Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
143. Bisikan antara Hery dan Grandpaph


__ADS_3

"Hery,jangan membuat ibu hamil kesal" tegur Grandma dengan nada pelan tapi penuh ketegasan di dalamnya.


"Iya Grandma" jawab Hery dengan wajah yang tersenyum kesal,padahal ia juga tidak berpikir untuk membuat istrinya kesal lagi.Semenjak istrinya berada di Mansion ini,Grandma selalu menjadi pawang untuk istrinya hingga membuat dirinya harus kebanyakan mengalah saja.Walaupun ia tetap suka mengalah juga,tanpa Grandma yang jadi pawang untuk istrinya.


Sedangkan Ashley tersenyum ngejek ke arah suaminya,karena ada yang membantunya.


Kemudian Ashley,Ibu dan Grandma sibuk mengobrol tanpa memperdulikan Hery yang pura-pura fokus menonton.


Akhirnya Hery yang tidak begitu menyukai obrolan di antara wanitapun,ia yang pura-pura menonton tadi,segera mendekat ke arah Grandpa yang masih sibuk menonton TV.


"Grandpa..." panggil Hery setelah diam untuk beberapa saat,ia memanggil dengan suara pelannya sambil menatap wajah serius Daddynya yang sedang bermain catur bersama Ayah.


"Hm" jawab Grandpa dengan suara malasnya.Padahal ia sedang seru-serunya menonton film action yang baru saja ia pindahkan siarannya barusan ketika ia melihat 3 wanita beda usia itu sudah tidak fokus kepada TV lagi.


Tapi sekarang,malah cucunya yang menganggu kesenangannya.Hingga mampu membuat wajahnya menjadi kesal.


Hery segera menolehkan kepalanya ke arah Grandpa saat mendengar suara malasnya Grandpa,terlihat wajah kesal Grandpanya.Lalu ia mengikuti ke arah pandangnya Grandpa.Ia tersenyum geli saat mengerti,apa penyebab Grandpa menjadi kesal.


"Grandpa sudah tua.Film itu,tidak cocok buat Grandpa" ucap Hery sambil menatap kulit keriput di wajahnya grandpa yang masih terlihat kencang,tampan dan juga berkharisma.


"Memangnya, apa yang cocok buat Grandpa?" tanya Grandpa tanpa menatap ke arah cucunya,ia ingin tahu apa jawaban dari cucunya yang sok tahu ini.


Hery tampak berpikir keras,ia juga kurang tahu tentang tontonan bagus buat orang tua.


"Bagaimana kalau drama korea?" tanya Hery dengan wajah bingungnya sambil berpikir.


"Dasar" ucap Grandpa sambil menjitak kepala cucunya dengan keras.


"Auchk,Grandpa" pekik Hery dengan suara kuatnya,karena kepalanya seperti terbentur dinding kayu akibat jitakan dari Grandpa.


"Kalian ini kenapa sih? Menganggu saja..." ucap Grandma saat mendengar pekikan keras dari cucunya.


"Tanya saja,pada cucumu sayang.Kenapa suka mengangguku,dari tadi..." jawab Grandpa dengan wajah yang kesal,sambil menatap ke arah Hery yang sedang mengelus pucuk kepalanya yang masih terasa berdenyut ngilu.


Grandma hanya mampu menggeleng-gelengkan kepalanya dengan wajah malasnya,kalau wajah suaminya sudah kesal,ia juga tidak mau mendapatkan getahnya karena membela cucunya.


"Honey,apa masih sakit?" tanya Ashley yang dari tadi hanya diam dan memerhatikan suaminya yang tidak berhenti mengelus-elus pucuk kepalanya,ia baru mengerti saat melihat wajah kesalnya Grandpa.


Grandpa hanya mendengus kesal,lalu kembali menonton film kesukaannya.


Sedangkan Ibu hanya tersenyum bahagia karena walaupun putrinya menikahi orang kaya tapi putrinya tidak pernah di jadikan babu atau pembantu seperti yang di ceritakan oleh tetangga-tetangga mereka di sana.


Bahkan putrinya selalu di cintai,di sayangi,di perhatiin dan malahan mereka semua juga suka ajak putrinya bercanda dan saling berbagi cerita.


"Tidak apa-apa,Honey.Ini tidak seberapa" jawab Hery dengan nada mengejek yang di tujukan untuk Grandpa hingga membuat Grandpa kembali mendengus kesal,sedangkan Ashley hanya tersenyum lucu saat melihat tingkah 2 pria beda usia itu.


