
Sedang kan Ars yg masih duduk di sudut sofa tadi dan sibuk dengan sisa perkerjaan nya malam ini,segera merenggang kan punggung kaku nya dengan merentang kan ke dua tangan nya ke atas setelah berhasil menyelesai kan perkerjaan nya.
Seperti nya ia sudah bisa mengistirahat kan badan lelah nya setelah ini,ia segera melihat jam yg ada di pergelangan tangan nya.
Ternyata sudah jam 11 malam,pantasan saja badan nya sudah terasa lelah sekali,tapi Tuan nya terlihat masih betah berlama-lama di sini.
Ars menghela nafas nya pelan,sudah 1 minggu ini ia lembur karena di hukum oleh Tuan nya.Ia hanya bisa pasrah menerima hukuman dari Tuan nya,memang nya siapa yg bisa membantah Tuan nya ini.
Ars menggeleng-geleng kan kepala nya pelan saat melihat Hery dan Daniel yg terus menatap Ashley tanpa berpindah,setelah selesai membuat kesal satu sama lain tadi.
Ars memang sedang berkerja tapi telinga nya berfungsi dengan baik,lalu ia segera menatap wanita yg di cintai nya itu hingga membuat lelah nya mulai mengurang.
"Tuan,apa Tuan tidak mau pulang?" tanya Ars yg sudah tidak sanggup menahan lelah nya,karena jam sudah menunjuk kan pukul 11.45 malam tapi Hery masih betah menatap Ashley.
Ashley dan keluarga nya dan juga 2 sahabat nya selalu meraya kan hari ulang tahun nya sampai larut malam,jadi mereka sudah terbiasa.Tapi tidak dengan Ars,apa lagi beberapa hari ini ia lembur jadi lelah nya sangat terasa.
Sedang kan Hery yg sama seperti Ars pun harus membiasa kan nya demi wanita nya,seperti nya ia juga melaku kan nya tanpa beban.
Saat Hery ingin menjawab Ars,ia melihat Ashley yg mendekat lalu Hery pun segera menyambut Ashley dengan wajah yg tersenyum tanpa menjawab Ars.
Sedang kan sang kakak ntah sudah menghilang ke mana,mungkin sedang berkumpul kembali bersama Ayah dan yg lain nya.
Sang kakak tadi sebenar nya sibuk mencari tahu tentang hubungan Lusi Bailey dengan Hery,tapi ia malah tidak mendapat kan jawaban yg ia ingin kan dari Hery,akhir nya ia pergi begitu saja dengan wajah kesal campur lesu nya.
"Apa kau belum mengantuk Honey?" tanya Ashley dengan wajah heran karena selama ia teleponan atau video call dengan kekasih nya itu,kebanyakan Hery selalu tidur jam 9 atau 10 kecuali jika suasana hati nya sedang senang yg berlebihan ia akan bisa menahan rasa kantuk nya bahkan kadang Ashley yg tidur duluan yg berakhir dengan di tonton oleh Hery.
__ADS_1
"Hampir tapi aku masih sanggup untuk menatap mu lagi Honey"ucap Hery dengan tersenyum menggoda sambil menarik pinggang nya Ashley agar mendekat kepada nya.
'Oh tidak,jangan lagi"batin Ars dengan kesal,tadi ia sibuk dengan perkerjaan nya jadi tidak begitu terasa tapi sekarang mata nya hanya bisa menatap saja,ia pun dengan pasrah segera memaling kan wajah nya ke arah lain agar tidak melihat adegan yg menguji batin nya itu.
"Honey sudah,nanti di lihat sama kakak lagi"ucap Ashley yg sudah di dalam pelukan Hery.
Ia segera menahan dada bidang nya Hery dan mencoba untuk mencegah Hery yg seperti nya sudah siap-siap mau mencium nya,tapi ternyata tetap saja ia kalah cepat dengan gerakan nya Hery.
Ashley yg tidak sempat menghindar lagi,ia pun mau tidak mau segera menyambut ciuman dari Hery, membuat Hery tersenyum sambil ******* bibir nya Ashley hingga ke rongga-rongga mulut nya Ashley.
Setelah puas *******,Hery pun segera melepas kan ******* bibir nya lalu ia mengusap bibir basah nya Ashley dengan mengguna kan jempol nya.
Ia lagi-lagi tersenyum saat melihat Ashley yg masih sedang mengatur nafas nya,membuat nya jadi berpikir apa kah ******* nya terlalu lama hingga membuat wanita nya mengatur nafas nya dengan susah payah.
