
Di dalam ruangannya Ars.
Setelah kedua suami istri itu sudah menghilang dari pandangannya,Daddy segera menatap Ars yang masih saja duduk terbengong.
"Auchk,sakit Dad" pekik Ars dengan suara kerasnya,ia langsung berdiri dari duduk tercengangnya tadi dan mengelus-elus belakang kepalanya dengan gerakan cepat,karena di ketuk dengan keras oleh Daddy dengan menggunakan sudut bengkokan jari telunjuknya.
"Aku sangka,kau sudah tidak bisa merasakan sakit lagi.Dari tadi,hanya duduk dengan wajah bodoh seperti itu" ucap Daddy sambil duduk kembali dan menyilangkan kedua kakinya kembali,sambil menyalakan lagi 1 rokok yang baru ia ambil barusan.
"Aku kan hanya terkejut dengan perubahan sikapnya Daddy,kenapa juga Daddy harus membuat kepala ku sakit seperti ini" ucap ars dengan wajah kesalnya, sambil menatap Daddy dan terus mengelus-elus belakang kepalanya yang masih terasa sangat sakit.
"Aku kan,hanya ingin menghilangkan wajah bodoh mu saja" ucap Daddy dengan wajah tidak bersalahnya,ia tersenyum saat mendengar Ars memanggilnya Daddy dan ia juga senang melihat wajah kesalnya Ars.
Daddy lebih menyukai Ars yang seperti ini,dulu ia selalu mendengar keluh kesah dari Hery, Ars dan juga Mark tapi seiring berjalannya waktu dan mereka ber 3 berangsur bertumbuh dewasa,mereka ber 3 sudah jarang berkeluh kesah padanya karena merasa sudah mampu mengatasi masalah sendiri,hingga membuat dirinya menjadi kesepian.
"Ya ya,terserah apa mau Daddy saja" ucap Ars,akhirnya lagi-lagi ia harus ngalah karena malas mau berdebat dengan Daddy,lagi pula ia juga tidak akan bisa menang.
Daddy tersenyum,lalu ia menampilkan wajah yang serius bercampur kesal saat ia mengingat kembali perkataan tidak masuk akal yang keluar dari mulut calon besannya tadi,sambil menatap Ars yang sedang duduk di sofa kembali.
""Apa saja yang kau perbuat selama 2 bulan ini?Hingga membuat kedua orang tua wanitamu,yang duluan melamar mu" ucap Daddy sambil menatap wajah malunya Ars.
"Pria macam apa kau ini,kenapa ulah kalian selalu berhasil membuat aku pusing dan juga kesal" lanjut Daddy lagi,ia berbicara sambil mengingat kembali ulahnya Hery yang sudah membuat dirinya kesal,lalu ia segera menghisap rokok yang ia nyalakan barusan.
"Maaf Dad,aku juga tidak tahu kalau mereka akan datang ke sini dan membicarakan hal yang di luar dugaanku itu" jawab Ars dengan wajah bersalahnya bercampur malu,sambil menggaruķ-garukkan belakang lehernya yang tidak gatal.
Padahal hubungan dirinya dan Agatha sudah usai sebelum sempat memulainya,ia juga takut untuk mencari tahu penyebab pastinya karena takut kembali sakit hati.
"Dasar,kau ini memalukan saja.Kau juga telah menghancurkan harga diriku,menyebalkan" ucap Daddy tanpa menatap ke arah Ars, sambil menghentikan merokoknya lalu kembali menghisap setelah selesai berbicara,wajahnya masih saja kesal.
"Kami tidak punya hubungan apa-apa,tidak ada badai dan tidak ada angin,tiba-tiba saja mereka datang ke sini,lalu mengatakan itu semua pada kita" ucap Ars,ia berusaha membela diri walau pun semua yang ia katakan benar adanya.
Sedangkan Daddy hanya bisa menghela nafas dengan pelan,saat mendengar perkataannya Ars.
"Aku juga tidak bisa mencegah mereka dan aku juga bingung dengan perubahannya Agatha baru-baru ini" lanjut Ars lagi,wajahnya malah ikut kesal saat memikirkan wanita yang telah menolak cintanya itu,tapi sekarang malah seperti sedang mengejar cintanya.
"Dasar,wanita itu.Semakin hari,semakin membuat aku bingung saja..." gerutu Ars dengan wajah kesalnya,sambil mengambil HP dari dalam saku celananya dan mengetik pesan yang berisi kalau ia menyuruh Agatha agar beristirahat untuk 3 hari hari lagi,lalu ia segera mengirimkannya kepada Agatha.
