
"Kakak,aku kira kamu tidak akan pulang.Tapi tunggu dulu,siapa wanita camtik ini kak?" tanya Ashley dengan wajah yang tersenyum bahagia sambil memeluk kakak satu-satunya itu,saat kakaknya yang ia kira tidak akan pulang untuk menghadiri resepsi pernikahannya itu,ternyata sudah berada di hadapannya saat ini.
"Tentu saja aku akan pulang,karena hari ini adalah hari pernikahan adik tersayangku ini.Tidak mungkin,aku akan melewatinya begitu saja kan" jawab Daniel dengan wajah yang tersenyum bahagia juga,sambil menyentuh ujung hidungnya Ashley dengan menggunakan ujung jari telunjuknya,setelah mereka berdua selesai berpelukan.
"Istriku sudah tidak memerlukan rasa sayang darimu lagi,karena istriku sudah cukup dengan rasa sayang dariku saja" timpal Hery dengan wajah kesalnya sambil merengkuh pinggul istrinya lebih erat, karena merasa cemburu saat ia mendengar kata tersayang dari mulutnya Daniel barusan.
Daniel yang mendengar perkataannya Hery,iapun langsung mendengkus kesal.Ternyata walaupun sudah lama tidak berjumpa,Tuan Muda tersebut masih saja tetap menyebalkan.
Sedangkan yang lainnya,hanya mampu memutar kedua mata mereka semua dengan malas.
"Perkenalkan,ini adalah calon kakak iparmu" ucap Daniel dengan wajah yang tersenyum bahagia,sambil merengkuh pinggulnya wanita yang sedang bersamanya tadi.
"Perkenalkan,namaku Lucy Barley" wanita tersebutpun langsung memperkenalkan dirinya kepada Ashley yang langsung menjadi kaget,sambil mengulurkan sebelah tangannya ke arah Ashley.Karena terlalu sibuk mengurus pernikahannya dan kedua sahabatnya,ia sampai lupa dengan kisah cinta kakaknya sendiri.Tapi tidak dengan Hery yang memang sudah tahu dari laporan Sekretaris prianya yang ada di Paris.
"Ah,akhirnya aku akan memiliki kakaķ ipar juga" ucap Ashley dengan wajah yang tersenyum bahagia,ia langsung memeluk Lucy tanpa malu lagi.
"Kamu ini,seperti aku tidak laku saja" ucap Daniel dengan wajah kesalnya,hingga membuat ke 3 pasang pengantin tersebut langsung tertawa kecil,termasuk Lucy,kecuali Hery yang hanya tersenyum tipis saja.
Sedangkan kedua orang tuanya Ashley dan juga Daniel yang mendengar samar-samar dari seberang sana,langsung ikut tersenyum bahagia karena melihat wajah bahagia putra mereka dan wanita yang sudah di kenalkan oleh Daniel tadi pada mereka berdua terlebih dahulu.
Tapi memamg benar perkataannya Ashley tadi,karena akhirnya putra mereka memiliki kekasih juga setelah banyak memilih dan akan menikah juga dalam waktu dekat ini.
"Nona,Tuan,selamat ya,semoga kalian selalu bahagia dan selalu bersama hingga akhir hayat" Lucypun segera mengucapkan selamat dengan tulus pada Presdir Perusahaan di Paris,tempatnya berkerja tersebut.
"Wanita ini Sekretaris suamimu di Perusahaan yang ada di Paris" jawab Jo sebelum Ashley sempat bertanya, saat ia melihat wajah bingungnya Ashley karena melihat Lucy yang sedang menunduk hormat pada suaminya.
"Oh,kenapa kamu tidak mengatakannya padaku,Honey..." ucap Ashley,sambil menatap kesal ke arah wajah tidak bersalah suaminya.
Sedangkan Hery,hanya mampu menahan rasa kesalnya saat ia melihat Daniel yang sedang tersenyum ke arahnya.Lalu ia menatap sekilas ke arah kedua orang tuanya Lucy yang sedang mengobrol bersama kedua orang tua istrinya dan yang lainnya.
Hery bukan tidak ingin memberitahui istrinya,tapi belakangan ini ia sibuk mengurus tentang cinta kedua sahabatnya kemaren.Jadi ia tidak ingin perkerjaannya menjadi bertambah kalau saja istrinya juga menyuruhnya untuk membantu kakak iparnya itu nanti.
