Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
Bab. 200


__ADS_3

Ia tidak akan membiarkan Angel pulang begitu saja,setelah berhasil membuat dirinya menjadi galau selama berhari-hari ini.Dan pernikahan yang baru saja ia ketahui dan memang sedang ia harapkan itu,benar-benar akan sirna begitu saja.


"Maaf Tuan,sepertinya aku tidak memerlukan izinmu untuk pulang" jawab Angel dengan wajah yang tersenyum kesal,sambil berbalik badan dengan pelan.


"Itu sebelumnya,tapi kali ini kamu harus mendapatkan izin dariku terlebih dahulu sebelum mau berpergian" ucap Hendri dengan nada tegasnya,sambil duduk di tempatnya kembali.


Ia juga hanya bisa menghela napas dengan pelan,saat ia mendengar panggilan Tuan yang keluar dari mulutnya Angel,karena tingkah bodohnya tadi.


Sedangkan Grandma dan Grandpa,mereka berdua langsung duduk dengan gerakan perlahan-lahan,saat mereka melihat putra mereka yang tegas dan cerdik itu sudah kembali.


Grandma terus tersenyum senang,ia tidak perlu khawatir lagi,karena putra mereka yang akan mengatasi kekhawatirannya tadi.


Melihat wajah tegas dan serius putra mereka itu,sudah di pastikan sebentar lagi ia juga akan mendapatkan menantu tanpa perlu ia harus memelas lagi.


"Apa katamu,Tuan?" tanya Angel dengan nada kesalnya,sambil terus menatap bingung ke arah wajah seriusnya Hendri.


"Duduklah dulu" pinta Hendri dengan nada lembutnya,tanpa menatap ke arah Angel yang hanya mampu terdiam dengan wajah bingungnya karena mendengar nada lembut darinya barusan.


"Duduklah" ucap Hendri lagi dengan nada lembut yang naik 1 oktaf,saat ia melihat Angel yang hanya berdiri dengan wajah bingungnya saja.


Angel yang sedang bingungpun,langsung menatap Grandma dan Grandpa yang menyarankan untuk menurut melalui anggukan kepala mereka.


'Apa-apaan sih pria ini,tadi marah-marah,sekarang malah berbicara dengan lembut.Dasar pria aneh' batin Angel dengan wajah kesalnya,sambil duduk kembali di tempat duduknya tadi dengan sedikit kasar karena merasa sangat kesal.


"Bukankah tadi kamu ingin menikah,kenapa malah ingin pulang?" tanya Hendri dengan wajah santainya.


"Bukankah tadi Tuan keberatan dengan status jandaku? Jadi,aku rasa aku tidak perlu lagi berlama-lama di sini.Membuang waktuku saja" jawab Angel dengan nada kesalnya,sambil menelisik wajah tersenyumnya Grandma dan wajah seriusnya Hery secara bergantian.


Sedangkan Daddynya Hery,ia langsung menghela napas dengan pelan.Kenapa dirinya menjadi begitu bodoh,karena tidak menyelidiki identitasnya Angel,hingga membuat Angel mengira kalau dirinya sedang mempermasalahkan status jandanya.


"Maaf" ucap Hendri dengan nada pelannya dan wajah seriusnya,sambil menatap wajah kesalnya Angel yang langsung berubah menjadi kaget dan juga bingung.


Sedangkan Grandma,ia juga langsung menjadi kaget.Tapi hanya untuk beberapa detik saja,lalu Grandma tersenyum senang,karena ternyata putra mereka mampu menurunkan egonya juga demi seorang wanita.Padahal selama hidupnya,putra mereka tidak pernah meminta maaf pada siapapun kecuali pada dirinya dan suaminya saja.


Angel yang merasa kaget dan juga bingung tadi,hanya mampu terdiam karena sibuk mencerna kata singkat dari pria yang menurutnya menyebalkan itu.


"Maaf...Tadi itu,aku mengira kamu masih memiliki suami.Dan tentang status jandamu itu,aku tidak pernah mempermasalahkannya sama sekali" lanjut Hendri dengan wajah seriusnya,sambil mempertahankan nada santainya dan juga menyembunyikan rasa malunya.


