
Ketika terdengar suara mobil yg ntah berapa jumlah nya sedang memasuki halaman rumah nya,Ashley sekeluarga pun langsung bisa menebak siapa yg sedang datang bertamu.
Mereka semua pun segera keluar untuk menyambut mereka di luar,walau pun ada rasa gugup tapi mereka mencoba untuk bersikap tenang,apa lagi Ashley yg sejak tadi sudah berdebar-debar tidak karuan karena takut keluarga nya Hery tidak akan menyukai nya,ia pun juga berusaha untuk menetral kan debaran jantung nya.
Terlihat seorang wanita yg sudah tua tapi masih kelihatan elegan dan juga cantik yg keluar terlebih dahulu dari dalam mobil setelah pengawal pria membuka kan pintu mobil untuk nya,di susul dengan seorang pria tua lalu kemudian seorang pria paruh baya,walau pun 2 pria itu sudah berusia tapi kharisma dan kewibawaan mereka dari dulu tidak memudar sama sekali.
Kemudian baru terakhir,Hery dan Ars keluar dari dalam mobil lalu mereka ber dua pun mengikuti langkah para orang tua dari belakang,Ars hanya dengan wajah datar nya sedang kan Hery tersenyum tipis sambil terus menatap Ashley yg terlihat seperti sedang menahan gugup.
Kelihatan sekali dari cara berpakaian dan cara berjalan mereka yg menanda kan mereka memang orang yg sangat berpengaruh no 1 di Asia,bagai kan seperti mimpi saja jika bisa menjalin keluarga dengan mereka.
Hingga membuat Ashley berserta keluarga hampir tidak bisa menahan gugup nya,akhir nya mereka semua pun segera menyambut keluarga yg berpengaruh itu sambil menahan gugup kecuali Ayah yg memang selalu bisa lebih santai menghadapi nya dari pada yg lain.
"Selamat malam dan selamat datang nyonya dan Tuan-Tuan di rumah kecil kami ini,semoga kalian semua akan nyaman" ucap Ayah dengan nada pelan setelah mereka sampai di dekat nya,ia berbicara sambil membungkuk kan badan nya sedikit dan merentang kan sebelah tangan nya ke arah dalam rumah.
Sedang kan yg lain nya hanya ikut membungkuk kan badan mereka sedikit tanpa bicara apa pun.
"Hm" jwb Grandma dengan singkat sambil menahan senyum saat melihat ketegangan yg ada di hadapan nya sekarang lalu berjalan masuk ke dalam rumah yg di ikuti oleh para pria dari belakang.
Grandma,Grandpa dan Daddy berjalan sambil memperhati kan sudut-sudut rumah yg mereka lewati,Ashley dan Ibu semakin gugup saja saat melihat tatapan menelisik dari mata mereka,Ibu jadi semakin khawatir dengan hidup putri nya nanti.
Sedang Daniel dan Ayah sedang berusaha mengendali kan wajah santai mereka,sebenar nya cuma Daniel karena Ayah dari tadi tidak begitu gugup,lagi pula ia tidak begitu mengetahui tentang keluarga berpengaruh ini,dari tadi yg ia khawatir kan hanya tentang kehidupan putri nya nanti saat di rumah suami nya.
"Ini minuman nya,sila kan di minum nyonya,Tuan-Tuan" ucap Ashley yg tepah memecah keheningan yg ada di antara org tua nya dan keluarga nya Hery yg baru saja duduk beberapa saat lalu.
Ashley tadi di suruh Ibu untuk mengambil minuman untuk keluarga nya Hery saat sedang berjalan masuk tadi,jadi mereka baru duduk beberapa saat,Ashley sudah selesai membuat minuman nya.
__ADS_1
Para org tua duduk di tengah-tengah saling berhadapan,sedang kan Hery,Ars dan Daniel duduk di sudut sofa sambil menatap ke arah para org tua yg masih belum membuka mulut dari tadi.
"Jangan begitu sung kan dengan kami nak,panggil saja Grandma"tegur Grandma sambil menatap wajah Ashley dengan tersenyum,ia terus menatap calon cucu menantu nya itu sejak Ashley keluar dari dapur dan berjalan ke arah nya.
"Panggil saja Grandpa"lanjut Grandpa dengan tersenyum sambil menatap Ashley.
"Panggil saja Daddy" lanjut Daddy lagi dengan wajah datar nya sambil menatap lurus ke depan.
