
Sementara di dalam perjalanan pulang ke 4 org tadi,selalu di penuhi suara oceh-ocehan dari Desi,sedang kan Ashley dan Agatha hanya sekali-kali menimpali saja.
Kemudian mereka ber 3 pun tertawa bersama,jika ada kata-kata yg menurut mereka lucu.
Daniel hanya fokus menyetir saja dari tadi tanpa bicara,ia terus memikir kan kejadian di acara tadi.
Bagaimana kalau ia tdk bersama adik nya tadi,pasti akan terjadi sesuatu kepada adik nya,tapi mungkin tdk akan terjadi sesuatu juga karena ada pria hebat di belakang adik nya yg akan selalu menjaga nya.
Tapi sebagai seorg kakak,seharus nya ia juga wajib ikut andil dalam hal menjaga adik kesayangan nya itu.Seperti nya ia juga harus berterima kasih kepada calon adik ipar nya nanti,itu pun kalau ia tdk gengsi untuk mengucap kan nya pada Hery.
Ah memikir kan calon adik ipar nya itu,ia jadi mengingat kejadian tadi sore saat Hery memaksa ia untuk ikut bersama Ashley dan sekalian menjaga nya.
Awal nya ia tdk mau menuruti kata-kata nya Hery karena ia memang tdk begitu suka menghadiri acara atau pesta apa pun,tapi lantaran di paksa oleh Hery,ia pun terpaksa ikut bersama Ashley.
Flashback...
Daniel sudah berada di depan sebuah restoran yg menjadi janji temu antara dia dan calon adik ipar nya,setelah melalui perdebatan-perdebatan kecil antara mereka ber dua tadi.
Wajah Daniel sudah kesal campur lesu,apa lagi saat mengingat ancaman terakhir dari calon adik ipar nya yg kemaren itu.
Walau pun dengan enggan,Daniel tetap berjalan masuk ke dalam untuk menemui Hery.Lalu ia pun lgsung menuju ke tempat di mana Hery berada setelah ia sudah bertanya kepada resepsionis tadi.
Beberapa saat,sampai lah ia di depan ruangan VIP yg telah di pesan oleh Hery,lalu ia segera masuk ke dalam dan langsung duduk berhadapan dengan Hery yg memang sudah menunggu nya dari tadi.
"Apa yg kau ingin aku laku kan?"tanya Daniel dengan menahan kesal nya setelah ia sudah duduk berhadapan dengan Hery.
"Mengapa kau harus terburu-buru sekali?" tanya Hery yg sengaja membuat calon kakak ipar nya itu semakin kesal sambil meminum jus yg telah Ars pesan barusan.
__ADS_1
Benar saja Daniel semakin kesal,ia lalu menatap Hery dan Ars yg berdiri di samping nya Hery dengan wajah yg kesal.
"Aku masih ada urusan,jadi aku tdk punya banyak waktu untuk berbicara dengan kau"ucap Daniel asal,ia sudah malas mau berdebat dengan Hery lagi karena keseringan kalah dari Hery.
"Seperti kau di sini punya perkerjaan saja" ucap Hery dengan nada menyindir.
Daniel hanya mendengus kesal lalu meminum jus milik nya yg di pesan oleh Ars untuk nya,sambil menunggu Hery bersuara lagi.
"Malam ini kau harus menemani Ashley ke acara Perusahaan Wijaya Group"ucap Hery lagi dengan nada perintah nya sambil menatap Daniel dengan wajah tenang nya.
"Apa? Apa aku tdk salah mendengar?" tanya Daniel dengan wajah kaget sambil mengangkat kepala nya sedikit tinggi,untuk bisa melihat wajah nya Hery.
"Kenapa tdk kau saja yg pergi,tdk mungkin kan aku mengekor 3 wanita itu ke mana-mana" lanjut Daniel lagi dengan menggerutu kesal sambil lanjut meminum jus nya.
