Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
79. Penolakan Agatha


__ADS_3

Ars yg melihat perubahan eskpresi wajah nya Agatha pun jadi bingung,tapi ia tetap melanjut kan niat awal nya.


"Will you merry me?" tanya Ars dengan singkat,masih dengan berlutut dan tangan yg belum berpindah posisi,sambil menatap mata nya Agatha dengan wajah yg tersenyum.


Ia sangat kaku sama seperti Hery,hanya saja kemaren ketika kemaren sebelum mau lamaran Hery berlatih selama 3 hari 3 malam sedang kan ia tidak punya waktu untuk berlatih,perkerjaan lembur nya saja sudah bertumpuk.


"Apa kamu bersedia menikah dengan ku?" tanya Ars lagi,senyuman nya mulai memudar saat melihat Agatha hanya diam saja selama 5 menit,apa lagi ia melihat eskpresi wajah Agatha yg sama sekali tidak bisa di tebak oleh nya.


Agatha menggeleng kan kepala nya dengan pelan dan wajah tidak rela tapi ia juga tidak melawan gerakan kepala yg tidak bisa ia rubah lagi.


Ars yg melihat gelengan kepala nya Agatha,tangan yg memegang cincin itu perlahan-lahan turun sampai ke lutut nya.


"Apa kamu tidak mencintai ku?" tanya Ars dengan tatapan mata yg mulai terluka sambil menelisik mata nya Agatha,jelas-jelas di sana terdapat cinta untuk nya tapi kenapa jadi begini,Ars jadi bingung sendiri dengan tingkah Agatha.


"Baik lah,apa alasan nya?" tanya Ars yg sudah menyerah saat Agatha hanya diam saja tanpa menjawab pertanyaan nya.


Ia sedikit menunduk saat ingin mendengar jawaban terakhir dari Agatha,ia hanya ingin mendengar alasan nya agar hati nya tidak ada yg mengganjal lagi walau pun nyata nya sangat sakit karena telah dibtolak oleh wanita yg di cintai nya.


"Ka karena kita tidak cocok" jwb Agatha dengan asal,ia sudah bingung ingin menjawab apa,wajah nya ikut sedih saat melihat mata terluka nya Ars barusan.


Hening sesaat...


Sudah 5 menit berlalu akhir nya Ars sudah berhasil menetral kan rasa sakit nya,biar lah ia pendam dulu.


"Baik lah,jawaban mu sudah membuat aku puas,kau tenang saja,mulai sekarang aku tidak akan menganggu mu lagi" ucap Ars seraya menutup kotak cincin yg masih belum selpat berpindah posisi dari tadi,ia juga dengan perlahan bangkit berdiri.

__ADS_1


Ars sedikit beda dengan Tuan nya,ia tidak suka terlalu memaksa jika menyangkut urusan pribadi nya,lagi pula ia berpikir jika pernikahan hanya di landasi cinta sepihak akan di bawa ke mana hubungan mereka dan akan jadi seperti apa nanti.


"Terima kasih untuk waktu berharga mu malam ini dan akan aku pasti kan malam ini adalah yg terakhir aku menganggu waktu mu" ucap Ars dengan nada menyindir dan tersenyum kecut.


Agatha yg terkejut mendengar perkataa-perkataan Ars,ia tidak menyangka kalau jawaban asal nya tadi akan menyakiti pria itu,ia terdiam sejenak dengan wajah bodoh nya.


Kemudian ia ingin memintak maaf kepada Ars tapi belum sempat ia bersuara,Ars sudah mendahului nya terlebih dahulu.


"Tidak apa-apa,kau tidak bersalah sama sekali.Dari awal aku yg bersalah karena salah mengarti kan perhatian kecil dan tanggapan tulus dari mu untuk ku selama 1 bulan ini" ucap Ars saat bisa membaca apa yg ingin di kata kan oleh Agatha.


"Baik lah,sampai di sini saja.Aku akan pulang terlebih dahulu,kamu ikut lah pengawal ku pulang agar tidak terjadi hal-hal tidak di ingin kan pada diri mu" lanjut Ars lagi,lalu ia segera berlalu dari hadapan Agatha yg seperti nya sedang menahan rasa sakit di hati nya saat mendengar rentetan perkataan Ars yg terasa menyayat hati.


Ars berhenti melangkah saat ingin melewati tong sampah,lalu ia melempar kotak cincin yg sudah ia sedia kan untuk Agatha tadi ke tong sampah tersebut tanpa melihat nya lagi, tatapan mata nya terus lurus ke depan sejak ia berlalu dari hadapan Agatha tadi.


