
Sedang kan Hery yg dari tadi terus menatap ke arah Ashley hanya mampu menggeleng-geleng kepala nya dengan pelan,saat memikir kan kecerobohan wanita nya dan 2 sahabat wanita nya itu sambil menatap ke 4 org yg sudah berjalan menjauh dan menghilang dari pandangan nya.
'Bagaimana kalau Ashley sampai meminum nya tadi,apa yg akan ia laku kan.Menikah saja belum,bagaimana cara nya ia menolong wanita nya.Hah untung saja itu tdk terjadi,jika tdk mungkin ia akan menjadi lebih pusing dari sekarang' pikir Hery.
"Tuan mereka sudah sampai"ucap Ars,membuyar kan lamunan nya Hery.
"Bawa mereka ke sini"perintah Hery dengan singkat dan wajah yg sudah tenang kembali.
"Baik Tuan"ucap Ars sambil mengeluar kan HP nya dari dalam saku celana nya untuk menelepon bawahan nya agar segera membawa mereka.
Tidak berapa lama terdengar langkah kaki yg ramai datang menghampiri Hery,sedang kan Hery dan Ars masih tetap dengan wajah tenang nya mereka.
"Tu Tuan apa ada yg bisa kami bantu?"tanya salah satu dari istri-istri para korban dengan nada gugup karena tiba-tiba saja ia di jemput paksa dari kediaman nya masing-masing,sedang kan yg lain nya juga sudah mengeluar kan sedikit keringat.
Karena ketika mereka di jemput paksa tadi,pengawal yg menjemput nya menyebut nama Hery Kusuma,membuat mereka ketakutan dan mau tdk mau terpaksa mengikuti nya tanpa tahu apa yg telah di perbuat oleh mereka hingga membuat mereka di jemput paksa seperti ini.
"Ars"panggil Hery dengan wajah tegas nya sambil terus menatap lurus ke arah depan.
"Baik Tuan"jwb Ars dengan cepat sambil mempertunjuk kan bukti-bukti tentang suami mereka masing-masing melalui laptop nya.
20 menit berlalu mereka ber 5 menonton apa yg ada di layar laptop tersebut dengan eskpresi wajah yg berubah-rubah,yg pasti tdk ada eskpresi bahagia nya sama sekali.
"Tuan,sebenar nya apa maksud semua ini ?"tanya salah satu nya setelah selesai menonton,dengan menahan emosi yg sudah siap meledak.
"Apa yg mau kalian laku kan dengan bukti-bukti itu?"tanya Hery balik,Hery yg tdk mau basa-basi pun langsung bertanya ke inti nya.
__ADS_1
Mereka ber 5 pun saling pandang lalu tersenyum bersama.
"Kami ingin memenjara kan wanita ****** itu Tuan"jawab mereka ber 5 serentak,mereka sudah sangat geram pada wanita yg telah membuat keluarga mereka menjadi hancur berantakan.
Ada yg bercerai dan ada juga yg langsung jatuh miskin,Siska yg mengguna kan uang yg dia kuras itu untuk menutup kejahatan nya,hingga membuat istri-istri para korban kewalahan untuk membalas dendam kepada nya.
Sekarang seperti nya Tuhan membantu mereka melalui Sang Presdir yg ada di depan mereka sekarang ini,jadi mereka tdk akan menyia-nyia kan kesempatan ini.
"Bagus"ucap Hery sambil menyesap sisa jus milik nya yg telah di sedia kan oleh Ars tadi.
"Ars,beri kan semua bukti itu kepada mereka "lanjut Hery lagi dengan wajah dan nada tegas nya sambil bangkit berdiri untuk pergi dari sana.
"Tuan,apa kami boleh bermain-main sebentar dengan nya terlebih dahulu sebelum dia di penjara?"tanya salah satu dari istri-istri para korban itu dengan wajah penuh harap, di ikuti oleh yg lain nya.
