Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
80. Ars yg sedang patah hati


__ADS_3

Yah,pria itu adalah Ars.Ketika ia melaju kan Mobil nya tadi,yg ada di benak nya hanya ingin menyendiri dan mencari tempat yg tenang dan akhir nya pantai lah yg di tuju nya.


Jam sudah sudah menunjuk kan pukul 11 malam,tapi Ars masih betah bersandar di di atas kap mobil milik nya dengan mata terluka nya yg terus menatap langit malam.


Sedang kan beberapa pengawal nya sudah merasa cemas saat melihat kondisi Tuan nya yg terlihat menyayat hati,walau pun wajah Tuan Ars mereka terlihat tenang tapi mereka tahu apa yg di rasa kan oleh Tuan Ars mereka saat ini,lalu salah satu pengawal segera mengambil HP untuk menghubungi Tuan nya.


Setelah nada panggilan sudah tersambung,pengawal tersebut segera mencerita kan semua nya dari awal Agatha datang dan berakhir dengan penolakan Agatha dan pengawal tersebut segera memasuk kan kembali HP nya setelah selesai melapor kepada Tuan muda nya dan kembali mengawasi Tuan Ars mereka dari jauh.


----- 


Sementara Hery yg baru selesai bergumul bersama sang istri di buat kesal karena suara telepon yg terus menganggu nya,akhir nya mau tidak mau ia terpaksa mengangkat nya ketika sudah masuk panggilan ke 2 karena terus berbunyi.


Ia segera mengangkat nya setelah melirik sekilas siapa nama pemanggil nya,ternyata salah satu pengawal nya,no kontak para pengawal selalu mempunyai kode yg tertentu dan ia tahu pasti kalau pengawal nya sudah menelepon di tengah malam begini pasti ada sesuatu penting yg harus di sampai kan.


"Ada apa" Tanya Hery langsung ke inti nya setelah ia sudah menekan tombol hijau yg ada di layar HP nya,wajah kesal nya angsur-angsur mengurang berubah menjadi datar dan juga terlihat serius.


Pengawal yg di seberang terdiam sejenak saat ia mendengar nada tegas dan juga tinggi dari Tuan muda nya karena terkejut,ia jadi takut mengata kan yg sebenar nya tapi ia harus mengata kan nya. Jika tidak,hidup nya pasti akan lebih berbahaya.


"Cepat kata kan?" ucap Hery lagi dengan nada tinggi,kesal nya kembali muncul ketika sang pengawal hanya diam saja saat di tanya barusan.


"Tu Tuan muda,Tuan Ars......................." akhir nya pengawal tersebut memilih memberitahu Tuan muda nya,apa lagi mendengar nada Tuan muda nya yg semakin meninggi dan ia pun langsung menyampai kan dengan cepat tapi Tuan muda nya mampu mencerna nya dengan baik.


"Kenapa bisa begitu?" tanya Hery yg mulai emosi sambil bangkit duduk dari posisi berbaring nya tadi,ia segera memelan kan suara nya di pertengahan kalimat saat ia baru menyadari sang istri yg masih terlelap di samping nya.


Untung saja ketika ia ber suara tinggi tadi tidak membuat istri nya terganggu,mungkin saja istri nya sudah terlalu lelah karena pergumulan panas mereka tadi hingga tidak sanggup menyadari apa-apa lagi.

__ADS_1


"Maaf kan kami Tuan" ucap pengawal tersebut,padahal bukan salah mereka.


"Tetap awasi dia,jangan sampai terjadi apa-apa dengan nya.Kalian tahu akibat nya jika samapi terjadi apa-apa dengan nya" perintah Hery lagi tanpa menanggapi permintaan maaf dari pengawal tersebut.


Kemudian ia langsung memati kan sambungan telepon mereka secara sebelah pihak setelah mendengar jawaban dari pengawal tersebut,lalu ia sedikit memijit kening nya dan menatap wajah istri nya yg masih saja terlelap,sambil menahan emosi agar tidak meluap.


Kenapa Ars sampai bisa di tolak,ia jadi tidak habis pikir.Padahal kemaren saat ia mengetahui saudara nya itu mulai mendekati Agatha,semua nya berjalan dengan lancar,wajah Ars terkadang juga terlihat ceria,bearti kan seharus nya malam ini Ars berhasil mendapat kan cinta nya tapi kenapa hasil nya malah jadi begini.


Hery segera menekan no kontak nya Mark di HP yg masih di pegang nya dari tadi,terdengar nada panggilan tersambung,hingga nada sambungan nya mau habis baru lah di angkat oleh Mark,hampir saja Hery mengumpat jika sampai tidak di angkat oleh Mark tadi.


