
Tapi belum sempat Hery dan yang lainnya duduk di kursi mereka,seorang wanita paruh baya yang terlihat lebih muda dan sedikit berlari,bahkan ia berlari mendekat ke arah kedua orang tuanya Ashley yang berada di samping mejanya Grandma.
"Kakak,kakak ipar,maafkan aku.Karena aku terlambat sampai ke acara pernikahan putri kalian ini.Di pertengahan jalan tadi terjadi kemacetan terus menerus,hingga membuat aku harus menjadi terlambat seperti ini" seru wanita tersebut dengan napas ngos-ngosannya dan juga kesal saat dirinya sudah hampir sampai di dekat kedua orang tuanya Ashley.
"Aachk" terdengar suara pekikan tertahan dari mulutnya wanita tersebut,sebelum ia benar-benar sampai di dekatnya kedua orang tuanya Ashley.
"Ya tuhan,tante.Kenapa kamu selalu suka ceroboh?" gumam Ashley dengan nada pelannya,sambil menyembunyikan wajah malunya di dada kekarnya Hery dan sedikit mengintip ke arah tempat yang mampu membuat dirinya kaget sekalian merasa malu.
Sedangkan yang lainnya juga ikut merasa kaget ,termasuk Hery,saat mereka semua melihat hal tidak terduga itu.Kemudian wajah kaget mereka semua berubah menjadi tersenyum,karena hal tidak terduga yang langka itu telah menimpa Sang duda hingga mampu membuat mereka semua merasa terhibur.
Terlihat wanita tersebut terduduk tepat di pangkuan Daddynya Hery karena dirinya yang hampir saja terjatuh akibat kakinya yang tersandung,kedua tangan wanita tersebut juga langsung merangkul erat leher Daddynya Hery karena takut akan terjatuh.
Sedangkan Daddynya Hery yang mendapatkan hentakan bokong di kedua pahanya dari wanita tersebut dan juga mendapatkan rangkulan di lehernya secara tiba-tiba itu,hanya mampu terdiam dengan wajah kagetnya dan kedua tangan yang terangkat ke samping.
Ia yang tadi tidak begitu memperdulikan keadaan sekitarnya,ia hanya duduk tenang sambil menatap lurus ke depan.Bahkan suara tingginya wanita tersebut tadipun tidak mampu membuat dirinya menolehkan kepalanya untuk melihat siapa pemilik suara tersebut.
Tapi karena tiba-tiba saja wanita tersebut malah terjatuh di pangkuannya tanpa aba-aba,iapun mau tidak mau terpaksa harus mengalihkan tatapannya ke arah wajah wanita tersebut yang memang sedang berada di depan wajahnya saat ini.
'Bukankah kamu adalah wanita yang menabrakku hari itu...' batin Daddynya Hery dengan wajah kagetnya,sambil terus menelisik wajah wanita tersebut yang masih terlihat cantik.
"Duda tua ini terlalu kaku" gumam Hery dengan nada pelannya,sambil tersenyum tipis dan terus menatap kedua tangan Daddynya yang berada di udara karena tidak ingin menyentuh tubuh wanita tersebut.
"Mungkin saja,pikiran mesumnya sudah kadarluarsa" timpal Jo dengan nada pelannya juga,sambil tersenyum lucu saat ia melihat tubuh kaku Daddynya Hery.
"Tapi setelah ini,mungkin saja Daddy tidak akan kaku lagi" ucap Agatha dengan wajah yakinnya,sambil tersenyum.
"Kamu yakin,swetty?" tanya Ars yang dari tadi tidak begitu banyak bicara,tapi kali ini ia menjadi penasaran saat ia mendengar nada yakin dari istrinya barusan.
"Aku sangat yakin,Bee" jawab Agatha,masih dengan nada yakinnya,sambil bersandar di bahu kokohnya Ars dan menatap wanita tersebut yang malah jadi terpana sama wajah Daddynya Hery yang masih terlihat tampan itu.
"Aku juga sangat yakin,kalau dalam waktu dekat ini tante dan Daddynya Tuan Hery akan akrab" timpal Desi dengan wajah yang yakin,sambil tersenyum senang dan menatap wanita tersebut yang ternyata adalah tante jauhnya Ashley yang tinggal di Paris.
"Sepertinya,tidak lama lagi juga akan ada pernikahan anggota keluarga Kusuma lagi" ucap Jo dengan wajah yang tersenyum senang,sambil terus menatap ke arah sepasang manusia yang sedang saling menatap tersebut dan tatapan mereka berdua hampir saja menyatu saat suara dehemannya Grandpa langsung mampu memutuskan tatapan sepasang manusia paruh baya tersebut.
