
Setelah ia sudah berada di dalam Restoran,Agatha segera menajamkan kedua matanya,ia langsung tersenyum lega saat menemukan pria yang sedang ia cari saat ini.
Telihat Ars yang sedang duduk bersama sepasang suami istri paruh baya dan seorang wanita muda yang terlihat cantik,langsing dan juga seksi.
Wajahnya Agatha langsung menjadi kesal saat melihat wanita muda itu sedang mencoba ingin menggoda dan mendekati Ars,ia segera berjalan ke arah tempat Ars berada setelah selesai menetralkan rasa gugupnya.
Ia berjalan, sambil merapikan dressnya yang panjangnya tepat 2 cm di bawah lutut dan ia juga merapikan tataan rambutnya yang hanya sedikit berantakan saja karena ia berlari tadi.
'Mungkin saja, itu wanita yang ingin di ajak oleh Ars untuk bertunangan.Aku tidak boleh kalah dari wanita itu,aku pasti akan berhasil menggagalkan pertunangan itu' pikir Agatha,ia menyemangati dirinya sendiri.
(Di meja pesanannya Tuan Jerry).
Tuan Jerry,istrinya dan putrinya Aliska duduk dengan wajah yang terus tersenyum senang,Tuan Jerry tidak menyangka kalau Presdir Perusahaan Kusuma Group langsung menyetujui ajakan bertemu darinya,padahal ia hanya memberi alasan karena ingin membicarakan tentang perkerjaan saja.
Memang terdengar alasan yang tidak begitu masuk akal,karena setelah kontrak kerja sama sudah di tanda tangani dan melakukan pertemuan untuk beberapa kali.Setelahnya mereka akan bertemu di proyek atas kerja sama mereka dan Hery tidak akan mau bertemu kalau tidak di lapangan langsung,itupun ia hanya mengandalkan Ars atau Sekretarisnya saja.
Tapi kali ini, demi istri tercinta dan agar rencananya berjalan lancar,ia pun segera menyetujui pertemuan tersebut tanpa memikirkan perasaan Asistennya.
Sekarang,di sinilah Ars berada.Di Restoran yang di pilih oleh Tuan Jerry sendiri.Saat ini,Ars sedang duduk 1 meja bersama Tuan Jerry,istrinya dan putrinya,mereka duduk saling berhadapan dengan meje yang berisi 5 kursi.Ia baru saja tiba 15 menit yang lalu karena tadi ia menyetir dengan kecepatan sedang saja.
Ars langsung mendengus kesal di dalam hati saat melihat putrinya Tuan Jerry juga berada di sana.Ia berpikir,sepertinya kejadian beberapa bulan lalu akan terjadi kembali dan ia sudah bisa menebak apa tujuan Tuan Jerry mengajak dirinya untuk bertemu.
Di mana Tuan Jerry ingin menjodohkan putrinya dengan Hery,apa sekarang Tuan Jerry ingin menjodohkan putrinya dengan dirinya.
Tapi ia tidak ingin terlalu memikirkannya,ia hanya ingin segera menyelesaikan pertemuan ini dan pergi.Di dalam hatinya,ia merutuki Tuannya habis-habisan.Ia jadi heran,kenapa juga Tuannya menyuruh dirinya untuk mendatangi pertemuan yang tidak penting ini.
"Tuan Ars,silakan di makan terlebih dahulu..." ucap Tuan Jerry dengan wajah yang terus tersenyum,saat makanan yang ia pesan sudah ada di atas meja.
Karena tidak mendapatkan Tuan Hery,Tuan Jerry jadi menargetkan Asistennya.Karena setahu dirinya,Asistennya Tuan Hery juga lumayan berkuasa di Perusahaan tersebut.Jadi,pasti akan menguntungkan Perusahaan miliknya kalau Tuan Ars menjadi menantunya nanti.
"Hm" jawab Ars dengan nada malasnya dan juga wajah datarnya,sambil mengambil makanannya.
"Tuan,biar aku yang mengambilkannya untukmu..." ucap Aliska sambil berdiri dari duduknya dan melangkah dekat ke arah Ars,hingga membuat gerakan tangannya Ars yang ingin mengambil makanan langsung terhenti.
"Tidak per ........." penolakan dari Ars,langsung di sela oleh wanita muda yang baru saja datang dan mengambil posisi di sampingnya Ars.Hingga membuat Ars langsung menatap wanita tersebut dengan wajah kagetnya.
