
"Apa kau tidak salah bicara?" tanya Hery dan Ars lagi,masih dengan secara bersamaan dan wajah tidak percaya mereka.Kemudian mereka berduapun saling tatap untuk beberapa detik,lalu kembali menatap wajahnya Jo yang terlihat menyebalkan di mata mereka berdua.
"Tidak.Kami memang akan menikah seminggu lagi.Bukankah begitu Mom,Dad,Paman,Tante?" tanya Jo dengan wajah yang tersenyum senang,sambil menatap satu persatu ke arah kedua orang tuanya dan juga kedua orang tuanya Desi.
"Kami tergantung sama Mommy saja" jawab kedua orang tuanya Jo dengan wajah yang tersenyum,sambil menatap Grandma.
"Iya,kami juga tergantung sama Nyonya saja" jawab kedua orang tuanya Desi dengan wajah bingung mereka,sambil tersenyum kikuk karena mereka berdua baru ini kali pertamanya bergabung bersama keluarga besar tersebut.
Padahal mereka berdua tadi sedang duduk di rumah dengan perasaan khawatir karena tidak juga berhasil menemukan putri mereka,setelah mereka berdua baru saja pulang dari tempat kerabat-kerabat dekat mereka untuk mencari putri mereka yang 3 hari ini telah menghilang secara tiba-tiba.
Tapi tiba-tiba saja beberapa pria yang berseragam rapi datang ke rumah mereka dan membawa paksa mereka,hingga mereka berduapun berhasil bertemu dengan putri mereka dan sekalian mendapatkan kabar bahagia tadi.
"Kalau Grandma, juga tidak masalah.Malahan Grandma lebih senang kalau memang kalian bisa menikah di hari yang sama semua.Bukankah begitu juga lebih bagus dan menyenangkan,sayang,Hen?" tanya Grandma dengan nada santainya,sambil menatap ke arah putranya dan juga suaminya.
"Aku terserah padamu saja,sayang" jawab Grandpa dengan wajah yang tersenyum ke arah Grandma,sambil berjalan mendekati istrinya.
"Aku juga terserah pada Mom saja" jawab Daddy dengan wajah datarnya,sambil melirik sekilas ke arah Hery dan Ars yang langsung mendengkus kesal karena mendengar jawabannya semua orang.
"Dan kalian berdua,apa kalian berdua keberatan dengan pernikahan Jo yang akan di laksanakan bersamaan sama pernikahan kalian berdua?" tanya Grandma dengan wajah seriusnya,sambil menatap Hery dan Ars yang sedang berdiri dengan wajah kesal mereka.
"Tidak Grandma" jawab Hery dan Ars secara bersamaan,dengan nada kesal mereka,sambil berjalan untuk mendekati wanita mereka masing-masing.
'Lakukan saja apa maumu Grandma,memangnya siapa yang berani menantangmu' lanjut mereka berdua lagi dengan menggerutu kesal di dalam hati.
"Bagus,kalau begitu sudah di putuskan kalau kalian ber 3 akan melaksanakan pernikahan kalian bersama-sama di hari yang sama" ucap Grandma dengan wajah yang tersenyum bahagia,sambil memeluk Grandpa yang memang sudah berdiri di sampingnya.
"Baik Grandma" jawab Jo,Hery dan Ars secara serentak,dengan wajah kesal mereka,kecuali Jo yang terus tersenyum bahagia dan juga senang karena ia berhasil membuat kesal 2 pria itu sekaligus.
Sedangkan Agatha,Ashley dan juga Desi,dari tadi mereka ber 3 terus tersenyum lucu dan juga merasa bahagia karena melihat wajah kesalnya Hery dan juga Ars.
"Ya sudah,sekarang kita semua harus pulang.Kita para orang tua juga perlu istirahat kan.Ayo,kita pulang sekarang" ucap Grandma dengan nada tegasnya,sambil berjalan keluar dari dalam ruangan tersebut dan bergandengan tangan dengan Grandpa.
"Kalian berdua tinggal di Mansion saja untuk sementara waktu ya?" tanya Grandma saat ia ingin melewati kedua orang tuanya Desi,lalu iapun menghentikan langkahnya tepat di hadapannya Kedua orang tuanya Desi.