"Ehm ehm" dehem Grandpa dengan nada tingginya dan ekspresi malas di wajahnya,saat ia melihat kalau sepasang manusia yang tidak sadar umur itu malah terus saling menatap.
"Maaf maaf,aku tidak sengaja" ucap wanita tersebut dengan wajah malunya karena baru tersadar dari rasa terpananya saat ia mendengar deheman dari seseorang barusan.
Iapun segera melepaskan rangkulannya pada lehernya pria yang tidak ia kenal itu dan ia juga segera berdiri dari pangkuan pria yang tidak ia kenal itu.
Sedangkan Daddynya Hery,ia langsung memperbaiki duduknya dan berusaha tetap menampilkan wajah datarnya.Lalu ia langsung duduk santai dan menatap ke arah lain.
"Maaf semuanya,aku benar-benar tidak sengaja.Tadi kakiku tersandung sama kakiku yang lainnya,jadi terjadilah yang seperti kalian lihat tadi" lanjut wanita tersebut dengan nada malunya karena di tatap oleh banyak orang,sambil menggaruk-garukkan belakang kepalanya yang tidak gatal itu dengan pelan.
"Maafkan adik sepupu kami ini.Perkenalkan semuanya,ini adalah adik sepupu jauh dari suamiku,ia baru saja sampai dari Paris dan langsung datang ke sini tadi" ucap Ibunya Ashley dengan wajah malunya setelah ia sudah mendekat ke arah wanita tersebut,
"Iya,perkenalkan namaku angel callista.Sekali lagi,maafkan keribuatan yang sudah aku buat tadi" ucap wanita tersebut,masih dengan wajah malunya,sambil sedikit menunduk-nundukkan kepalanya untuk bebarapa kali pada semua orang, ia juga melirik sekilas ke arah wajah datarnya pria paruh baya yang tidak sengaja ia rangkul dan ia duduki tadi.
'Dasar,selalu saja begitu' batin Ayahnya Ashley yang hanya tetap duduk diam saja dari tadi,ia membatin sambil menatap malas ke arah adik sepupunya itu.
__ADS_1
Karena adik sepupunya itu,tingkat kecerohannya lebih parah dari pada putri mereka.Contohnya seperti terpeleset,dan yang tersandung tadi juga salah satu kecerobohannya.
"Sudah,tidak apa-apa.Lagi pula,korbannya juga terlihat tidak ada masalah sama keributan kecil yang telah kamu buat tadi" jawab Grandma dengan wajah yang tersenyum senang,sambil berdiri dari duduknya dan menelisik wanita yang bernama angel itu dari atas sampai ke bawah.Terlihat masih muda,cantik,wajahnya angel juga terlihat manis dan juga keibu-ibuan.
Grandma juga menjadi heran,kenapa putra mereka tidak marah ataupun berkomentar pedas sedikitpun.Padahal biasanya putra mereka itu akan marah-marah kalau ada wanita yang melakukan yang seperti Angel lakukan tadi.
Sedangkan yang lainnya hanya tersenyum saja,karena sudah ada Grandma yang menjawab pertanyaannya wanita tersebut.
"Terima kasih nyonya" ucap Angel dengan nada tidak enaknya,sambil menatap satu persatu orang yang ada di sana.Untung saja,tidak ada 1 orangpun yang berwajah tidak senang atas keributan yang telah ia buat tadi.Dan itu mampu membuat dirinya langsung menghela napas lega,sambil menatap bingung pada wajah datar pria paruh baya tersebut yang hanya diam saja.
Ntah kenapa ia seperti pernah melihat pria tersebut,tapi ia lupa di mana ia melihatnya.
"Berapa umurmu?" tanya Grandma dengan nada santainya,sambil terus menatap wajah Angel yang menjadi bingung.
'Ya Tuhan,Mom' batin Daddynya Hery sambil menahan rasa kesalnya di balik wajah datarnya.
"42 Nyonya" jawab angel,walaupun merasa bingung,ia tetap menjawabnya.
"Sudah menikah?" tanya Grandma,masih dengan nada santainya.
"Su sudah,nyonya" jawab Angel dengan nada bingungnya,ia jadi semakin bingung dengan pertanyaannya nyonya tersebut yang ntah sudah menuju ke arah mana-mana.
Daddynya Hery yang tadi hanya menatap lurus saja,ia langsung menolehkan kepalanya ke arah Angel saat ia mendengar kata sudah dari mulutnya Angel.