"Tidak perlu nona,biar aku saja yang mengambilkannya..." ucap Agatha yang sudah berada di sampingnya Ars.Ia segera mengambil makanan untuk Ars dengan sembarangan,sambil melirik sekilas ke arah wanita yang berpakaian seksi itu hingga menampakkan belahan kedua gunung kembarnya hingga membuat dirinya mendengus kesal di dalam hati.
Sedangkan Ars hanya bisa terdiam dengan wajah kagetnya sambil memperhatikan sekitar,mana tahu saja ada Nona mudanya atau Desi yang datang bersama Agatha tapi ternyata hanya ada Agatha seorang saja.Ia segera menggantikan wajah kagetnya ke wajah datarnya kembali dan menatap makanan yang tidak ia sukai sudah perlahan-lahan masuk ke dalam piringnya.
"Dasar wanita tidak tahu malu.Siapa kamu? Berani-beraninya kau menggoda Tuan Ars" tanya Aliska dengan wajah yang kesal bercampur marah,sambil menatap wanita yang baru saja mengambil posisi yang seharusnya menjadi miliknya, dengan tatapan marahnya.
"Iya,siapa kamu ? Ini adalah pertemuan penting kami,silakan anda pergi dari sini nona..." timpal Tuan Jerry yang juga merasa geram dengan tingkah wanita tidak tahu malu yang tidak di kenali ini,ia segera berdiri dan juga memberi tatapan marah ke arah Agatha,begitu juga dengan istrinya.
__ADS_1
"Perkenalkan,aku adalah calon istrinya Ars..." jawab Agatha dengan wajah yang tersenyum manis sambil menjulurkan tangannya untuk bersalaman setelah selesai mengambilkan makanan untuk Ars.Tapi 3 orang yang berada di hadapannya,tidak ada satupun yang berniat menyambut uluran tangannya karena mereka ber 3 hanya sibuk berdiri dengan wajah yang kaget,kesal dan marah bercampur menjadi satu.
Sedangkan Agatha segera menarik kembali uluran tangannya dan langsung duduk di sampingnya Ars,ia bahkan mengabaikan tatapan marah dan sinis dari 3 orang yang masih berdiri itu.
"Nona,kau jangan coba-coba berbohong sama kami.Tuan Ars sama sekali belum mempunyai calon istri.Bahkan,Tuan Ars juga tidak mempunyai kekasih" ucap istrinya Tuan Jerry dengan eskpresi wajah yang marah sambil menatap ke arah Agatha dengan tatapan sinis bercampur mengejek,begitu juga dengan Tuan Jerry dan putrinya.
Pikir mereka,mungkin saja wanita yang berada di sampingnya Tuan Ars ini adalah salah satu dari wanita-wanita yang sedang mengejar Tuan Ars.
Sedangkan Ars hanya duduk dengan wajah datarnya tanpa suara dan terlihat santai saja,sambil berusaha menahan debaran hatinya agar bergetar dengan normal.Ia juga terus menatap piring makanannya yang masih belum di sentuh sama sekali dan melirik Agatha lewat ekor matanya.
Walaupun rasa kagetnya sudah berkurang,tapi detakan jantungnya malah menjadi semakin cepat.Hanya saja wajah datarnya masih bertahan,ia juga masih ingin melihat apa lagi yang ingin di lakukan oleh Agatha.Ia juga jadi bertanya-tanya di dalam hati,buat apa dan bagaimana Agatha bisa berada disini.
"Kalau kalian tidak percaya.Tunggu dan lihat saja nanti,karena beberapa minggu lagi kami akan segera menikah" ucap agatha,sambil memeluk lengan kokohnya Ars dan menatap ke 3 orang tersebut dengan wajah yang tersenyum.Dari tadi ia terus mencoba memberanikan diri dan juga membuang rasa malunya.
Sedangkan Ars,ia hanya mampu mengernyitkan keningnya untuk beberapa saat,saat mendengar kata menikah yang keluar dari mulutnya Agatha.
'Bagaimana ini,kenapa Ars hanya diam saja.Bagaimana kalau sekali pria ini berbicara nanti,malah langsung bisa membuat aku semakin malu saja' batin Agatha dengan hati yang khawatir juga deg-degan.
"Kami tetap tidak akan percaya,sebelum Tuan Ars yang mengatakannya sendiri.Bisa saja,kau itu hanya sedang mengarang cerita saja" ucap Aliska dengan nada mengejek dan wajah yang penuh keyakinan.