"Sila kan kalian bermain sepuas-puas nya"jwb Hery setelah ia berhenti melangkah,lalu ia kembali melanjut kan langkah nya kembali.
"Baik Tuan"ucap Ars dengan wajah yg tersenyum sambil melaku kan apa yg di perintah oleh Hery barusan.
Sedang kan 5 wanita tadi saling pandang dan tersenyum licik lalu mereka ber 5 pun berjalan mengikuti langkah nya Ars.
Setelah mereka sampai di depan sebuah ruangan ,mereka ber 5 pun langsung membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan yg seperti gudang tersebut.
Terlihat Siska sedang meringkuk ketakutan,karena mendengar suara pintu yg terbuka,ia pun segera mengangkat kepala nya dan melihat siapa yg telah datang,saat dia sudah bisa melihat dengan jelas,betapa terkejut nya dia hingga membuat nya langsung gemetaran.
"A apa yang kalian laku kan di sini?"tanya Siska dengan wajah ketakutan dan suara yg terbata-bata.
__ADS_1
"Kami?tentu saja datang melihat kau,apa kau sudah bahagia sekarang?setelah membuat kami menderita."jwb salah satu nya dengan nada geram,sedang kan yg lain juga sedang menahan geram sambil tersenyum licik.
"Tidak,itu bukan salah ku tapi salah suami kalian sendiri karena bisa tergoda oleh ku"ucap Siska dengan gemetaran dan menatap mereka dengan wajah takut nya.
"Benar kah?tapi kami datang ke sini hanya ingin bersenang-senang sebentar dengan kau.Benar kan teman-teman?" tanya salah satu nya lagi yg di tanggapi oleh anggukan oleh yg lain nya dan di sertai senyuman iblis nya.
Walau pun suami mereka juga ada salah,tapi seperti nya mereka tdk akan puas jika tdk melepas kan geram dan kesal yg ada di dalam hati mereka masing-masing,jadi sekarang mereka akan segera melepas kan geram dan kesal nya mereka.
"Tidak,aku mintak maaf ,tolong maaf kan aku..Tolong tolong" teriak Siska dengan wajah ketakutan yg semakin menjadi saat melihat 5 wanita itu berjalan semakin mendekat ke arah nya.
Ars yg tadi masih berdiri di ambang pintu pun segera menutup pintu ruangan itu kembali,lalu ia pergi dari sana tanpa menghirau kan teriakan tolong dan teriakan melolong nya Siska.
Seperti nya mereka ber 5 memang menghajar nya habis-habisan,mungkin besok Siska akan masuk ke rumah sakit terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam penjara.
Ars melangkah menuju ke arah Tuan Wijaya berada,lalu ia pun segera mengajak Tuan Wijaya untuk sedikit membicara kan tentang proyek yg akan mereka laku kan ke depan nya.
Setelah selesai menyampai kan niat nya,Ars pun segera berpamitan pulang sama Tuan Wijaya dan istri nya,masih tetap dengan wajah datar nya.
Di dalam perjalanan pulang nya,Ars menyetir sambil memikir kan Agatha.Ia sudah memikir kan nya banyak kali,ia ingin segera melamar Agatha setelah urusan pernikahan Tuan nya selesai.
Tapi ntah kenapa hati nya seperti merasa tdk begitu nyaman,feeling nya mengata kan kalau ia akan di tolak,ia menjadi sedikit gelisah.
Tapi ia juga tdk mau berada dalam situasi seperti ini,mundur tdk maju juga tdk.Ia harus mencoba nya,walau pun akan di tolak,ia akan menerima nya dan akan berusaha segera melupa kan nya.
Memang agak terlalu cepat untuk ia melamar tapi hati nya jika sudah memilih dan yakin,ia tdk suka menunda nya lagi.
__ADS_1
Ars tdk ingin terlalu memikir kan nya lagi,saat ini ia hanya ingin beristirahat setelah sampai di Apartemen nya nanti karena ia sudah cukup lelah hari ini dengan mengurus banyak hal.