"Sudah,kamu mengobrol saja dengan Ibu dan Grandma" ucap Hery dengan suara lembutnya,Ashley pun mengangguk sambil tersenyum.


Lalu 3 wanita beda usia itupun,kembali melanjutkan obrolan mereka yang sempat terganggu oleh pekikan keras dari Hery tadi.


"Apakah,kau ingin merasakan kepalan tangan dari Grandpa?" tanya Grandpa dengan suara santainya saat cucunya itu sudah mendekat padanya,tapi kedua matanya tetap menatap ke arah TV.


"Tidak perlu Grandpa,aku hanya bercanda saja." ucap Hery dengan wajah yang tersenyum.

__ADS_1


'Aku hanya takut,kalau Grandpa tidak akan bisa berdiri dengan seimbang,setelah memberiku kepalan tangannya Grandpa nanti' pikir Hery.


Sedangkan Grandpa hanya mampu menahan rasa kesalnya saat melihat eskpresi wajah cucunya melalui ekor matanya,karena ia bisa menebak apa yang di pikirkan oleh cucu nakalnya itu tentang dirinya yang sudah renta ini.


"Padahal,aku sering melihat Grandma menonton drama korea" lanjut Hery lagi,dengan suara yang seperti sedang bergumam.


Terlihat ia sedang berpikir dengan wajah herannya,kenapa Grandpa malah menjitak kepalanya.Padahal ia selalu melihat Grandma menonton dengan wajah yang ceria,terus tersenyum dan hanya kadang-kadang sedikit kesal.Lumayan,dari pada yang di tonton oleh Grandpanya saat ini,Wajah Grandpa tidak ada terlihat wajah tersenyumnya,hanya terlihat wajah datar dan seriusnya saja.Bukankah,lebih bagus tontonan yang di pilih oleh Grandma.


"Oke Oke,,,aku akan diam" ucap Hery dengan cepat saat melihat Grandpa yang kembali ingin menjitak kepalanya,ia segera menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena Grandpa belum juga menurunkan tangannya.


Grandpa pun langsung menurunkan tangannya saat melihat Hery yang sepertinya benar-benar akan diam kali ini,lalu iapun kembali menonton film kesukaannya.


'Dasar,enak saja aku di suruh nonton drama korea.Bisa-bisa aku menjadi baper terus nanti' batin Grandpa dengan wajah kesalnya.


Beberapa saat kemudian,2 pria beda usia itu hanya terdiam dengan Grandpa yang melanjutkan tontonannya dan Hery yang sibuk menatap TV tapi pikirannya ntah kemana.


"Grandpa..." panggil Hery dengan suara pelannya,dari tadi mereka berdua seperti sedang berbisik saja.


Karena suara mereka berdua tidak terdengar oleh 3 wanita beda usia itu,3 wanita beda usia itu hanya mendengar bisikan-bisikan yan tidak jelas.Tapi karena mereka ber 3 sedang asyik mengobrol,jadi mereka ber 3 pun tidak memperdulikan apa yang sedang di bicarakan oleh 2 pria beda usia itu.


"Jangan mengangguku lagi..." peringat Grandpa dengan nada kesalnya karena cucunya kembali bersuara, ia berbicara tanpa menatap ke arah cucunya.


"Kalau sudah mendengar pertanyaanku,Grandpa pasti akan jadi penasaran sepertiku" ucap Hery dengan wajah yang penuh keyakinan.


Saat melihat Grandpa yang hanya diam saja dengan wajah kesalnya,Hery tersenyum lalu ia kembali bersuara dan mengabaikan peringatannya Grandpa tadi.Karena ia sangat yakin,kalau Grandpa pasti akan sama penasaran seperti dirinya setelah mendengar pertanyaannya kali ini.


"Di dalam beberapa hari ini,apa Grandpa pernah melihat sesuatu yang aneh pada diri Daddy?" tanya Hery dengan wajah seriusnya,sambil kembali menatap wajah seriusnya Daddy.


"Grandpa..." panggil Hery,masih dengan wajah kesalnya,karena Grandpa hanya menatapnya saja.


"Apa maksudmu?" tanya Grandpa,setelah ia menyadari kalau cucunya itu tidak sedang bercanda dengan dirinya.


"Tidak ada.Hanya saja,aku merasa aneh dengan sikap Daddy baru-baru ini" jawab Hery dengan nada santainya,sambil membalas tatapan penasarannya Grandpa dengan tatapan penasarannya juga,karena ia sendiri juga tidak tahu apa dugaannya salah atau tidak.


