
Sekarang hanya tertinggal sepasang suami istri itu,di dalam ruangan tersebut.
Hery terus menatap wajah nya Ashley yg masih terbengong,ia pun jadi tersenyum geli sambil menatap wajah bodoh istri nya itu.
"Cup "
"Mau sampai kapan,wajah mu seperti itu hm?" tanya Hery dengan wajah yang terus tersenyum,setelah selesai mengecup sekilas bibir nya Ashley.
"Aku hanya tidak menyangka saja,jika tadi suami ku akan menampar wanita genit itu" jwb Ashley dengan nada santai nya sambil mendongak kan kepala nya untuk menatap suami nya, setelah selesai menetral kan rasa terkejut nya tadi.
"Jika tadi aku tidak menampar nya ,mungkin kamu yg akan mendapat kan tamparan dari wanita gila itu.Dan aku tidak akan membiar kan itu terjadi,Honey" jwb Hery dengan nada serius sambil menatap wajah nya Ashley yg langsung tersenyum senang saat mendengar perkataan nya.
"Tapi seperti nya,kita kelewatan sama mereka,Honey.Apa lagi sama Ibu kandung mu tadi...." ucap Ashley yg merasa bersalah karena telah kurang ajar sama Ibu kandung nya Hery tadi.
"Sudah,kamu tidak perlu memikir kan mereka lagi,mereka ber dua memang pantas mendapat kan nya" ucap Hery yg malas membahas tentang Ibu kandung nya.
"Sekarang kamu harus lebih hati-hati,mereka berdua pasti akan mencari kesempatan untuk bisa menyakiti mu,Honey" lanjut Hery lagi dengan wajah serius nya sambil menatap wajah Ashley.
"Oke,kamu jangan khawatir Honey.Aku pasti akan menjaga diri dengan baik" ucap Ashley yg mengerti dengan kekhawatiran nya Hery.Ia juga tidak membahas tentang Ibu kandung nya Hery lagi, saat ia melihat ketidak sukaan di wajah nya Hery tadi.
Hery pun mengangguk sambil berusaha menghilang kan rasa khawatir nya,beberapa detik kemudian,ia pun kembali bersuara untuk menggoda istri nya.
"Tapi dari tatapan mata mu tadi,aku bisa melihat dengan jelas,kalau Honey juga sangat ingin menampar nya.Benar kan?" tanya Hery dengan nada penasaran,dari awal tadi,ia memang sudah menebak kalau istri nya masih cemburu dengan Clara,padahal mereka berdua sama sekali tidak mempunyai hubungan apa-apa.
Ashley hanya mampu tersenyum malu saat ia ketahuan cemburu oleh suami nya,lalu ia menurun kan kepala nya dan menyandar kan kembali kepalanya di dada bidang nya Hery.
__ADS_1
Rasa nya ia bukan hanya ingin menampar saja,bahkan ia ingin menjambak-jambak rambut wanita genit itu.Ia sangat geram karena wanita genit itu telah berani mencoba mendekati suami nya.
"Aku juga tidak menyangka kalau kamu juga bisa seberani itu,sama 2 wanita tadi" lanjut Hery lagi,dengan wajah tersenyum nya sambil menatap wajah malu istri nya.
Hery benar-benar tidak menyangka,ia mengira Ashley akan memasang wajah sedih atau bermanja pada diri nya tadi,tapi ternyata yg terjadi ,malah di luar dugaan nya.Sekarang ia perlahan-lahan ia melihat sisi-sisi lain dari istri nya,tapi ia sangat menyukai nya.
"Aku hanya mencoba menjaga milik ku saja,Honey.Apa itu salah hm?" tanya Ashley sambil mendongak kan kepala nya kembali,untuk menatap wajah suami nya.Wajah malu sudah berubah menjadi sedikit serius dengan mata yg menelisik ke arah Hery.
Hery malah tertawa dengan sedikit terbahak-bahak,saat melihat wajah serius istri nya tapi hati nya menghangat karena merasa bahagia saat mendengar perkataan istri nya barusan.
"Kenapa kau malah tertawa?" tanya Ashley dengan wajah kesal nya sambil memukul pelan dada suami nya,sedang kan Hery masih saja tertawa tapi tawa nya sudah perlahan-lahan mengecil.
