain.Hanya aku yang boleh memiliki nya,walau pun kau tidak mencintai ku sekali pun" lanjut Desi lagi dengan jujur dan kepala yang terus menunduk.


Jo terdiam dengan tubuh yang semakin membara,ia menatap wajah malu nya Desi dengan intens.Tiba-tiba saja hati nya merasa sangat bahagia saat mendengar pernyataan kepemilikan nya Desi,ia juga menjadi ragu dengan perkataan nya Desi yang mengata kan kalau dirinya sama sekali tidak mencintai wanita aneh ini.


Tapi seperti nya Desi salah tentang cinta nya,karena cinta nya ke Desi sudah mulai tumbuh di dalam hati nya.


Tanpa banyak bicara lagi,ia segera menarik selimut yang sedang di genggam oleh Desi dengan gerakan cepat hingga Desi tidak sempat untuk menyadari nya.


"Aachk " pekik Desi dengan wajah kaget nya karena tiba-tiba saja Jo menarik selimut yang ia genggam dengan cepat,hingga tubuh polos nya sudah tanpa penghalang saat ini,ia segera menutup kedua buah bukit kembar nya dengan kedua tangan nya.


Sedang kan Jo segera merangkak mendekat ke arah Desi dengan kedua kaki nya yang masuk di antara bawah kedua kaki nya Desi,wajah nya juga maju ke wajah nya Desi.


Wajah nya Jo tersenyum tipis saat melihat wajah takut nya Desi,hasrat nya juga semakin tidak terkendali saat benda di bawah nya langsung bersentuhan dengan milik nya Desi ketika wajah nya mendekat ke arah wajah nya Desi jadi otomatis milik mereka yang memang tanpa berkain itu langsung bersentuhan tanpa penghalang apa pun.


"A apa yang ingin kamu laku kan?" tanya Desi dengan wajah gugup nya saat wajah tampan nya Jo yang sudah memerah karena di penuhi gairah itu,sudah hampir tidak berjarak dengan wajah miliknya.


Apa lagi ia juga bisa merasa kan benda tumpul yang ia lihat tadi sedang bersentuhan dengan milik nya,hingga membuat dirinya semakin gugup.


Jo kembali menggusar rambut nya dengan kasar saat mendengar pertanyaan nya Desi.


"Sudah,tidak usah lagi" jawab Jo dengan wajah yang terlihat sangat kacau karena semua yang ia rasa kan bercampur menjadi satu,hingga membuat kepala nya terus berdenyut tersiksa.


"Jangan pergi" ucap Desi dengan panik bercampur malu saat melihat Jo yang kembali ingin menjauh dari dirinya,ia segera merangkul leher nya Jo hingga Jo yang baru saja sempat membalik kan kepala nya ,kembali menatap dirinya.


"Bukan kah kau belum siap?" tanya Jo dengan suara berat nya,kedua tangan nya masih berada di samping kiri kanan kepala nya Desi.


"Kalau memang belum siap,lebih baik ......Ehhmm.." ucapan Jo langsung terhenti saat mulut nya langsung di terkam oleh Desi tanpa peringatan,seperti biasa nya.

__ADS_1


Kedua mata nya Jo terbuka dengan lebar karena kaget di serang tiba-tiba oleh Desi,ia tersenyum saat merasa kan Desi yang belum begitu ahli dalam berciuman karena lidah Desi hanya bergerak kaku di dalam rongga mulut nya.


Jo segera memejam kan kedua mata nya,mengikuti kedua mata nya Desi yang sudah duluan terpejam.Ia juga segera membalas dan menyapu seluruh isi mulut nya Desi dengan rakus.


Kedua tangan nya juga tidak tinggal diam,ia segera menyentuh titik-titik sensitif miliknya Desi tanpa melewati apa pun,hingga membuat Desi mengeluar kan suara merdu nya dengan nafas yang tidak beraturan karena sentuhan Jo yang sangat n*km*t.


Beberapa saat kemudian...


"Kamu yakin?" tanya Jo dengan nafas naik turun nya sambil menatap wajah sayu dan tubuh tidak berdaya nya Desi.


Saat melihat anggukan pelan kepala nya Desi,Jo segera mengarah kan benda milik nya tadi ke milik nya Desi untuk ke 3 kali nya karena tadi ia sudah gagal 2 kali.


Lalu ia menekan miliknya dengan gerakan pelan tapi pasti,benda tumpul miliknya perlahan masuk ke dalam.


"Achk " Desi memekik sakit sambil mengenggam kedua tangan nya Jo dengan kuat, saat merasa kan milik nya telah tersobek.


