Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
72. Ryan dan Daniel yang masih jomblo


__ADS_3

Ashley,Agatha,Desi,Ryan dan Ars sedang berusaha menahan tawa mereka saat melihat wajah kusut nya Jonathan walau pun tetap terlihat tampan.


Sedang kan Hery hanya tersenyum tipis,yg tidak di sadari oleh semua org sama sekali kecuali Ars,Ryan dan juga Jonathan.


Begitu lah mereka jika sudah berkumpul,mereka pasti akan saling menyindir,mengumpat dan memarahi tapi akan mulai serius jika di waktu-waktu tertentu.


"Ars,kau berganti tempat dengan ku.Jika aku berlama-lama di samping nya,***** makan ku akan langsung hilang" ucap Jonathan dengan mendengus kesal,masih dengan wajah kusut nya sambil bangkit dari duduk nya lalu berganti posisi dengan Ars.


Walau pun ia sudah tahu kalau Hery tidak serius dengan perkataan nya,tapi tetap saja ia sangat kesal saat mendengar perkataan tidak tahu diri seperti itu,sia-sia saja usaha nya untuk datang ke sini tadi,tapi tenang saja rasa kesal nya reflek akan hilang sendiri nanti.


Ars pun langsung bangkit berdiri untuk berganti posisi dengan Jonathan,ia melangkah sambil tersenyum hingga membuat Jonathan yg melihat nya menjadi semakin bertambah rasa kesal nya.


Sedang kan yg lain nya masih saja menahan tawa mereka kecuali Hery yg masih berwajah datar,beberapa detik kemudian terdengar lagi suara pria yg menghampiri mereka hingga membuat semua nya menoleh sejenak untuk melihat siapa yg datang.


Lalu mereka memaling kan wajah mereka kembali ke asal nya karena makanan sudah selesai di siap kan oleh para pelayan jadi mereka ingin segera menyantap nya,cacing di perut mereka sudah meronta dari tadi dan jam makan malam juga hampir lewat.


"Hai,boleh aku menumpang makan di sini"tanya Daniel dengan wajah santai,setelah sampai di tepi meja,ia langsung saja duduk tanpa menunggu jawaban dari mereka yg seperti nya tidak ingin memperduli kan nya.


'Ah akhir nya aku punya teman juga' batin Ryan dengan senyum senang nya tanpa menghirau kan Daniel yg langsung duduk di samping nya.


Daniel malas bergabung bersama para org tua sana,soal nya kalau bergabung bersama org tua,yang ada pasti terus di tanyai tentang istri,dari pada ia pusing sendiri,lebih baik ia lari ke rombongan adik nya ini.


Mereka pun makan dalam hening tanpa menghirau kan Daniel yg sedang ikut makan bersama mereka,untung saja meja bundar yg mereka tempati itu lumayan besar jadi cukup untuk 8 org.


Beberapa saat kemudian pertanyaan Daniel memecah keheningan yg mampu menghenti kan acara makan mereka.


"Kenapa dengan wajah mu bro,kau tidak terlihat bahagia?" tanya Daniel dengan wajah penasaran sambil terus menelisik wajah kusut Jonathan yg baru berkurang sedikit.

__ADS_1


Karena seingat Daniel saat ia berkenalan dengan Jonathan tadi,Pria itu bilang bahwa ia adalah sahabat nya Hery.Hingga membuat Daniel heran,seharus nya Jonathan kan ikut bahagia tapi mengapa wajah nya sekarang malah jauh dari eskpresi bahagia.


Jonathan yg mendengar pertanyaan seperti itu dari pria yg baru menjadi sahabat nya itu lagi-lqgi mendengus kesal,ia berusaha untuk tidak langsung bangkit lalu membunuh Daniel dengan tangan nya sendiri saat ini juga.


"Lebih baik lanjut kan saja makan mu itu dan jangan bertanya lagi" ucap Jonathan yg sedang berusaha menormal kan nada kesal nya tanpa menoleh ke arah Daniel.


Daniel yg melihat alarm yg tidak bagus untuk nya saat menelisik satu persatu wajah semua org,ia segera menjawab.


"Oke bro" jwb Daniel dengan cepat dan langsung melanjut kan makan nya kembali,ia tidak mau menjadi sasaran empuk dari masalah yg ia sendiri tidak melaku kan nya.


Sedang kan yg lain nya masih saja terus menahan tawa mereka masing-masing sambil melanjut kan makan mereka kembali,hingga wajah datar nya Hery pun menjadi sedikit tersenyum karena tingkah bodoh kakak ipar nya itu tapi mereka semua tidak menyadari nya karena sedang asyik makan.


"Apa kau bisa melihat bro,di sini hanya kita ber dua saja yg tidak memiliki cinta?" tanya Ryan kepada Daniel dengan suara pelan yg seperti berbisik,padahal mereka tadi baru saja berkenalan tapi Ryan langsung saja nyaman sama Sahabat baru nya ini.