"Benarkah? Sayang sekali" ucap Grandma dengan ekspresi kecewanya,sambil melirik sekilas ke arah wajah datar putra mereka yang sedang menatap Angel.Tapi hanya untuk beberapa detik saja,karena putra mereka kembali menolehkan kepalanya ke tempat semula.
"Tapi dia sudah menjadi janda Mom,karena suaminya sudah meninggal 10 tahun yang lalu" bisik Ibunya Ashley di dekat telinganya Grandma sebelum Angel sempat membalas perkataannya Grandma,setelah ia sudah mendekat ke sampingnya Grandma,karena ia melihat wajah kecewanya Grandma tadi.
"Apa kamu sudah memiliki anak?" tanya Grandma,dengan nada senangnya kembali.
"Ada 2 ,Nyonya" jawab Angel,sambil bertanya pada kakak iparnya melalui isyarat mata.Ia bertanya ada apa dengan Nyonya tersebut,kenapa malah bertanya yang tidak ada kaitan sama pernikahan keponakannya,tapi malah tentang dirinya.Tapi isyarat matanya menjadi sia-sia,karena sama sekali tidak di tanggapi oleh Ibunya Ashley.
"Aku memiliki 2 putri kembar,Nyonya" lanjut Angel lagi,karena ingin memperjelaskan jawabannya barusan.
"Kebetulan sekali........." Grandma yang ingin mengatakan kalau kebetulan ia tidak memiliki cucu wanita dan serasi sekali sama putra mereka itu,tapi ia langsung menghentikan ucapannya saat putra mereka yang menyelanya dengan cepat.
"Dad,apa Mom tidak haus? Mom pasti sudah lelah karena terus berdiri dari tadi kan,duduk dulu Mom.Dan ini,kasih Mom minum dulu Dad.Supaya tenggorokan Mom tidak mudah terasa kering" sela Daddynya Hery dengan suara lembutnya,sambil menahan rasa kesalnya di dalam hati.Lalu ia menuntun Grandma untuk duduk dan memberi segelas air minum pada Grandpa untuk di berikan pada Grandma.
Setelah ia sudah duduk kembali,ia terus menggerutu kesal di dalam hatinya karena melihat Mommynya yang tidak tahu tempat sama sekali.Mommynya ada-ada saja, tempat seramai ini,tapi Mommynya malah ingin mengatakan yang tidak-tidak.Apa lagi,mereka semua baru saja mengenali Angel dan belum tahu betul tentang kehidupannya Angel.
"Ini minum dulu,sayang.Jangan terlalu bersemangat,tidak baik untuk kesehatanmu sayang" ucap Grandpa dengan nada tenangnya karena ia juga sepemikiran sama putra mereka,sambil menyodorkan segelas air minum yang putra mereka berikan tadi pada istrinya.
Grandmapun langsung meminumnya,sambil menatap kesal ke arah wajah datar putra mereka itu.Padahal niatnya yang tertunda tadi hanya sebatas modus saja,karena cucu menantu mereka itu sudah ia anggap sebagai cucu kandung mereka juga.
Sedangkan yang lainnya,hanya mampu tersenyum lucu,saat mereka semua melihat sisi lain dari Grandma dan Daddynya Hery yang jarang mereka lihat itu.
Terutama,Hery dan yang lainnya yang terus tersenyum dengan lebar dari tadi.Ingin sekali mereka tertawa,tapi mereka harus menahannya karena tidak mau mendapatkan tatapan tajam dari Grandpa dan Daddy nanti karena berani menertawakan orang tua.
"Sudah,kalian semua silakan lanjutkan makan kalian lagi" ucap Grandpa dengan nada tegasnya,sambil duduk di sampingnya Grandma.
__ADS_1
Semua orangpun langsung menuruti perkataannya Grandpa tanpa banyak bicara lagi,termasuk Hery dan yang lainnya.
"Dan kamu duduklah di sana" lanjut Grandpa dengan wajah datarnya sambil menunjuk ke arah meja rombongan Kedua orang tuanya Ashley,saat ia melihat Angel yang sedang kebingungan ingin duduk di mana.
"Terima kasih Tuan" ucap Angel dengan wajah yang tersenyum senang karena dirinya tidak sampai di usir oleh keluarga dari suami keponakannya itu.Lalu iapun segera berjalan ke arah meja kakak sepupunya yang memang kebetulan masih sisa 1 buah kursi kosong.
