Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
40. Daniel melepas kan kekesalan nya


__ADS_3

Ayah menghela nafas pelan terlebih dahulu...


" Apa yg sebenar nya terjadi?kenapa kalian ber dua bisa ada di sini? lalu kau Daniel,kenapa pulang tdk mengabari kami?" tanya Ayah dengan wajah penasaran dan pertanyaan yg bertubi tubi,sambil melihat ke dua putra putri nya itu secara bergantian.


Setelah itu,ia menyesap air teh yg telah di sedia kan oleh pelayan barusan,tanpa merasa bersalah karena telah membuat ke dua putra putri nya itu menjadi kalang kabut.


"Seharus nya kami yg bertanya seperti itu pada kalian ber dua yah,ini Ayah malah bertanya sama kami"jwb Daniel dengan wajah kesal,untung saja org tua.Jika tdk,mungkin ia akan memukul nya sampai babak belur.


"Iya Ayah Ibu,kenapa kalian ber dua bisa ada di sini?apa kalian tdk tahu,kalau kami sangat khawatir saat mengetahui kalau tetangga yg ada di kampung halaman mendiang kakek bilang,kalau mereka tdk pernah melihat kalian ber dua ada di sana"ucap Ashley dengan memberengut kesal.


" Kami sibuk mengkhawatir kan kalian ber dua ,tapi ternyata kalian ber dua sibuk bermesraan dan berbahagia di sini" lanjut Ashley dengan wajah kesal dan nada menyindir.


" Iya,kalian juga berkebun di belakang Villa ini.Apa di belakang rmh kita tdk cukup untuk kalian berkebun?Jika tdk,aku akan membeli lahan yg lebih luas lagi untuk kalian berkebun"sambung Daniel lagi,untuk melepas kan kekesalan nya yg sudah menumpuk itu.


Ibu hanya bisa cenges ngesan saja saat mendengar perkataan Daniel sedang kan Ayah hanya tersenyum tipis saja,ia masih ingin mendengar kan,kekesalan apa lagi yg ingin di kata kan oleh putra nya itu.


' Apa Ayah dan Ibu pikir,Villa sebesar ini cocok dengan taman belakang yg berisi tanaman sayuran semua' pikir Daniel sambil memikir kan apa yg sebenar nya ada di dalam kepala org tua nya itu.


Sudah menghilang,ber kebun pula lagi di Villa nya org,benar benar membuat Daniel tdk habis pikir.


Daniel yg sudah lama di negara lain,jadi ia sudah sedikit berpikiran luas,tdk seperti org tua nya yg berpikiran sempit.Tapi mau bagaimana lagi,sudah terlanjur,jadi biar kan saja lah,lagi pula Sang Tuan punya villa sendiri juga tdk mampu untuk berkata apa apa lagi.


" Apa kalian tahu? aku juga hampir di bunuh oleh pria kaya ini karena di tuduh ingin merebut wanita nya.Padahal aku tdk pernah ada masalah dengan org lain,apa lagi dengan pria kaya ini" lanjut Daniel dengan panjang lebar dan juga dengan nada menyindir sambil mendelik ke arah Hery,ternyata rasa kesal nya masih belum habis.

__ADS_1


" Kenapa semalam kau tdk memberitahu ku lgsng,jadi aku tdk perlu mengeluar kan tenaga ku lagi" Ucap Hery dengan wajah santai nya saat mendengar omelan kekesalan dari Daniel.


" Lagi pula mana aku tahu,kalau kau itu kakak nya Ashley,aku kira kau adalah pria brengsek yg ingin mendekati Ashley" lanjut Hery lagi sambil menatap Ars dengan wajah kesal.


' Coba kalau Ars bilang lebih awal kepada nya,semua ini pasti tdk akan terjadi,buat malu saja' pikir Hery.


Sedang kan yg di tatap hanya menunduk diam saja,tetap dengan wajah datar nya.mungkin ia hanya mampu tersenyum di dalam hati saja.


" Bagaimana aku bisa memberitahu kau,semalam saja kau seperti org yg kesetanan,marah tdk jelas" ucap Daniel membela diri dengan mengerutu.