"Apa perlu aku yg bilang sama sahabat mu itu" lanjut Hery saat melihat wajah Ashley yg menjadi tegang,ia pun segera mencubit ujung hidung Ashley dengan pelan sambil tersenyum.
"Hah! Tidak perlu" jwb Ashley cepat sambil mengusap ujung hidung nya yg telah di cubit oleh Hery tapi wajah nya masih saja tegang.
"Apa kamu sedang bercanda,tentang keluarga mu yg mau datang ke sini?" tanya Ashley dengan nada khawatir.
"Apa yg sedang kamu pikir kan hm?" tanya Hery balik saat wajah tegang nya Ashley malah berubah menjadi khawatir,senyum di wajah nya Hery pun langsung menghilang.
"Aku hanya memikir kan bagaimana tanggapan keluarga mu nanti terhadap aku,terlebih keluarga ku yg ....." perkataan Ashley pun langsung di sela oleh Hery dan Hery juga menutup mulut nya Ashley dengan jari telunjuk nya hingga membuat Ashley berhenti bicara.
"Aku mengira Daniel saja yg mengkhawatir kan tentang itu,ternyata wanita ku juga mengkhawatir kan itu juga" ucap Hery yg segera menyela perkataan Ashley saat ia sudah menangkap arah perkataan nya Ashley yg selanjut nya.
__ADS_1
"Honey,kamu tenang saja.Keluarga ku pasti akan dengan senang hati menerima mu dan juga keluarga mu,jadi Honey tidak perlu khawatir tentang masalah itu lagi.Oke?" lanjut Hery lagi yg tidak tega melihat wajah khawatir nya Ashley.
"Apa kau yakin Honey?" tanya Ashley balik tanpa menjawab,wajah nya masih saja terlihat khawatir.
"Sangat yakin,besok aku akan ikut bersama mereka jadi kamu tenang saja Honey.Kamu hanya perlu bersiap-siap saja,kami akan datang jam 7 malam" jwb Hery sambil tersenyum saat melihat Ashley seperti sedang menghembus nafas lega.
Hery dan Ars sebisa mungkin menahan tawa saat melihat wajah khawatir nya Ashley berubah menjadi tersenyum lega,seperti mau pergi berperang saja pikir mereka.
"Baik la,aku akan menunggu mu dan keluarga mu Honey" ucap Ashley dengan nada semangat sambil tersenyum saat mendengar kalau kekasih nya juga akan ikut datang bersama keluarga nya.
Jadi ia bisa tenang,kalau saja ada sesuatu yg akan terjadi pasti Hery akan melindungi nya kan.Karena terlalu semangat ia sampai tidak sadar kalau Hery dan Ars sedang menahan tawa mereka.
"Tapi mengapa keluarga mu ingin datang ke sini?" tanya Ashley yg tidak tahu apa-apa,ia bertanya dengan wajah penasaran nya sambil menatap Hery.
"Kamu akan tahu besok Honey,jadi berhenti bertanya.Oke?" jawab Hery yg bermaksud memberi kejutan kecil untuk Ashley,ia juga ingin tahu bagaimana reaksi nya Ashley besok saat tahu ia akan di lamar langsung oleh keluarga nya,syukur lah tadi ia juga sudah memberi pesan kepada Ayah,Ibu,Daniel dan juga 2 sahabat nya itu.
"Oke" jwb Ashley sambil tersenyum tanpa mencurigai Hery sedikit pun.
"Tuan "tegur Ars,ia sudah sangat lelah dari tadi tapi Tuan nya seperti tidak mau beranjak dari sisi kekasih nya ini hingga membuat nya menahan kesal sebisa nya walau pun tetap saja Hery mengetahui nya.
Ashley segera melepas kan pelukan mereka,ia baru sadar kalau Ars masih ada di sana,sedang kan Hery yg mengerti maksud nya Ars pun langsung mendengus kesal.
Tapi ia juga tidak tega saat melihat wajah lelah nya Ars,ia pun segera berpamitan kepada Ashley,Ayah Ibu dan yg lain nya.
Mereka ber dua pun segera pulang setelah selesai berpamitan,sedang kan Agatha dan Desi menginap di rumah nya Ashley karena kamar di rumah Ashley memang masih cukup untuk mereka ber dua tempati dan lagi pula mereka ber dua memang sudah terbiasa menginap di sana.
__ADS_1