"Apa kamu sedang kerasukan,Tuan?" tanya Angel dengan nada lambat-lambat dan wajah bingungnya yang bercampur ekspresi tidak percaya,sambil terus menatap wajah seriusnya Hendri.


"Tidak,jangan sembarangan bicara" jawab Hendri dengan wajah seriusnya,sambil menahan rasa kesalnya.


Padahal ia sedang serius,kenapa Angel malah menganggap dirinya sedang kerasukan.


"Dad,Mom, 2 bulan lagi kami akan menikah" lanjut Hendri lagi, dengan ekspresi yakin di wajahnya,sambil menatap ke arah kedua orang tuanya.


"Bagus,nak.Mommy dan Dad terserahmu saja,benar kan sayang?" ucap Grandma dengan wajah yang tersenyum bahagia,sekalian bertanya sama suaminya .


"Iya,benar sayang" jawab Grandpa dengan nada santainya,sambil tersenyum ke arah istrinya.

__ADS_1


Sedangkan Angel,ia masih sibuk merasa bingung dan mencoba mencerna kalimat singkat dari Hendri tadi.


"Aku sudah setuju untuk menikahimu.Dan 2 bulan lagi,kita akan menikah.Dan satu lagi,kamu di larang membantah ataupun menolak perkataanku,karena mulai saat ini kamu adalah tanggung jawabku" lanjut Hendri lagi,dengan wajah seriusnya,sambil menatap wajah bingungnya Angel.


"Dring dring dring" belum sempat Angel bersuara kembali,terdengar suara panggilan di HP miliknya Hendri.


"Hm" jawab Hendri,saat ia sudah menjawab teleponnya.


"Tuan,apa Tuan masih belum berangkat? Meeting akan di lakukan,5 menit lagi Tuan" jawab Sekretaris lamanya dari seberang sana.


"Baiklah,aku akan segera berangkat.Suruh mereka tunggu sebentar lagi" perintah Hendri dengan nada tegasnya,sambil menatap jam tangannya yang sudah menunjukkan jam 7 pagi lewat 25 menit.


Pantasan saja,ternyata ia sudah telat masuk ke kantor,dan semalam ia sendiri yang mengatur,kalau meetingnya akan di laksanakan jam 7 pagi lewat 30 menit.Tapi ia malah lupa,karena dari tadi ia sibuk di buat kaget,bingung dan juga malu oleh kedua orang tuanya dan Angel.


Setelah selesai bicara,Hendri langsung menutup telepon mereka secara sepihak.Lalu ia segera berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah pintu keluar.


Tapi baru saja berjalan beberapa langkah,ia langsung menghentikan langkahnya saat ia baru teringat kalau dirinya telah melupakan belahan jiwanya yang baru saja Tuhan hadirkan untuknya itu.


"Apa kamu masih ingin terus duduk di sana atau mau ikut aku ke kantor?" tanya Hendri dengan nada pelannya,sambil berbalik badan dan menatap serius ke arah Angel yang langsung menjadi semakin bingung.


"Apakah kamu bertanya sama aku?" tanya Angel dengan nada ragu-ragunya,sambil menunjuk dirinya sendiri dan ia juga melirik sekilas ke arah Grandma dan Grandpa yang sama-sama sedang tersenyum bahagia ke arah mereka berdua.


Ia ragu-ragu sama pertanyaan Hendri itu yang secara tidak langsung sedang mengajak dirinya untuk menemani ke kantor.Padahal dalam beberapa hari ini,selalu dirinya yang memaksa untuk mengikuti Hendri ke kantor tanpa izin dan juga ajakan dari Hendri.


"Memangnya siapa lagi,kalau bukan kamu? Cepat,waktu aku sudah tidak banyak" jawab Hendri dengan wajah datarnya,sambil berusaha menahan rasa kesalnya dan ia juga langsung berbalik badan.


"Jangan sampai aku berubah pikiran dan kamu akan menjanda seumur hidupmu" lanjut Hendri lagi,dengan nada yang berpura-pura serius,lalu ia segera berjalan dengan langkah lebarnya dengan pelan karena ingin menunggu Angel.


"Mom,Dad,aku pergi dulu ya" lanjut Angel lagi dengan wajah yang kesal,lalu ia segera berlari kecil untuk mengejar langkah lebarnya Hendri,setelah ia melihat anggukan pelan dari Grandma dan juga Grandpa.