"Baik Nyonya" jawab kedua orang tuanya Desi dengan cepat dan wajah pasrah mereka,karena tidak mampu untuk menolak permintaan Nyonya besar tersebut.
"Bagus" jawab Grandma dengan tersenyum senang,karena mansion milik putra mereka akan menjadi ramai,dan ia sangat menyukai suasana ramai tersebut.
Kemudian iapun melanjutkan langkahnya bersama Grandpa untuk menuju ke arah keluar rumah sakit,di mana ada 2 buah mobil Lexus LM yang sudah terparkir rapi di depan rumah sakit,mobil yang berharga 2 M lebih,dan sudah di lengkapi kaca jendela yang anti peluru dan juga muat untuk 8 orang penumpang termasuk supir.
Maka dari itu,Ars langsung menyediakan 2 mobil tersebut karena ramainya keluarga yang akan di antar pulang.Jadi,mereka tidak perlu menggunakan banyak buah mobil yang akan membuat lalu lintas semakin macet nanti.
Dan 2 mobil tersebut adalah baru 2 dari puluhan mobil mahal yang di miliki oleh keluarga Kusuma.
Lalu langkahnya Grandma dan Grandpapun di ikuti oleh yang lainnya,dari urutan dari yang paling tua terlebih dahulu,baru bergantian dengan yang muda secara berpasangan dan jangan lupa dengan Desi yang sudah kembali di gendong oleh Jo,kecuali Daddy yang masih sendiri.
(Di halaman rumah sakit).
"Dad,bukankah itu Ryan?" tanya Jo dengan wajah penasarannya,sambil menatap Ryan yang sedang masuk ke dalam mobil bersama seorang wanita.Ia bertanya,sambil terus berjalan pelan bersama Desi yang masih berada di pelukannya,dan Daddynya Hery yang berjalan di sampingnya,Hery,Ashley,Ars, dan juga Agatha.
Sedangkan yang lainnya sedang berada tidak jauh dari depan mereka.tanpa memperdulikan Daddy yang memang tidak suka 1 mobil bersama mereka karena takut kembali di omelin tentang pasangan hidup lagi.
"Iya,kau benar" jawab Daddy dengan nada pelannya,sambil mengikuti arah pandangnya Jo.
__ADS_1
"Siapa wanita itu?" tanya Ashley yang mulai menangkap pembicaraan mereka.
"Mungkin saja,wanita itu kekasihnya" jawab Agatha dengan nada santainya,tanpa melepaskan gandengan pasangan mereka masing-masing.
"Iya,mungkin juga.Tapi setahu aku,Ryan tidak suka menjalin hubungan dengan wanita..." ucap Hery dengan wajah yang terlihat sedang berpikir.
'Itu kan setahumu saja Tuan.Karena Tuan terlalu sibuk mengurus kami berdua,hingga tidak tahu menahu tentang perkembangan hidupnya Ryan' batin Ars dengan wajah datarnya,ia hanya mampu membatin saja karena tidak mau berdebat dengan Tuannya itu.
"Mungkin saja,Ryan sekarang sudah berubah" ucap Jo dengan nada santainya.
"Dad,bukankah kau dan Hery harus memanggil kedua orang tuanya Ryan untuk datang ke sini juga?" tanya Jo dengan nada menyindirnya,sambil tersenyum kesal.
"Bila itu di perlukan,kedua orang tuanya Ryan pasti akan akan segera muncul di hadapan kalian" jawab Daddy dengan nada tenangnya,ia tidak tersinggung sama sekali sama sindirannya Jo karena memang ada benarnya juga perkataannya Jo barusan.
Sedangkan Hery,ia langsung mendengkus kesal,saat ia mendengar sindirannya Jo barusan.
"Daddy memang yang terbaik" ucap Jo dengan nada semangatnya,karena sengaja ingin memanaskan Hery.
"Aku jadi bingung sama dirimu,sebenarnya yang mana satu Daddy kandungmu? " tanya Hery dengan nada sindirannya dan juga wajah kesalnya.
Untung saja Jo selalu ingat untuk memanggil Daddynya Hery dengan panggilan paman saat kedua Daddy tersebut sama-sama berada di sekitarnya.Jadi kedua Daddy tersebut tidak perlu bingung kalau sedang ingin menjawab panggilan dari Jo begitu juga dengan Ryan.