"Hah!" lidah Ashley terasa kelu,bingung mau bicara apa.
"Bukan kah sebentar lagi kita akan menjadi keluarga,bukan begitu calon besan?"tanya Grandma saat melihat kebingungan dari wajah nya Ashley sambil menatap Ibu dan Ayah secara bergantian.
'Apa kah kami datang ingin merampok atau membunuh atau semacam nya,hingga di sambut dengan wajah tegang semua' pikir Grandma,seperti nya ia hanya bisa menahan kesal nya saja,dari pada lamaran nya jadi tidak berjalan dengan lancar nanti.
"Apa yg anda bicara kan nak,jika kami sudah berada di sini,bearti kami sudah tidak mempermasalah kan semua itu" jwb Grandma dengan wajah tersenyum senang sambil menatap Ayah dan Ibu secara bergantian.
Sedang kan Ashley yg masih berdiri bingung tadi,sudah di tarik pelan oleh Hery untuk duduk di samping nya.
"Lagi pula kami sama sekali tidak pernah meragu kan pilihan cucu kami ini,benar kan sayang?"lanjut Grandma lagi sambil menoleh ke arah Grandpa,yg di tanggapi anggukan dan senyuman dari Grandpa.
"Kami akan selalu mendukung apa pun keputusan cucu kami"lanjut Grandma lagi dengan tersenyum bahagia sambil menatap Hery dan Ashley secara bergantian.
"Ternyata cucu ku pandai memilih,calon istri cucu ku sangat cantik,aku sangat menyukai nya"lanjut Grandma dengan terus tersenyum sambil menatap Ashley yg tersenyum malu ke arah nya karena di puji oleh Grandma.
Setelah mendengar perkataan Grandma,Ashley baru bisa menghembus nafas lega,termasuk Ibu,Daniel dan juga Ayah.
__ADS_1
'Ternyata seorang nyonyu besar mau berbicara panjang lebar juga dengan keluarga seperti mereka' pikir Ayah.
"Satu lagi,kalian harus memanggil ku dengan panggilan Ibu dan suami ku Ayah saja,aku tidak suka di panggil nyonya oleh keluarga sendiri"ucap Grandma lagi dengan wajah tersenyum sambil menatap Ayah dan Ibu secara bergantian.
Daddy langsung memutar bola mata nya dengan malas saat mendengar perkataan Mommy nya itu.
'Mengapa Mommy nya itu selalu berlebihan jika menyangkut soal cucu nya'pikir Daddy.
Sedang kan Grandpa tetap dengan wajah tenang nya,ia sudah terbiasa dengan sifat istri nya itu,lagi pula itu bukan hal yg buruk jadi ia tidak akan mempermasalah kan nya.
"Hah! Apa tidak apa-apa nyonya?" tanya Ibu dengan nada segan sambil tersenyum kikuk.
"Iya,apa kami pantas memanggil nyonya seperti itu?" tanya Ayah yg sama seperti Ibu merasa segan juga,apa lagi derajat mereka sangat jauh beda nya.
"Sudah jangan memikir kan hal itu,pokok nya kalian harus menuruti kata-kata ku" jwb Grandma yg sudah gak mau berdebat,ia berbicara dengan wajah tegas agar Ayah dan Ibu mau mematuhi nya.
"Baik lah nyo,, Mommy "ucap Ayah dan Ibu akhir nya,mereka memanggil dengan kaku karena belum terbiasa,tapi tetap saja mampu membuat Grandma tersenyum senang.
Sedang kan Grandpa,Daddy,Hery,Ashley,Ars dan juga Daniel menahan tawa mereka sebisa mungkin saat melihat wajah senang nya Grandma dan senyum kikuk nya Ayah dan Ibu.
"Sekarang saya akan mengata kan tujuan utama kami ke sini.Kami ingin melamar putri kalian untuk cucu ku" ucap grandma dengan wajah yg terus tersenyum.
"Kami akan mengada kan pernikahan mereka langsung tanpa pertunangan 3 hari ke depan nanti dan untuk bulan depan baru kami akan mengada kan resepsi nya.Apa kalian keberatan ?" tanya Grandma dengan wajah tenang dan tersenyum sambil menatap Ayah,Ibu,Daniel dan juga Ashley.
Mereka semua terdiam sesaat.....
__ADS_1