Apa lagi saat melihat Tuan Ars yang tidak merespon sama sekali,tidak menolak tapi juga tidak mengiyakan ucapan wanita yang tidak di kenalin oleh mereka ber 3.
Hingga membuat mereka ber 3 tersenyum mengejek ke arah agatha.Karena mereka yakin,pasti ucapan wanita yang ada di depan mereka ini adalah wanita pembohong dan hanya menginginkan uangnya Ars saja.
Sedangkan Ars langsung terkejut dengan tingkah Agatha yang terlihat sangat berbeda dari sebelumnya,panggilan Darlingnya,nada manjanya,dan juga pelukan di lengannya.Untung saja lengannya berbalut kemeja dan juga jas,jadi benda kenyalnya Agatha tidak begitu terasa.
"Cup....Darling,cepat katakan pada mereka kalau aku ini adalah calon istrimu,agar mereka percaya pada ucapanku tadi" lanjut Agatha dengan wajah yang tersenyum setelah selesai mengecup sekilas pipinya Ars, sambil menggoyang-goyangkan lengannya Ars agar mau menuruti kemauannya,ia sudah bingung mau melakukan apa lagi.
Wajah datarnya Ars kembali menjadi kaget, saat mendapatkan kecupan di pipinya dari Agatha,tapi ia tetap terdiam dengan wajah kagetnya dan berusaha menetralkan hatinya yang sudah berdebar lebih kencang dari ketika Agatha duduk di sampingnya tadi.
Agatha menjadi semakin bingung,apa lagi saat ia melihat tatapan sinis dan mengejek dari 3 orang yang masih berdiri di hadapan mereka dari tadi.Hatinya semakin berdegup kencang karena takut kalau Ars akan menolaknya.Jika ia benar-benar sampai akan di tolak oleh Ars,bukan malunya yang ia khawatirkan,karena ia hanya mengkhawatirkan hatinya yang pasti akan lebih sakit dari rasa malunya.
"Dasar wanita j*l*ng.Cepat pergi dari sini atau aku akan menyuruh security untuk mengusir kau keluar dari sini" ucap Aliska dengan wajah yang semakin memerah karena marah,begitu juga dengan wajah Tuan Jerry dan istrinya.
Apa lagi mereka melihat wanita yang tidak di kenali oleh mereka itu,sudah berani memeluk Tuan Ars dan juga mengecup pipinya Tuan Ars.
"Jangan menganggu calon istriku lagi.Jika tidak,pertemuan kita ini akan aku batalkan sekarang juga" ucap Ars secara tiba-tiba,dengan nada tegasnya dan tatapan tajamnya.Ia jadi tidak bisa menahan diri lagi,saat mendengar kata j*l*ng yang di tujukan untuk Agatha.
Perkataan Tuan Ars yang tiba-tiba itupun,mampu membuat Mulut Tuan Jerry yang ingin memanggil security langsung terbungkam kembali dan wajah marah mereka ber 3 menjadi bercampur terkejut karena mendengar pernyataan dari Tuan Ars.
Sedangkan Agatha langsung tersenyum lega,saat mendengar ucapannya Ars.Hatinya yang sedang dag dig dug tadi,juga langsung perlahan-lahan mengurang.
"Ba bagaimana bisa?"
__ADS_1
"Bagaimana bisa?"
"Apa?"
tanya Aliska,Ibu dan Ayah secara serentak dengan eskpresi wajah tidak percaya mereka.
Setahu mereka,bukankah Tuan Ars selalu menolak wanita-wanita yang mencoba mengejarnya atau mendekatinya.Tapi sekarang,Tuan Ars yang hanya diam saja dari tadi malah mengatakan secara tidak langsung kalau wanita yang datang tiba-tiba ini adalah calon istrinya.
"Apa Tuan sedang bercanda?" tanya Tuan Jerry dengan hati-hati untuk memastikan pendengaran mereka tadi karena masih merasa belum percaya.Walaupun ia menyadari tatapan tajam dari Tuan Ars untuk mereka ber 3,ia tetap mencoba memberanikan diri karena ia masih berharap bisa menjadikan Tuan Ars sebagai menantunya.
"Tuan Jerry,kau tinggal pilih...Melanjutkan makan siang kita atau hubungan kerja sama antara kita,aku putuskan saat ini juga?" tanya Ars dengan nada tegasnya dan tatapan tajam yang tidak berkurang sama sekali.
Peringatan dari Ars pun,mampu membuat ke 3 ornag tersebut langsung bungkam.