"Nona" panggil seorang pria paruh baya dari kejauhan,sambil terus berjalan ke arah Angel dan membawa sebuah koper sedang.
"Siapa yang berani melarangmu masuk kesini ?" tanya salah satu pengawal pada pria yang berseragam supir taksi itu.
"Maaf Tuan,tapi aku hanya ingin mengantarkan koper ini saja pada nona itu" jawab supir taksi tersebut dengan jujur,sambil menunjuk Angel yang sedang berdiri dari duduknya dan berjalan ke arahnya.
"Nona" gumam Agatha,Ashley dan Desi dengan nada pelan dan wajah yang tersenyum masam.
"Tante yang berumur 42 itu saja di panggil nona.Lalu bagaimana sama kalian ber 3?"timpal Jo dengan wajah yang tersenyum lucu,tanpa sadar kalau dirinya sedang mengatai istrinya sendiri juga.
"Auchk" pekik Jo dengan nada pelan,saat Desi memukul lengannya dengan kuat.
"Apa wajah kami ......" belum sempat Desi menyelesaikan kalimatnya,Jo segera menyelanya dengan cepat karena baru menyadari kesalahannya tadi.
"Tentu saja kalian lebih cantik dan lebih muda dari tante itu,terutama istriku ini,lebih cantik dari kalian berdua" sela Jo dengan cepat dan wajah yang tersenyum tulus,sambil memeluk Desi dari samping.
Hery,Ashley,Ars dan Agatha langsung mendengkus kesal saat mereka mendengar gombalannya Jo untuk Desi barusan.
Desi hanya mampu menatap malas ke arah Jo yang sedang tersenyum manis kepadanya saat ini.
Sedangkan pengawal-pengawal yang sedang menghadang supir taksi tadi,segera menyingkir dari sana saat mereka melihat anggukan pelannya Mark dari kejauhan,yang menandakan kalau supir taksi tersebut tidak berbahaya.
"Maaf dan terima kasih karena sudah membawa koperku sampai ke dalam sini pak" ucap Angel dengan ekspresi bersalah di wajahnya,sambil mengambil koper miliknya dari tangannya supir taksi tersebut.
Karena tadi ia terlalu buru-buru,ia jadi lupa sama kopernya,untung saja supir taksi tersebut baik hati karena tidak membawa lari kopernya yang tertinggal itu.
"Tidak apa-apa dan sama-sama,nona.Baiklah,karena kopernya sudah kembali pada pemiliknya.Kalau begitu saya pamit dulu ya nona" jawab supir taksi tersebut dengan wajah yang tersenyum tulus.
"Silakan pak,sekali lagi terima kasih ya pak" ucap Angel dengan wajah yang tersenyum senang,sambil menatap anggukan pelan kepalanya supir taksi tersebut.
Lalu Angelpun segera kembali berjalan ke arah meja kakak sepupunya tadi,sambil menyeret kopernya,setelah supir taksi tersebut sudah menjauh dari hadapannya.
Ayahnya Ashley yang sedang duduk di sana,lagi-lagi ia hanya mampu menghela napas dengan pelan karena ia kembali melihat kecerobohan adik sepupunya itu.
Sedangkan Grandma,ia tersenyum penuh arti saat ia melihat koper yang sedang di seret oleh Angel itu.Kemudian ia segera memberi kode pada suaminya yang langsung menanggapinya dengan baik karena tidak ingin membuat istrinya kembali menjadi kesal.
"Paman,apa kau baik-baik saja?" tanya Ryan dengan wajah seriusnya,saat ia melihat Daddynya Hery yang terus meneguk air putih sambil melirik ke arah Angel.
"Hah?" Daddynya Hery yang terlalu fokus pada Angel karena sedang sibuk memikirkan kata sudah menikah dari mulutnya Angel tadi,ia langsung menatap Ryan dengan wajah bingungnya karena tidak mendengar pertanyaannya Ryan tadi.
"Apa paman baik-baik saja?" Ryanpun kembali mengulangi pertanyaannya,saat ia melihat wajah bingung Daddynya Hery.
Sedangkan Grandma,Grandpa,Mommynya Ryan,Daddynya Ryan dan juga adik perempuannya Ryan,mereka semua hanya mampu tersenyum heran karena baru kali ini mereka semua melihat tingkah aneh Daddynya Hery yang seperti ini.
__ADS_1
"Apa kau tidak bisa melihat? Kalau aku baik-baik saja" jawab Daddynya Hery dengan nada kesalnya,lalu ia kembali meneguk sisa air putih yang ada di gelasnya itu.