" Tapi kau masih sempat menantang ku" ucap Hery dengan nada menyindir sambil mendelik kesal ke arah Daniel.


" Aku kan hanya ingin menguji kau saja,mana aku tahu kalau kau suka berlebihan menanggapi perkataan aku" ucap Daniel dengan wajah tdk bersalah.


" Menguji kau bilang.Untung saja semalam aku masih bisa mengendali kan diri,jika tdk nyawa kau pasti akan melayang terbang ke atas langit" ucap Hery dengan wajah sekesal kesal nya sambil mengambil air teh yg ada di atas meja,lalu ia langsung meminum nya dengan sekali teguk karena rasa kesal nya.


Ashley terus tertawa kecil saat melihat perdebatan antara Hery dan kakak nya.


Hery yg tdk tahan terus mendengar tawa nya Ashley,ia pun segera menoleh ke arah Ashley dan mengurung kan niat nya untuk membalas perkataan nya Daniel.


" Kau juga sama,kenapa tdk bilang pada aku jika pria ini adalah kakak mu?" Ucap Hery sambil menatap Ashley,masih dengan wajah kesal nya.


" Kau dan Ars sama saja,sangat menyebal kan"lanjut Hery lagi dengan menggerutu kesal sambil menuang kan teh ke gelas nya untuk ke 3 kali nya,lalu meneguk nya dengan cepat.

__ADS_1


"Melihat wajah marah kau saja aku takut,bagaimana aku bisa memberitahu mu" jwb Ashley dengan menggaruk garuk belakang leher nya yg tdk gatal,sambil sengaja tersenyum bodoh.


" Lagi pula aku menyukai wajah cemburu mu itu" lanjut Ashley lagi dengan wajah tanpa dosa,sambil tersenyum lebar.


Ayah dan Ibu yg dari tadi hanya mendengar saja pun,jadi tertawa saat mendengar kata kata nya Ashley.


Mereka ber dua ,awal nya terkejut saat mendengar kalau Hery hampir saja membunuh Daniel tp setelah mendengar lebih seksama.Mereka ber dua pun mengerti,jadi mereka tdk begitu mempermasalah kan nya,lagi pula putra nya terlihat baik baik saja.


Ars hanya berani tertawa dalam hati saja,karena ia akan tertimpa musibah jika ikut menertawa kan Tuan nya.


Sedang kan Daniel juga ikut tertawa,apa lagi jika ia mengingat wajah cemburu nya Hery semalam,lucu tapi juga seram.


"Oh begitu rupa nya" ucap Hery dengan tersenyum licik sambil menatap Ashley.


"Tunggu saja hukuman dari aku nanti" bisik hery di samping telinga nya Ashley sambil tersenyum,yg hanya bisa di dengar oleh Ashley saja.


" Ta tapi....." ucapan gugup Ashley terpotong oleh ucapan Ibu.


" Sudah sudah,kalian hanya berdebat saja dari tadi" ucap Ibu dengan wajah tersenyum sambil geleng gepeng kepala.


" Apa kalian masih ingin tahu,kenapa kami ber dua bisa berada di sini?"tanya Ibu dengan wajah serius nya kembali sambil menatap Ashley dan Daniel secara bergantian.


Ashley dan Daniel pun mengangguk dengan serentak,mereka ber dua sudah sangat penasaran dari tadi.

__ADS_1


" Kemaren saat sore hari kami di datangi 2 mobil yg berisi pria pria yg berpakaian jas semua,mereka menyuruh kami untuk ikut dengan mereka.Awal nya kami tdk mau ikut mereka dan kami juga ketakutan saat melihat pria pria dengan tubuh besar itu masuk ke rumah.Tapi mereka bilang jika kami tdk ikut,nyawa Ashley akan dalam bahaya,akhir nya kami pun pasrah.Apa lagi memikir kan nyawa Ashley yg jadi taruhan nya,akhir nya kami pun pergi bersama mereka sampai sekarang" ucap Ibu memulai cerita nya,sedang kan Ayah hanya diam saja karena ia malas mau bicara panjang lebar.


" Ternyata sebenarnya................................" lanjut Ibu lagi,mencerita kan kembali apa yg telah Hery cerita kan kepada mereka kemaren.


__ADS_2