"Baik baik Tuan,kita akan melanjutkan makan siang kita saja.Sudah,ayo kita makan" ucap Tuan Jerry dengan cepat dan wajah yang panik bercampur khawatir.Ia segera mengajak istri dan putrinya yang mau tidak mau terpaksa menuruti ajakannya Tuan Jerry dengan wajah yang sedang menahan rasa kesal karena lagi-lagi mereka gagal untuk kedua kalinya.
Sedangkan Agatha terus tersenyum,ia bersorak di dalam hati karena berhasil membatalkan pertunangannya Ars tanpa tahu kalau dirinya sedang di bohongi oleh sahabatnya sendiri.
Akhirnya mereka semuapun,langsung melanjutkan makan siang mereka dengan eskpresi wajah yang berbeda-beda.Sedangkan Ars hanya mampu berusaha terus menormalkan degupan jantungnya yang berdetak semakin cepat karena tingkah-tingkah nakalnya Agatha.
Karena selama makan siang,Agatha sibuk menyuapinya makan beberapa kali,mengelap sudut bibirnya,dan nada manja atau panggilan Darling dari Agatha yang terus terdengar di telinganya dan juga mengelap keningnya yang sedikit berkeringat akibat kecepatan detakan jantungnya yang masih belum berkurang.
Hingga rasa makanan yang selalu ia hindari dan tidak ia sukai itu,ia lahap begitu saja karena sibuk mengatur degupan jantungnya yang sudah tidak beraturan.
Beberapa puluh menit berlalu,akhinya mereka semuapun selesai makan dan mereka juga sudah selesai membicarakan tentang perkerjaan yang hanya memerlukan waktu sebentar itu.
Kemudian Ars pun segera pergi dari sana dengan Agatha yang terus mengandeng tangannya dan meninggalkan Tuan Jerry,Istrinya dan putrinya yang sibuk menggerutu kesal dengan wajah marah bercampur kesal karena rencana perjodohan mereka kembali gagal.
Apa lagi ketika makan tadi,mereka juga harus menonton adegan mesra-mesraan sepasang manusia itu.Mau tidak mau,merekapun terpaksa harus menahan rasa kesal dan marah mereka.
Sedangkan Ars,ia berniat berjalan dengan langkah lebarnya karena ingin segera bisa terbebas dari tingkah-tingkah nakalnya Agatha karena detakan jantungnya yang sudah semakin tidak terkontrol.Tapi lantaran tidak tega dengan Agatha yang akan kesulitan mengikuti langkahnya nanti,iapun berjalan dengan langkah yang sejajar dengan langkah kakinya Agatha.
Padahal jika ia mau,dari tadi ia sudah bisa langsung pergi dari sana tanpa perlu memberi alasan apapun.Hanya saja ia tidak ingin membuat Tuan Jerry malu dan juga menghargai perintah dari Tuannya,jadi ia mencoba untuk bersabar sampai pertemuan itu selesai.Untung saja wajah datarnya masih mampu bertahan hingga saat ini.
(Di dalam mobil).
Di perjalanan ke Perusahaan,2 manusia itu hanya diam.Sudah 10 menit berlalu tapi mereka berdua masih saja tetap diam,sama-sama belum bersuara.
"Ars" panggil Agatha dengan nada gugupnya sambil *******-***** ujung dressnya.Karena Ars hanya diam saja dari tadi hingga masuk ke dalam mobil dan sampai sekarang,iapun mencoba untuk memulai pembicaraan dulu,ia juga ingin mengeluarkan rasa kesalnya pada Ars.
"Hm" jawab Ars dengan singkat,kedua matanya terus menatap lurus ke depan dan fokus ke jalan tapi pikirannya sedang melayang-layang karena memikirkan tingkah-tingkah nakalnya Agatha tadi. Hingga mampu membuat degupan jantungnya yang mulai normal barusan,kembali berdegup dengan kencang.
"Ars,kenapa kamu tidak mau menerima perjodohan yang di tawarkan oleh Ayahku kemaren? Apakah aku kurang cantik? Apa aku kurang seksi? atau kamu memang sudah benar-benar tidak mencintaiku lagi?" tanya Agatha dengan nada kesalnya sambil menatap wajah datar dan tatapan fokusnya Ars yang mengarah ke jalan.
__ADS_1
Agatha memang agak sedikit takut terhadap Ars,tapi rasa kesalnya lebih besar dari rasa takutnya.Jadi,ia lebih mengutamakan rasa kesalnya terlebih dahulu.