"Ada apa Tuan muda?"tanya Mark dari seberang dengan suara ngantuk nya tapi masih terdengar sedikit tegas.


"Awasi Ars di pantai ****** dan besok kau harus segera mencari tahu mengapa putri Tuan Wijaya menolak lamaran dari Ars" ucap Hery tanpa jeda,ia harus mengandal kan Mark sekarang,mendengar kondisi Ars dari pengawal nya tadi,mungkin saja kalau ia menyuruh Ars yg mencari tahu,sudah pasti Ars tidak akan mau melaku kan nya.


"Hah!? Ars? Lamaran? Di tolak?" gumam Mark yg terdengar bingung dengan perintah Tuan muda nya yg biasa nya di laku kan oleh Ars,kemudian siapa yg berani dan sanggup menolak pesona seorang Ars,membuat Mark terheran-heran di seberang sana.


"Baik Tuan" jwb Mark cepat saat ia mendengar nada kesal dari Tuan muda nya.


Hery segera menutup panggilan telepon mereka tanpa menanggapi perkataan Mark lagi.


Hery segera merebah kan kembali tubuh nya ke samping nya Ashley yg sama sekali tidak terganggu dengan suara nya dari tadi.


Ia yg tadi ingin menambah ronde ke 3 nya lagi bersama Ashley harus tertunda karena ia jadi memikir kan kondisi nya Ars saat ini dan lagi pula Ashley juga terlihat sangat lelah karena ulah nya tadi.


Ia ingin pergi menemani Ars saat ini agar saudara nya itu tidak berbuat yg aneh-aneh,tapi tidak mungkin ia meninggal kan istri nya pada tengah malam begini.Tapi ia yakin kalau Ars tidak akan berbuat yg aneh-aneh karena ia sangat mengenali saudara nya itu.

__ADS_1


Jadi ia hanya mengirim Mark saja,agar tidak terjadi hal-hal yg di luar dugaan nya,apa lagi saat ini ia berada di pantai,bunuh diri dengan menenggelam kan tubuh nya ke pantai yg lebih dalam contoh nya.


'Orang yg sedang patah hati kan selalu saja sulit di tebak'pikir Hery.


Kemudian Hery pun berbaring sambil memeluk Ashley dengan pelan,lalu ia pun perlahan-lahan memejam kan mata nya,mengikuti Ashley yg sudah lebih dulu menuju alam mimpi.


Tanpa ingin memikir kan masalah Ars dulu karena ia percaya sama Mark yg mungkin sedang berada di sana saat ini.


------


Kembali ke Ars.


Jam sudah menunjuk kan pukul 11.30 malam,Ars masih betah dengan posisi nya dari tadi sambil merenung kan banyak hal.


Dalam sebulan ini ia sudah berusaha mendekati Agatha dengan segala cara,mencari kesempatan agar bisa makan siang bersama nya dan menyaran kan kepada Tuan Wijaya agar setiap proyek yg akan mereka jalani harus Agatha yg mengurus nya,jadi dalam sebulan ini ia pun sering bertemu dengan Agatha dengan alasan kerjasama di dalam proyek-proyek yg sedang mereka urus.


Ars pun tidak menyia-nyia kan kesempatan di dalam pertemuan-pertemuan mereka dalam waktu sebulan ini,ia selalu memperlihat kan perhatian-perhatian hanya untuk Agatha saja agar Agatha bisa mengetahui isi hati nya tanpa ia kata


Dan ia bisa melihat dengan jelas kalau ada cinta di mata Agatha untuk diri nya,apa lagi Agatha juga menerima perhatian-perhatian dari nya bahkan Agatha membalas dengan perhatian-perhatian kecil kembali untuk nya tanpa paksaan.


Ia mengira setelah lamaran ini selesai,ia akan bisa mengikuti jejak Tuan nya untuk segera menikah.


Tapi ternyata semua itu tidak sesuai dengan apa yg ia harap kan selama sebulan ini,mungkin ia terlalu berharap lebih pada cinta nya,terbukti dengan hasil yg telah ia dapat kan malam ini.


Dan jawaban terakhir dari Agatha paling membekas di benak nya dan juga sanggup mematah kan hati nya detik itu juga, saat Agatha mengucap kan nya tadi.

__ADS_1


Ia mengenang kembali saat-saat bersama Agatha dalam sebulan ini, sambil terus menatap langit yg seolah mengerti dengan perasaan nya saat ini.


Ia menghela nafas dengan pelan sambil mencoba menghilang kan rasa sakit yg telah tertanam di hati nya,yg di beri kan oleh Agatha barusan.


__ADS_2