"Apakah kau tidak bisa melihat,kalau wanita itu sangat mencintai mu?" tanya Daddy sambil menatap wajah Ars yang masing bingung.
"Ntahlah,aku juga tidak tahu Dad.Kalau ia benar-benar mencintaiku,kenapa ia menolak ku hari itu..." jawab Ars sambil membayangkan wajahnya Agatha dengan perasaan yang campur aduk.
"Terserah dirimu sajalah,aku mau pulang saja.Jika aku terlalu lama di sini,lama-lama aku bisa jadi bodoh seperti mu" ucap Daddy dengan nada menyindir dan wajah yang kesal karena melihat Ars yang keras kepala dan juga agak bodoh.
Daddy segera mematikan rokoknya yang masih sisa 1 cm dan membuangnya ke asbak rokok,lalu ia langsung berdiri dari duduknya sambil merapi kan pakaian yang masih rapi itu.
Sedangkan Ars langsung mendengus kesal,saat mendengar sindiran dari Daddy.Tapi ia tetap ikut berdiri dari duduknya,karena ingin mengantar Daddy keluar.
"Kau tetap di sini saja dan bersihkan tubuhmu yang sudah kotor itu saja" ucap Daddy sambil berjalan ke arah pintu,saat menyadari kalau Ars ingin mengantarnya keluar dari Perusahaan.
Ars yang masih kesal pun hanya berdiri dalam diam,sambil menatap punggung pria paruh baya yang masih terlihat kekar itu.
Padahal tubuhnya kotor juga karena berkat Daddy.Ya sudahlah,Ars juga tidak mampu membalas Daddy.
"Ingat,,,kalau sudah mendapatkan kepastian,segera beritahu kami.Kami selalu menantikan hari itu tiba,kebahagiaan mu juga kebahagiaan kami.Jangan menghindari hal yang memang harus di hadapi,jadilah pria gentleman dan hadapilah" ucap Daddy tanpa menoleh ke arah Ars,saat ia sudah sampai di ambang pintu.
__ADS_1
"Baik Dad" jawab Ars dengan nada malas saat mendengar perkataan Daddy yang di akhir kalimat itu,sambil menatap punggung Daddy yang langsung menghilang di balik pintu saat sudah mendengar jawaban darinya.
"Apanya yang gentleman,padahal hari itu aku sudah memberanikan diri untuk melamar,tapi apa hasilnya" gumam Ars dengan suara yang pelan dan wajah yang sedikit kesal sambil berjalan ke arah ruangan ptibadinya,karena ia ingin membersihkan diri terlebih dahulu baru melanjutkan perkerjaannya kembali.
Tapi saat sudah masuk ke dalam ruangan pribadinya,wajah kesalnya berubah menjadi tersenyum bahagia karena memikirkan kalimat tulus dari Daddy tadi.
Ia jadi berpikir,apa yang akan terjadi pada dirinya dan juga Mark jika tidak ada Hery sekeluarga yang menyayangi dan menjaga mereka dengan tulus.Jadi,sekarang ia dan Mark memang sangat bersyukur dan bahagia karena memiliki keluarga angkat yang baik dan juga tulus terhadap mereka berdua.
Akhirnya, ia pun membersihkan diri sambil memikirkan Agatha dengan perasaan yang tidak menentu,ia yang biasanya tegas dan juga cerdik malah jadi bingung sekarang.
Sementara di kediamannya Wijaya.
Agatha sibuk mondar mandir di ruang tamu dengan wajah yang khawatir dan kedua tangan yang saling meremas,sambil terus melirik pintu utama.
Sudah 1 jam ia seperti itu,kadang juga duduk sebentar untuk menghilangkan rasa lelahnya di kedua kakinya tapi hanya untuk beberapa saat saja,lepas itu ia kembali berdiri mondar-mandir karena sedang menunggu kedua orang tuanya pulang dari Perusahaannya Hery.
Setelah beberapa menit kemudian,terdengar suara mobil dari luar rumahnya.Menandakan kalau kedua orang tuanya sudah pulang.
Agatha pun segera menghentikan kedua kakinya yang sedang mondar-mandir,lalu ia sedikit berlari ke arah pintu utama untuk menyambut kedua orang tuanya yang sudah pulang,dengan wajah yang tersenyum bercampur khawatir juga penasaran.
"Ayah,Ibu, bagaimana?" tanya Agatha dengan wajah penasarannya,sambil berpelukan dengan kedua org Tuanya.