"Sudah beberapa kali ini,aku melihat Daddy sedang melamun di halaman Mansion hingga tidak menyadari kalau aku sedang memanggilnya" lanjut Hery lagi,wajah seriusnya tadi berubah menjadi tersenyum,begitu juga dengan Grandpa.


"Grandpa juga merasa aneh.Karena akhir-akhir ini,Grandpa juga melihat Daddymu melamun di balkon kamarnya.Hingga ia tidak menyadari Grandpa yang sudah masuk ke dalam kamarnya" ucap Grandpa,ia segera mengalihkan tatapannya ke arah Daddy dan di ikuti oleh Hery.


"Grandpa... Apa Grandpa memikirkan apa yang aku pikirkan?" tanya Hery sambil menatap wajah tersenyumnya Grandpa.


"Sepertinya iya.Lagi pula umur Daddymu itu tidak terlalu tua,masih berumur 46 tahun.Jadi,itu bukan masalah buat Daddymu.Bahkan,itu akan menjadi berita baik bagi Grandpa dan Grandma,kalau dugaan kita benar.Grandma kalian pasti akan sangat senang dan bahagia dengan berita baik ini" jawab Grandpa tanpa menatap Hery,karena ia masih sibuk menatap wajah putranya yang masih terlihat tampan walaupun sudah hampir masuk kepala 5.


"Bukan hanya bagi Grandpa dan grandma saja tapi juga bagi kita semua" ucap Hery dengan wajah tersenyum bahagianya,ia juga ikut menatap Daddy yang masih sibuk bermain catur sambil bercanda bersama Ayah.Ntah sudah berapa kali Daddy mengalahkan Ayah,tapi sepertinya Ayah masih belum bosan untuk terus mencobanya.


"Iya,kau benar.Grandpa jadi penasaran,siapa wanita yang telah berhasil membuat Daddymu jadi aneh akhir-akhir ini.Setahu Grandpa,Daddymu tidak pernah berdekatan dengan wanita manapun" ucap Grandpa dengan wajah penasarannya sambil menatap Hery sejenak,lalu ia kembali menatap wajah tampan putranya.


"Aku juga penasaran seperti grandpa...Apakah Grandpa tahu...Kemaren sekitar beberapa minggu yang lalu, Mark memberitahuku.Kalau dirinya tidak sengaja melihat Daddy,ketika dirinya berada di restoran yang sama dengan Daddy.Mark juga bilang,dia melihat Daddy menatap seorang wanita sekitar umur 40 an, yang tidak sengaja di tabraknya dengan tatapan tidak biasa" ucap Hery dengan panjang lebar,2 pria beda usia itu terus tersenyum sambil menatap Daddy yang sedang serius dengan permainan caturnya hingga tidak menyadari,kalau ada 2 pasang mata yang sedang menatap dirinya dengan tatapan bahagia.


"Ternyata, kau lebih tahu dari pada Grandpa..." ucap Grandpa tanpa menatap ke arah Hery.


"Itu hanya kebetulan Mark ada di sana Grandpa.Memangnya siapa yang berani mengikuti Daddy,bisa-bisa nyawa anak buahku bisa menghilang di saat perjalanan pulang" ucap Hery denagn nada bercanda tapi di beberapa perkataannya ada faktanya.Karena walaupun nyawa mereka tidak benar-benar menghilang,tapi yang pasti mereka akan patah kaki atau patah tangan karena telah berani mengikuti Daddy yang selalu waspada di setiap tempat dan masih mahir dalam ilmu bela diri.


Mereka berduapun saling bertatap wajah dan bersama-sama tertawa kecil.Lalu mereka berdua kembali menatap wajah daddy.

__ADS_1


"Sudahlah,biarkan saja Daddymu sendiri yang mengatasinya.Daddymu bukan anak muda lagi,dia tahu apa yang baik atau tidak bagi dirinya.Biarkan takdir yang mengarahkannya" ucap grandpa sambil tersenyum.


"Baik Grandpa.Lagi pula,klienku sudah banyak Grandpa.Jadi aku tidak mau bertambah pusing lagi,hanya gara-gara ikut campur masalah cintanya Daddy" ucap hery lagi,wajah tersenyumnya jadi kesal karena teringat tentang Jo dan Ars.2 sahabatnya itu sangat merepotkan dirinya akhir-akhir ini.


"Klien apanya? Setahu Grandpa,hampir 1 minggu ini kau hanya berada di dalam Mansion saja..." tanya Grandpa,dengan nada menyindir sambil menatap kembali film action yang masih tayang di layar TV.