"2 2 nya adalah Daddy kandungku,karena Daddy juga menganggapku seperti putra kandungnya.Bukankah begitu Dad?" jawab Jo dan sekalian bertanya pada Daddy,dengan wajah yang tersenyum mengejek ke arah Hery.
"Benar" jawab Daddy dengan nada seriusnya tapi wajahnya tetap datar,sambil menatap mobilnya Ryan yang sudah mulai menghilang dari pandangannya.
'Sepertinya,aku memang harus memanggil kedua orang tuanya Ryan untuk datang ke sini' batin Daddy,lagi pula ia juga sudah lama tidak bertemu dengan salah satu Dokter terhebat di dunia itu.
"Kalian berdua memang sama-sama menyebalkan" ucap Hery,masih dengan wajah kesalnya.
"Dad,sepertinya akan semakin seru kalau kita mengajak Ryan untuk.........." ucapannya Jo langsung terhenti karena di sela oleh Hery,hingga Jo tidak mampu menyelesaikan kalimatnya.
"Hilangkan pikiran konyolmu itu dari dalam kepalamu sekarang juga atau aku akan melubanginya dengan pistol terbagusku saat ini juga" sela Hery dengan cepat dan nada yang semakin kesal.
Jo dan yang lainnyapun langsung tertawa kecil,termasuk Daddy yang dari tadi hanya menampilkan wajah datarnya saja.
Padahal barusan itu,Jo hanya ingin bercanda saja,kalau ia ingin mengajak Ryan untuk menikah bersama di hari yang sama dengan mereka semua.Tapi kalau Ryan memang ingin,ia juga tidak akan menolaknya.
"Dasar pria tidak waras" umpat Hery yang di tujukan untuk Jo,tanpa menatap ke arah semua orang yang sibuk tertawa kecil termasuk Ashley.
Setelah sampai di dekat mobil miliknya keluarga Kusuma,mereka semuapun langsung masuk ke dalam mobil yang memang berkapasitas 8 orang dengan Ars yang menjadi supirnya.
"Siapa yang setuju,kalau Daddy terlihat tampan dengan wajah ceria seperti itu?" tanya Jo dengan nada seriusnya dan wajah yang tersenyum,sambil menatap semua orang.
Sedangkan Daddy,ia langsung menampilkan wajah datarnya kembali setelah tertawa kecil tadi,sambil menahan rasa kesal di dalam hatinya, saat ia mendengar pertanyaannya Jo barusan.
"Aku setuju" Ars.
"Aku setuju" Ashley.
"Aku setuju Agatha.
"Aku setuju" Desi.
__ADS_1
Jawab meŕeka ber 4 secara berurutan,sambil tersenyum tulus dan melirik sekilas ke arah wajah datarnya Daddy yang sudah berubah menjadi kesal.
"Tampan apanya... Lagi pula,apa gunanya kalau memang tampan,tapi tidak memiliki seorang wanita di sampingnya" jawab Hery dengan wajah yang tersenyum tipis di balik wajah datarnya,tanpa menatap ke arah Daddy.
"Menurutku,perkataannya Hery ada benarnya juga.Bagaimana kalau menurut kalian?" tanya Jo dengan wajah penasarannya,sambil menatap wanitanya yang langsung berpura-pura tidur di pangkuannya,hingga mampu membuat dirinya menjadi tersenyum lucu.
Kemudian Jo mengalihkan pandangannya ke arah Ars yang sibuk fokus pada jalan di depannya saja,lalu beralih ke arah Ashley dan Agatha yang berpura-pura menatap pepohonan dan kendaraan yang lainnya.
"Ternyata,biarpun sudah hampir masuk kepala 5.Daddy tetap saja,mampu membuat orang menjadi takut " lanjut Jo lagi,karena tidak ada yang berani menjawab pertanyaannya tadi.
"Tapi Dad,apa kau tidak merasa berbeda saat sedang bersama kami seperti ini?"tanya Jo lagi pada Daddy dengan wajah yang tersenyum lucu saat ia melihat wajahnya Daddy yang menjadi semakin kesal.