"Sayang,sakit" ucap Desi dengan suara yang pelan dan wajah yang sedang menahan sakit,air mata nya juga mulai menetes beberapa tetes.


"Sabar ya sayang,sebentar lagi sakit nya akan hilang" ucap jo,tanpa sadar ia memanggil Desi dengan panggilan sayang


Setelah selesai berbicara,ia segera m*l*m*t bibir nya Desi dengan lembut agar bisa mengurangi rasa sakit nya Desi sambil mengelap beberapa tetes air mata nya Desi.


Ia m*l*m*t sambil memaju kan tubuh nya dengan perlahan-lahan,terasa masih agak sulit tapi kemudian ia berhasil memaju mundur kan tubuh nya dengan perlahan-lahan.


"Ahhh,ternyata milik mu sangat sempit sayang" ucap Jo sambil mengerang pelan,saat l*m*t*n mereka sudah terlepas.


"Sa sayang " panggil Desi dengan nafas yang tidak menentu,karena Jo yang terus memaju mundur kan tubuh nya hingga membuat rasa sakit nya tadi menjadi sensasi yang semakin lama semakin terasa n*km*t.


Jo tidak menanggapi panggilan sayang dari Desi lagi,ia terus memaju mundur kan tubuh nya,lama-kelamaan gerakan nya menjadi semakin cepat.


Sedang kan di luar ruangan nya Jo,Sekretaris nya yang sudah selesai membawa OB wanita tadi ke kantor polisi pun segera masuk ke dalam Ruang kerja nya Jo dengan langkah pelan nya karena berniat melapor kan kalau ia sudah selesai melaku kan tugas nya.


Setelah sudah berdiri di tengah-tengah ruang kerja milik Tuan nya,ia segera mengedar kan pandangan nya ke segala sudut ruangan untuk mencari keberadaan Tuan nya yang tidak terlihat sama sekali.


"**** " umpat Sekretaris tersebut dengan wajah memerah nya,ia segera melangkah keluar dari ruang kerja Tuan nya dengan langkah cepat nya saat barusan ia mendengar suara-suara yang hampir membuat tubuh nya menegang.


(Kembali ke ruangan pribadi nya Jonathan).


Jo langsung ambruk di atas tubuh lemah nya Desi tanpa melepas kan penyatuan mereka setelah ia baru saja selesai mendapat kan pelepasan yang ke 5 kali nya,tubuh mereka berdua pun sama-sama terasa sangat lelah saat ini dan nafas mereka berdua juga bergerak naik turun dengan cepat karena rasa lelah mereka.


Beberapa saat kemudian...


"Sayang menyingkir lah dari tubuh ku,apa kau tidak merasa lengket?" tanya Desi dengan suara pelan nya karena masih terasa lemah akibat ulah nya Jo.Yah,walau pun kenyataan nya ia sangat men*km*t* nya tadi.


Tubuh nya sudah terasa sangat lengket,di tambah lagi di tindih oleh Jo.Apa lagi tubuh mereka sama-sama berkeringat,hingga membuat tubuh nya menjadi sangat tidak nyaman,tapi Jo malah masih betah berada di atas nya.


"Sayang..." panggil Desi lagi,saat Jo tidak mau bergerak sama sekali.


"Hm" jawab Jo dengan singkat tanpa memindah kan kepala nya yang masih berada di atas 2 bukit kembar miliknya Desi.


"Sayang jangan lagi ya... Tubuh ku sangat capek,tulang-tulang ku juga seperti sudah retak semua" ucap Desi dengan nada memohon saat merasa kan kedua tangan nya Jo yang kembali mulai beraksi lagi,kepala nya Jo juga sibuk menggesek-gesek di 2 bukit kembar nya.

__ADS_1


Jo segera mendongak kan kepala nya dan menatap wajah lelah nya Desi dengan wajah yang tersenyum bahagia untuk beberapa saat,akhir nya ia pun langsung melepas kan penyatuan mereka dan membaring kan tubuh nya ke samping nya Desi.


"Bagaimana rasa nya sayang? Seperti nya kamu sangat menyukai nya" ucap Jo dengan tersenyum jahil sambil memeluk Desi dari samping,kali ini ia memanggil dengan panggilan sayang tanpa paksaan,termasuk juga yang di saat mereka sedang melaku kan pergumulan panas tadi.


"Aku tidak tahu" jawab Desi dengan tersenyum malu,apa lagi Jo terus menatap nya,hingga membuat dirinya semakin malu.


"Ayo,cepat kata kan bagaimana rasa nya?" tanya Jo lagi,ia semakin semangat untuk menggoda Desi saat melihat wajah malu nya Desi.