Padahal ia mengira,kalau Daniel tidak akan berhasil karena sikap pengecutnya itu.Tapi ternyata kakak iparnya itu berhasil mendapatkan cintanya tanpa bantuan darinya sedikitpun.Ia juga mendengar dari anak buahnya kalau kakak iparnya itu,tiba-tiba saja pergi ke rumahnya Lucy,mencari kedua orang tuanya Lucy dan dengan berani melamar Lucy tanpa kehadiran kedua orang tuanya.
Dan ternyata itu semua mampu membuat kedua orang tuanya Lucy dan termasuk Lucy,percaya dan salut sama keberaniannya Daniel.Dan saat itu juga,kedua orang tuanya Lucy langsung berniat datang ke sini untuk menemui kedua orang tuanya Daniel dan mempercepat pernikahan mereka yang akan di gelar sebulan lagi.
"Tapi karena kamu sudah akan menjadi kakak iparku,kamu tidak perlu memanggilku dengan sebutan seperti tadi,panggil saja namaku" ucap Ashley sambil memegang tangannya Lucy yang sedang tersenyum kikuk karena belum begitu akrab sama Ashley dan yang lainnya,apa lagi Tuannya juga berada di sana.
"Kalau perlu,kamu juga bisa memanggil suamiku........" ucapannya Ashley langsung terhenti oleh ucapan selamat dari Ryan yang secara tiba-tiba saja muncul dari balik tubuhnya Daniel.
Hingga mampu membuat Lucy langsung tersenyum lega,dan yang lainnya hanya mampu menatap kesal ke arah Ryan,kecuali Hery yang sedang tersenyum tipis.
"Hai Ashley,Hery,dan yang lainnya.Selamat ya atas pernikahan kalian semua" ucap Ryan dengan wajah yang tersenyum tulus,sambil menarik wanita sedang bersembunyi di balik tubuhnya.
__ADS_1
"Kamu!!!" seru Ashley,Desi dan Agatha secara bersamaan dengan nada kaget dan wajah tidak percaya mereka,saat ia melihat siapa wanita yang sedang bersama Dokter Ryan saat ini.
"Kalian kenal sama wanita ini?" tanya Jo dengan wajah penasarannya,sambil menatap wanita yang berdiri di sampingnya Ryan.
"Iya,apa kalian sudah saling kenal?" tanya Ryan dengan wajah bingungnya,sambil menatap wajah kagetnya 3 wanita tersebut dan wanita yang ada di sampingnya secara bergantian.
"Honey,bukankah dia adalah wanita yang hari itu...." Ashley langsung menghentikan pertanyaanya,saat ia melihat anggukkan dari suaminya.
Ternyata penglihatannya dan kedua sahabatnya tidak salah,kalau wanita itu memang benar adalah putrinya Tuan Jerry yang sudah beberapa kali terus berniat menjodohkan putrinya kepada Hery dan Ars hari itu.
"Apa yang sebenarnya terjadi,jangan membuat aku menjadi semakin penasaran? " tanya Ryan dengan nada kesalnya karena pertanyaannya tidak di gubris sama 3 wanita tersebut.Lalu ia menatap penasaran ke arah wanita yang baru saja ia tahu namanya dari 3 hari yang lalu,bahkan Ashley,Agatha dan Desi juga tahu nama wanita tersebut,sebelum dirinya.
Begitu juga dengan Jo yang menatap ke arah istrinya dan yang lainnya karena masih merasa penasaran.
Sedangkan Aliska segera melepaskan gandengan tangannya pada tangannya Ryan dan hanya mampu tersenyum kikuk bercampur malu saja.Ia terus merutuki dirinya sendiri di dalam hatinya.Kenapa juga tadi ia sibuk memaksa untuk mengikuti Sang Dokter sampai ke sini,ia tidak tahu kalau acara pernikahan yang akan Sang Dokter hadiri adalah pernikahan Tuan Hery dan yang lainnya.
Bahkan ia tidak mau repot-repot untuk melihat isi undangan yang di dapatkan oleh Sang Dokter semalam, karena ia terlalu senang bisa terus berada di sampingnya Sang Dokter.
Beda dengan Hery dan Ars yang masih tetap tenang saja,walaupun mereka berdua awalnya sama-sama merasa sedikit kaget juga karena tidak menyangka kalau Ryan akan membawa wanita tersebut datang ke acara pernikahan mereka.
"Bukankah wanita ini,wanita yang telah meng....." ucapannya Agatha yang terdengar ingin memastiķan penglihatannya itu,langsung di sela oleh Ashley.