"Awas,kalau sampai kamu berpaling dari ku.Kalau sampai kamu berpaling dari ku,kamu akan tahu akibat nya,Honey...." Ashley memperingati Hery sambil tersenyum tapi dengan nada serius.
"Aku akan memasti kan,kalau benda pusaka ini akan segera kehilangan fungsi" jwb Ashley dengan wajah serius nya dan mulai memerah sambil mengenggam benda pusaka yg ada di bawah perut nya Hery dengan gerakan pelan,sedang kepala nya kembali ia sandar kan ke dada bidang nya Hery untuk menyembunyi kan wajah merah nya.
Tapi ia tidak menyadari,kalau perbuatan nya telah membangun kan sesuatu yg sedang tertidur.
Benar saja,beberapa detik kemudian,tubuh nya Hery langsung saja mulai memanas.
"Itu tidak akan terjadi,Honey" ucap Hery dengan nada yg berat,sedang kan wajah berserta mata nya sudah hampir di penuhi dengan gairah.
"Tentu saja,karena kau hanya boleh menjadi milik ku saja" ucap Ashley tanpa melepas kan genggaman nya,Ashley masih tidak menyadari perubahan wajah suami nya karena kepala nya masih saja tetap menunduk.
Ia masih malu karena berani berkata sejujur itu dan menyentuh benda pusaka suami nya,sekarang rasa nya ia ingin segera menenggelam kan wajah nya ke dasar laut, agar tidak perlu menunjuk kan wajah malu nya lagi,kepada suami nya.
__ADS_1
Dan karena ia terus memikir kan rasa malu nya,ia sampai lupa melepas kan genggaman nya hingga membuat tubuh Hery semakin memanas karena gairah yg terus memuncak.
"Tentu saja,Honey.Aku hanya akan menjadi milik mu untuk selama nya dan kau juga adalah milik ku untuk selama nya" ucap Hery sambil tersenyum lebar dengan wajah yg sedang menahan gairah.
"Dan Honey,termasuk ini juga milik mu" lanjut Hery lagi,sambil memegang tangan Ashley yg masih mengenggam benda pusaka nya dan sedikit menekan nya.
Hingga membuat Ashley semakin malu karena baru menyadari perbuatan nya tadi,lalu ia segera berusaha menjauh kan tangan nya dari benda pusaka milik suami nya itu tapi tidak berhasil karena Hery terus menahan tangan nya.
"Ho Honey,,,a aku melaku kan nya dengan tidak sa....." ucap Ashley dengan nada gugup sambil mendongak kan kepala nya untuk menatap Hery,belum sempat ia menyelesai kan kalimat nya,Hery sudah langsung memotong nya.
"Apa sekarang kamu ingin lari dari perbuatan mu sendiri,Honey?" tanya Hery dengan nada yg semakin berat,wajah nya sudah berkabut saat ini.
"Bu bukan seper......ehhmm ...." lagi-lagi Hery langsung membungkam bibir nya Ashley tanpa peringatan terlebih dahulu,hingga membuat ucapan Ashley terhenti begitu saja.
Ashley yg hampir sudah terbiasa dengan perbuatan Hery itu pun,segera membalas ciuman nya Hery.Tapi ia membalas sambil memikir dengan gelisah,karena tempat bercinta mereka saat ini,terasa sangat tidak nyaman.
Hery yg menyadari ketidak nyaman istri nya,langsung tersenyum sambil terus ******* bibir istri nya berserta isi dalam nya.
Beberapa detik kemudian,ia segera mengendong Ashley tanpa melepas kan c**man mereka,lalu Hery segera membawa Ashley ke arah ruang istirahat nya agar acara bercinta mereka nyaman dan tidak di ganggu oleh ketukan pintu nanti.
Ashley pun merasa tenang sekarang,karena menyadari Hery sudah membawa nya ke tempat yg nyaman untuk mereka bercinta.
Ia juga baru mengetahui,kalau suami nya mempunyai ruang lain di ruangan kerja nya ini.
Akhir nya mereka berdua pun melaku kan pergumulan panas mereka lagi dan melewat kan makan siang mereka,mungkin mereka akan makan siang setelah pergumulan panas mereka selesai nanti.
__ADS_1