"Kriuk kriuk kriuk" terdengar suara lapar dari dalam perut nya Desi,hingga membuat senyum jahil nya Jo langsung menghilang,ia segera melihat jam yang berada di dinding ruangan pribadi nya.


"Ya Tuhan" ucap Jo dengan suara yang pelan,mereka melaku kan berulang-ulang pergumulan panas tadi,hingga mereka tidak sadar kalau sudah jam 9 malam.


"Kamu lapar hm?" tanya Jo dengan wajah bersalah nya,karena sampai membiar kan Desi kelaparan.


Desi segera mengangguk dengan pelan,karena ia memang sedang lapar.Ia juga tersenyum senang di dalam hati karena Jo melupa kan pertanyaan yang mampu membuat dirinya malu tadi.


Jo segera turun dari atas kasur nya,sebelum ia tersenyum bahagia saat selimut yang ia singkap langsung menampak kan darah perawan miliknya Desi.


Lalu ia segera berjalan untuk mengambil boxer dan celana panjang nya,tanpa ada kain yang menutupi tubuh polos nya itu.


"Dasar tidak tahu malu" ucap Desi sambil menutup wajah nya dengan selimut saat melihat Jo yang dengan santai nya memakai memakai boxer dan celana di depan mata nya.


"Kita sudah saling melihat satu sama lain sayang,bahkan aku sudah menghafal setiap lekukan-lekukan tubuh mu itu.Jadi,buat apa lagi harus malu" ucap Jo dengan wajah yang tersenyum lebar,lalu ia segera berjalan keluar dari ruangan pribadi nya untuk mengambil HP milik nya yang tertinggal di ruang kerja nya tadi.


Sedang kan Desi,hanya mampu tersenyum malu di dalam selimut itu.


"Ingat,beli dengan cepat ya" perintah Jo dengan Sekretaris nya melalui sambungan telepon sambil sekalian menyimpan kembali pistol yang ia keluar kan tadi lalu kembali berjalan masuk ke dalam ruangan pribadi nya,tanpa ingin tahu kalau Sekretaris nya yang masih berada di kantor itu sedang merutuki dirinya.


Setelah selesai berbicara dengan Sekretaris nya,Jo segera menatap Desi yang sedang berusaha untuk turun dari atas kasur.


"Auchk " pekik Desi dengan wajah yang meringis karena merasa kan bawah nya yang terasa nyeri,seperti nya bawah miliknya jadi lecet karena ulah nya Jo.


"Achkk " pekik Desi dengan wajah kaget nya karena Jo tiba-tiba saja langsung mengendong dirinya tanpa bertanya terlebih dahulu.


"Apa yang kau laku kan,cepat turun kan aku" pinta Desi dengan nada kesal nya dan juga wajah malu nya,sambil merangkul leher nya Jo karena takut terjatuh.


"Memang nya ,kamu bisa berjalan ?" tanya Jo dengan tersenyum jahil sambil terus berjalan ke arah kamar mandi.


Desi pun tidak berkutik lagi karena apa yang di kata kan oleh Jo benar ada nya,ia segera menelusup kan kepala nya ke dada polos nya Jo karena malu.


Setelah 30 menit mereka berdua berada di dalam kamar mandi,mereka pun segera keluar dari kamar mandi dengan memakai jubah mandi masing-masing setelah selesai membersih kan diri bersama-sama.


Mereka berdua benar-benar hanya membersih kan diri saja tanpa melaku kan adegan panas lagi,mereka berdua juga terlihat lebih segar dari tadi.


Tapi tubuh mereka tetap saja masih merasa lelah,apa lagi Jo yang masih merasa kan pusing akibat efek obat itu yang masih tersisa di dalam tubuh nya.


Hanya saja mereka ingin makan terlebih dahulu baru akan mengistirahat kan tubuh mereka,karena perut mereka memang sedang kelaparan saat ini.


Mereka berdua pun berjalan ke arah kasur miliknya Jo dan langsung duduk di tepi kasur,dengan kedua tangan nya Jo yang sibuk mengering kan rambut nya Desi dengan mengguna kan handuk pendek milik nya Jo,karena Jo memang tidak memiliki alat pengering di ruangan pribadi nya.


"Apa kah masih sakit hm ?" tanya Jo dengan wajah bersalah nya,saat ia mengingat kembali ketika ia melihat bawah nya Desi yang menjadi sedikit lecet karena ulah nya sendiri.

__ADS_1


"Tidak,hanya sedikit" jawab Desi dengan wajah malu nya karena Jo kembali bertanya bagian yang sensitif milik nya.


"Besok jangan kerja lagi ya,istirahat saja di Apartemen ku..." ucap Jo dengan dengan suara pelan sambil terus mengering kan rambut nya Desi.


__ADS_2