Padahal itu wajib jika belum bayar tapi manajer nya tidak punya keberanian dan mungkin saja ia bisa ketakutan kalau di suruh menghadapi nya,walau pun Ars hanya Asisten dari penilaian orang-orang tapi manajer itu sangat tahu kalau Ars juga termasuk yg berharga bagi keluarga Kusuma,jadi siapa yg berani mencari masalah dengan keluarga Kusuma.


(Kan Manajer restoran saja jadi berlebihan begitu di karena kan kekuasaan yg ada di dalam genggaman Tuan Ars)😁


Sedang kan Agatha masih duduk di tempat nya tadi,tidak berdaya dan tidak bisa berbuat apa-apa,ia hanya pasrah saja sambil menatap punggung nya Ars yg akan segera menghilang dari pintu masuk restoran tadi.


Genangan air di mata nya mulai meluncur begitu saja tapi Agatha segera menepis dan berusaha tegar agar genangan air di mata nya tidak terus berjatuhan dan memperlihat kan kesedihan nya di depan karyawan restoran dan juga para pengawal nya Ars.


"Nona,mari saya antar kan pulang ke rumah.." ucap salah satu pengawal yg di utus oleh Ars agar mengantar Agatha pulang sampai rumah dengan selamat.


Sedang kan Ars sudah menghilang dengan melaju kan mobil nya ntah ke mana,hanya dia sendiri yg tahu.

__ADS_1


"Nona,sudah semakin malam.Ayo saya antar pulang,jika terjadi apa-apa sama Nona,saya bisa di bunuh oleh Tuan Ars nanti" ucap Pengawal tersebut dengan nada memohon agar Agatha mau menuruti nya,karena Agatha dari tadi hanya diam saja dan ia tidak mau sampai Tuan Ars benar-benar akan membunuh nya nanti jika sampai terjadi apa-apa dengan Nona ini.


Sudah 10 menit ia menunggu,tapi Agatha seperti org yg kebingungan dna melamun,jika memang mencintai Tuan Ars mereka kenapa tadi malah menolak nya,membuat pengawal tersebut jadi kesal saja.


'Wanita memang sulit di mengerti' batin pengawal tersebut.


"Baik lah,ayo" jwb Agatha akhir nya dengan wajah sedih nya sambil bangkit berdiri dan berjalan keluar dari restoran tersebut,tapi sebelum ia mencapai pintu keluar,ia berhenti di tempat Ars membuang cincin tadi lalu ia sedikit berjongkok agar bisa mengambil kotak cincin yg baru saja terlantar di tong sampah itu.


Ia segera membuka nya saat kotak cincin tersebut sudah berada di tangan nya.


"Cantik" gumam Agatha dengan nada sedikit bergetar dan wajah yg tersenyum sedih,lalu ia segera menutup nya lagi dan menyimpan nya di dalam tas selempang milik nya.


Kemudian ia pun melanjut kan langkah nya kembali menuju pintu keluar untuk segera pulang dan di ikuti oleh pengawal yg mengajak nya tadi.


Ternyata walau pun ia sudah menyakiti pria itu tapi pria itu tetap saja masih ingin memikir kan keselamatan nya.


Ia jadi berpikir,apa kah ia terlalu kejam.Tapi mau bagaimana lagi,saat ini ia bingung harus berbuat apa,mungkin nanti ia harus mencari kesempatan untuk bisa bercerita dengan 2 sahabat nya itu,mana tahu bisa mendapat kan solusi dari masalah nya dari 2 sahabat nya itu.


Akhir nya Agatha pun di antar pulang dengan selamat sama pengawal tersebut.


---


Sedang kan di sebuah pantai yg berada tidak jauh dari Mansion nya Daddy,seorg pria sedang duduk menyandar di kap mobil milik nya dengan ke dua tangan yg menyangga di bawah kepala nya sambil menatap dari jauh ombak yg terus bergelombang tidak menentu di depan nya,terlihat seperti mengejek nya saja.


Kemudian ia mengubah sandaran nya agak sedikit rendah,lalu ia menatap langit yg di sertai cahaya bulan yg terlihat redup seperti suasana hati nya saat ini,dan juga bintang-bintang yg bersinar terang tapi berbanding terbalik dengan hati nya yg tidak mampu untuk bersinar terang malam ini.

__ADS_1


__ADS_2