Soal nya setahu dia,3 wanita itu jika kemana-mana kebanyakan selalu bersama.Masa iya dia harus bersama para wanita itu,belum lagi ia mendengar ocehan dari Desi nanti.
"Aku belum bisa,jadi kau lah yg harus mengganti kan ku untuk sementara ini"jwb Hery,masih dengan wajah tenang nya.
"Untuk sekarang kau tdk perlu tahu,nanti jika punya kesempatan lain baru akan aku beritahu"jwb Hery sambil meminum jus nya lagi.
"Bagaimana kalau ...."Daniel berbicara lalu menjeda kalimat nya sambil menatap Ars yg masih berdiri di samping nya Hery dari tadi.
"Jangan menatap ku,pilihan Tuan ku tadi sudah tdk bisa di ganggu gugat lagi" Ars segera menyela perkataan nya Daniel tanpa menoleh ke arah Daniel, saat ia melihat sekilas arah pandang nya Daniel dan maksud dari Daniel.
"Kalian ini" ucap Daniel sambil mendengus kesal,karena tdk mendapat kan jalan leluar.
"Aku tdk akan pergi,kau saja yg pergi"ucap Daniel setelah berpikir sejenak lalu ia bangkit berdiri dan berniat ingin berjalan keluar.
__ADS_1
Ia paling tdk suka ke acara-acara apa lagi bersama para wanita,walau pun adik sendiri tapi ia merasa risih.
"Lusi Bailey" ucap Hery dengan nada santai tapi sedikit tinggi lalu meminum habis jus nya.
Ucapan Hery mampu menghenti kan langkah Daniel yg baru ingin mencapai pintu,ia segera berbalik badan dan menatap Hery dengan wajah kaget dan bingung nya.
"Dari mana kau bisa tahu nama itu,apa kalian mengenal nya?"tanya Daniel setelah bisa menetral kan rasa kaget nya sambil menatap Hery dan Ars secara bergantian.
"Kau tdk perlu tahu,yg terpenting malam ini kau harus pergi menemani Ashley jika tdk aku akan menjauh kan Lusi Bailey dari kau"ucap Hery dengan wajah tegas nya sambil tersenyum tipis saat melihat wajah panik nya Daniel.
"Baik Baik lah,aku akan menemani Ashley,apa kau puas sekarang ?" ucap Daniel pasrah sambil menahan rasa kesal nya.
'Ternyata mereka benar-benar hebat,hingga bisa mengetahui urusan pribadi nya' pikir Daniel.
"Bagus,tentu saja aku sangat puas"ucap Hery sambil tersenyum puas,membuat Daniel mendelik kesal ke arah nya.
"Ini dress untuk Ashley nanti malam,sekalian kau bawa pulang untuk kasih ke Ashley nanti"lanjut Hery lagi sambil menyodor kan sebuah paper bag ke atas meja.
"Baik lah"ucap Daniel pasrah sambil mengambil paper bag yg di sodor kan oleh Hery barusan,lalu ia keluar dari sana tanpa sepatah kata pun dan dengan wajah kesal yg ia tahan tadi.
Meninggal kan Hery dan Ars yg sedang menatap punggung nya yg menjauh dengan tersenyum puas karena berhasil memaksa nya
Flash off.
Daniel menghela nafas dengan pelan lalu ia fokus mengantar Desi dan Agatha ke rumah mereka masing-masing.
Kemudian Daniel pun menyetir kembali untuk pulang ke rumah nya sendiri bersama Ashley,setelah sampai di rumah mereka Daniel pun segera menepi kan mobil milik Hery di samping rumah nya.
__ADS_1
Daniel dan Ashley segera keluar dari dalam mobil,mereka yg memang sama-sama sudah lelah pun tdk banyak bicara lagi.
Mereka pun langsung masuk ke dalam rumah untuk beristirahat,untung saja mereka mempunyai kunci serep rumah mereka jadi mereka tdk perlu menganggu istirahat Ayah dan Ibu lagi.