"Sudah,itu hanya masa lalu.Jadi,lupakan saja.Lagi pula,bukankah lebih bagus juga kalau keluarga kita bertambah 1 anggota lagi.Bukankah begitu,tha, Des?" tanya Ashley dengan cepat saat ia merasa kasihan terhadap Aliska sambil sedikit mengedip-ngedipkan sebelah matanya ke arah Agatha dan juga Desi.Lagi pula pakaiannya Aliska sudah tidak seperti dulu lagi,seksi seperti pakaian yang kurang bahan itu.Sepertinya,Aliska sudah berubah.
"I iya" jawab Agatha dan Desi secara bersamaan dengan wajah bingung mereka.
"Apa yang sudah kamu sembunyikan padaku?" tanya Ryan dengan nada kesalnya pada Aliska yang langsung menjadi bingung,sambil terus menatap curiga ke arah Aliska, wanita yang sudah mulai memiliki tempat khusus di hatinya itu.
"Sudah aku bilang,jangan berpikir yang tidak-tidak lagi tentangku..." jawab Aliska dengan wajah kesalnya,sambil mengandeng tangannya Ryan kembali.
Sedangkan yang lainnya,langsung tertawa kecil saat mereka semua melihat Ryan yang langsung mendengkus kesal karena jawabannya Aliska barusan.
"Nona-nona terima kasih atas pengertian kalian,aku minta maaf atas perilakuku yang tidak menyenangkan di waktu hari itu..." ucap Aliska dengan nada tulusnya dan wajah malunya,sambil sedikit menundukkan kepalanya ke arah Ashley dan juga Agatha.
"Sudah,tidak apa-apa.Asalkan kamu mau berubah,dan menjaga Dokter kami dengan baik dan tulus.Kami pasti akan memaafkanmu." ucap Agatha yang baru mengerti kedipan matanya Ashley tadi,saat ia melihat wajah malunya Aliska yang di sertai ekspresi tulus itu.
"Iya,sekarang kita akan menjadi sahabat,panggil nama kami saja.Dan sebentar lagi,kita akan menjadi keluarga.Bukankah begitu,Dok?" tanya Ashley,sambil menaik turunkan kedua alisnya ke arah Ryan yang langsung menjadi malu.
"Bu........" baru saja Ryan ingin menyangkalnya,tapi Aliska langsung menyelanya.
"Iya,terima kasih banyak ya karena sudah mau menerima aku sebagai sahabat dan keluarga kalian.Aku berjanji,kalau aku akan berubah menjadi wanita yang baik" ucap Aliska dengan cepat,sambil melepaskan gandengannya pada tangannya Ryan dan berjalan untuk memeluk Ashley,Agatha dan Desi yang langsung membalas pelukan tersebut dengan senang hati.
"Dan kalau kalian tidak keberatan,tolong doakan supaya aku bisa mendapatkan hati Dokter ini dan kami akan bisa segera menikah" lanjut Aliska lagi dengan wajah yang tersenyum malu,setelah pelukan mereka sudah terlepas semua.
__ADS_1
"Tentu saja,kami tidak akan keberatan sama sekali" kali ini bukan 3 wanita tersebut yang menjawabnya,tapi Hery,Ars dan Jo yang menjawabnya dengan nada semangat mereka dan secara serentak,karena akhirnya sahabatnya yang satu ini memiliki pendamping juga.
"Benar benar,kami juga tidak akan keberatan.Dan doa kami akan selalu ada untuk kalian berdua" jawab Ashley,Agatha dan Desi secara serentak,dengan nada tulus dan wajah senang mereka.
Sedangkan Ryan,ia hanya mampu mendengkus kesal saja,saat ia mendengar perkataan tidak tahu malunya Aliska tadi.Tapi ia juga merasa senang,karena Aliska terlihat bersungguh-sungguh dengan kata-katanya.
"Terima kasih banyak atas dukungan kalian semua" ucap Aliska dengan wajah yang tersenyum bahagia karena telah mendapatkan dukungan penuh dari sahabat-sahabatnya Ryan,gandengan tangannya tadipun langsung ia rubah menjadi pegangan di lengannya Ryan lebih erat untuk menyalurkan rasa bahagianya pada Ryan.
Sedangkan Ryan yang merasakan pegangan erat dari Aliskapun,hanya pasrah saja,sambil terus bertanya-tanya di dalam hatinya,apa yang sebenarnya yang telah terjadi antara mereka sama Aliska.