"Aku jadi penasaran,apa miliknya Daddy sudah ......"ucapannya Hery langsung terhenti karena di sela oleh Daddy.
"Dasar anak kurang ajar.Apa kalian berdua ingin menguji pistol terbaru yang baru saja aku beli ini?" tanya Daddy dengan cepat dan nada kesalnya,sambil mengeluarkan sebuah pistol yang memang kebetulan baru saja ia beli tadi pagi.
"Tidak Dad" Hery.
"Tidak Dad" Jo.
jawab Hery dan Jo secara bersamaan dengan cepat dan wajah datar mereka kembali,sambil menatap Daddy yang sedang mengelus-elus pistol barunya dengan penuh kasih sayang.
Pistol yang berukuran tidak begitu besar tapi terasa berat,pistol tersebut adalah pistol yang bernama Desert Eagle.Desert Eagle memiliki kemampuan daya tembak yang luar biasa, Desert Eagle juga mampu menembus target sekaligus membuat target hancur seketika.
Hery dan Jo sangat mengenali pistol tersebut,karena mereka berdua dulu memang selalu bermain senjata apapun.Jadi,mana mungkin mereka berdua berani bermain-main sama pistol tersebut.
Walaupun mereka masing-maisng juga memiliki salah satu pistol yang luar biasa,tapi saat ini lawan mereka adalah Daddy,jadi mau tidak mau mereka harus mengalah.
"Bagus,kalau begitu jangan banyak bicara lagi" ucap Daddy dengan wajah datarnya,sambil menyimpan kembali pistol yang sudah ia keluarkan tadi.
"Baik Dad" jawab Hery dan Jo secara bersamaan dengan wajah datar mereka,tanpa menatap ke arah Daddy.
Sedangkan yang lainnya,langsung tersenyum lega saat mereka melihat Daddy sudah menyimpan kembali benda berbahaya tersebut.Lalu merekapun kembali tersenyum lucu sambil menahan tawanya mereka,saat mereka melihat wajah datar dan tanya jawab 3 pria beda usia tersebut yang baru saja selesai.
***
Di Butik ternama.
Setelah 3 hari berlalu dan perbincangan tentang lamaran untuk Desi yang akan di sampaikan pada kedua orang tuanya Desi,juga sudah selesai dari 2 hari yang lalu.
Masih ada 3 hari lagi,menjelang menunggu sampai pernikahan mereka semua akan di laksanakan.
Jadi di sinilah mereka semua berada,di Butik ternama yang biasa selalu menjadi toko favoritnya Grandma.
Setelah selesai dengan urusan Gaun pernikahan dan yang lainnya,mereka semuapun segera keluar dari dalam Butik tersebut.
"Tuan,kita mau ke mana lagi?" tanya Ars setelah mereka semua sudah menyelesaikan keperluan mereka di Butik tersebut dan mereka semua juga sudah duduk rapi di dalam mobil.Lebih tepatnya hanya Jo dan Desi saja karena Hery,Àshley,Agatha dan Ars hanya menemani mereka berdua saja atas perintahnya Ibu hamil tersebut yaitu Ashley.
"Kita pergi ke Restoran yang biasa saja,terlebih dahulu,baru kita pulang.Kita harus makan siang terlebih dahulu" jawab Hery dengan nada tegasnya,sambil menatap istrinya yang sedang duduk di sampingnya dan tersenyum senang ke arahnya.
Ia sangat tahu apa yang sedang di inginkan oleh istrinya ini,sedari muntah dan pusing kepalanya sudah tidak muncul lagi,nafsu makan istrinya terus meningkat sampai sekarang.Walaupun agak bingung,tapi ia tetap melakukannya dan membeli apa saja yang di inginkan oleh istrinya.
"Baik Tuan" jawab Ars dengan cepat,lalu iapun segera melajukan mobil ke arah tujuan yang di perintahkan oleh Tuannya.
__ADS_1
"Tuanmu ini memang sangat pengertian,perutku ini memang sedang minta di isi saat ini" ucap Jo dengan wajah yang tersenyum senang sambil mengelus-elus pelan perut sixpacknya yang ada di balik kemeja yang ia kenakan itu,ia sengaja ingin membuat Hery menjadi kesal.