"I itu,Grandpa tidak akan mengerti.Tidak masalah,aku masih bisa mengatasi mereka" jawab Hery sambil cenges-ngesan karena mendengar sindiran dari Grandpa.


"Tadi kau bilang Daddymu aneh,sekarang kau yang aneh" ucap Grandpa dengan nada mengejeknya,ia tersenyum lucu saat melihat Hery mendengus kesal.


"Grandpa,aku tidak aneh.Hanya saja....."ucap hery sambil berpikir untuk memberi alasan yang tepat pada Grandpa, tidak mungkin juga, ia harus memberitahu tentang tingkah bodohnya Ars dan Jo kepada Grandpa kan.


"Sudah,tidak perlu memberi alasan lagi.Grandpa juga tidak mau mendengarnya.Yang terpenting,kau tidak boleh melakukan perbuatan yang kelewat batas.Kau tahu kan,kalau Grandma tidak akan menyukainya" ucap Grandpa dengan nada santainya,tapi terdengar tegas.


"Aku mengerti Grandpa" jawab hery dengan wajah yang serius.


"Kalau begitu,lebih baik kau bawa istrimu ke kamar untuk istirahat,wajahnya sudah mulai terlihat pucat" ucap Grandpa sambil melirik sekilas ke arah wajahnya Ashley,melalui ekor matanya.


Saat mendengar perkataannya Grandpa,Hery segera menolehkan kepalanya ke arah istrinya.Benar saja kata Grandpa,mungkin saja Ashley mulai merasa pusing lagi.Karena terlalu fokus pada Daddy,ia sampai melupakan istrinya.


"Baik Grandpa" jawab Hery,ia segera mendekat ke arah Ashley yang berada di sampingnya.


"Apa kamu sedang pusing lagi hm?" tanya Hery dengan suara lembutnya,sambil merengkuh pinggangnya Ashley.


"Iya,tapi hanya sedikit" jawab Ashley, beberapa menit yang lalu ia sudah mulai merasakan pusing.Tapi karena tidak enak untuk menghentikan obrolan serunya Grandma dan Ibu,ia pun berusaha untuk menahannya.


"Kenapa kamu tidak bilang dari tadi, nak?" tanya Ibu dengan wajah khawatirnya.


"Iya,kenapa tidak bilang nak.Kalau begitu,masuklah ke kamar dan beristirahat" ucap Grandma,wajahnya juga sama khawatirnya dengan Ibu yang sedang menganggukkan kepalanya karena sependapat dengan Grandma.


Sedangkan Ashley hanya bisa tersenyum malu juga tidak enak hati saat melihat wajah khawatir Grandma,Ibu dan juga suaminya.


"Baik Ibu,Grandma.Tapi Ibu dan Ayah harus nginap di sini dulu seperti yang aku katakan tadi..." ucap Ashley dengan nada memaksa dan wajah yang memelas,hingga mampu membuat Grandma dan Ibu menggeleng-geleng pasrah.


"Iya,Ayah dan Ibumu akan tinggal untuk beberapa hari lagi di sini.Benarkan nak?" ucap Grandma dan juga bertanya pada Ibu,sambil menatap Ibu dengan wajah yang tersenyum.


"Iya Mom..." jawab Ibu dengan wajah yang tersenyum malu karena merasa tidak enak,tapi melihat senyuman tulusnya Grandma dan Grandma yang tidak masalah dengan keberadaan mereka berdua di dalam Mansion ini,iapun tidak mau mengecewakan Grandma dan juga putri mereka.


Kenapa ia jadi memikirkan sayur-sayuran yang ia dan suaminya tanam di Villa miliknya Daddy Hery hari itu,mungkin saja ntah sudah berapa kali panen karena sudah lama ia tidak melihatnya.


"Baiklah.Kalau begitu,kami masuk ke kamar duluan Ibu,Grandma,Grandpa" ucap Ashley dengan wajah yang tersenyum senang karena Ayah dan Ibu akan menginap di Mansion.


"Iya,pergilah" Grandma.


"Iya nak" Ibu.


"Hm" Grandpa.


Ucap mereka ber 3 secara bersamaan.


Setelah mendengar jawaban mereka ber 3,Hery dan Ashley pun segera berjalan meninggalkan Grandma dan Ibu yang kembali melanjutkan obrolan seru mereka tadi dan juga Grandpa yang kembali menonton film kesukaannya itu.


Sedangkan Hery sibuk merengkuh pinggul istrinya sambil berjalan dan bercanda dengan istrinya,sampai masuk ke dalam kamar mereka.

__ADS_1


__ADS_2