"Kamu ini,tidak sabaran sekali" jawab Daddy dengan wajah yang tersenyum lucu sambil mengeleng-gelengkan kepalanya dengan pelan saat melihat wajah penasaran dan nada tidak sabaran putrinya.
"Iya,kamu ini seperti tidak punya waktu saja" ucap Ibu dengan wajah yang tersenyum senang karena bisa membawa berita yang baik untuk putrinya,walau pun belum ada kepastian tapi setidaknya putrinya masih mempunyai harapan.
"Kita duduk dulu,baru bicara" ucap Ayah sambil merangkul pundak istri dan putrinya di kiri dan kanannya,lalu berjalan ke arah ruang tamu.
"Apakah,Tuan Ars menolak perjodohannya Yah,Bu?" tanya Agatha dengan wajah yang harap-harap cemas,saat melihat kedua orang tuanya hanya diam saja,tapi yang aneh wajah kedua orang tuanya terus tersenyum dari masuk ke rumah tadi.
"Lalu,kenapa Ayah dan Ibu hanya diam saja? Apa Tuan Ars menerimanya?" tanya Agatha lagi,ia tersenyum saat melihat gelengan pelan kepala kedua orang tuanya.
"Lalu,apa maksud Ayah dan Ibu? " tanya Agatha lagi,karena Ayah dan Ibunya kembali menggeleng-gelengkan kepala mereka lagi.Hilang sudah senyumannya tadi dan berubah menjadi kesal,karena terus melihat gelengan kepala Ayah dan Ibunya yang menandakan kalau Ars tidak menolak dan juga tidak menerima perjodohan darinya.
"Ayah, Ibu... Cepat bilang atau aku akan marah sama kalian berdua..." ucap Agatha dengan nada dan juga wajah kesalnya,saat ayah dan Ibunya sengaja membuat dirinya kesal.
"Baik baik,Ayah saja yang akan jelaskan " ucap Ibu sambil tersenyum dan memeluk putri kesayangannya itu.
"Baik,Ayah akan menjelaskannya,Kamu dengar baik-baik ya..." ucap Ayah,wajahnya juga tidak beda jauh dengan sang istri,mereka berdua sama-sama tersenyum senang.
Sedangkan Agatha segera mengangguk-nganggukkan kepalanya dengan pelan,menandakan kalau ia sudah mengiyakan perkataan Ayahnya.Ia segera memasang wajah yang serius,khawatir dan takut bercampur menjadi satu,dengan jantung yang berdebar sambil menatap sang Ayah.
"Ketika kami ke sana tadi.............." Ayah pun segera menjelaskan semuanya secara detail tanpa ada yang terlewati,dari awal mereka berdua sampai hingga mendengar cerita dari Sekretaris tadi sewaktu ingin pulang.
Setelah 20 menit berlalu,akhirnya Ayah selesai juga menjelaskannya.Agatha terdiam untuk beberapa saat karena mencerna kembali apa yang di jelaskan oleh Ayah.
Selama Ayah menjelaskan,eskpresi wajahnya Agatha berubah-rubah,kadang senang kadang juga sedih karena ia tidak mengetahui fakta tentang Ars.
Ternyata ia pantas di jauhi oleh Ars karena ia sama sekali tidak mengetahui tentang Ars hingga ia tidak bisa mengerti apa yang Ars rasakan ketika menerima penolakannya hari itu.
Tapi waktu sebulan mereka hari itu juga terlalu singkat untuk ia bisa mengenal lebih dalam tentang Ars,sepertinya mulai sekarang ia harus lebih berani agar bisa mendapatkan hati Ars kembali.Padahal, tanpa ia tahu,hati Ars masih tetap miliknya.
Lagi pula,kalau menurut penjelasan dari Ayahnya,ia pasti akan berhasil.Apa lagi ada kata "kabar baik" dari calon mertua.Jadi,ia tidak perlu merasa khawatir lagi.
__ADS_1
Sedangkan Ayah dan Ibunya Agatha,hanya menggeleng-gelengkan kepala mereka dengan pelan karena melihat putrinya yang sedang melamun.
"Auchk" pekik Agatha saat merasakan sakit di keningnya,sambil menatap sang pelaku dengan wajah kesalnya.
"Kenapa Ibu selalu menyentil keningku,lama-lama keningku bisa tenggelam karena terus di sentil oleh Ibu" gerutu Agatha dengan wajah kesalnya.
"Kamu itu ya,Ayahmu sudah menjelaskan panjang lebar sama kamu.Tapi kamu bukan memberi respon atau apa kek,ini malah sibuk melamun dengan wajah bodoh mu itu" ucap Ibu sambil bersedekap dada dan menatap Agatha dengan wajah kesalnya.