"Ryan,coba kau berputar ke belakang dan lihat siapa yang ada di depan sana..." pinta Jonathan dengan wajah yang tersenyum,bahkan rasa penasarannya tadi langsung menghilang saat ia melihat kehadiran ke 3 orang yang paling ia kenal itu.
Ryanpun segera mengikuti perkataannya Jo dengan gerakan pelan,lalu di ikuti oleh Aliska dan tatapan yang lainnya yang langsung menuju ke arah pintu keluar sana.
"Ke kenapa Dad dan Mom bisa ada di sini?" tanya Ryan dengan nada kagetnya,saat ia melihat kedua orang tuanya yang baru saja sampai dan baru memasuki Aula Hotel tersebut.Bahkan ia tidak begitu memperhatikan,kalau masih ada adik perempuannya yang sedang berjalan pelan di belakang kedua orang tuanya.
"Coba saja,kau pikir sendiri.Memangnya siapa yang mampu mendatangkan Daddymu yang super sibuk itu..." jawab Jo dengan wajah yang tersenyum puas,ternyata Daddy memang selalu bergerak lebih cepat.
Ashley,Agatha dan Desi yang sibuk menatap dengan wajah bingung merekapun langsung ikut tersenyum,saat mereka yang langsung di beritahu oleh pasangan mereka masing-masing.
Sedangkan Aliska yang juga baru tahu kalau kedua orang tuanya Ryan juga ada di sini,ia langsung menjadi bingung harus bersikap bagaimana pada kedua orang tuanya Ryan nanti.
"Apakah kalian tidak bisa sedikit lebih berbaik hati pada tamu-tamu undangan yang sedang menunggu giliran mereka itu?" tanya Daniel yang sudah dari tadi merasa kesal sama Ryan karena Ryan telah menganggu obrolannya bersama adiknya tadi.
Ia sudah selesai bersalaman dan mengucap selamat dari tadi,tapi ia dan Lucy masih setia berdiri di samping para pengantin tersebut untuk mendengar obrolan mereka semua,hingga mampu membuat Lucy tersenyum lucu karena baru tahu kalau ternyata Daniel suka kepo juga sama masalah orang.
Dan teguran dari Daniel barusanpun mampu menyadarkan Ryan yang masih merasa kaget tadi.
Sedangkan yang lainnyapun,langsung kembali pada mode serius mereka lagi sambil menahan senyum,kecuali Hery,Ars dan Jo yang memang selalu memiliki wajah datar.
"Kenapa kau baru mengatakannya sekarang?" tanya Ryan dengan nada kesalnya dan wajah bersalahnya,sambil menatap sekilas ke arah belasan tamu undangan yang sedang berdiri di antrian mereka dengan wajah pasrah mereka semua,karena mereka semua tidak akan ada satupun yang berani marah-marah ataupun menegur.
Daniel langsung mendengkus kesal saat ia mendengar pertanyaannya Ryan barusan.Kenapa pula,jadi ia yang di salahkan.Lalu iapun langsung membawa Lucy untuk berkumpul bersama yang lainnya dengan wajah kesalnya,karena malas mau berdebat sama Ryan.
Sedangkan Ryan,ia segera menyalami dan mengucap selamat pada satu persatu pengantin baru tersebut,yaitu Hery,Ashley,Ars,Agatha,Jo dan Desi.Begitu juga dengan Aliska yang mengikuti langkah dan apa yang di lakukan oleh Ryan.
………
Di Aula paling depan,tempat berkumpulnya keluarga Kusuma dan yang lainnya.Mereka semua sibuk mengobrol,dengan di sertai senyum dan tawa mereka semua.
Tapi senyum dan tawa mereka semua perlahan-lahan menghilang karena kedatangan Ryan bersama wanita yang bernama Aliska tadi.
"Dad" panggil Ryan dengan nada pelan dan wajah ragunya sambil berdiri di samping Daddynya,karena takut kalau Daddynya masih belum memaafkan dirinya.
__ADS_1
(Pemberitahuan).
Untuk beberapa bab yang lalu dan selanjutnya sengaja Author skip-skipkan ya,karena ingin segera menamatkan novel ini,karena alurnya semakin melebar kalau di teruskan.😁.Ntah Author sudah salah alur atau apa.Ntar Author buat novel baru saja,dari pada Author menjadi semakin bingung.Semoga kalian semua selalu terhibur dan selalu setia menemani karya receh author ini ya.Terima kasih 😘😘😘.