Sedangkan Grandma dan Grandpa,mereka terus tersenyum bahagia,sambil berpelukan dan menatap punggung putra mereka dan juga Angel.


Wajah kesalnya Angel langsung berubah menjadi tersenyum senang dan juga bahagia,saat ia sudah berada di belakang punggungnya Hendri yang sedang berjalan santai ke arah mobilnya.


Ia merasa bahagia karena sedang memikirkan kalimat-kalimat yang keluar dari mulutnya Hendri tadi.Karena itu berarti Hendri sudah benar-benar tulus mau menerima dirinya yang tidak sempurna ini.Ia juga tidak menyangka kalau perjalanannya ke kota ini kali ini,ia malah mendapatkan belahan jiwanya dan juga sebentar lagi ia akan menikah.


Walaupun pria yang akan di nikahi ini,agak kaku dan cara penyampaian lamarannya itu agak aneh.Ia sama sekali tidak mempermasalahkannya,baginya sudah cukup dengan ekspresi tulus dan seriusnya Hendri tadi saja.


"Apa permandangan di lantai itu lebih menarik,sampai kamu senang berdiri panas-panasan dan tersenyum-senyum begitu?" tanya Hendri dengan mengernyitkan keningnya heran,karena ia melihat Angel yang sedang sedikit menunduk dan terus tersenyum sendiri dari tadi.


Padahal dirinya sudah masuk ke dalam mobil dari 5 menit yang lalu,hanya tinggal menunggu Angel masuk ke dalam mobil saja.


"Hah! bu bukan seperti itu" jawab Angel dengan wajah kaget dan juga malunya,sambil menggaruk-garukkan belakang kepalanya yang tidak gatal itu dengan pelan.


"Cepat masuk" ucap Hendri dengan wajah yang tersenyum tipis karena ia melihat tingkah salah tingkahnya Angel, ia langsung bisa menebak apa penyebab yang membuat Angel sampai menjadi seperti tadi.


Angelpun segera masuk ke dalam mobil dengan wajah malunya,saat ia mendengar perkataannya Hendri.


Selama di perjalanan,mereka berduapun terus mengobrol tentang keluarga dan yang lainnya,walaupun Hnedrinya tetap agak kaku,Angel tetap berusaha memakluminya.

__ADS_1


*****


Setelah 5 bulan berlalu,akhirnya Daniel bersama Lucy,Ryan bersama Aliska,bahkan Daddynya Hery bersama Angel,mereka semua sudah selesai melaksanakan pernikahan mereka masing-masing dengan lancar dan di bulan yang berbeda secara berurutan.


Dan di hari weekend seperti ini,seperti biasanya.Sore hari ini,mereka semuapun berkumpul di ruang tamu dengan di sertai tawa canda dan obrolan-obrolan ringan mereka semua.


Terlihat Grandpa,Grandma,Daddy,Hery,Ashley,Ars, Agatha dan juga Angel yang sudah menjadi Mommy sambung untuk mereka semua,setelah Angel sudah menikah sama Daddynya Hery dari 3 bulan yang lalu.


Sedangkan Ryan bersama Aliska dan Jo bersama Desi sedang berada di tempat mereka dari 2 bulan yang lalu,yaitu di Paris.


"Dad,apa kalian tidak perlu pergi berbulan madu?" tanya Hery dengan nada menggodanya,sambil tersenyum tipis.


"Apa kau tidak merasa bosan dengan pertanyaanmu itu?" tanya Daddy dengan nada kesalnya,karena sudah ke 6 kalinya Hery bertanya padanya tentang hal tersebut.Ia bertanya,sambil melirik sekilas ke arah jam tangannya yang baru saja jam 5 sore,tapi putranya itu sudah mampu membuatnya terus merasa kesal dari tadi.


"Tidak,sebelum Dad dan Mom mau pergi berbulan madu" jawab Hery dengan nada menantangnya,sambil membelai pucuk kepalanya Ashley yang dari tadi memang sedang bersandar di dada kekarnya.


Sedangkan yang lainnya,hanya tersenyum lucu saja saat mereka melihat perdebatan kedua father's son tersebut.Dan perdebatan tersebut,sudah menjadi tontonan mereka semua selama 2 bulan ini.