"Maksud mu? " tanya Daniel dengan wajah bingung nya,lalu ia mencoba untuk mencerna isyarat mata nya Ryan sambil menatap satu persatu eskpresi semua orang kecuali Ryan.


Daniel dan Ryan bisa melihat dengan jelas cinta di mata Ars dan mata nya Agatha yg sedang duduk berhadapan,sedang kan benih-benih cinta yg mulai tumbuh di mata nya Desi untuk Jonathan tapi tidak di sadari oleh Jonathan.


Desi dari tadi saat makan terus mencari kesempatan untuk menatap Jonathan sambil makan tapi sayang nya Jonathan bahkan sama sekali tidak berniat untuk menatap nya,ia hanya sibuk dengan makanan nya dan tidak menyadari ada wanita yg duduk berhadapan dengan nya sedang mencuri kesempatan untuk menatap nya.


Sedang kan sepasang pengantin baru itu,tidak perlu di tanya lagi,cinta mereka ber dua seperti sudah tidak berujung saja.


"Maka nya ketika kau datang tadi,aku bersyukur sekali,karena aku tidak perlu kesepian di sini" ucap Ryan sambil tersenyum dan senyum nya menular ke wajah nya Daniel,akhir nya Daniel dan Ryan pun tersenyum bersama karena memikir kan nasib mereka yg sama.


"Dia memang tampan tapi sayang nya dia adalah seorang playboy,jika tidak ingin sakit hati jangan mencoba nya" bisik Ryan di samping telinga nya Desi,ia sengaja memperingati Desi,selanjut nya ia tidak akan ikut campur lagi.


Hingga membuat Desi tersentak kaget tapi sebisa mungkin ia segera menormal kan rasa kaget nya yg di sebab kan oleh Ryan itu,ia menoleh sebentar untuk menatap Ryan yg sedang tersenyum kepada nya lalu ia kembali menatap Jonathan dengan perasaan yg campur aduk.

__ADS_1


 


Setelah mereka semua selesai makan,para tamu pun berangsur-angsur pulang satu persatu.


Jam sudah menunjuk kan pukul 08 00 malam,mereka semua pun sudah lelah.


Agatha,Desi,Ryan,Jonathan,Daniel,Ibu dan Ayah pun sudah pulang 10 menit yg lalu setelah mengobrol sebentar dan berpamitan sama Grandma,Grandpa,Daddy,Ars,Hery dan juga Ashley.


Ayah dan Ibu yg masih tidak begitu rela melepas kan putri kecil nya itu pun dengan berat hati pulang ke rumah mereka setelah berpelukan dan meninggal kan banyak nasihat untuk Ashley dan juga Hery.


Kemudian mereka semua pun langsung berpencar untuk pulang ke rumah masing-masing.


Hery segera mengikuti langkah Grandma,Grandpa dan Daddy yg sedang berjalan menuju ke mobil mereka berada,di ikuti oleh Ars dari belakang nya.


Kemudian Hery berbelok ke mobil nya sambil mengandeng tangan wanita nya yg baru resmi menjadi istri nya 3 jam yg lalu dengan Ars yg masih mengekor dari belakang.


"Kamu mau di bawa ke mana cucu manantu ku hm?" tanya Grandma sambil menatap Hery dan menghenti kan langkah nya saat menyadari Hery berbelok arah barusan.


"Ke Apartemen ku Grandma... "jwb Hery dengan nada santai,yg masih tetap mengenggam tangan istri nya sambil menatap Grandma untuk menunggu tanggapan dari Grandma lagi.


"Kau tidak boleh membawa nya ke Apartemen mu,kau harus membawa cucu menantu ku ke Mansion kita" ucap Grandma dengan nada tegas yg tidak mau di bantah,hingga membuat Hery mendengus kesal.


Mau tidak mau Hery terpaksa menuruti perkataan nya Grandma saat menyadari kalau Grandma tidak mau di bantah,padahal tadi ia sudah sangat bersemangat tapi sekarang semangat nya langsung menghilang ntah ke mana.


"Kau tenang saja,kami tidak akan menganggu ritual penting mu itu" ucap Daddy yg tahu apa yg sedang di pikir kan oleh putra nya itu.


"Baik Grandma" ucap Hery dengan nada semangat nya yg sudah kembali ke asal nya sambil tersenyum,sedang kan Ashley yg sedikit bingung pun hanya mampu mengikuti langkah Hery yg terus mengandeng nya untuk masuk ke dalam mobil karena ia sudah sangat lelah setelah melewati banyak kegiatan dari sore tadi.

__ADS_1


Grandma,Grandpa,Daddy dan juga Ars tersenyum geli saat melihat tingkah Hery barusan,lalu mereka masing-masing pun melanjut kan langkah mereka kembali untuk masuk ke dalam mobil agar segera sampai ke Mansion,karena saat ini yg mereka pikir kan hanya ingin segera beristirahat saja.---


__ADS_2