"Iya,bagaimana? Apa kamu senang sekarang,setelah mendengar penjelasan dari Ayah tadi?" tanya Ayah dengan wajah yang tersenyum,sambil merangkul pundak istrinya yang sudah berpjndah tempat di sampingnya.
"Tentu saja,aku senang Yah" jawab Agatha dengan wajah yang tersenyum senang.Wajah kesalnya hilang begitu saja,begitu juga dengan Ibu yang ikut tersenyum senang saat melihat putrinya yang tersenyum senang.
"Tapi,kamu jangan terlalu senang dulu.Jangan lupa kuatkan hati mu dulu nak,mana tahu saja yang kamu inginkan itu tidak sesuai dengan harapanmu" peringat Ayah dengan wajah seriusnya.Ia takut kalau putrinya terlalu berharap,bagaimana kalau nanti perjodohan yang ia tawarkan tadi akan di tolak oleh Tuan Ars.
Jangan pula putrinya menggila gara-gara patah hati,bisa semakin pusing dirinya nanti karena menghadapi tingkah gila putrinya ini.
"Iya,aku tahu Yah.Terima kasih,Yah Bu"jawab Agatha dengan wajah yang terus tersenyum,ia langsung memeluk lengan Ayahnya dan menyandarkan kepalanya ke bahu Ayahnya.
Begitu juga dengan Ibu,hingga membuat Ayah di peluk dengan 2 wanita beda usia di samping kiri kanannya.
"Hm" jawab Ayah dan Ibu dengan singkat,secara bersamaan.Ayah segera mengelus-elus sayang,pucuk kepala kedua wanita yang sangat ia cintai itu.
Di dalam hati kedua suami istri paruh baya itu,mereka berdoa kalau apa yang akan terjadi nanti,itulah kebahagiaan untuk putri mereka.
………
Setelah siap makan malam,Agatha langsung masuk ke dalam kamar.Ia sudah berbaring di atas kasur tapi matanya sulit untuk terlelap,ia terus membolak-balikkan HPnya lalu membuka pesan yang ia terima dari Ars tadi.
Hingga membuat ia memberengut kesal,ia pun kembali membalikkan layar HPnya ke bawah lagi karena kesal dengan isi pesan dari Ars.
Padahal besok hari jumat jadi ia masih bisa masuk kerja,sabtu dan minggu kan memang libur.Kenapa juga Ars bilang harus libur 3 hari,ia tahu kalau sabtu dan minggu Ars selalu berada di kantor walau pun hanya beberapa orang yang masuk kerja.
Karena sabtu minggu di liburkan juga,ia jadi tidak berani untuk datang ke Perusahaan,padahal ia mulai merasakan rindu karena 1 hari ini tidak berjumpa dengan Ars.
Mau tidak mau, terpaksa ia harus tunggu sampai hari senin saja baru bisa ketemu sama Ars.
Kemudian ia melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 11 malam,lalu ia kembali membalikkan HPnya ke atas dan mengetik sesuatu dan menghapusnya kembali,ia melakukannya untuk beberapa kali.
"Apa jam segini,dia sudah tidur atau belum ya..." tanya Agatha pada dirinya sendiri.
"Kalau dia belum tidur,apa dia akan membalas chat dari ku tidak ya..." tanya Agatha lagi sambil menyangga dagunya di atas bantalnya.
"Aku coba sajalah,mana tahu dia belum tidur dan dia juga akan membalas chat dariku" ucap Agatha lagi,dengan wajah yang tersenyum,ia segera mengetik beberapa kata pemula untuk basa basi sama Ars.
"Tidak mungkin,dia tidak membalas chatku kan" ucap Agatha lagi sambil tersenyum,ia mencoba meyakinkan diri.
Walau pun ia ragu,tapi ia tetap mengirim pesan yang sudah ia isi dengan beberapa kata itu kepada Ars dengan hati yang berdebar dan wajah yang berharap-harap cemas karena memang baru ini pertama kalinya ia chat duluan sama Ars.
Karena ketika Ars mendekati dirinya hari itu,selalu Ars yang duluan chat duluan sebelum dirinya sempat chat.
Lagi pula, ini juga no barunya Ars karena no lamanya sudah ia nonaktifkan sejak penolakannya hari itu hingga membuat ia sulit untuk menghubungi Ars kemaren.
Tapi untungnya,dengan kejadian yang menimpa dirinya semalam,membuat Ars kembali mengirimi chat kepada dirinya hingga membuat dirinya bisa mengirim chat kepada Ars.
__ADS_1