"Mom,lihatlah putra nakal kalian ini" ucap Daddy dengan wajah kesalnya dan mengabaikan tantangan yang sengaja di lontarkan oleh putranya itu.


Ia juga sudah sadar umur,apa lagi Angel sendiri juga sudah menolak saran dari Grandma dari jauh-jauh hari.Kalaupun mereka ingin pergi berbulan madu,sudah pasti ia akan membawa Angel pergi berjalan ke tempat-tempat yang Angel sukai.Dan itu bukan bertujuan untuk berbulan madu,karena itu hanya untuk menyenangkan hati istrinya saja.


Sedangkan Angel,ia hanya mampu menanggapi perkataannya putra sambungnya itu dengan tersenyum malu saja.Walaupun banyak juga yang pergi berbulan madu di saat mereka sudah berumur seperti dirinya dan juga Hendri,tapi rasanya ia sangat malu kalau harus mengikuti yang lainnya,belum lagi nanti ia akan terus di goda-goda oleh putra sambungnya itu.


"Hery,jangan menggoda dan memaksa Daddy dan Mommy kalian lagi.Lagi pula,mereka bukan anak kecil lagi" ucap Grandma dengan wajah yang tersenyum,sambil menggeleng-gelengkan pelan kepalanya karena ia melihat tingkah nakalnya Hery yang akhir-akhir ini sering terlihat.


Mereka semua mengobrol tanpa menyadari kalau Ashley sedang menahan sakit di pinggulnya,karena Ashley tidak memberitahu apa-apa sama mereka semua,termasuk suaminya sendiri.


"Honey" panggil Ashley dengan nada pelannya,sambil menahan sakit di pinggulnya yang rasanya semakin lama,semakin bertambah sakitnya.Bahkan wajah yang masih mampu tersenyum tadi,sudah mulai meringis kesakitan.


"Hm" jawab Hery dengan nada santainya,karena belum menyadari kalau Ashley sedang menahan rasa sakit.


"Auchk" pekik Ashley dengan nada yang agak sedikit tinggi,karena sudah tidak bisa menahan rasa sakitnya lagi.


Hery yang merasa kaget,iapun langsung sedikit menjauhkan kepalanya Ashley dari dadanya untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi sama istrinya,sampai membuat istrinya tiba-tiba terpekik sakit.


Begitu juga dengan lainnya yang sibuk mengobrol tadi,langsung tersentak kaget dan menatap ke arah Ashley dan juga Hery.


"Honey,kamu kenapa?" tanya Hery dengan ekspresi khawatir di wajahnya,sambil menatap wajahnya Ashley yang sedang meringis kesakitan.


"Pinggulku terasa sangat sakit" jawab Ashley dengan nada lemahnya,karena sibuk bersiap-siap untuk menerima rasa sakit di pinggulnya yang datang selama 8,9 menit sekali itu.


Sudah beberapa hari ini,ia terus mendapatkan sengal-sengal di pinggulnya,tapi tidak sesakit seperti saat ini.Dan tadi siang,ia juga melihat ada sedikit lendir di ****** ********.Tapi karena ia baru ingin melahirkan untuk pertama kalinya,ia kira sedikit lendir yang bercampur sedikit darah itu dan rasa sengal terus menerus yang sedikit-sedikit itu hanya hal biasa.Makanya ia tetap santai saja,dan tidak memberitahu Hery,karena tidak ingin membuat Hery dan yang lainnya merasa khawatir.


"Hery,sepertinya Ashley sudah mau melahirkan " timpal Mommy Angel dengan wajah khawatirnya,sambil menatap air ketubannya Ashley yang sudah pecah dan langsung mengalir dari kedua kakinya Ashley dan juga tumpah ke lantai begitu saja.


Begitu juga dengan yang lainnya,mereka semua mengikuti arah tatapnya Angel.Wajah khawatir merekapun menjadi semakin khawatir.


Sedangkan Ashley,ia sibuk menahan sakit sambil terus menarik napas dan membuang napas dengan pelan,ia melakukannya dengan mengikuti saran dari Dokter kemaren.

__ADS_1


"Bukankah,kata Dokter 2 minggu lagi?" tanya Hery dengan wajah bingungnya yang bercampur khawatir,sambil mengelus-elus pinggulnya Ashley dengan pelan.


__ADS_2